Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kobaran Api Gina


__ADS_3

Aris yang sampai di kantor utana Soepomo grub, memberikan senyum terbaiknya untuk Vina. Papi yang melihat pemandangan seperti itu langsung kembali menjadi kesal.


"Aris, Aris kalau tidak Gina yang memohon mohon tadi, alamat perempuan itu akan bernasip seperti jalang jalang yang lain" kata Papi di dalam hatinya.


Aris kemudian masuk ke dalam ruangannya. Di sana udah ada Papi yang duduk di kursi kebesaran Aris.


"Vina, keruangan saya" kata Papi melalui sambungan intercom.


"Ya pak presdir, ada yang bisa saya bantu?" kata Vina yang tidak berani menatap mata tajam Tuan Soepomo yang bisa membuat nyali orang ciut.


"Kamu tolong panggilKan Bram. Suruh dia ke sini sekarang juga"


Vina kemudian menunduk dan pergi menujunruangan Bram.


"Tuan Bram, anda dipanggul Presdir" kata Vina sambil menunduk.


"Hay angkat kepala kamu, mana orang yang mengatakan akan memecat saya seminggu yang lewat?" kata Bram menyindir Vina.


"Maafkan saya tuan Bram" kata Vina sambil menunduk.


"Basi" jawab Bram.


Bram kemudian keluar dari ruangannya dan masuk ke dalam ruangan Aris. Tuan besar Soepomo sedang duudk di kursi kebesaran Aris. Wibawa dan kharisma seorang pemimpin tidak luntur dari wajah seorang Tuan Soepomo.


"Duduk Bram" kata Papi.


Bram duduk di dekat Aris. Bram menatap Aris tajam. Aris hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Bram


"Aris dan Bram, papi sudah menganggap kalian seperti saudara. Papi udah anggap Bram sebagai anak kandung papi. Malahan di belakang nama kamu ada nama Soepomo walau kamu singkat dengan huruf S saja." Papi kemudian diam. Dia melihat ke mata kedua anak laki lakinya itu.


"Kalian tau saat muda waktu Papi diberi nama Andra Soepomo tau kalian begitu berat beban yang papi pikul. Papi harus menjaga nama baik keluarga yang papi bawa kemana mana Papi sangat talut membuat kesalahan sekecil apapun, Papi sangat takut kesalahan kecil akan berakibat fatal terhadap keluarga besar Soepomo." lanjut papi


"Papi minta kepada kalian berdua, tolong dalam bertindak baik dalam berbisnis, maupun tingkah kalian pribadi, tolong sekali lagi tolong jaga nama baik keluarga yang kalian sandang. Jangan pernah kalian mencoreng tinta hitam di nama Soepomo. Papi hanya minta itu, jaga nama baik Soepomo baik di dalam perusahaan maupun di luar." kata Papi menatap tajam Aris.


"Ingatlah nak, perbuatan yang akan paling diingat manusia adalah perbuatan negatif. Contohnya kalian pasti dulu mendengar nama Juan Arga Pramono. Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Pramono, keluarga yang sangat berjaya di bidang bisnis. Sekarang apakah ada nama keluarga Pramono dalan dunia bisnis?" tanya papi


"Tidak ada. Sama sekali tidak ada bekasnya keluarga Pramono. Kenapa hal itu bisa terjadi, hal itu terjadi karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Juan. Berita perselingkuhan itu tersebar dengan sangat cepat. Semua harga saham perusahaan Pramono turun drastis dalam sekejap." kata Papi sambil meminum teh hijaunya. Papi melihat sekilas ke arah Aris. Raut wajah Aris memerlihatkan suatu kepanikan yang sangat kentara


"Jadi Papi mohon sama kalian. Tolong berbuat sesuatu pikirkan terlebih dahulu. Jangan hanya senang sesaat, setelah itu kita menderita. Jangan sampai tragedi perusahaan Pramono terjadi pada perusahaan Soepomo" kata papi sambil menatap kedua pria itu.


Papi kemudian terdiam. Papi berdoa dalam hatinya kepada Tuhan, untuk memutar kembali poros Aris menjadi lelaki yang setia dan selalu menjaga istti.


