Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Arga Aris Wijaya Soepomo


__ADS_3

Hari perayaan aqiqah sekaligus pemberian dan pengumuman nama untuk Blip datang juga. Semua anggota keluarga sibuk menyiapkan acara itu dalam beberapa hari yang lalu. Mereka begitu ingin membuat semua rangkaian acara berjalan dengan sempurna. Mereka semua bekerja dengan sangat sungguh sungguh. Semuanya dikoordinator langsung oleh kedua Tuan besar. Kedua Tuan Besar itu ingin acara perkenalan cucu pertama mereka memiliki kesan di hati para tamu. Makanya mereka berdua mau turun tangan. Sampai memilih sovenir saja mereka yang melakukan. Mereka memilih memberikan kristal dengan foto blip yang berada di dalam kristal tersebut.


Sehari sebelum acara, Blip telah menaiki kedua kambing yang akan dijadikan kambing aqiqah Blip. Semua daging diolah langsung oleh koki dari rumah makan milik keluarga Wijaya. Mereka akan menyerahkan semua olahan dari daging kambing, akan langsung diserahkan ke panti panti asuhan yang ada di ibu kota.


Acara puncak dari aqiqahan Blip adalah sore hari ini. Semua keluarga telah berkumpul, begitu juga tamu undangan serta anak panti asuhan yang berjumlah lima ratus orang telah memenuhi ballroom hotel Soepomo. Terlihat keluarga besar itu memakai baju berwarna biru pastel. Melambangkan jenis kelamin dari Blip. Baik tamu maupun keluarga besar duduk di atas karper yang dibantangkan di ballroom hotel. Ayah dan Papi sengaja tidak memakai kursi dan meja. Agar tidak ada perbedaan antara tamu dengan anak dari panti asuhan dan juga keluarga besar.


Saat semua orang telah berkumpul seorang protokol acara membuka acara aqiqahan tersebut.


"Assalamualaikum w.w." sapa protokol upacara.


"Waalaikumsalam w.w." jawab semua orang yang ada di dalam ballroom hotel.


"Terimakasih kami ucapkan kepada para tamu undangan yang telah berkesempatan hadir dalam acara aqiqah serta pemberian nama dari anak, adik dan cucu dari keluarga Soepomo dan Wijaya." ujar protokol membuka acara sore hari itu.


"Baiklah untuk tidak memperpanjang kata pembukan. Acara hari ini akan kita mulai dengan membaca al quran bersama sama serta membaca doa untuk blip yang akan dipandu oleh ustad kita. Kepada ustad kami persilahkan." lanjut protokol memulai acara.


Ustad mulai memimpin pembacaan al quran bersama sama dengan semua tamu yang hadir. Setelah pembacaana al quran, ustad mulai memimpin doa bersama untuk kebaikan dan hal hal buruk yang akan terhindar dari Blip.


Blip yang memang anak dengan tipe tidak rewel terus tersenyum dan terjaga selama kegiatan. Hal ini menjadi pusat perhatian dari semua tamu yang hadir. Tidak sekalipun mereka mendengar blip menangis atau rewel.


"Baiklah sekarang adalah sesi potong rambut lahir, yang nanti akan ditimbang dan akan dibelikan ke emas seberat rambut yang terpotong. Hal ini melambangkan anak sudah masuk ke dalam dunia sekarang, dan akan dilindungi oleh orang orang di dalam hidupnya. Potongan rambut harus merata di setiap sisi kepala si bayi. Mereka yang memotong adalah kaum laki laki saja.


Potongan pertama akan dipotong oleh ustad, setelah ustad Kakek dari kedua belah pihak. Kemudian, barulah ayah si bayi. Selesai ayah diikuti oleh adik ayah yang laki laki. Terakhir barulah saudara laki laki si bayi.


Setelah semua orang selesai memoting rambur Blip. Rambut tersebut langsung di timbang dan akan dibelikan emas sebanyak hasil dari timbangan. Nanti emasnya akan diberikan kepada orang yang berhak menerima.


"Para hadirin yang kami muliakan. Rangkaian acara aqiqahan sudah selesai. Kita masuk acara berikutnya yaitu pemberian nama serta pengumuman nama anak dari pasangan Aris Soepomo dan Gina Wijaya Soepomo. Kepada Tuan Aris, kami persilahkan untuk maju." ujar protokol memanggil Aris untuk kedepan.

__ADS_1


Aris maju ke mimbar. Sedangkan Bram menuju seorang staff nya yang bertindak sebagai pemutar video Blip, tetapi dengan menutup muka Blip.


"Assalamualaikum, w. w."


"Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih banyak kepada semua tamu yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menghadiri acara aqiqahan anak kami."


"Selanjutnya terimakasih banyak, saya ucapkan kepada orang tua kami yang selalu mendukung kami dalam semua perjuangan kami selama ini. Selanjutnya terimakasih banyak kepada semua anggota keluarga yang juga telah mensuport dan mendukung kami." lanjut Aris sambil menatap keluarganya yang berada di bagian depan.


