
"Ris. Loe udah siap???" tanya Bram yang sudah membawa tas ranselnya.
"Siap. Apa pesawat sudah ready?"
"Sudah. Kita siap terbang." ujar Bram.
Aris dan Bram keluar dari kamar tempat mereka menginap. Mereka akan menuju bandara dan terbang ke negara E. Pesawat sudah disiapkan oleh ketiga anak buah mereka.
"Bram. Menurut loe kemana kita akan mencari Arga dan Gina di negara E?" ujar Aris memulai percakapan dengan Bram.
"Menurut gue lebih baik kita mencari siang di pusat permainan anak. Atau kita berpencar saja untuk melakukan pencarian." ujar Bram.
"Kita diskusikan nanti aja Bram. Loe dan Gue kayaknya sama sama sedang nggak serius." ujar Aris yang tau Bram sedang tidak dalam kondisi konsentrasi.
"Hahahaha. Gue sedang pusing Ris."
Aris melongo mendengar apa yang dikatakan oleh Bram.
"Tumben loe pusing, ada apa?" tanya Aris yang mulai kepo dengan pernyataan dari Bram.
"Sari minta gue harus ngelamar dia dalam tahun ini. Kalau tidak dia akan pergi dari hidup gue." ujar Bram sambil menunduk dalam.
"Hahahahahahahahaha. Jadi loe pusing gara gara itu." kata Aris tertawa terbahak bahak menertawakan Bram.
"Seneng ya loe nengok gue susah." ujar Bram sambil memukul lengan Aris.
"Maaf maaf bro. Gue janji kalau dalam sebulan ini kita tidak menemukan Gina dan Arga, maka kita akan langsung pulang. Gue dan Papi akan ngelamar Sari untuk elo." ujar Aris.
"Loe serius kita hanya akan mencari Gina dan Arga selama satu bulan?" kata Bram yang menjadi semangat kembali mendengar perkataan Aris.
"Yup. Gue janji satu bulan ketemu atau tidaknya." ujar Aris.
"Tapi Ris." ujar Bram yang terpikir bagaimana dengan hubungan Aris dan Gina.
"Bram, loe percaya dengan gue dan Gina. Kami akan baik baik saja, terlebih lagi hati gue memiliki keyakinan kalau Gina akan kembali pulang." ujar Aris.
Tak terasa perjalanan dari hotel ke bandara selesai juga. Aris dan Bram turun dari mobil. Mereka masuk ke ruang tunggu khusus penerbangan dengan jet pribadi. Aris memasang kaca matanya. Aris dan Bram serius menatap ke pesawat mereka.
Seorang wanita cantik nan seksi juga masuk ke dalam ruang tunggu khusus penumpang pesawat pribadi. Dia memilih duduk dua kursi di belakang tempat duduk Aris dan Bram. Dia duduk dengan tenangnya.
Seorang karyawan bandara masuk menemui penumpang yang berada di depan Frenya.
"Tuan Aris, silahkan memasuki pesawat penerbangan akan dilakukan." ujar karyawan.
Frenya yang sedang duduk tanpa kegiatan mendengar nama Aris di sebut oleh karyawan memusatkan penglihatannya kepada dua pria tampan tersebut. Ternyata benar, dua pria tersebut adalah Aris dan Bram. Daddy dan Papinya.
"Mau kenama Daddy dan Papi?" tanya Frenya dalam hati.
Aris dan Bram beranjak dari tempat duduknya. Frenya masih menunggu pesawatnya siap untuk mengantarkan dirinya ke negara U.
__ADS_1
Karyawan yang tadi memanggil nama Aris berjalan ke arah tempat duduk Frenya.
"Kesempatan." ujar Frenya pelan.
"Permisi Tuan. Saya adalah rekan bisnis dari penumpang yang berdua tadi, yaitu Tuan Aris dan Tuan Bram. Kalau boleh tau apakah mereka akan ke negara I?" tanya Frenya kepada karyawan.
"Wah tidak Nona." jawab karyawan.
"Wah tidak ya. Padahal kami ada pembahasan penting. Kalau saya boleh tau Tuan Aris penerbangan kemana ya?" tanya Frenya yang penasaran Aris akan terbang kemana.
"Maaf Nona. Saya tidak bisa memberitahukan kepada Nona." jawab karyawan.
"Oh ya udah kalau gitu." ujar Frenya kembali duduk di kursinya.
Karyawan terlihat menimbang nimbang keadaan. Apakah ia harus mengatakan Aris melakukan penerbangan kemana kepada Nona yang berada di depannya ini.
"Nona, apakah perlu sekali bertemu dengan Tuan Aris?" tanya karyawan lagi.
"Yes" ujar Frenya sambil menahan senyumnya.
"Perlu sekali Tuan. Kalau Tuan membantu saya, maka saya sangat sangat mengucapkan terimakasih." ujar Frenya dengan penuh keyakinan.
"Baiklah Nona. Tuan Aris melakukan penerbangan ke negara E." ujar karyawan tersebut.
"Tapi jangan sampai tuan Aris tau kalau Nona tau dari saya. Saya bisa dipecat Nona." ujar Karyawan.
"Rahasia terjamin." jawab Frenya sambil memberikan kode menutup mulutnya.
"Hallo Bun" sapa Frenya.