Aris dan Bram kemudian saling menatap, apa maksud papi bercerita seperti itu.


"Pi, maaf sebelumnya, apa maksud papi berbicara seperti tadi" kata Aris.


Bram yang mendengar Aris bertanya kenapa, seakan akan Aris tidak.mengakui kalau dia juga sudah berbuat di luar batas. Bram langsung geleng geleng kepalaam tidak percaya. Sedangkan papi hanya bisa menghela nafas.


"Gina Gina kenapa kamu meminta hal itu kepada Papi, Nak" kata Papi dalam hatinya


"Aris kalau kamu bertanya seperti itu, jawabannya hanya satu. Papi tidak ingin karena kecerobohan dari kalian bersua, perusahaan yang dirintis oleh kakek kalian langsung holang di telan bumi. Papi tidak mau itu" kata Papi.


"Jadi mulai dari sekarang pikirkanlah tindakan yang akan kalian lakukan. Yang malu bukan hanya kalian saja, tapi keluarga besar Soepomo" kata Papi.


"Jadi Pi. Kenapa Papi memanggil Aris ke sini, saat Gina berbaring tak berdaya di rumah sakit?"


"Begini Aris dan Bram. Papi dan Mami sudah mebganbil kesimpulan bahwasanya, Papi akan kembali masuk kantor di soepomo Grub dengan asisten papi Paman Iwan" kata Papi. Iwan yang baru datang langsung tersenyum. Iwan tidak menyangka di suiannya yang tujuh puluhan masih dipercaya untuk menjadi asisten Tuan Soepomo


"Terus Aku dan Bram?" kata Aris yang heran, kenapa pengalihan jabatan ini terkesan mendesak dan diadakan secara mendadak.


"Kalian berdua bekerja di Jaya Grub mulai besok pagi. Untuk sekarang silahkan kemasi barang barang kalian yang masih akan di pakai, serta silahkan buang yang sudah tidak layak itu." kata Papi.


Aris menatap tidak percaya ke papi kenapa dia harus bekerja di Jaya Grub. Aris merasa sangat kesal. Aris pengen marah, tetapi mana pernah bisa Aris marah kepada papi, yang ada nanti malahan papi yang marah sama Aris.


"Kamu keberatan Aris?" tanya Papi yang melihat Aris merasa keberatan dan ingin protes


"Tidak Pi. Aku tidak keberatan" kata Aris berusaha menetralkan kembali wajahnya.


"Kamu Bram?" kata papi kepada Bram.


"Tidak pi. Aku di luar negeripun diletakkan tidak masalah." kata Bram yang sangat senang kembali ke Jaya Grub.


"Silahkan berangkat sekarang juga. Kalau kalian berdua diperlukan di sini, Papi akan hubungi salah satu dari kalian" kata Papi.


Aris dan Bram keluar bersamaan. Aris hanya menundukkan kepalanya seperti seorang anak yang dilarang orang tuanya untuk bermain. Sedangkan Bram berjalan dengan santai saja. Vina yabg melihat Aris tidak semangat semenjak ke luar dari ruangan CEO, ingin langsung bertanya. Tapi diurungkan Vina karena takut Aris akan marah marah sama dia. Aris yang tau Vina khawatir kepada dirinya langsung mengeluarkan ponsel saat dia sudah berada di dalam mobilnya. Aris akan langsung berangkat ke Jaya Grub. Sedangkan Bram akan mengemasi beberapa dokumen Jaya Grub yang dibawanya kemaren.

__ADS_1


✉️ Aris


Sayang, aku dipindahin presdir ke perusahaan Jaya.


✉️ Vina


Kok bisa sayang? Apa perusahaan Jaya sedang ada masalah? Setau aku perusahaan itu berada dalam kondisi yang oke.


✉️ Aris


Nggak tau sayang, yang jelas mulai hari ini aku dan Bram bekerja di perusahaan Jaya.


✉️ Vina


Berarti kita jarang ketemu di kantor sayang. 😭😭😭


✉️ Aris


Aku akan menjemput kamu saat pekerjaan ku tidak banyak.


✉️ Vina


Beneran sayang?


✉️ Aris


Yup. Aku berangkat dulu. Kamu hati hati di sana ya. Mulai sekarang jangan asal marah sama orang. Aku sudah tidak di sana lagi.