"Ucapan terimakasih yang tidak terhingga yang sebenarnya tidak bisa saya ucapkan dengan kata kata lagi. Semua itu teruntuk istri tercinta saya. Seorang wanita hebat yang mau meninggalkan kehidupan pribadinya dan masuk kedalam kehidupan saya yang luar biasa beragam masalah yang harus dihadapi. Tapi wanita hebat itu tidak pernah mundur dalam menemani saya." ujar Aris tersenyum melihat ke arah Gina.


"Sayangku terimakasih banyak telah mau menerima aku yang tidak sempurna ini untuk mejadi sahabat, menjadi suami bagi dirimu yang sangat sangat sempurna untuk diriku." lanjut Aris.


"Sayang, terimakasih telah melahirkan Blip ke atas dunia ini. Blip seorang anak yang bener bener hebat. Seorang anak yang kuat. Terimakasih sayang." ujar Aris yang sudah tidak tau lagi apa yang akan dikatakan oleh dirinya.


"Baiklah para tamu undangan dan keluarga kami. Saya di sini akan memberitahukan siapa nama yang telah saya sepakati dengan istri saya. Tapi sebelum memberitahukan nama anak ketiga kami, izinkan kami untuk memperkenalkan anak pertama dan kedua kami." ujar Aris.


Gina maju ke depan. Dia akan mendampingi suaminga untuk memperkenalkan kedua anak mereka.


"Anak pertama kami adalah laki laki, seorang dokter yang sekarang bekerja di rumah sakit Harapan Kita. Dia adalah Daniel Aris Wijaya Soepomo. Mari nak maju ke depan." perintah Aris kepada Daniel.


Daniel maju ke depan. Slide yang ditampilkan adalah keseharian Daniel.


"Anak kedua kami seorang anak perempuan yang baru kembali dari menyelesaikan perkuliahannya. Anak ini kami beri nama Frenya Aris Wijaya Soepomo." ujar Aris kepada semua yang ada di ruangan.


Frenya juga maju ke depan. Dia berdiri di sebelah Gina. Frenya yang cantik sangat serasi dengan Gina yang juga cantik. Sedangkan Daniel yang berdiri di sebelah Aris juga terlihat serasi karena sama sama gagah dan tampan.


"Sedangkan anak ketiga kami yang baru lahir seminggu yang lalu. Seorang anak laki laki yang lahir di tengah tengah kebahagiaan kami sekeluarga. Seorang anak yang kami harapkan akan sama dengan uda dan uni nya. Seorang anak yang lahir ke atas dunia membawa kebahagiaan bagi kami semua. Bram tolong Blip bawa kemari Bram." kata Aris kepada Bram.

__ADS_1


"Anak ini akan kami beri nama Arga Aris Wijaya Soepomo. Semoga dengan nama ini membawa berkah dan membawa kerendahan hati seperti kedua neneknya. Membawa motivasi dan kerja keras serta penuh perjuangan seperti kedua atuknya. Kami berharap bimbingan dan doa dari semua yang hadir untuk bisa membimbing Arga dalam menjalani kehidupannya ke depan. Kehidupan yang luar biasa beratnya." lanjut Aris.


"Dengan ini nama dari putra kami akan kami panggil dengan nama Arga." ujar Aris.


Semua tamu bertepuk tangan setelah Aris mengatakan menyebutkan panggilan nama dari anak mereka. Aris dan anggota keluarganya kemudian turun dan duduk kembali ke posisi mereka tadi.


"Baiklah karena acara perkenalan anggota keluarga Aris Soepomo telah selesai. Kepada tamu undangan kami, silahkan menikmati hidangan yang telah kami sediakan." ujar protokol mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan yang ada.


Setelah selesai makan semua tamu mulai meninggalkan tempat acara. Sedangkan para anak yatim piatu yang ada di acara itu berjejer menerima santunan yang diberikan oleh keluarga Wijaya dan Soepomo. Mereka membawa pulang berupa bingkisan.


Setelah semua orang pergi dari ballroom hotel. Semua keluarga kembali berkumpul.


"Alhamdulillah lancar ya Mi." ujar Nana yang terlihat sangat lelah.


"Iya Na. Alhamdulillah lancar." jawab Mami yang sudah duduk bersandar.


"Hay Arga nama kamu keren banget." ujar Sari sambil memeluk Arga.


"Aris, Ayah sampai sekarang masih mikir Arga itu singkatan atau memang itu yang kalian pilih?"


"Arga singkatan Ayah. Singkatan dari ARis, GinA." ujar Aris kepada semua anggota keluarganya.


"Kenapa terdengar maksa" ujar Bram yang sudah mulai ingin melancarkan aksinya.


"Hahahaha. Bener kak, sebenarnya itu maksa. Kalau nggak aku paksa maka suamiku nggak mau memasukkan namanya ke dalam nama Arga. Masak nama panjang menjadi Arga Aris Gina Wijaya Soepomo. Panjang banget. Kasian Arga nanti pas mau nikah. Belepotanlah mulutnya nanti." ujar Gina menjawab perkataan Bram.


Setelah berbincang bincang, dan hari yang mulai malam. Semua keluarga kembali menuju rumah masing masing. Bayu dan Mira yang rencananya akan menghuni rumah barunya, karena kelahiran Arga tidak jadi pindah ke rumah baru mereka. Mereka lebih memilih untuk di rumah utama menemani Gina.

__ADS_1


__ADS_2