"Ada apa Nya?" tanya Gina.
"Aku tadi ketemu seseorang Bun." jawab Frenya.
"Siapa?" tanya Gina yang memang sudah kepo.
"Daddy dan Papi, Bun" ujar Frenya dengan antusias.
"Daddy dengan Papi?? Serius kamu?" tanya Gina yang masih kurang percaya dengan anaknya itu.
"Serius lah Bun. Ngapain juga pake boong." jawab Frenya.
"Apa mereka melihat kamu?" tanya Gina penasara
"Nggak Bun. Aku duduk tepat di belakang mereka berdua."
"Lantas, kamu tau mereka kemana?" tanya Gina lebih lanjut.
"Tau Bun. Tadi aku sempat tanya ke karyawan bandara. Katanya mereka berdua mau ke negara E." jawab Frenya.
__ADS_1
"Negara E?" kata Gina perlahan.
"Yup Bun, negara E. Tapi aku nggak tau apa urusan mereka ke negara E." ujar Frenya.
"Tunggu Nya. Kamu nampak mereka dimana?" tanya Gina yang tau kalau Frenya ke negara B.
"Di negara B bun. Tapi yang jadi bahan pemikiran, mereka berdua memakai baju santai saja. Tidak baju kantoran gitu. Kayak orang pergi liburan tidak pergi perjalanan bisnis." lanjut Frenya.
Gina dan Frenya sama sama terdiam. Mereka sibuk dengan pemikiran masing masing.
"Atau jangan jangan mereka sedang mencari keberadaan Bunda dan Arga?" ujar Frenya mengeluarkan unek uneknya.
"Bisa jadi juga Nya. Setau Bunda, mereka berdua tidak ada bisnis dengan pengusaha di negara B." ujar Gina.
"Tapi kita bisa tenang kok Bun. Mereka nggak ke negara U. Jadi masih aman lah ya." ujar Frenya menenangkan Bundanya yang sudah sedikit rada panik.
"Bener juga ya Nya. Lagian mereka ke sini juga belum tau bisa bertemu kita. Rumah kita aja jauh dari pusat kota. Mereka juga nggak akan menyangka kita punya segalanya di sini." ujar Gina yang kembali teringat kalau dia tidak pernah memberitahukan kepada Aris tentang perusahaannya yang berada di luar negeri.
"Ngomong ngomong kamu terbang jam berapa?" tanya Gina kembali.
"Ini udah dalam pesawat Bun. Bentar lagi juga akan take off."
"Oh kalau begitu hati hati. Nanti kita sambung lagi telponnya. Kamu harus sampai dengan selamat. Supir kantor akan Bunda suruh untuk menjemput kamu." ujar Gina.
"Asiap Bun" jawab Frenya.
Frenya memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Dia siap siap menuju negara U.
Sedangkan di negara I. Asisten Hendri sedang dipusingkan dengan masalah investor yang menarik kerjasamanya dengan perusahaan Soepomo. Bahkan Asisten Hendri sudah kembali menemui satu persatu investor tersebut, tetapi jawaban mereka tetap sama. Mereka tidak akan kembali bekerjasama dengan Soepomo Grub.
Tapi Asisten Hendri sengaja tidak memberitahukan ke Papi, agar Papi tidak cemas. Perusahaan masih bisa dikatakan aman karena masih bekerjasama dengan GA Grub. Seandainya tidak ada kerjasama dengan GA Grub, bisa dipatikan Soepomo Grub hanya tinggal nama.
Hendri terlihat serius dalam menangani proyek kerjasama dengan GA Grub dalam pembangunan hotel di pulau wisata yabg terkenal di Negara I.
Asisten Hendri sengaja langsung turun tangan, agar tidak terjadi kemelut kemelut yang tidak diinginkan. Asisten Hendri menginginkan proyek tersebut berjalan dengan lancar. Makanya dua kali dalam.seminggu Asisten Hendri akan terbang ke pulau tersebut.
Sedangkan Papi masih bersikap dingin kepada Mami. Apalagi Papi sudah mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh Soepomo Grub akibat ulah dari Mami. Papi mengetahuinya dari data yang di dapat dari orang kepercayaan Papi yang berada di Soepomo.
"Keputusan meletakan Hendri di sana ternyata pas dan tepat. Kondisi sangat tidak bagus." ujar Papi sambil tersenyum karena dia tepat mengambil keputusan.
"Pi, Mami arisan dulu." ujar Mami sambil memgangkat tangannya untuk bersalaman dengan Papi.
"Maaf. Saya tidak mau di pegang Anda." ujar Papi.
"Pi, apa Papi masih marah dengan Mami?" tanya Mami dengan air mata buaya yang sudah kembali menganak sungai.
"Hay coba pikir sendiri. Kesalahan anda yang lebih fatal saja saya sudah mengetahui. Tapi karena saya masih menganggap anda ibu dari dua anak saya, makanha saya tidak mengusir Anda." ujar Papi menekankan setiap kata yang dirasanya penting.
Mami hanya bisa terdiam. Mami sudah tidak sanggup lagi berkata apa apa lagi sekarang. Mami benar benar sudah terhempas. Hanya tinggal menunggu hari dimana Arga mengatalan semua kebenaran yang terjadi.
__ADS_1
Ntah apa yang akan terjadi kepada Mami setelah ini.