
Gina mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia sangat kesal dengan semua kejadian yang terjadi di dalam hidupnya. Dia marah luar biasa. Dia sangat kecewa dengan dirinya, kenapa dia menerima Aris menjadi suami dengan begitu cepat. Dia menyesali keputusannya itu.
Gina memberhentikan mobilnya di sebuah pom bensin. Dia tidak mau kehabisan bahan bakar saat dia butuh pergi ke suatu tempat yang jauh dari ibu kota.
Gina memegang perutnya.
"Sayang, kamu adalah kekuatan Nana nak. Bertahanlah demi Nana sayang." kata Gina sambil mengelus perutnya yang masih rata. Satu satunya peninggalan Aris yang tidak bisa ditinggalkannya.
Sebenarnya Gina akan memberitahukan hal ini saat keluar dari rumah sakit. Tetapi sayangnya Aris lebih memilih menemui selingkuhannya dari pada menemani Gina. Karena hal itulah Gina membongkar rahasia kelam Aris hari itu.
"Sudah nyonya" kata petugas SPBU.
"Eh maaf. Makasi pak" kata Gina.
Gina kembali melajukan mobilnya ke rumah periatirahatan yang baru dibelinya. Rumah yang tidak satupun orang terdekatnya tau. Gina sengaja membeli rumah peristirahatan itu semenjak dia tau Aris sudah mendua. Gina berpikir dia harus punya tempat untuk menenangkan diri saat semuanya terungkap. Ternyata memang benar Gina saat ini sangat membutuhkan tempat itu. Gina sangat bersyukur karena sudah menyiapkannya. Jadi dia tidak perlu menginap di hotel. Atau menumpang di apartemen temannya, karena dia akan mudah ditemukan oleh Aris dan black jacknya.
Setelah berkendara selama empat jam Gina sampai di rumah peristirahatan itu. Gina turun dari mobilnya, dia menatap rumah peristirahatan itu, tempat yang akan dihuninya untuk beberapa saat. Dia tidak mungkin akan kabur lama lama, karena keluarga besarnya pasti akan mengetahui kalau ada sesuatu yang terjadi antara dia dan Aris. Gina masuk kedalam rumah itu, dia langsung menuju kamarnya. Dia akan beristirahat untuk menentramkan gejolak emosinya yang sedang membara.
Gina masuk kedalam kamar mandi. Dia membersihkan badannya terlebih dahulu. Dia tidak mau tidur dengan sisa sisa penghianatan Aris di badannya. Selesai mandi Gina naik ke atas kasur, dia benar benar lelah. Tanpa dia sadari air mata turun dengan deras di kedua matanya. Gina menghapus setiap bulir air mata yang turun. Tetapi air mata itu tidak mau berhenti. Dia terus saja mengalir, hati dan pikirannya sama sama sedang meratapi kepahitan hidupnya.
"Sayang, sudah sayang jangan bikin nana bersedih lagi. Kita istirahat lagi ya sayang, besok kita akan berkeliling di daerah sini" kata Gina sambil mengelus perutnya dan membawa anaknya berbicara.
Gina memejamkan matanya, dia berusaha menentramkan hatinya. Akhirnya karena sudah terlalu lelah Gina tertidur. Dia beristirahat dari kekejaman dunia yang harus dirasakannya di saat kehamilannya baru beberapa minggu itu.
Sedangkan di Rumah Utama Soepomo
Semua orang yang berada di sana terdiam melihat mobil Gina yang sudah berlalu. Sari dan Mira juga sudah pulang diantar oleh Bayu. Tinggallah Aris, Mami Papi, dan Bram serta pengawal Gina yang memang diminta Gina untuk tinggal di rumah mewah itu.
__ADS_1
"Aris bangun nak Dia tidak akan pulang lagi. Dia sudah memilih pergi dari kamu." kata Papi sambil menolong Aris untuk berdiri.
"Tapi Pi" kata Aris yang protes kepada papinya.
"Tidak ada gunanya lagi nak. Dia sudah pergi, sekarang terimalah buah dari hasil kerjamu. Berdoalah semoga Gina kembali lagi ke rumah ini." kata Papi.
