Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Pindah Ngungsi 2


__ADS_3

Gina, Sari dan Alex serta satu mobil pengawal menuju hotel yang dimiliki oleh paman Alex. Alex sudah memberitahukan kepada Pamannya tentang siapa Gina sebenarnya dan ada perlu apa Gina menginap di hotel mereka. Paman Alex langsung setuju dengan oermintaan Alex, dia sudah membayangkan keuntungan kerjasama yang dijanjikan Alex kepada pamannya.


"Alex kenapa paman kamu langsung setuju saya menginap di sana tanpa chekin?" tanya Gina yang memang sudah penasaran dari tadi. Gina tau Alex menyembunyikan sesuatu darinya.


" Begini Nona Muda, saya menjanjikan kalau Nona Muda dibiarkan menginap di situ dengan tetap menjaga privasi Nona Muda, maka nona akan mengadakan kerjasama fengan hotel paman saya" kata Alex sambil tersenyum.


"Hahahahaha, itu masalah gampang Alex. Kamu tinggal melakukan kerjasama dengan hotel paman kamu, memakai perusahaan yang kamu pimpin. Aku akan setuju" lanjut Gina yang paham dengan permintaan Alex.


Nona muda maaf sebelumnya, apa tidak sebaiknya Nona melihat terlebih dahulu keadaan hotel paman saya. Barulah Nona melakukan kerjasama dengan hotel itu" lanjut Alex kemudian.


"Alex saya percaya dengan insting bisnis kamu. Kamu tidak pernah membuat saya rugi Alex" jawab Gina sambil tersenyum.


"Masih jauh perjalanannya Alex?" lanjut Gina.


"Tiga jam lagi Nona Muda. Kalau Nona mau istirhat silahkan saja. Nona Sari sudah dari tadi sampai solok Nona Muda." kata Alex sambil melihat ke arah Sari di sebelahnya yang sudah tertidur dari sejam yang lewat.


"Kalau dia kita tidak ragu Alex. Dia memang tiper kerbau. Ntah apa yang dilihat kak Bram dari anak satu itu" jawab Gina.


"Nona Sari baik nona, dia juga pintar" jawab Alex.


"Memang Alex. Saya tidur dulu Alex. Nanti kalau sudah sampai kamu bangunkan saya saja. Kalau kamu mengantuk, bangunkan Sari untuk menemani kamu nyetir mobil" kata Gina memberi perintah kepada Alex.


"Oke Nona Muda. Saya akan bangunkan Nona Sari kaalu saya mengantuk nantinya" lanjut Alex menyetujui perintah Gina.


Alex melanjutkan perjalanan mereka menuju kota tempat hotel Paman Alex berdiri.


...****************...


Mira yang ditemani salah seorang pengawal perempuan bernama Yola melaju dengan kecepatan sedang menuju ibu kota. Yola mengikuti mobil Gina yang dibawa oleh Sisca, dua mobil mewah itu melaju dengan kecepatan sedang. Mereka sengaja melaju dengan kecepatan sedang agar para pengawal Aris dapat melihat dua mobil mewah itu lewat beriringan menuju ibu kota kembali. Ternyata apa yang diharapkan oleh mereka terjadi juga. Salah seorang pengawal Aris melihat dua mobil mewah itu kembali mrnuju ibu kota.


"Hallo Tuan Muda" kata salah satu anggota black jack.


"Ya ada berita apa yang akan kamu informasikan kepada saya?" tanya Aris.


"Begini Tuan, dua mobil mewah milik Nyonya Muda dan satu lahu sudah kembali menuju ibu kota Tuan Muda." laporan anggota black jack kepada Aris.


"Kamu ikuti terus. Pastikan dua mobil itu kemana perginya. Saya akan menunggu mereka di perbatasan." jawab Aris.


"Baik Tuan Muda. Kami akan mengikuti kedua mobil mewah itu. Kami tidak jadi menuju daerah yang kita tatgetkan kemaren" kata anggota yang melapor.

__ADS_1


"Satu mobil tetap ke daerah itu. Pastikan kalau memang benar yang tinggal di sana adalah Gina dan dua sahabatnya." perintah Aris.


"Baik Tuan Muda. Satu mobil akan tetap menuju daerah tersebut"


Bram dan Bayu memandang Aris dengan rasa ingin tahu. Wajah Aris melebarkan senyuman yang sangat bahagia.


"Ada berita baik apa Ris?" tanya Bram kepada Aris.


"Gina dan satu mobil lagi sudah kembali ke ibu kota" jawab Aris yang langsung menuju kamarnya untuk menukar pakaian dan mengambil kunci mobilnya.


"Satu mobil lagi?" tanya Bram kepada Bayu.


"Gue juga gagal paham. Mira katanya izin pulang kampung." jawab Bayu


"Sari lembur kata Afdhal" jawab Bram.


