Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Porboden Mulut


__ADS_3

Aris dan Mami serta Sari dan Mira sampai di kamar rawat Aris. Bram yang melihat Sari balik ke kamar langsung bertanya lewat sorot matanya.


"Ada drama sayang" jawab Sari.


"Ada apa lagi Mi? Anak sayang kamu buat ulah lagi?" tanya Papi.


"Ya gitu Pi. Udah jelas istrinya masih marah. Eeee mulut anak sayang kamu nggak bisa di cegah. Nggak ada porbodennya tu mulut" kata Mami dengan ketus sambil duduk di sofa.


"Masak dia dengan percata dirinya ngomong. Kalau pulang langsung pulang sayang jangan pake melala dulu." kata Mami memperagakan cara bicara Aris dengan ekspresi seperti ekspresi Aris di dalam ruangan dokter ahli kandungan.


Bram serta yang lain yang melihat Mami sangat pas memperagakan gaya Aris langsung tertawa terbahak bahak sampai membuat perut mereka sakit.


"Aris, kamu kalau ngomong mulai saat ini disaring. Kalimat yang kamu ucapkan tadi seharusnya ditujukan buat kamu bukan buat Gina. Kamu yang selama ini alasan ke kantor tapi singgah di apartemen orang lain. Ingat Aris kesalahan kamu memang sudah dimaafkan tetapi akan sangat sulit dilupakan" Papi berkata sambil menggeleng gelengkan kepalanya tidak percaya dengan perkataan bodoh yang dikatakan Aris kepada Gina.


"Mi, Pi, kami berlima permisi keluar untuk makan siang ya. Papi sama Mami mau nitip apa?" lanjut Bram yang sudah mendapatkan kode dari Mami untuk keluar.


Mami dan Papi sudah tidak sabar lagi dengan segala kebodohan yang diperbuat oleh Aris. Mereka berdua ingin meluapkan semua kemarahan yang selama ini sudah dipendam.


"Nggak ada Bram. Mami nanti pesan lewat ojek online aja. Kamu antarkan vitamin dan obat Gina. Kalau perlu singgah di supermarket belikan dia segala jenis buah. Kalian temani aja Gina di rumah. Nggak usah makan di luar, minta aja maid untuk membuat makan siang"


"Baik mi" jawab Bram sambil mengambil obat dan vitamin Gina yang berada di atas meja. Bram dan semua temannya langsung berjalan keluar dari kamar Aris. Mereka akan menuju rumah keluarga Soepomo.


"Kita berhenti supermarket dulukan sayang?" tanya Sari kepada Bram.


"Yup. Mami tadi nyuruh belikan semua buah untuk Gina. Kamu ada yang mau dibeli?"


"Ada, lagi pengen makan ice cream gambar beruang" jawab Sari dengan ngasal.


Mereka berlima menjadi pusat perhatian kembali oleh pengunjung rumah sakit. Tiga pria tampan dan dua wanita cantik. Pemandangan yang jarang terlihat di rumah sakit ini. Apalagi kalau mereka tau dua wanita cantik itu adalah wakil direktur rumah sakit ini. Serta pemegang saham masing masing sepuluh persen, sedangkan Gina delapan puluh persen Mereka menumpangi satu mobil, sedangkan Daniel memakai mobil yang lain. Dia akan langsung menuju markas black jack mencari siapa yang berani berkhianat di dalam kelompok mafia Black jack.


"Aris duduk" kata papi dengan tajam.


Aris yang sudah tau hal apa yang menantinya langsung duduk di sofa kamar rawatnya. Papi dan Mami duduk di hadapan Aris. Mereka berdua siap menyidang Aris hari ini.

__ADS_1


"Papi mau bertanya sama kamu Aris Putra Soepomo, kamu seriusan ingin balik dengan Gina atau hanya untuk sesaat sampai anaknya lahir?" tanya Papi dengan menatap tajam ke mata Aris.


"Sampai untuk selamanya Pi" jawab Aris dengan mantap.


"Aris, papi tidak ingin kamu menjawab seperti itu sekarang ternyata besok besok kamu ulangi lagi" kata papi dengan sedikit emosi.


Aris yang taubpapi sedang emosi hanya bisa diam. Aris tau dengan kesalahan yang telah diperbuatnya.


"Apakah kamu bersedia dia cuekin, dia anggurin?" lanjut papi.


"Siap Pi. Aris akan menerima semua konsekuensinya. Aris akan siap menghadapinya. Aris tau Aris sudah menyianyiakan Gina." jawab Aris.


"Apakah di dalam hati kamu ada niat saat kamu dicuekin Gina kamu akan kembali mencari wanita lain?" kali ini mami yang bertanya kepada Aris.


Mami sangat takut hal yang sudah lewat terjadi lagi. Sedangkan dalam posisi Gina masih sangat mencintai, memperhatikan dan menomorsatukan Aris, Aris masih bisa berselingkuh. Apalagi dengan keadaan sekarang yang notebane Aris dicuekin, dianggurin dan diacuhin oleh Gina, suatu penyebab yang bisa membangkitkan penyakit lama kembali.


"Aris yakin Mi. Apapun yang dilakukan Gina kepada Aris, semua itu akan Aris anggap sebagai penebus dosa Aris kepada Gina." jawab Aris dengan tatapan yang tidak ada keraguan barang setitik.


"Aris, Papi dan Mami berharap kamu bisa memegang semua ucapan kamu. Kamu jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Manusia nggak ada yang mau jatuh kelubang yang sama untuk kesekian kalinya. Hanya manusia bodohlah yang mau jatuh ke lubang yang sama." kata Papi.