✉️ Vina


Oke sayang. Kamu juga hati hati di sana. Jangan sampe kecantol sekretaris di sana.


✉️ Aris


Hahahaha. Nggak mungkin sayang. Ntah kalau dia yang suka sama aku. 🥰🥰🥰


✉️ Vina


Ye. Udah sana jalan nanti kena marah presdir lagi.


"Kenapa dengan gue. Satu sisi gue sangat mencintai Gina. Disisi lain gue sayang Vina yang terkesan selalu membutuhkan gue." kata Aris sambil menunggu panggilan videonya diangkat mami.


"Hallo Ris. Ada apa nak?" kata Mami yang sudah kembali ramah dengan Aris.


"Istriku mana Mi?"


Mami kemudian memberikan ponselnya kepada Gina. Gina terlihat sedang memakan cemilannya.


"Sayang, apa sudah minum obat?"


"Udah sayang. Ini sedang makan burger" kata Gina sambil mengangkat burger yang sedang dimakannya.


"Sayang kamu di atas mobil? Kok nggak di perusahaan?" lanjut Gina yang melihat Aris berada di atas mobil, bukan di perusahaan.


"Sayang ada yang mau aku ceritain. Apakah kamu mau denger sayang?" kata Aris menatap istrinya yang cantik itu. Ada sebuah perban yang melingkar di kepala perempuan cantik itu. Luka yang diakibatkan dirinya. Tetapi sayangnya Aris tidak tau akan hal itu. Kalau Aris tau ntah seperti apa penyesalan dalam diri Aris.


"Ada apa sayang? Cerita aja." kata Gina sambil menatap Aris.


"Aku dipindahin Papi ke Jaya Grub sayang" kata Aris dengan nada kecewa.


"Loh, kan nggak masalah sayang? Kenapa kamu harus bersedih. Apa ada seseorang yang penting di Soepomo yang kamu tinggalkan? Kalau iya bawa aja, kalau memang penting. Papi pasti akan mengerti" kata Gina kepada Aris.


Mami menatap Gina. Gina mengedipkan matanya kepada Mami.


"Sayang kamu bener bener pengen mencari bukti yang langsung kamu lihat" kata Mami secara pelan di telinga Gina.


"Apa yang dibisikin Mami, sayang?" Aris penasaran karena Mami berbisik di telinga Gina.


"Kata Mami, bukti tangkap tangan itu sangat penting sayang" jawab jujur Gina.


"Bukti apa sayang?" kata Aris yang benar benar ogeb setelah berita pemindahan dirinya ke Jaya Grub.


"Bukti ada yang maling sayang" kata Gina.


"Tambah pusing aku sayang. Terserah mami ajalah sayang mai cari bukti apa." kata Aris mengalah. Dia teramat pusing dengan semua kejadian yang ada saat ini.

__ADS_1


"Sayang, aku udah sampe perusahaan. Nanti aku hubungi lagi. Kamu jangan kecapekan sayang. Ingat harus istrihata penuh. Aku kangen istriku yang lincah sayang" kata Aris sambil mengedipkan matanya.


"Dasar mesum" kata Gina sambil mengerucutkan mulutnya.


Aris memutuskan panggilan videonya dengan Gina. Mami kemudian duduk di sebelah Gina. Dia sangat penasaran dengan reaksi Gina.


"Ayo Mami kepo kan?" kata Gina yang melihat mami udah duduk di depannya.


"Dikit sayang. Mumpung Nana belum datang" kata Mami.


"Uda Aris dipindahin papi ke Jaya Grub. Sepertinya tadi Uda Aris terlihat kesal kenapa dia dipindahin ke Jaya Grub. Makanya aku suruh bawa aja orang yang penying itu. Tapi karena uda sedang panik, dia jadi tidak konsentrasi Mi" kata Gina.


"Kamu tidak apa apa kan nak?"


"Tidak Mi." jawab Gina dengan yakin.


"Sayang, kalau seandainya Aris tertangkap tangan sedang selingkuh, apakah kamu akan menceraikan Aris sayang?" kata Mami menatap mata Gina.