Aris langsung turun dari kamarnya dia langsung menuju ke lantai bawah tempat Bram dan Bayu menunggu dirinya.


"Kalian ikut dengan ku" perintah Aris.


Bram dan Bayu langsung mengikuti Aris. Mereka bertiga langsung masuk ke dalam mobil Aris. Aris kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menuju perbatasan ibu kota. Dia ingin memastikan dengan mata nya sendiri kalau memang benar itu adalah mobil Gina.


"Nona Mira sepertinya kita diikuti. Bagaimana kalau Nona pindah ke mobil pengawal kita yang satu lagi. Saya yakin mereka telah menghubungi Tuan Aris. Saya rasa Tuan Aris akan memberhentikan kita diperbatasan. Bagaimana Nona?" kata Yola menatap Mira.


"Mereka akan fokus ke mobil Nona Gina. Jadi kita harus mendahului mobil nona Gina, dan meminta agar mobil pengawal nanti menaikan nona di satu titik pemberhentian" jawab Yola.


"Ike. Hubungi pengawal dan Sisca" perintag Mira.


Yola langsung sambung tiga dengan pengawal dan Sisca. Mereka mendiskusikan rencana yang akan mereka jalankan. Mereka tidak ingin Mira diinterogasi oleh Aris. Mira mengakui ke Bayu kalau dia pulang kampung.


"Oke Nona Mira. Kita laksanakan rencananya." kata Yola.


"Siap." jawab Mira.


Yola langsung menggeber laju mobilnya mendahului mobil Gina. Yola melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Setelah dirasa menjauh dari mobil Gina. Mira langsung turun disebuah halte bis. Mereka yakin kalau anggota black jack tidak akan memperhatikan Mira yang sedanf duduk di halte yang lumayan ramai itu. Sedangkan Yola menepikan mobilnya untuk masuk di antara mobil Gina dan mobil anggota black jack.


Mira menunggu mobil pengawal yang akan menjemputnya. Sedangkan Yola sudah kembali melaju dengan memposisikan mobilnya di belakang mobil pengawal. Yola akan mengambil kesempatan untuk memotong mobil anggota black jack pas ada waktu. Makanya dia akan memposisikan mobilnya di belakang mobil Gina. Yola tidak ingin Aris mendapati Mira di atas mobilnya.


Mira langsung naik ke dalam mobil pengawal saat ada sebuah mobil berhenti tepat di depannya yang sudah sangat dikenalinya sebagai milik siapa.

__ADS_1


"Nona, saya antar ke apartemen atau kemana?" kata James.


"Antar saya ke bandara saja James, saya akan menghubungi Bayu dari sana nantinya." jawab Mira sambil merengganggakan badannya. Dia benar benar lelah sehari ini. Main kebut kebutan dengan suasana tegang.


"James, bangunkan saya pas kita sampai di bandara" lanjut Mira.


"Siap Nona. Akan saya bangunkan saat kita sudah sampai di bandara" jawab James.


Mira kemudian memejamkan matanya. Dia akan mengistirahatkan badan dan pikirannya sejenak. Mira benar benar letih. Sebelum sempat memejamkan matanya dia teringat dengan Gina. Mira harus menghubungi Gina.


"James pinjam ponsel mu. Tolong hubungi Alex. Saya mau bicara dengan Gina"


"Baik Nona."


James langsung mengubungi Alex.


"Ya James. Ada masalah apa?" tanya Alex.


Mereka sepakat akan saling menggubungi kalau ada masalah yang terjadi atau ada informasi yang harus disampaikan.


"Nona Mira mau berbicara dengan Nona Gina" jawab Alex.


"Nona. Nona Mira mau berbicara dengan Anda" kata Alex sambil memberikan ponselnya kepada Gina.


Gina mengambil ponsel Alex. "Hollo Mir. Ada apa?" tanya Gina.


"Nggak ada baik baik aja Gin. Loe udah sampai?"


"Belum Mir. Masih ada satu jam perjalanan lagi. Apakah perjanalan kamu aman aman saja?" tanya Gina.


"Tidak Gin. Kami diikuti oleh anggota black jack. Karena takut gue nanti ditangkar Aris dan Bayu. Gue pindag ke mobil James. Gue akan ke bandara dulu. Alasan gue kan pulang kampung" jawab Mira kemudian.


"Oke sip. Gue serahin ke loe masalah di ibu kota" jawab Gina.


"Lie harus hati hati Mir" lanjut Gina.


"Lie juga harus hati hati" jawab Mira.


"See you dear" jawab Gina.

__ADS_1


"See you" jawab Mira.


Mira kemudian menyerahkan ponsel James. Dia kemudian kembali tidur. Dia sangat mengantuk.


__ADS_2