Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 51


__ADS_3

"Sayang ini serius orang itu mau meminjamkan kapal pesiar nya sama kamu?" tanya Frenya sekali lagi kepada Juan.


Frenya tidak yakin kalau kapal pesiar ini di pinjam oleh Juan hanya dengan modal air liur saja.


"Yup dia meminjamkan sama aku" jawab Juan meyakinkan Frenya sekali lagi.


"Tanpa bayar?" tanya Frenya memastikan kepada Juan.


"Ya tanpa bayar." jawab Juan.


"Huft orang itu baik sekali" kata Frenya dengan gemas mendengar apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya.


"Tuan dan Nyonya muda, silahkan masuk" kata Kapten kapal mempersilahkan Juan dan Frenya untuk masuk ke dalam kapal pesiar mewah tersebut.


Juan dan Frenya berjalan masuk. Pengawal dan kapten kapal serta kru kapal mengiringi dari belakang.


"Sayang kamu nipu aku" ujar Frenya dan mencubit pinggang Juan.


"Mana ada aku nipu sayang" jawab Juan sambil mengelak dari serangan Frenya yang membabi buta.


"Iya kamu nipu aku sayang." kata Frenya dengan keras kepalanya mengatakan kalau dirinya di tipu oleh Juan.


"Nah, dari mana pasalnya aku nipu kamu?" tanya Juan sambil memegang erat tangan Frenya yang masih ingin mencubit pinggang atau bagian lain dari tubuh Juan.


"Tuh fhoto. Ada wajah jelek kamu di situ" kata Frenya menunjuk fhoto berukuran sangat besar dan di bawahnya bertuliskan Aleksander Family.


"Lah sayang, aku tanya. Kalau kamu makai mobil Nana atau mobil Argha namanya apa?" tanya Juan sambil memberikan kode kepada para pengawal, kapten kapal dan cru kapal untuk meninggalkan mereka berdua saja.


"Minjam" jawab Frenya dengan lugu dan polosnya.

__ADS_1


"Nah itu dia. Aku juga melakukan hal yang sama. Aku juga minjam kepada Mommy dan Daddy" jawab Juan dengan santai.


"Tadi kamu mengatakan ke orang sayang" kata Frenya yang tidak Terima dengan apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya.


"Lah emang Mommy dan Daddy aku nggak orang" lanjut Juan menjawab perkataan dari Frenya.


Frenya terdiam, dia tidak akan mungkin menang melawan Juan sekarang ini. Dia pasti akan membalas Juan di saat yang tepat. Suaminya itu sudah mulai mengerjai dia dengan permainan kata kata.


"Ah udahlah yang jelas sekarang aku sudah tau seberapa kayanya kamu" ujar Frenya sambil tersenyum dan mengedip ngedipkan matanya kepada Juan.


"Hay jangan jadi wanita matre" kata Juan sambil mendorongkan jari telunjuknya ke kening Frenya.


"Hay perempuan layak matre" jawab Frenya dengan melakukan hal yang sama kepada Juan.


"Ah sudah sudah, mari kita berangkat. Aku akan membawa kamu keliling negara ini dengan memakai kapal pesiar. Kita akan singgah di setiap dermaga" kata Juan memberitahukan kepada Frenya kemana tujuan mereka sekarang ini.


"Kenapa tidak keluar negeri sayang?" tanya Frenya saat mendengar kemaba tujuan mereka sekarang ini.


"Sayang kamu hamil muda. Gimana aku bisa bawa keluar negeri, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan kamu" kata Juan menjelaskan alasan pertama dirinya tidak membawa Frenya keluar negeri.


"Terus kalau aku di kapal ini sakit, gimana? Kalau ke luar negeri kan bisa langsung dibawa ke rumah sakit" lanjut Frenya masih memikirkan cara untuk meminta kepada Juan keinginan keluar negerinya.


Juan menggeleng tidak percaya dengan yang dikatakan oleh Frenya. Juan tau sekarang apa yang diinginkan oleh Frenya. Juan tersenyum dengan penuh kasih sayang kepada Frenya.


