
"Uni, ini beneran bebek betutu?" tanya Argha sambil menunjuk sepiring bebek betutu yang ada di atas piring yang ada di depan mereka saat ini.
"Ya, itu bebek betutu. Coba saja" kata Frenya meminta Argha untuk mencoba bebek betutu yang telah di masak oleh chef di rumah makan tersebut.
"Uni yakin ini enak?" tanya Argha yang masih belum mencoba bebek betutu yang di mau oleh Frenya tadi.
"Enak, ini udah uni makan" jawab Frenya sambil memperlihatkan bebek betutu yang sudah ada di piringnya.
Argha mengambil sambal bebek betutu yang dikatakan oleh Frenya enak itu. Mereka semua sekarang sedang menikmati makanan yang diolah oleh chef dari rumah makan tersebut.
"Aku bikin vlog Oke. Jadi ini vlog kedua" ujar Argha yang sudah mengaktifkan kamera untuk merekam dan mengambil video mereka sedang menikmati makan siang di rumah makan tersebut.
"Oke silahkan" jawab semua anggota keluarga dengan semangat untuk membuat vlog ke dua keluarga mereka.
"Hendri bisa tolong salah satu anggota kamu untuk mengambil video kami?" kata Argha meminta tolong kepada Hendri.
"Siap Tuan Muda" jawab Hendri.
Hendri memanggil salah satu pengawalnya yang sudah biasa memegang kamera. Pengawal tersebut kemudian merekam semua kegiatan dari keluarga Soepomo saat mereka menikmati makan siang mereka di restoran ternama itu.
"Wah ini beneran enak. Kita harus ke sini lagi dalam minggu depan" ujar Daniel dengan semangatnya.
Daniel sukses menghabiskan satu porsi bebek betutu dan juga satu porsi udang saos asam pedas. Daniel lupa kalau dia sedang dalam program diet karena kelebihan berat badan.
"Jadi restoran ini rekomended untuk keluarga kita" kata Ghina sambil melihat ke arah kamera yang di pegang oleh salah seorang Pengawal.
"Semua makanannya lezat dan bisa diberi angka lima" lanjut Ghina dengan semangat. Ghina berlagak seperti seorang komentator makanan dalam memberikan masukan atas masakan yang sudah dimakannya itu.
" Uda bicara ke netizen uda" kata Argha sambil memegang kamera dan menzoom wajah tampan Daniel.
"Hay guys bosque saudaraku yang ada diluaran sana, silahkan datang ke rumah makan tangah sawah yang ada di daerah, ah lupa namanya nanti akan kami sertakan share lock tempatnya di postingan ini" kata Daniel mulai memberikan penilaian terhadap restoran tersebut.
"Restoran ini semua menunya enak tidak kalah dengan menu menu restoran mewah yang ada di luaran sana. Rugi siapa yang tidak datang." kata Daniel selanjutnya.
"Kami aja datang masak kalian nggak" kata Daniel mengeluarkan tagline nya sendiri dengan gaya bahasanya sendiri.
"Wow Uda, itu tagline yang sangat bagus. Kami aja datang, masak kalian nggak. Nah guys mari datang ke rumah makan tangah sawah" ujar Argha dengan bersemangat
Argha mengambil gambar persawahan yang sedang dalam kondisi menghijau tersebut. selain itu Argha juga mengambil gambar rumah makan tangah sawah tempat mereka sedang menikmati menu bebek betutu untuk makan siang kali ini.
"Nana, gimana tanggaoannya?" tanya Argha saat sudah berada di sebelah Ghina.
"Rumah makan tangah sawah top markotop maknyus dan ura" kata Ghina sambil memperlihatkan pemandangan yang indah yang menjadi view dari rumah makan tangah sawah.
"Apa teglinenya Nana?" ujar Argha bertanya kepada Ghina.
__ADS_1
"Datang, nikmati dan resapi, tangah sawah, recomended" ujar Ghina yang memiliki tagline nya sendiri.
Mereka semua kembali menikmati makanan hidangan penutup yang berupa es kelapa muda yang di tambah dengan cendol dan nangka masak. Mereka menikmati hidangan tersebut.
"Oke mari kita pulang, sudah pukul lima sore" ujar Ghina saat melihat jam tangan miliknya. Jam pintar itu telah menunjukkan angka lima, berarti hari sudah pukul lima sore.
Semua anggota keluarga bergerak untuk meninggalkan rumah makan tangah sawah tersebut. Hendri sudah pergi melakukan pembayaran ke kasir.
"Siapa yang bayar Juan?" tanya Ghina saat melihat Juan yang ada di tengah tengah mereka.
"Hendri, Nana. Saya tidak pernah membayar makanan atau belanja apapun saat Hendri ada" kata Juan.
"Apakah itu salah satu tupoksi kerja Hendri?" tanya Ghina yang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Hendri.
"Ya betul Nana. Itu merupakan salah satu dari tupoksi yang harus dikerjakan oleh Hendri selain dari menjaga Frenya" jawab Juan.
Semua anggota keluarga sudah kembali masuk ke dalam mobil mereka masing masing. Mobil hadiah yang diberikan oleh Argha untuk Frenya sudah terlebih dahulu di bawa ke mansion oleh salah satu Pengawal Juan.
Perjalanan menuju mansion menghabiskan waktu lebih dari satu jam perjalanan. Untung saja tadi Rani sudah memesan menu yang ada di salah satu restoran milik mereka, dan sekarang semua menu itu sudah di siapkan oleh para maid.
