Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri Part +2


__ADS_3

"Gimana dengan perusahaan yang kamu pegang, Argha?" tanya Ghina yang baru saja balik dari arah dapur mengambilkan puding buah kesukaan Aries dan juga Argha. Ghina kembali duduk di posisinya semula. Dia menatap ke arah anak laki lakinya itu. Argha di minta untuk melanjutkan menjalankan perusahaan Soepomo Grub.


"Lancar Nana. Malahan Argha rencananya mau merambah ke dunia perhotelan" jawab Argha dengan dengan mata yang berbinar binar saat menyampaikan ide pengembangan bisnis milik keluarga itu.


"Kamu mau menambah hotel yang baru?" kata Ghina mempersemlit pernyataan yang diajukan oleh Argha kepada dirinya dan Aries.


"Nggak Na." jawab Argha dengan santai.


Aries dan Ghina saling memandang. Mereka berdua sama sekali tidak mengerti dengan maksud Argha.


"Maksud Argha, Argha mau membangun home stay Nana. Tanah kita yah di daerah Bali itu mau Argha bangun home stay dengan pemandangan alam yang menjual" ujar Argha menyampaikan rencana yang ada di dalam otaknya.


"Loh bukannya di sana mau kamu bangun sebuah hotel?" kali ini Aries yang bertanya.


Argha menggeleng dengan cepat. "Sepertinya hotel sudah terlalu menjamur di kota itu Daddy. Kita harus mengembangkan sebuah tempat istirahat yang baru" jawab Argha.


Frenya yang dari tadi sudah mendengar percakapan antara kedua orang tuanya dan Argha. Tersenyum bangga ketika adik bontotnya yang manja itu sudah bisa berpikir untuk pengembangan kerajaan bisnis keluarga mereka.


'Memang bener apa yang dikatakan oleh Daniel, Argha pasti bisa mengembangkan perusahaan ini dengan sangat baik' kata Frenya sambil melihat ke arah adik laki lakinya itu dan tersenyum bangga.


Frenya berjalan kembali ke kamar. Dia masih harus menunggu Juan yang selesai dari mandi. Walaupun Frenya sudah menyiapkan semua pakaian yang akan dipakai Juan, tetapi menurut ajaran yang diberikan oleh Ghina kepada dirinya, Frenya sama sekali tidak diperbolehkan meninggalkan Juan dalam keadaan belum memakai pakaian. Tetapi kalau Frenya memag ada suatu keperluan yang tidak bisa ditinggalkan, maka Frenya boleh melakukan hal itu.


"Sayang, apa kamu tahu kalau Argua mau membangun home stay di Bali?" tanya Frenya kepada suaminya itu yang baru saja selesai memakai baju koko putih dan lain sarung dengan motif dari daerah Bugis. Juan terlihat sangat tampan sekali setiap memakai pakaian untuk bergi beribadah tersebut.


Juan pertamanya adalah seorang pria yang sama sekali tidak percaya dengan keberadaan Tuhan, tetapi setelah dia mengenal Frenya dan Frenya mengenalkan Juan dengan agama yang dianut Frenya membuat hati Juan tergerak untuk mengenal agama yang dianut Frenya. Pada akhirnya Juan mengucapkan kalimat yang membuat dirinya menjadi pemeluk agama yang sama dengan Frenya. Juan melakukan semua itu di negara E saat dirinya masih menjadi pilot dari pesawat milik perusahaan GA grub yang dipimpin oleh Ghina dan Frenya.


"Ya, hari itu dia memang ada konsultasi sama aku sayang." jawab Juan.

__ADS_1


"Kok kamu nggak ngasih tahu aku?" sambar Frenya yang kaget ternyata Juan juga tahu akan rencana Argha untuk membangun sebuah home stay di daerah Bali.


Juan berjalan mendekat ke arah Frenya. Dia memegang kedua pundak istrinya itu.


"Sayang, kamu tidak percaya dengan kemampuan Argha untuk mengembangkan bisnis keluarga kita?" tanya Juan yang kaget melihat ekspresi yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya saat Frenya mendengar kalau dia tahu rencana Argha yang akan membangun sebuah home stay di daerah Bali.


"Percaya sayang sangat percaya sekali dengan kemampuan Argha. Tapi, kamu kan tahu Argha baru akan memimpin perusahaan. Kalau kemampuan Argha tidak perlu diragukan lagi, dengan otak jenius yang dimilikinya." jawab Frenya sambil mengajak duduk Juan di atas sofa yang ada di kamar mewah dengan fasilitas melebihi kamar hotel bintang lima itu.


"Terus apa yang membuat kamu menjadi cemas?"


