Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Sekretaris


__ADS_3

"Loh kok ada Gina?" kata Bram yang melihat Gina tertidur di sofa ruanh tamu.


"Gue suruh ke sini tadi. Bete gue sendiri" jawab Aris sambil berjalan menuju tempat Gina.


"Kan ada kamar. Tega loe nyuruh dia tidur seperti itu."


"Dia nya yang nggak mau. " jawab Aris.


"Sayang" paggil Aris sambil menggoyang pundak Gina.


"Hm" kata Gina sambil membuka matanya perlahan.


"Pulang yuk"


"Udah selesai?" tanya Gina sambil mengerjab ngerjabkan matanya.


Gina di bantu Aris berdiri dari sofa ruangan Ari.


"Sayang bentar. Aku ke toilet dulu" kata Gina sambil berjalan menuju toilet. Gina nggak mungkin turun ke lobby dengan muka bangun tidur dan rambut sedikit berantakan.


"Jangan lama lama yank. Kamu tetap cantik dalam kondisi apapun"


Gina hanya menggelengkan kepalanya mendengar peekataan Aris. Gina gagal paham dengan kelakuan suaminya hari ini.


Mereka bertiga turun menuju lantai lobby ruangan. Saat Gina melewati sekretaris Aris. Gina menangkap aura aura yang aneh di dalam diri sekretaris itu.


"Ah semoga hanya perasaan saja. Aku yakin dengan cinta suamiku" ucap Gina mengusir pikiran buruknya.


"Wah istrinya cantik sekali. Tapi biarin jadi yang kedua juga nggak apa apa. Terpenting jadi nyonya Aris Soepomo" kata sekretaris yang sudah penuh dengan rasa ingin memiliki.


"Mau pulang Vina?" tanya Bram.


"Iya pak."


"Ayuk sama saja naik liftnya" kata Bram kepada Vina.


Vina tidak menyianyiakan kesempatan itu. Vina harus menggunakan setiap peluang yang ada untuk mendapatkan Aris. Vina sangat yakin kecantikannya tidak kalah dengan kecantikan Gina.


Mereka berempat masuk ke dalam lift. Gina yang paham dengan situasi langsung memeluk erat lengan Aris. Aris langsung mengecup puncak kepala Gina. Aris sangat bersyukur ada Gina disisinya sekarang.


"Cuih norak. Sok pamer kemesraan. Padahal disebenarnya nggak mesra" kata Vina di dalam hatinya.


"Tenang saja kamu Tuan Aris. Setelah kamu aku dapatkan maka kamu akan merasakan apa itu romantis sebenarnya" kata Vina dengan penuh keyakinan.


Aris, Gina dan Bram langsung masuk ke mobil yang sudah menunggu mereka dilobby. Hari ini Bram sengaja membawa sopir, karena dia harus hilir mudik. Vina kemudian menatap apakah dia akan diajak sama atau tidak.


"Kami duluan Vin" kata Gina kepada Vina dari dalam mobil.


"Iiiiya Gi eh nyonya" kata Vina yang tidak percaya kalau kali ini Gina yang berbicara.


Mereka berkendara menuju rumah utama dalam diam. Gina yang masih mengantuk akhirnya kembalintertidur dengan meletakkan kepalanya di paha Aris.


"Tidur Ris?"


"Yup. Kayaknya dia capek banget"


"Capek nungguin loe kerja Ris. Hahahahahaha" tawa Bram begitu nyaring.


"Awas loe bangun Gina gue turunin di jalan loe" kata Aris dengan muka juteknya.

__ADS_1


Aris kemudian mengusap pipi Gina, kemudian rambut Gina. Aris meletakkan tangannya di atas pinggang Gina. Aris selalu memeluk Gina saat tidur. Jadi karena Aris tidak berbaring, maka hanya sebelah tangan Aris saja hang diletakkan di pinggang Gina. Mereka masih seperti berpelukan.


Mobil telah terparkir tepat di depan pintu rumah. Aris menggendong Gina masuk ke dalam kamarnya. Dia meletakkan Gina dengan sangat hati hati. Selesai membaringkan Gina, Aris pergi membersihkan dirinya. Saat keluar dari kamar mandi Gina masih belum bangun dari tidurnya.


"Sayang, mandi dulu sana. Hari udah sore." kata Aris sambil mencium kening Gina.


"Jam berapa sayang?" kata Gina dengan masih menutup mata.


"Udah siap maghrib" ucap Aris dengan santainya.


