Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
EKSTRA 23


__ADS_3

Bayu yang baru pulang dari perusahaan sangat kaget saat dia melihat ada sebuah bucket bunga raksasa yang berdiri dengan kokohnya di dalam mansion utama keluarganya itu. Bayu melihat dengan teliti bucket bunga mawar pink raksasa itu.


"Orang gila mana coba yang sempat sempat nya ngasih bunga mawar pink sebanyak ini ke mansion ini ya?" ujar Bayu sambil melihat dan memeriksa siapa tahu ada nama orang yang mengirimkan bunga tersebut. Tetapi sayangnya setelah bolak balik tetap tidak ada nama pengirim bunga tersebut.


Mira yang melihat suaminya berkeliling melihat bucket bunga pink itu, langsung berjalan menuju Bayu. Mira semenjak memiliki anak kedua sudah tidak lagi mengurus B Grub, Mira mempercayakan perusahaan itu kepada seorang CEO tetapi Mira tetap menjadi pemilik sah perusahaan. Apapun keputusan yang menyangkut perusahaan tetap berada di tangan Mira keputusan terakhirnya.


"Sayang, itu bunga dari siapa dan untuk siapa?" tanya Bayu kepada Mira yang baru datang dari dapur membawakan secangkir kopi untuk Bayu suaminya.


Mira mana ruh kopi tersebut di atas meja. Bayu kemudian mengecup puncak kepala Mira. Hal itu memang selalu mereka lakukan berdua saat baru bertemu dan akan berpisah.


Keromantisan Bayu dan Mira sama dengan Aris dan Ghina yang tidak habis dimakan usia. Mereka selalu melakukan hal hal romantis untuk menghangatkan suasa di antara mereka. Mira dan Bayu tidak mau kehangatan rumah tangga mereka perlahan tapi pasti akan habis, mereka berdua tidak mau itu sampai terjadi.


"Aku juga nggak tau sayang, sama kayak kamu. Tapi tadi pas aku tanya sama orang pengantar bucket bunganya, katanya orang itu sangat baik dan kita tidak akan rugi menerima bunga dari dia" ujar Mira yang mengatakan apa yang dikatakan pengantar bucket bunga kepada Bayu tetapi masih tetap pakai penambahan di setiap kalimatnya.


"Reaksi bree bagaimana?" tanya Bayu yang mengingat kalau penerima paket adalah Bree, anak gadisnya yang baru datang dari luar negeri itu.


Bayu sangat yakin kalau yang mengirim bucket bunga adalah orang terdekat mereka. Bree dari dulu hanya punya teman dekat Argha saja, tidak ada yang lain. Malahan Argha akan selalu mengusir setiap laki laki yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendekati Bree.


"Bree senyum senyum seperti orang sedang mabuk kepayang. Malahan, aku disuruh Bree untuk mengambil gambar dirinya sedang tersenyum memegang bucket bunga yang sangat besar itu" ujar Mira menceritakan kepada Bayu bagaimana reaksi Bree dan apa yang dilakukan oleh Bree saat dia mendapatkan bunga secantik itu dari seseorang yang sampai sekarang Mira dan Bayu tidak mengenalnya sama sekali.

__ADS_1


Bayu terdiam mendengar cerita dari istrinya itu tentang bagaimana reaksi Bree saat menerima bucket bunga tersebut. Sekarang Bayu semakin yakin kalau yang memberikan bunga adalah orang dekat dengan mereka. Bree bukan tipe orang yang asal dekat dengan orang. Bree tidak seramah Mira, tetapi dia lebih sangat mirip Bayi yang terlalu selektif mencari teman.


"Apa yang kamu pikirkan sayang?" ujar Mira yang dapat melihat sangat jelas kalau suaminya itu sedang berpikir tentang sesuatu. Hal itu membuat rasa ingin tahu dari Mira sedikit terusik.


"Menurut aku yang mengirim bucket bunga itu adalah seseorang yang sangat dekat dengan kita sayang" ujar Bayu yang mengatakan kepada Mira tentang analisanya terhadap siapa orang yang mengirimkan bunga kepada Bree.


"Kok kamu bisa menyimpulkan seperti itu sayang? Setahu aku Bree hanya dekat dengan keluarga Ghina tidak ada dengan keluarga lainnya" ujar Mira yang sangat tahu bagaimana kedekatan Bree dengan keluarga sahabatnya itu. Apalagi Bayu sudah dianggap anak oleh keluarga tersebut.