Iring iringan mobil milik keluarga Soepomo membelag kemacetan ibu kota saat jam pulang kerja seperti sekarang ini.
"Wow keren macetnya sayang" ujar Frenya yang sekarang satu mobil dengan Juan
"Ada sayang, gara gara macet ini, aku bisa lama lama sama kamu di atas mobil sayang" kata Frenya menyampaikan alasan yang sama sekali tidak masuk di akal itu.
"Alasan kamu kerennya lagi sayang. Aku benar benar tidak percaya dengan alasan yang kamu berikan" kata Juan sambil mengacak rambut Frenya dengan sayangnya.
"Sayang, kan rambut aku jadi acak acakan ini" kata Frenya sambil manyun ke arah Juan.
"Jangan manyun, nanti kamu terlalu cakep kalau manyun seperti itu" kata Juan sambil mencubit mesra bibir Frenya yang sedang manyun tersebut.
Frenya mencoba menstabilkan mulutnya yang manyun tadi kembali. Frenya tidak ingin Juan kembali mencubit bibirnya yang seksi itu.
"Nah kayak gini kan cantik. Aku makin cinta sama kamu" kata Juan memuji kecantikan dari Frenya.
"Sayang, kamu mau makan apa lagi?" tanya Juan.
"Boleh beli ice cream?" tanya Frenya sambil menatap ke arah Juan.
Juan mengangguk menyetujui permintaan dari Frenya untuk membeli ice cream. Untung saja mobil mereka adalah mobil kedua dari belakang tepat di depan satu mobil Pengawal, kalau mobil mereka di tengah tengah konvoi rombongan, maka akan susah bagi Juan untuk keluar dari iring iringan itu.
Juan menghidupkan lampu sen kirinya saat dirinya melihat logo supermarket yang bertebaran di negara I, dimana ada supermarket itu maka supermarket saingannya akan langsung berdiri di depan atau bahkan langsung di sebelah supermarket itu.
Mobil Pengawal yang berada di belakang mobil Juan, ikut ikutan menghidupkan sen kiri. Mereka tidak akan mungkin meninggalkan Juan sendirian. Bagaimanapun juga mereka adalah Pengawal Pengawal pribadi Juan yang datang dari negara S saat Juan memutuskan untuk mengendalikan perusahaan keluarga dari negara I.
__ADS_1
Dua mobil keluar dari iring iringan mobil keluarga Soepomo. Argha yang menumpang di mobil limousine melihat mobil dari Juan keluar dari iring iringan langsung saja penasaran dan menghubungi Juan.
"Hallo Uda, kenapa keluar dari iring iringan? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan mobil atau uni?" tanya Argha saat panggilan darinya diterima oleh Juan.
"Widih pertanyaan terlalu sedikit. Apa masih ada lagi?" tanya Juan saat mendengar begitu banyaknya pertanyaan yang ditanyakan oleh Argha kepada dirinya.
"Uda aku serius, tidak dalam posisi bercanda" kata Argha yang kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Juan kepada dirinya.
"Aku rusuh ini uda, bukannya bertanya tanpa alasan" kata Argha sekali lagi.
Juan terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Argha. Walaupun Argha selama ini asal berbicara saja, tetapi saat dia serius maka dia akan serius. Apalagi ini berkaitan dengan keluarganya. Argha akan benar benar menjadi seorang adik yang posesif sesuai dengan sifat Aries yang posesif.
"Uni minta ice cream, bukan terjadi apa apa. Sebentar lagi kami akan masuk ke dalam iring iringan lagi" kata Juan memberitahukan kepada Argha kenapa mobil yang dikemudikan oleh dirinya dan oengawal bergerak keluar dari iring iringan mobil yang lain.
"Oh Oke. Lebihkan aku satu ya yang coklat ukuran besar" kata Argha sambil menutup panggilan telponnya.
"Apa kata bontot sayang?" tanya Frenya saat melihat Juan menutup telpon dari Argha sambil tertawa mendengar permintaan Argha sebelum mengakhiri percapakan.
"Biasalah sayang. Kayak nggak tau aja" jawab Juan.
"Ice cream coklat ukuran large" kata Frenya menyebutkan apa yang tadi dikatakan oleh Argha kepada Juan.
"Bener, ice cream coklat ukuran large" jawab Juan sambil tersenyum kepada Frenya.
"Tu anak nggak terubah ubah sifatnya" kata Frenya sambil menggeleng gelengkan kepalanya atas kelakuan dari Arga
Mobil sudah di parkir Juan di tempat parkir begitu juga dengan mobil Pengawal tepat parkir di sebelah mobil Juan.
"Belanja banyak sayang?" tanya Juan kepada Frenya.
"Sedikit saja sayang" jawab Frenya sambil tersenyum.
Salah seorang pengawal pergi mengambil troli belanja di bagian ujung supermarket besar tersebut. Setelah itu Pengawal mendorong troli untuk mengiringi Juan dan Frenya berbelanja.
"Kita mulai dari mana sayang?" tanya Juan.
"Buah saja sayang. Aku sudah kehabisan stok buah yang kita beli hari sabtu" kata Frenya.
"Oke" jawab Juan.
"Let's Go sayang, berangkat" ujar Frenya dengan bersemangat mengajak Juan untuk langsung masuk ke dalam supermarket yang sedang mereka singgahi tersebut.
"Let's go, berangkat. Borong borong" kata Juan dengan semangatnya.
Juan dan Frenya serta dua orang Pengawal berjalan masuk ke dalam supermarket yang besar itu. Supermarket terlengkap yang dekat dengan mansion utama keluarga Soepomo.
__ADS_1