"Silahkan, selagi kami masih bisa menjawab maka akan kami jawab. Jika tidak ya kami akan mencarikan jawabannya terlebih dahulu." jawab papi dengan diplomatis.


"Gimana Gina kok bisa pulang sendiri Mi?" tanya Aris.


"Oh masalah itu. Sebenarnya Gina tidak pulang dengan sendirinya. Ini semua berkat Sari dan Mira serta Bram. Mereka bertiga berusaha meyakinkan Gina kalau kamu sangat menyesal dengan perbuatan kamu." kata Mami.


"Kamu ingat waktu Mira ke rumah dengan Bayu, saat orang suruhan kamu mengatakan kalau mobil milik Gina terlihat menuju ibu kota." lanjut mami bertanya kepada Aris.


"Ingat Mi" jawab Aris yang memastikan dia memang ingat dengan kejadian itu.


"Nah sebenarnya di mobil yang lain ada Mira yang bersiap untuk pulang ke ibu kota. Singkat cerita Mira dan Bayu datang ke rumah. Mira merekam semua percakapan kita tentang usaha kita mencari Gina. Mira juga merekam saat saat kamu frustasi karena Gina yang masih tidak kunjung kamu temukan. Jadi kamu harus berterimakasih kepada Mira. Caranya terserah kamu" lanjut Mami.


"Lalu Sari?"

__ADS_1


"Sari adalah orang yang selama ini menjaga Gina. Dia yang selalu setia menemani Gina. Sari jugalah yang membuka hati Gina untuk memaafkan kamu. Sedangkan Bram, dia menceritakan semua yang terjadi tanpa ada yang ditutup tutupi Bram. Bagaimana keadaan di keluarga kita saat Gina tidak ada. Bagaimana pekerjaan kamu yang semua terbengkalai. Bagaimana usaha kamiu mencari Gina sendirian. Gina terenyuh hatinya dan semakin memantapkan perasaannya untuk kembali pulang." lanjut Mami menceritakan semua yang mami ketahui.


"Saat Gina datang ke rumah bersama Sari. Mami langsung menghubungi kamu, tapi semua panggilan Mami tak satupun yang kamu angkat. Hari itu Mami sebenarnya akan menyuruh kamu pulang karena Gina sudah di rumah. Telpon mu nggak diangkat makanya Mami telpon Bram. Eeee kiranya kamu pisah dengan Bram. Nah Bram janji akan cari kamu, tetapi sampai malam kami nggak dapat telpon dari Bram. Kami berpikir kamu baik baik saja" kata Mami menceritakan kejadian malam itu.


"Saat semuanya tertidur Sari menerima telpon dari anggotanya yang mengikuti kamu. Tapi mami pusing ya kenapa juga Sari ada anggota, apa dia juga gank mafia seperti black jack?" tanya Mami sambil menatap Papi dan Aris.


"Aris nggak tau Mi"


"Papi juga nggak tau. Sampai sekarang papi heran. Setau Papi gank mafia di negara ini yang terkuat adalah black jack" jawab Papi berusaha mengingat apakah ada gank mafia lainnya.


"Terus Mi?" tanya Aris yang tidak sabaran.


"Terus, Sari yang menerima kabar dari anggotanya langsung menuju kamar Gina untuk memberitahukan kalau dia harus mengerjakan suatu hal tanpa memberitahukan kebenaran tentang kamu. Sayangnya Gina malam itu tidak terbangun dan Sari hanya mengirim pesan saja. Gina juga tidak ada melihat pesan sampai Bram mengatakan kepada kami kalau kamu kecelakaan terjun ke dalam jurang."


"Terus Mi bagaimana reaksi Gina saat mendengar dari Bram kalau aku terjun ke dalam jurang?"


"Mami hanya melihat keanehan Gina. Gina memakan buah untuk sarapan seperti yang biasa kamu lakukan. Itu salah satu keanehannya. Keanehan berikutnya Gina tidak pernah mual, nah pas dekat kamu dia langsung pengen muntah. Mami bisa artikan kalau anak kamu sangat marah dengan kamu" Mami menatap jahil Aris.


"Mi menurut mami apa yang harus Aris lakukan Mi kepada Gina?"


"Mami nggak tau Ris. Gina manusia yang sekalinya benci akan susah diubah untuk menjadi baik lagi. Tapi itu semua tergantung usaha kamu ke dia. Mana tau dengan usaha keras kamu Gina mau kembali seperti dulu lagi" mami memberikan semangat kepada Aris..


"Aris akan berusaha sekuat tenaga Mi" jawab Aris dengan tekad bulatnya.


"Sekarang istirahat Ris. Biar kamu kuat mengjadapi singa betina yang sedang merajuk" kata Mami melirik ke papi yang dulu waktu mami hamil maka papi akan mengatakan mami singa betina yang merajuk. Papi yang ditatap langsung tersenyum kepada Mami.


Sedanglan di rumah utama Soepomo, Gina yang sedang tertidur terganggu dengan suara suara dari arah gazebo belakang rumah. Gina melihat empat sahabatnya sedang ngobrol santai di sana. Gina yang memang sedang tidak ingin tidur langsung turun dan menuju gazebo.


"Gimana Gin mual lie tadi udah mendingan?" tanya Mira.


"Udah. Lagian gue mual kalau nengok wajah Aris. Ntah kenapa seperti itu" kata Gina dengan nada heran dan tak percaya.


"Sepertinya dia juga marah dengan ayahnya. hahahahaha" kata Bram dengan hati bahagia.

__ADS_1


"Hahahahahahahaah" kata mereka semua.


Mereka membayangkan bagaimana susahnya kehidupan Aris delapan bulan ke depan.


__ADS_2