Aris melangkah dengan gontai menuju kamarnya. Dia melihat bantal Gina yang masih di posisinya. Aris membuka almari tempat Gina menyimpan baju, semua baju pemberiannya tergantung dengan rapi, Gina tidak ada membawa satupun baju yang dibelikan oleh Aris. Aris membuka rak tas dan sepatu Gina, semuanya masih seperti yang dulu tersusun rapi, Gina juga tidak ada membawa satupun sepatu dan tas itu. Begitu juga dengan perhiasan, Gina juga tidak membawanya pergi.
Aris keluar dari ruangan khusus Gina. Dia membersihkan badannya ke dalam kamar mandi. Dia benar benar lelah karena akibat dari perbuatannya yang sangat melukai hati orang orang terdekatnya.
Aris keluar dari dalam kamar mandi. Dia melihat semua kejadian yang biasa Gina lakukan selama ini. Gina yang menyiapkan semua pakaiannya. Gina yang membentangkan sajadah untuknya. Tanpa disadari Aris air matanya menetes ke pipi. Aris menghapus air mata itu. Dia membaringkan kepalanya di bantal yang biasa dipakai oleh Gina.
"Sayang aku akan membawamu kembali ke rumah ini." kata Aris.
Aris berusaha untuk tidur. Dia sudah sangat letih. Semua emosinya terkuras habis hari ini. Aris memeluk guling Gina. Guling yang tidak pernah dipakai Gina. Selama tidur, Gina selalu memeluk Aris.
"Ada apa Bay?" kata Aris yang kehilangan semangatnya yang sempat muncul kembali tadi.
"Mami sama Papi menunggu kamu di bawah Ris. Ada suatu hal yang sangat penting yang akan mereka bicarakan" kata Bayu sambil menatap Aris. Aris benar benar kehilangan gairah hidupnya.
"Bilang besok pagi aja Bay. Gue bener bener tidak tau harus berbuat apa lagi kedepannya" kata Aris sambil akan menutup pintu kamarnya kembali.
"Ris. Kata Mami penting" ucap Bayu sambil menahan Aris untuk kembali menutup pintu kamarnya.
"Baiklah. Aku ganti baju dulu." kata Aris kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia mengganti bajunya dengan kaus dan training. Aris seperti mau pergi joging malam. Bayu yang melihat berusaha menahan senyumannya.
"Gini amat kalau ditinggal bini kabur ternyata" kata Bayu pelan supaya tidak di dengar oleh Aris yang berjalan di depannya dengan tanpa semangat.
__ADS_1
Toba tiba Aris berenti mendadak. Bayu yang berjalan di depannya hampir saja menabrak Aris yang tanpa aba aba langsung berhenti itu.
"Ada apa lagi Ris. Loe ngagetin gue aja. Berenti nggak ngomong ngomong, hampir aja gue nabrak elu" kata Bayu dengn kesalnya.
"Ponsel gue ketinggalan" kata Aris yang kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponsel yang ketinggalan itu.
"Waduah, udah jelas takut kehilangan ngapain berbuat. Dasar sarap. Pas kayak gini aja loe jadi pusing sendirikan. Makanya sebelum berbuat mikir dulu napa. Main langsung gas aja" kata Bayu berteriak supaya di dengar oleh Aris.
"Khilaf man" jawab Aris.
"Khilaf dari hongkong. Nyeselkan loe sekarang?" tanya Bayu.
"Nggak nyesel lagi. Kalau ada alat pemutar waktu berapapun belinya gue beli, supaya semua ini nggak terjadi lagi. Gue nyesel parah, nyesek banget" jawab Aris.
"Telat man.Jalani aja lagi" balas Bayu.
"Ngomong enak. Ngelaluinnya berat" jawab Aris langsung turun menuju ruang keluarga tempat semua keluarganya menunggu.
...****************...
Mampir ke novel ku yang judulnya.
KEPAHITAN SEBUAH CINTA
ya kakak. Dan tolong pencet ikon love kakak.
makasih atas dukungan kakak terhadap ke dua karya ku ini.
__ADS_1