"Aku benar benar heran dengan kamu sayang. Kamu ngomong kalau kamu percaya dengan Argha. Tetapi kamu ragu dengan kemampuan dia." lanjut Juan yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Frenya kepada dirinya.


Frenya termenung mendengar apa yang dikatakan oleh Juan.


"Pertimbangkan sayang, tidak ada orang yang katanya percaya tetapi ragu"


"Sekarang tinggal kamu saja. Kamu percaya atau tidak. Tidak ada kata ragu" kata Juan meminta Frenya untuk percaya kepada Argha tanpa diselingi kata ragu


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berpikir, Frenya akhirnya mengangguk.


"Apa kamu sudah mantap untuk percaya kepada Argha?" ujar Juan bertanya dan kembali meyakinkan istrinya itu.


"Sudah. Aku sudah sangat yakin dengan diriku saat ini. Aku sangat yakin kalau Argha pasti akan bisa membangun dan mengelola home stay itu dengan sangat baik" jawab Frenya dengan nada pasti.


"Aku sangat menyesal telah meragukan kemampuan adik aku itu. Aku melupakan kalau dia terlahir dari seorang ibu yang bisa dengan sangat mudah dan tenang membangun perusahaan GA Grub menjadi sangat besar dan ternama seperti sekarang ini." Frenya meyakinkan Juan bahwasanya dia memang sangat sangat yakin sekarang dengan kemampuan Argha.


"Ini baru benar sayang" ujar Juan.

__ADS_1


Juan membawa Frenya ke dalam pelukannya. Sebenarnya Juan juga sedikit ragu dengan Argha. Tetapi Juan tidak ingin keraguannya itu terlihat. Dia akan membantu Argha saat Argha mengalami kesulitan.


Kalau Juan dia akan memberikan Argha ide untuk menyelesaikan permasalahan yang sedg di hadapi oleh Argha. Sedakan kalau Frenya tidak. Frenya akan langsung menyelesaikan permasalahan yang di hadapi oleh Argha. Sehingga Argha tidak akan bisa belajar dari permasalahannya itu. Makanya tadi Juan berharap Frenya percaya penuh kepada Argha. Jadi, Juan bisa membantu Argha untuk keluar dari permasalahan yang ditemukan oleh dirinya nanti saat dia mulai membangun home stay nya tersebut.


Frenya memeluk erat Juan. Frenya sangat sangat luar biasa bersyukur memiliki Juan dalam hidupnya. Dia tidak bisa membayangkan kalau suaminya bukan Juan.


Juan membalas pelukan erat yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya. Dia juga luar biasa sangat bersyukur karena memiliki istri seorang Frenya. Apalagi Juan sangat tahu bagaimana latar belakang Frenya.


Perjuangan Juan untuk menikahi Frenya juga sangat besar. Perjuangan yang tidak akan pernah disia siakan oleh Juan maupun Frenya untuk bisa menjalin hubungan rumah tangga seperti sekarang ini.


"Sayang, mari kita ke bawah. Daddy sama Nana pasti sudah menunggu kita di sana" ajak Juan yang merasakan kalau mereka berdua sudah terlalu lama berada di dalam kamar.


"Oke sayang. Tapi aku wudhu bentar ya. Aku masih belum. wudhu dari tadi sayang" balas Frenya yang memang dari tadi belum sempat berwudhu karena dia barusan dari bawah dan mendengar semua cerita antara Argha dengan Daddy dan Nana.


"Oke"


Frenya pergi mengambil wudhu sedangkan Juan sekali lagi memperhatikan penampilannya di depan cermin.


"Udah ganteng. Akan selalu ganteng" kata Frenya dari belakang.


Frenya sudah memakai mukena nya. Dia sadar kalau Daddy dan Argha bukanlah saudara sedarah dengan dirinya. Sehingga setiap akan sholat berjamaah bersama, dia akan selalu keluar kamar memakai mukena. Hal yang sama juga terjadi dengan Ghina dan Dina.


"Ready sayang?" tanya Juan.


"Selalu" jawab Frenya dengan pasti.


Sepasang suami istri itu kemudian keluar dari dalam kamar mereka. Mereka berdua berjalan bersisian menuju ruang keluarga dimana Aris, Ghina dan Argha berada.

__ADS_1


"Kalian sudah siap?" tanya Ghina.


Frenya mengangguk. Mereka berlima kemudian berjalan menuju mushalla. Hari ini adalah giliran Juan untuk menjadi imam. Walaupun Juan baru pindah agama, cuma bacaannya sudah sangat fasih, sehingga dia sudah layak menerima giliran untuk menjadi imam saat mereka sholat berjamaah.


__ADS_2