"Nah itu jawabannya. Menurut aku bunga ini memang dari keluarga sana, mereka tahu kalau Bree pulang dan mereka dengan sengaja mengirimkan bucket bunga mawar warna pink, karena mereka juga tahu kalau Bree suka akan bunga itu" lanjut Bayu memaparkan hasil analisanya tentang siapa yang telah mengirimkan bucket bunga sebesar itu dengan jumlah bunga lebih dari seribu bunga ke mansion utamanya, serta berhasil membuat anak gadisnya tersenyum senyum bahagia.


"Tapi siapa ya sayang yang mengirimkannya?" ujar Mira yang mulai yakin kalau bucket bunga tersebut memang berasal dari sana.


"Kalau menurut analisa aku, tidak jauh dari Argha sepertinya sayang" jawab Bayu sambil melepas dasi yang dipakainya seharian ini.


Mira membantu Bayu untuk membuka pakaiannya. Bayu yang telah selesai membuka pakaian mendadak menjadi usil kepada istrinya sendiri. Dia menarik Mira untuk masuk ke dalam kamar mandi bersama dengan dirinya. Bayu tiba tiba merasa kangen dengan istri nya itu.


"Sayang jangan di leher sampe pundak ya. Aku mau pakai pakaian yang sedikit terbuka di situ" ujar Mira memperingatkan suaminya yang sedang mejelajah di sana dengan bibir dan lidahnya.


"Hem Hem Hem" ujar Bayu menjawab dengan lenguhannya saja. Dia tidak yakin akan mengingat untuk tidak melakukannya di sana.

__ADS_1


Sedangkan di kamar Bree. Bree kembali mendapatkan sebuah kado dari seseorang yang baru menjalin cinta dengan dia. Bree membuka kado tersebut. Ternyata di dalamnya ada sebuah gaun yang sangat manis, apalagi warnanya adalah warna kesukaan dari Bree.


"Sayang, pakai gaun ini ya, serta sepatu dan perhiasannya" ujar Bree membaca secarik pesan yang terdapat di dalam kotak besar tersebut.


"Sayang, kamu bener bener gila" ujar Bree berteriak dengan segala kegilaan yang dilakukan oleh Argha kepada dirinya.


Argha benar benar membom dia dengan semua fasilitas yang ada. Argha benar benar menunjukkan kepada Bree bagaimana dia sangat mencintai Bree. Cinta yang tulus yang tidak pernah diberikan oleh orang lain selain Argha seorang. Cinta yang sama yang akan diberikan oleh Bree kepada Argha.


"Aku pastikan aku akan membalas semuanya dengan cara yang sangat manis sayang" ujar Bree sambik tersenyum menatap wajah cantik dirinya yang berada di dalam cermin.


Bree sangat bahagia sekarang ini, sampai sampai kebahagiaannya tidak bisa diungkapkan oleh Bree ke dalam rangkaian kata kata. Bree menatap fhoto seorang pria yang dijadikannya walpepar ponsel setelah beberapa hari ini.


"Tuan Muda, kiriman paket sudah saya antarkan ke rumah Nona muda" ujar Hendri memberikan laporan kepada Argha tentang paket yang suda dikirimkan langsung oleh Hendri ke mansion utama keluarga Bayu.


"Siapa yang nerima?" tanya Argha yang sibuk dengan jas yang akan dipakainya untuk nanti malam. Jas tersebut baru di dapat Argha dari Freya sebentar ini.


"Siap seorang maid. Sudah saya pesankan kepada maid itu untuk langsung mengantarkan paket tersebut ke kamar Nona Bree" ujar Hendri memberitahukan apa yang dikatakannya kepada maid tersebut kepada Argha.


"Sip. Kamu silahkan bersiap siap. Pakaian baru kamu sudah ada di kamar" ujar Argha yang juga membelikan asistennya itu satu stel pakaian baru lengkap dengan sepatu dan ikat pinggang.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan Muda. Saya permisi ke belakang dulu" ujar Hendri.


Hendri tidak kaget lagi setiap menerima hadiah dari Argha. Argha memang selalu melakukan hal itu kepada Hendri. Argha akan selalu memberikan Hendri paket setiap ada acara penting yang akan dihadiri oleh Argha dan Hendri.


__ADS_2