
Argha memilih untuk duduk di sebelah Bree pada penerbangan mereka yang kedua. Sedangkan Frenya duduk di kursi tempat Argha duduk tadi. Argha ingin membahas sesuatu dengan Bree. Sesuatu yang sudah sangat lama ingin disampaikan oleh Argha kepada Bree. Tetapi pada saat itu status Argha hanyalah seorang teman sekaligus sahabat. Sedangkan sekarang status Argha sudah berubah menjadi kekasih Bree. Argha berharap Bree mau mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Argha nantinya. Semua itu semata mata hanya untuk kebaikan Bree saja, tidak ada maksud jelek dari apa yang akan diceritakan oleh Argha kepada Bree.
Pilot dan Pramugari secara bergiliran memberitahukan informasi yang sudah sangat hafal oleh para penumpang pesawat yang akan mereka antarkan. Saking hafalnya Hendri asisten Argha sempat menawarkan dirinya kepada pramugari untuk melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh pramugari. Itulah saking hafalnya oleh para penumpang mereka sampai rela melakukannya, menggantikan posisi pramugari.
Pilot mulai menggerakkan pesawat di landasan pacu. Pesawat mulai bergerak perlahan lahan, roda pesawat mulai dimasukkan ke badan pesawat sedangkan kepala pesawat sudah mulai mengudara. Swing dalam sekejap pilot sudah menerbangkan pesawatnya dengan sangat mulus. Sama sekali tidak terasa apa apa oleh penumpang saking bagusnya pilot melakukan tugasnya untuk menerbangkan pesawat terbaru milik perusahaan Soepomo Grub tersebut.
Argha memandang kearah Bree, Bree juga melakukan hal yang sama. Bree tahu ada yang akan dibicarakan oleh Argha kepada dirinya. Makanya Bree melihat ke arah Argha.
"Pasti ada yang mau dibicarakan bukan? Silahkan aja sayang. Apa itu?" ujar Bree yang dapat melihat dan membaca ada sesuatu yang dipikirkan oleh Argha di kepala gantengnya itu.
"Kamu yakin mau mendengar apa yang akan aku bicarakan sama kamu, kamu nggak akan marah sama aku kan sayang?" tanya Argha sambil menatap ke arah Bree.
"Aku nggak akan marah sayang, aku sangat hafal bagaimana sifat kamu. Kamu tidak akan meminta atau mengatakan kepada aku hal hal yang buruk, kamu akan mengatakan kepada aku pasti untuk kebaikan aku ke depannya." ujar Bree mengatakan analisanya kepada Argha.
"Satu lagi sayang, kita sudah lama saling mengenal, dari aku bayi aku sudah kenal kamu yang sedikit besar dari pada aku. Makanya aku sangat yakin, apa yang ingin kamu katakan ke aku adalah sesuatu yang sangat sangat baik untuk aku" ujar Bree dan menatap ke arah Argha.
"Jadi, tolong katakan ya sayang kepada aku" ujar Bree memohon kepada Argha supaya Argha mengatakan apa yang dirasakannya, atau kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh Bree. Sehingga membuat Argha harus mengatakan hal itu secepatnya.
Argha masih tidak melepaskan matanya dari menatap Bree. Argha masih terus menatap wajah cantik yang tidak membosankan itu yang sekarang sudah berubah status menjadi kekasihnya, tapi saat acara aniversary Nana dan Daddy, Argha akan melakukan suatu hal untuk kehidupannya ke depan.
"Sayang jangan natap kayak gitu banget lah. Ngomong lah lagi, apa yang mau kamu katakan ke aku sayang" ujar Bree yang sudah salah tingkah dengan cara Argha menatap ke arah Bree.
Argha sama sekali tidak pernah menatap Bree seinten itu. Argha sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Bree. Argha sangat betah menatap ke wajah teduh kekasihnya itu.
"Sayang, jangan sampai mata kamu aku keluarkan dari sana ya. Dari tadi aku ngomong sama seklai nggak digubris. Masih saja asik nengok ke wajah aku. Lama lama aku operasi wajah aja lagi, menjadi jelek biar kamu bosan nengok wajah aku" ujar Bree yang pada akhirnya habis kesabaran melihat kelakuan Argha.
__ADS_1
"Mau jelek mau kayak gini, aku akan tetap menatap wajah kamu sampai aku merasa puas. Sayangnya ntah kapan aku akan puas" ujar Argha yang ntah belajar dari mana mengatakan hal itu kepada Bree.
Frenya yang berada di kursi depan Argha langsung tertawa ngakak mendengar perkataan dari Argha.
"Dari mana ngutip kata kata gombalan itu Gha?" tanya Frenya yang tidak yakin kalau itu berasal dari otak Argha sendiri.
"Dari otak Argha lah, emang dari otak Uni" jawab Argha kesal karena tau Frenya tidak yakin kalau itu adalah ucapan yang memang dari otak Argha keluarnya bukan otak orang lain.
