
"Sayang kita ke taman bermain yuk. Aku mau naik bianglala dan permainan yang lainnya" kata Gina sambil memeluk Aris yang sedang duduk di kursi menonton televisi.
"Beneran mau ke sana?"
"Iya sayang, beneran"
"Aku mau ngajak, tapi nanti malam seperti yang malam lagi ya?"
"Siap komandan. Aku juga mau kayak yang semalam. Sangat sangat nikmat" kata Gina dengan malu malu.
"Ya udah, kita ganti baju dulu" ajak Aris.
Aris dan Gina langsung saja masuk ke kamar mereka. Mereka memakai baju santai untuk pergi ketaman bermain. Vina memilihkan baju kaus warna putih dan celana levis panjang untuk Aris. Sedangkan dia dipilihkan Aris yaitu drees warna putih dengan panjang sampai bawah lutut.
Mereka bergandengan tangan turun ke lantai bawah. Ternyata di lantai bawah sudah ada Bram dan Bayu yang duduk di sofa ruang tamu.
"Mau kemana loe berdua?" tanya Bayu.
"Kebetulan, kami mau ke taman bermain. Loe berdua harus ikut dengan kami. Minimal jadi kang foto dadakan" ucap Aris.
"Sip. Gue mau. Tapi ganti baju dulu ya." Bram dan Bayu masuk ke kamar mereka masing masing untuk mengganti pakaian mereka dengan pakaian santai. Aris dan Gina menunggu di teras depan.
"Berangkat" kata Bayu yang langsung masuk dan duduk di kursi supir, sedangkan Bram duduk di sebelah Bayu. Aris dan Gina duduk di kursi belakang.
Bayu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, mereka ingin cepat sampai dan menjajal semua permainan yang ada di taman bermain itu. Sesampainya di sana Aris dan Gina turun diikuti Bayu dan Bram.
"Sayang fotoin aku" kata Gina sambil berpose cantik di depan gerbang taman bermain.
Aris mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa gambar Gina yang sedang berpose dengan cantik.
"Ris, sana gabung dengan Gina, biar gue yang ngambil gambarnya." kata Bram.
Aris kemudian melangkah ke arah Gina. Mereka berdua berpose dengan berbagai gaya. Tingkah mereka berdua seperti abg yang baru berpacaran. Pertama tama Aris masih canggung setelah melihat Gina santai saja, Aris terbawa santai. Ternyata mereka berdua menjadi objek foto beberapa pengunjung taman bermain. Merasa mereka sudah menjadi objek fhoto Gina membawa Aris untuk masuk ke dalam wahana bermain.
"Bram, loe beli tiket sana. Gue tunggu di sini saja" kata Aris memerintah Bram.
Bram pergi membeli tiket untuk masuk wahana bermain. Sedangkan Bayu membeli minuman.
"Sayang aku mai ice krim itu" tunjuk Gina kepada oenjual es krim
"Serius yang itu? Yang di kafe aja ya sayang" bujuk Aris yang nggak mau Gina makan es sembarangan.
"Sayang" Gina mulai merengek manja.
"Ya udah aku belikan. Tunggu di sini ya" Aris kemudian pergi membelikan es krim yang diminta Gina.
Gina tersenyum senang. Akhirnya mendapatkan es yang sudah lama diinginkannya.
__ADS_1
"Ris ayuk main. Semua tiket permainan udah gue beli" kata Bram sambil mengangkat tiket yang begitu banyak di tangannya.
"Loe beli semuanya Bram?" tanya Bayu.
"Yup. Gue mau naik semua permainan di sini. Sekali sekali gue keluar main. Bener kan Gin?"
"Bener kak. Nanti kalau Uda Aris takut kita naik bertiga aja. Biar Uda Aris nunggu di bawah" kata Gina menatap mengejek Aris yang takut naik kora kora.
"Sip. Ayuk jalan"
Mereka akhirnya naik beberapa permainan yang Aris masih mampu untuk mengimbangi Gina, Bram dan Bayu. Saat naik kora kora Aris benar benar tidak mampu.
"Sayang, aku nunggu di bawah aja ya. Asli nggak kuat"
"Oke. Tapi jangan jauh jauh ya sayang" kata Gina.
Gina, Bram dan Bayu naik ke atas permainan kora kora. Mereka bertiga sangat bersemangat. Adrenalin mereka terpompa dengan hebat saat naik seluruh permainan.
Aris yang ditinggal sendiri mengaktifkan ponselnya. Ternyata begitu banyak pesan dan panggilan dari Vina. Aris membiarkannya saja, Aris tidak mau Gina curiga kepada dirinya. Tetapi Vina yang tau Aris sudah mengaktifkan ponselnya langsung menelpon Aris.
