
Sedangkan di rumah utama Soepomo semua petinggi dari kelompok black jack sudah berkumpul di rumah utama. Mereka akan bergerak mencari Gina mulai hari ini. Mereka sudah membagi wilayah. Aris hanya ditemani oleh Juan. Sedangkan Bram bersama dengan Bayu. Daniel bersama dengan papi. Mereka semua bergerak mencari keberadaan Gina. Kalau tidak terjadi keributan antara Aris dengan Sari mereka akan lebih gampang mencari keberadaan Gina. Tapi semua sudah terlanjur Aris yang tidak bisa mengontrol emosinya membuat Sari marah besar, dan lebih memilih untuk pergi.
Gina yang sedang asik berkebun di samping rumah langsung mendapat notifikasi pesan dari anggotanya yang disuruh menyamar menjadi seorang supir taksi online.
✉️ A
Bos mereka bergerak untuk mencari bos. Sepertinya mereka dibagi menjadi tiga kelompok.
✉️ Gina
Oke kamu pantau terus. Hati hati jangan sampai mereka curiga dengan kamu. Aku akan menghubungi Alex
Gina langsung menelpon Alex, dia sudah tidak berminat untuk menanam sayur sayuran lagi. Sekarang dia harus tau pergerakan mereka. Gina tidak ingin cepat ditemukan. Gina masih ingin menyiksa Aris terlebih dahulu. Gina ingin melihat sampai mana Aris akan bertahan.
"Hallo nona Gian."
"Hallo Lex, tadi kata A, mereka sudah bergerak dalam tiga kelompok kecil. Apa kamu sudah mendapatkan beritanya?" tanya Gina sambil mencuci tangannya di pincuran samping rumah.
"Saya sudaj mendapatkan infonya nona. Kami sekarang sedang bergerak. Saya sekarang sedang mengikuti Tuan Bram. Sedangkan A mengikuti Tuan Aris. Anggota kita C sedang mengikuti Tuan Soepomo. Tapi Nona ada yang menarik"
"Apa Alex?"
"Tuan Soepomo, memanggil ahli pelacak mereka yaitu Daniel dan Juan" kata Alex.
"Oh. Mereka tidak ada apa apa nya Alex. Mereka hanya menjadi sampah kalau di grub kita. Jadi biarkan saja. Bagaimana dengan Sari dan Mira, apa mereka tadi pagi jadi ke rumah utama Soepomo?"
"Ya Nona, mereka tadi ke sana. Terus Tuan Aris menyinggung perasaan Nona Sari. Akhirnya Nona Sari dan Nona Mira kembali ke markas. Mereka yang memerintahkan kami untuk buat tiga kelompok kecil Nona"
"Hahahahahaha. Sari, Sari masih dipakainya juga siasat marah marah tak tentu arah itu. Kapan anak itu akan bisa cepat dewasa. Heran saya." kata Gina sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
"Baiklah Alex apapun informasi tolong hubungi saya" lanjut Gina.
"Nona juga harus hati hati di sana Nona. Siapa tau mereka datang nantinya" kata Alex meminta Gina untuk berhati hati. Alex tidak mau Gina akan ketahuan nantinya.
__ADS_1
"Saya sudah tau siapa yang akan datang Alex." jawab Gina.
"Siapa Nona?" tanya Aelx penasaran tentang siapa yang akan menemui Gina di tempat persembunyiannya yang tidak satupun mengetahuinya.
"Nona kalian dua lagi. Dia berhasil melacak saya melalui Beni" kata Gina sampi tersenyum. Dia berhasil mengajarkan Beni bagaimana cara melacak seseorang.
"Hahahahaha. Beni belajar dari Nona tentang melacak keberadaan seseorang dan menerobos database yang dilindungi privasi yang sangat canggih. Sekarang ilmu yang Nona ajarkan digunakan Beni untuk mencari dimana keberadaan Nona sekarang. Selamat Nkna anda sudah berhasil mengajar salah seorang anak muda yang sangat memahami bidang informatika dan juga selamat untuk tidak sendirian lagi mulai malam ini Nona" kata Alex dengan sangat tulus dan sedikit mengejek Gina.
"Hahaahahaha. Terimakasih Alex. Saya tau kamu sedang mencemeeh kecerobohan saya yang tidak mematikan gps yang terikat dengan grub kita. Oke Alex hati hati bekerja" lanjut Gina sambil melihat cincin yang berisi gps dsri grub mereka.
Gina memutuskan panggilan telponnya. Gina yang laper langsung memasak telur dadar. Dia sedang pengen makan telor dadar pakai nasi yang panas. Saliva Gina menetes membayangkannya. Dia juga berencana akan membuat jus jeruk peras dingin. Gina sedang ingin menikmati es hari ini. Dia tidak memperdulikan daerah yang dingin itu. Dia hanya ingin menikmati es untuk hari ini.