"Ye lah. Udah ada kemajuan. Aku bangga kepada kamu" ujar Frenya sambil memukulkan tinjunya ke dada sebelah kiri Frenya.
"Mulai" ujar Argha kesal dengan gaya Frenya.
"Haha haha haha, lanjutkan gombalan Anda tuan muda Seopomo, aku akan istirahat dulu. Usahakan gombalan yang anda keluarkan tidak membuat saya tertawa dalam tidur ya" ujar Frenya yang benar benar kaget dengan apa yang bisa dilakukan oleh Argha.
Selama ini Frenya berfikir kalau Argha akan seperti Daddy dan Atuk mereka, tetapi nyatanya tidak, Argha sangat bisa menggombal.
"Hehe hehe maaf sayang, jadi gini. Sebelumnya aku minta maaf dulu ya, aku tahu ini nanti akan membuat kamu marah. Tapi aku mengatakan semua ini adalah untuk kebaikan kamu ke depannya" ujar Argha yang langsung meminta maaf kepada Bree sebelum dia menjelaskan semuanya kepada Bree.
"Tapi udah aku katakan sayang, aku nggak akan marah sama sekali, karena aku sangat tahu kamu sifatnya bagaimana, kamu nggak akan membuat aku marah sayang. Apalagi kalau itu untuk kebaikan aku ke depannya" jawab Bree sambil memegang tangan Argha dan menaruhnya di dada Bree.
"Aku mencintai kamu, jadi katakan saja apa yang menurut kamu itu terbaik untuk aku" ujar Bree sambil menatap ke arah mata Argha.
Argha mengangguk.
"Aku juga mencintai kamu, sangat mencintai kamu" jawab Argha yang hanya bisa di dengar oleh Bree seorang.
__ADS_1
Argha kemudian mengecup punggung dan telapak tangan Bree dengan menumpahkan semua yang dirasakannya di sana.
"Sayang, yang mau aku katakan adalah, bisa tidak kamu mengubah cara bicara kamu kepada Erik" ujar Argha yang langsung saja ke inti permasalahan yang ingin disampaikannya kepada Bree.
"Kok kamu ngomong gitu sayang?" tanya Bree dengan nada biasa saja.
Bree ingin mendengar apa alasan Argha sehingga Argha harus mengatakan hal itu kepada dirinya. Bree tahu dia pasti telah salah dalam memilih cara berbicara kepada Erik.
"Ya, kamu dengan Erik sangat terlihat kalau kamu dan dia sangat akrab sekali, sehingga sama sekali menyebabkan tidak ada batasan" ujar Argha.
Bree terlihat mau komplen, tetapi Argha menempelkan jarinya ke mulut Bree.
"Kamu boleh bersikap seperti itu kalau di mansion. Kalau di luar usahakan jangan. Orang akan menilai kamu adalah Nona yang serampangan saja. Memang kamu akan dikatakan oleh orang sombong. Tetapi itu kadnag kadang juga perlu, agar kita tidak dikatakan gampangan." ujar Argha menjelaskan sejelas jelasnya kepada Bree supaya Bree tidak salah paham dengan apa yang dikatakan oleh Argha.
Bree memikirkan dengan pikiran tenang apa yang dikatakan oleh Argha tadi. Bree juga memikirkan akibat kalau dia bersikap seperti itu kepada Erik di luar mansion. Bree terlihat menimbang nimbang semuanya. Argha menunggu dengan sabar. Argha sangat tahu Bree. Bree akan memikirkan apa yang dikatakan oleh orang tentang dirinya.
"Sayang maafkan aku, kamu benar sayang, kalau aku bersikap seperti itu di luar mansion, orang orang pasti akan berpikiran jelek kepada aku. Aku tidak mau itu" ujar Bree yang sudah memutuskan melalui pemikirannya sendiri.
"Makasi sayang, kamu sudah menegur aku" ujar Bree tersenyum kepada Argha.
"Itu gunanya pasangan sayang, untuk saling mengingatkan" ujar Argha menjawab ucapan terimakasih dari Bree.
"Sekarang mari kita tidur" lanjut Argha yang mengantuk.
Bree menyandarkan kepalanya ke lengan Argha. Dia menjadikan lengan Argha sebagai bantal tidurnya. Bree terlihat sangat manja banget kepada Argha. Argha sangat senang melihat Bree yang manja dengan dia. Argha memang butuh pasangan seperti Bree. Bukan seperti Nana dan Frenya yang sangat luar biasa mandiri dan seakan akan tidak membutuhkan seorang laki laki dalam hidupnya untuk menemani mereka di kemudian hari.
__ADS_1
Pilot tetap menerbangkan pesawat dengan tenang menuju negara I. Negara asal keluarga Sopeomo dan Keluarga Bayu Atmajaya.