Vina sangat marah karena melihat postingan teman temannya. Postingan teman teman Vina semua adalah foto mesra Aris dan Gina di depan gerbang taman bermain. Vina benar benar panas dan cemburu.
"Hallo sayang" kata Aris
"Hallo sayang hallo sayang. Masih ingat kamu ada aku dalam hidup kamu ha"
"Sayang jangan cemburu. Aku terpaksa sayang. Dia nangis nangis sayang mintak di ajak ke taman bermain. Vuktinya aku malas timu aku bawa Bram dan Bayu untuk menemani dia bermain."
"Alah alasan kamu aja"
"Sayang beneran. Aku lebih memilih membawa kamu pergi daripada dia. Aku terpaksa sayang. Jangan marah gini dong. Kamu marah nanti aku cium sambil berdiri mau?" kata Aris merayu Vina.
"Aku nggak akan marah, tapi kamu harus ke apartemenku nanti malam. Kalau kamu nggak datang aku pastikan aku akan marah" kata Vina dengan sok yakinnya.
"Yakin bisa marah ke Aris?" kata Aris.
"Yakin"
"Ya udah marah aja sana. Kalau yakin" kata Aris.
Aris yakin Vina tidak akan bisa marah kepada dirinya. Aris tau Vina sangat mencintainya. Jadi bagaimanapun kesalahan Aris, Vina akan selalu memaafkan Aris.
"Sayang dikantor aja ya besok. Besok aku masuk kantir" kata Aris.
"Nanti ada Bram lagi sayang." kata Vina.
"Aku sedang marah kepada Bram. Kamu besok harus pecat Bram sayang" kata Vina mulai mengadu.
__ADS_1
"Emang kenapa dengan Bram?" kata Aris yang mulai bosan dengan gaya Vina. Aris tidak suka seseorang ikut campur dalam urusan kantornya. Sekalipun itu istri atau selingkuhannya.
"Dia nyuruh aku pulang dengan taksi sayang dari meeting tadi" kata Vina.
"Oh itu aku yang suruh sayang. Aku nyuruh dia cepat ke rumah untuk menemani Gina naik wahana bermain" kata Aris.
"Sayang aku kangen sayang" kata Vina.
"Kangen apa?"
"Kangen meluk, kangen cium kamu sayang"
"Besok ya sayangku. Kamu boleh puas puasin cium dan meluk aku. Kalau perlu seharian kamu peluk aku" kata Aris.
Aris melihat kora kora yang dinaiki Gina, Bram dan Bayu berhenti.
"Sayanh, udah dulu ya, mereka udah selesai bermainnya. Nanti kalau mereka main lagi akan aku telpon lagi ya sayang" kata Aris.
"Cium dulu sayang. Kalau nggak, aku nggak akan matikan telponnya" kata Vina kembali merajuk.
"Muach, muach, muach, muach" kata Aris membabi buta.
"Sayang banyak kali. Besok yang aslu lagi ya. Muach sayang" kata Vina.
Aris kemudian memutuskan panggilan telponnya bersamaan dengan Gina dan kedua sahabat Aris duduk di sebelah Aris.
"Nelpon siapa sayang?"
"Oh ini, teman sayang" kata Aris dengan gugup.
Bayu melihat ke Bram. "Vina" kata Bram dengan gerakan mulutnya.
"Sayangku jangan pernah selingkuhi aku, aku begitu mencintaimu, hargailah perjuanganmu dalam mendapatkan ku dulu" kata Bayu sambil melagu.
"Kak Bayu, emang ada ya lagu itu? Siapa yang nyanyu? Kok aku baru denger?" kata Gina dengan polosnya.
"Ada Gin. Neh aku yang lagu dan aku yang ngarang bentar ini" kata Bayu.
"Udah yuk ngapain bahas lagu nggak penting Bayu. Kita masuk rumah hantu lagi" kata Aris.
Mereka berempat kemudian masuk ke dalam rumah hantu. Aris terus saja memeluk Gina dia tidak melepaskan Gina dari pelukannya. Sesekali Aris mencium Gina dengan mesra. Gina yang diserang tiba tiba membalas ciuman dari Aris. Bram dan Bayu hanya bisa menggeleng geleng melihat Aris.
"Semoga loe cepat sadar Ris. Sebelum Gina tau kejadian sebenarnya" kata Bayu lirih yang diangguki oleh Bram
...----------------...
**Maaf kakak telat up.
__ADS_1
Kakak sayang tolong baca juga novel ku yang lainnya ya kak judulnya kepahitan sebuah cinta