"Manusia itu butuh di beri tiga kali maaf Mami. Gina akan memberikannya kepada uda Aris. Tapi tergantung uda. Uda mau minta maaf atau hanya menganggap ini masalah tidak penting" jawab Gina dengan tulus.


"Kalau dia menganggap tidak penting gimana sayang?"


"Maka aku akan lebih menganggap tidak penting lagi Mi." jawab Gina dengan penuh keyakinan.


"Sayang berjuang ya. Pertahankan ikatan janji suci yang telah kalian buat" kata Mami menguatkan Gina.


"Mami, bagi Gina menikah sekali dengan satu orang. Jadi apapun kejadian setelah ini. Mami yakinlah kalau menantu mami akan tetap Gina selamanya. Tapi ntah dengan Uda Aris. Dia bisa bertahan atau tidak" kata Gina melanjutkan.


"Sayang, walaupun tu anak breng nikah seribu kali pun. Menantu Papi dan Mami hanya kamu seorang. Kami tidak akan mengakui yang lainnya" kata Mami dengan penuh kepastian.


"Makasi Mami. Aku sayang mami dan papi serta Bram" kata Gina memeluk Mami.


"Bram tau semua sayang?"


"Tau Mi. Malahan sebelum Mami tau, kak Bram yang selalu mengerjai jalang itu. Kak Bram selalu menyuruh jalang itu bekerja tanpa di temani Uda" kata Gina sambil tersenyum mengingat semua kejadian.


"Sayang Mami akui kamu wanita yang sangat kuat sayang. Harusnya Aris setia sama kamu" kata Mami.


"Hay main peluk peluk aja. Sampe nggak denger dari tadi Nana ngetuk pintu" kata Nana yang sudah berada di dalam kamar.


"Maaf Nana. Nggak denger. Ini Gina nonton film Indo. Teriakan hati istri." jawab Mami sambil mengedipkan mata ke Gina.


"Iya Na. Nana bawa makanan favorit Gina kan ya?" kata Giba yang melihat tuperware yang di bawa Nana.


"Bawa sayang. Mari kita makan siang" kata Nana.


Nana di bantu Mami menyiapkan menu makan siang.


"Wow sedap" kata Gina sambil menyuap makan siangnya ke dalam mulut


"Nana juga udah kirim ke Ayah, Papi dan Uda Afdhal." kata Nana.


"Kok Uda Aris dan Kak Bram nggak Nana kirimin juga?"


"Ada sayang. Ke Papi itu Nana lebihkan untuk mereka."


"Ya sama aja Na. Uda sama kak Bram, pindah ke Jaya mulai tadi pagi"


"Maaf sayang Nana nggak tau. Besok Nana kirimkan ke Jaya" kata Nana.


"Its Oke Na. Nggak masalah. Besok aja lagi" kata Gina sambil menatap Nananya.


Ketiga Nyonya itu makan dengan sangat lahapnya. Mereka makan sambil di selingi beberapa candaan yang dan rencana rencan ke depannya. Setelah makan siang, Gina meminum obatnya. Dia kemudian memilih untuk beristirahat. Dia butuh tenaga dan pikiran yang sangat untuk memulai menjabak Aris dan Vina.


Kalau ditanya apa Gina sanggup? Maka jawabannya Gina tidak sanggup. Tapi demi keutuhan rumah tangga yang baru dibinanya. Gina harus sanggup dan menjadi wanita yang kuat. Gina tidak akan lemah melawan pelakor yang telah merebut suaminya.


"Vina nantikan buah yang akan kamu petik. Aku Gina tidak akan membiarkan orang yang mengusik kehidupanku berjalan dengan penuh kebahagiaan. Aku yakinkan kalau kamu akan menyesal karena salah memilih lawan untuk bersaing. Aku Gina" kata Gina di dalam hatinya, dia mengobarkan api kemarahannya setiap hari.


Api yang akan menjadi penyemangatnya untuk membuktikan semua perselingkuhan Aris dan Vina.


...****************...


Kakak kakak sayang ku. Aku akan berusaha untuk up dua kali dalam sehari ya kakak.


Tolong singgah ke novel aku berikutnya kakak.

__ADS_1


"KEPAHITAN SEBUAH CINTA"


__ADS_2