Tiba tiba yang masak dadar adalah Gina. Tetapi yang kelainan adalah Aris. Aris memberhentikan mobilnya dengan mendadak. Mengakibatkan dua mobil anak buah yang berada di belakang mobil Aris juga berhenti secara mendadak.. Aris langsung keluar dari mobilnya dia langsung menuju bandar yang terletak di sebelah trotoar.
"Huek Huek Hue" kata Aris mengeluarkan semua isi perutnya. Dia memuntahkan semua sarapannya tadi. Mual yang dirasakan Aris tidak kunjung berhenti sampai tidak ada lagi yang bisa dimuntahkannya. Aris tidak tau apa yang terjadi kepada dirinya.
"Tuan Muda anda tidak apa apa?" tanya Juan.
"Juan kamu masuk minimarket itu, belikan saya air jeruk. Saya ingin meminum air jeruk dingin" perintah Aris yang tiba tiba saja ingin meminum air jeruk.
Juan langsung masuk ke dalam minimarket. Juan membeli beberapa botol air kemasan berasa jeruk itu.
"Tuan Muda" kata Juan sambil memberikan sebotol air jeruk kepada Aris.
Aris langsung meminum sebotol penuh air jeruk kemasan. Juan yang melihat tidak percaya Aris mau meminum air perasa yang dijual dalam kemasan. Aris biasanya tidak suka dengan air yang memakai perasa saat ini dia minum. Aris kalau mau minum jus langsung buah yang diblender. Juan yang merasa heran berusaha mencerna semua kejadia.
"Jalan Juan" kata Aris kepada Juan.
"Saya yang bawa mobil Tuan Muda?" kata Juan yang tidak percaya Aris mau melepas mobil kesayangannya kepada orang lain.
"Siapa lagi Juan. Saya tidak kuat nyetir" kata Aris dengan lemah. Aris terlihat sangat pucat sekali.
Baru beberapa kilo meter melakukan perjalanan Aris sudah merasakan kembali perutnya yang bergejolak ingin memuntahkan kembali isi di dalamnya.
__ADS_1
"Juan berhenti" teriak Aris.
Juan langsung menginjak rem. Mobil anggota yang di belakang dua lagi, sudah siap sedia dengan kejadian berhenti mendadak itu. Akhirnya apa yang mereka waspadai terjadi juga. Juan memberhentikan mobil secara mendadak lagi.
Aris yang merasa mobil sudah berhenti langsung membuka pintu mobil. Aris berlari menuju selokan di sebelah trotoar.
"Hoek hoek hoek hoek. Huf" Aris memuntahkan semua air jeruk yang diminumnya barusan.
"Hoek hoek hoek" Aris kembali memuntahkan isi perutnya. Tetapi karena perut Aris sudah kosong mengakibatkan sakit yang tak tertahankan saat mengeluarkan muntah yang tidak ada itu.
"Tuan muda kita ke rumah sakit aja ya Tuan muda." kata Juan yang sudah melihat Tuan Mudanya begitu pucat. Apalagi dari tadi Aris tidak berhenti mual.
"Antarkan saya ke rumah sakit Juan" kata Aris yang benar benar sudah lemah. Dia sudah tidak sanggup lagi harus muntah muntah.
"Apa anda salah makan Tuan Muda?" kata Juan berusaha mengingatkan tuan mudanya apakah saat sarapan tadi sempat salah makan makanan.
Aris mengingat ingat makanan apa yang dimakannya saat sarapan tadi. " Nggak ada yang aneh Juan. Saya makan yang biasa saya makan, kamu juga memakan apa yang saya makan tadi. Tapi kenapa saya yang muntah muntah. Sedangkan kamu tidak?" kata Aris dengan rasa keheranan.
"Kalau makanan itu ada obat cuci perut tentu kamu dan yang lainnya akan sama dengan saya. Muntah muntah atau pengen kebelakang tiap menit. Sedangkan sekarang yang merasakan hanya saya sendiri. Anehkan" kata Aris menatap Juan.
"Bisa jadi perut anda sedang bermasalah tuan muda. Jadi lebih baik kita periksa saja ke dokter" kata Juan.
"Oke Juan" Aris merebahkan sandaran kursinya. Dia sudah sangat lelah karena sudah memuntahkan semua isi perutnya.
Juan meraih ponselnya dari dalam saku celananya. Dia harus menelpon Bram atau Bayu.
" Hallo Juan, ada apa?" kata Bram.
"Tuan muda dsri tadi tidak berenti memuntahkan isi perutnya tuan Bram. Sekarang saya membawa tuan muda ke rumah sakit Soepomo" kata Juan memberikan informasi.
"Baiklah Juan, kamu bawa Aris ke sana. Nanti saya akan kesana dengan Bayu. Pencarian kita wakilkan ke anggota saja" perintah Bram kepada Juan.
Juan kemudian menelpon anggotanya kalau mereka akan ke rumah sakit, sehingga pencarian akan dilakukan oleh anggota saja.
__ADS_1
Juan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia takut Asris kenapa kenapa nantinya. Juan sampai hanya dalam waktu satu jam. Aris langsung dilarikan ke IGD untuk mendapatkan pertolongan pertama oleh dokter.