Gina langsung bangun dari tidurnya. Dia melihat Aris sudah wangi dan memakai baju rumahan.


"Kok nggak bangunin aku tadi"


"Mana bisa, orng tidur kayak mayat gitu" jawab Aris sambil mencubit hidung Gina.


"Ye lah" kata Gina sambil masuk ke dalam kamar Mandi.


Aris menyiapkan pakaian ganti untuk Gina. Dia sangat kasihan melihat Gina yang sepertinya kelelahan. Gina yang selesai mandi saat melihat baju gantinya sudah ada di kasur langsung memeluk Aris.


"Hay. Rambutmu sayang"


"Maaf." kata Gina sambil mengecup bibir Aris sekilas.


"Mulai nakal lagi ya"


"Dikit sayang" kata Gina sambil memakai bajunya.


Gina kemudian duduk dimeja rias untuk mengeringkan rambutnya.


"Sini aku bantu" kata Aris sambil mengambil alat pengering rambut dari tangan Gina.


"Makasi sayang. Aku cantik kan?" tanya Gina sambil mengedipkan matanya.


"Cantik la. Kalau nggak mana aku mau" jawab Aris sambil memeluk Gina.


"Yuk turun. Makan malam. Pasti udah ditungguin dari tadi" kata Aris menggamit lengan Gina. Mereka berdua turun ke ruang makan.


Ternyata di situ hanya ada Bram yang sudah memberengut.


"Lama kali"


"Mana mami Bram?" tanya Aris.


"Papi dan mami makan malam dengan kolega baru papi" jawab Bram sambil mengambil makanannya.


Aris menatap Bram tidak percaya.


"Laper Ris"


Gina melayani Aris seperti biasa. Mereka makan dalam diam seperti kebiasaan selama ini. Selesai makan mereka kemudian duduk di ruang game Aris.


"Bram" Aris memberi Bram kode untuk main game favorit mereka.


"Oke Ris. Udah lama juga nggak olahraga"


Bram kemudian memasang semua perlengkapan bermain mereka. Gina yang melihat langsung menatap Aris.


"Bentar sayang. Merilekskan badan dikit"

__ADS_1


Gina mengangguk tanda setuju. Gina kemudian membuka aplikasi novel favoritnya. Dia sudah lama tidak membaca novel lagi. Gina yang sibuk membaca novel tidak sadar kalau Aris dan Bram sudah selesai bermain. Mereka berdua sedang asik menonton televisi.


"Sayang udah malam. Istirahat lagi" kata Aris sambil memberdirikan Gina dari sofa tempat duduknya.


"Yuk. Aku juga udah lelah" jawab Gina.


"Nggak salah Gin. Loe dari kantor Aris tidur. Mobil tidur. pulang tidur. Masih juga ngomong lelah" jawab Bram.


"Protes aja" jawab Gina.


Gina kemudian menggamit lengan Aris.


"Yuk cintaku. Kita tinggalin manusia jomblo permanen ini sendirian" kata Gina sambil menatap mengejek Bram. Aris tersenyum kepada Gina. Mereka berdua langsung menuju kamar untuk beristirahat.


Gina kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Aris.


✉️ Vina


Malam pak bos


✉️ Aris


Malam. Ada apa Vin?


✉️ Vina


Besok agenda pak Aris banyak di perusahaan Soepomo. Sedangkan pak Bram di Jaya.


✉️ Aria


Ok


✉️ Vina


Besok ada meeting satu pak. Apa bapak mau saya temani?


✉️ Aris


Oke. Kamu gantikan Bram selama Bram di Jaya


✉️ Vina


Baik pak. Saya tidak akan mengecewakan Bapak.


Aris kemudian meletakkan ponselnya ke nakas saat melihat Gina menatap dia dengan tajam.


"Siapa chat malam malam gini sayang?" tanya Gina dengan nada cemburu.


"Oh, sekretaris sayang. Mengatakan besok agenda aku padat di Soepomo. Sedangkan Bram di Jaya."


"Harus ya malam malam kasih tau nya?" kata Gina mulai kesal.


"Jangan cemburu sayang" Aris kemudian memeluk Gina.


Aris membaringkan Gina di tempat tidur. Aris menciumi semua kulit Gina yang terlihat.


"Sayang, nanti bablas lo" Gina mengingatkan Aris.


Aris kemudian menjauhkan mulanya dari Gina. Aris membawa Gina kedalam pelukannya. Mereka berdua tertidur dengan sangat nyenyak. Akibat lelah seharian bekerja.

__ADS_1


__ADS_2