"Ada helicopter yang akan membawa kamu ke rumah sakit" jawab Juan yang sudah memastikan semuanya terjaga dengan baik dan benar.


"Nggak ada peluang supaya aku bisa pergi ke luar negeri?" tanya Frenya masih mencoba peruntungannya.


"Anak kamu ini pengen keluar negeri sayang" kata Frenya menjadikan anak dalam kandungannya sebagai alasan berikutnya.

__ADS_1


Juan menunduk, dia mengecup lembut perut istrinya itu. "Anak Daddy yang keren di dalam sana, Daddy akan bawa kamu keliling dunia, saat kamu berada di dalam kandungan Mommy kamu udah lima bulan. Oke. Setelah itu kamu akan Daddy bawa keluar negeri" kata Juan berbicara ke perut Frenya.


"Jadi tolong, tolong sekali ya anak Daddy yang keren, bilang sama Mommy jangan mengada ada dan mencari cari alasan untuk pergi keluar negeri. Daddy tidak akan mengajak Mommy. Katakan ke mommy hentikan saja bujuk rayu Mommy" kata Juan selanjutnya di depan perut Frenya.


Frenya tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Juan. Frenya menjadikan anak dalam kandungannya sebagai alasan, sedangkan Juan memakai cara lain, Juan mengajak anaknya bercerita. Suatu hal yang tak terpikirkan oleh Frenya.


Juan merasakan ponselnya bergetar hanya sebentar saja. Hal itu membuat Juan menjadi heran. Nomor ponselnya yang aktif itu sangat jarang menerima pesan chat. Bahkan bisa dikatakan nomor itu hanya menerima telpon saja.


"Ada apa sayang?" tanya Frenya melihat ekspresi Juan berubah.


"Ada pesan chat masuk ke ponsel" jawab Juan yang sama sekali tidak ingin melihat pesan chat itu.


"Baca aja sayang" kata Frenya meminta Juan untuk membaca pesan chat yang dikirim oleh seseorang itu kepada dirinya.


"Tapi ini aneh sayang. Semua kolega bisnis maupun karyawan yang memiliki nomor ponsel ini tidak akan pernah mengirim pesan chat apa bila ada perlu dengan aku sayang. Tetapi kenapa yang ini ngirim pesan chat ya?" kata Juan dengan penuh kecurigaan.


"Mungkin dia segan untuk langsung menghubungi kamu sayang, takut kamu sibuk. Makanya dia mengirim pesan chat dulu" kata Frenya memberikan suatu pendapat yang masuk akal kepada Juan.


"Sebaiknya kalau menurut saran aku, kamu lihat saja sayang. Mana tau itu pesan chat penting" kata Frenya sambil tersenyum.


"Okeh karena kamu yang minta" kata Juan yang sebenarnya enggan membuka pesan chat yang dikirim seseorang itu kepada dirinya.


Juan mengeluarkan ponsel miliknya. Dia membuka pesan chat yang dikirim oleh seseorang itu. Dan benar saja pesan chat itu adalah satu satunya pesan chat yang masuk ke dalam ponsel Juan selama ini.


Juan kaget saat melihat pesan chat yang masuk tersebut, Juan tidak menyangka kalau pesan chat itu di kirim oleh seseorang yang menurut Juan tidak akan memiliki nomor ponsel Juan yang satu ini. Nomor ponsel yang khusus untuk orang orang yang bekerja dengan dirinya.


Ekspresi Juan berubah saat melihat siapa yang mengirim pesan chat kepada dirinya. Perubahan ekspresi Juan terlihat jelas oleh Frenya yang berdiri di depan Juan.


"Ada apa?" tanya Frenya yang kaget melihat ekpresi Juan yang berubah drastis.

__ADS_1


Juan memberikan ponselnya kepada Frenya. Frenya membuka fhoto profil dari orang yang mengirim pesan chat kepada Juan.


"Ini bukannya daniel?" kata Frenya saat melihat fhoto profil orang yang mengirim pesan kepada Juan.


__ADS_2