
Mami yang melihat Papi dan Asisten Hendri membawa semua pengawal merasa mulai aman.
"Andra Soepomo kamu belum kenal dengan saya. Saya akan membuat kamu membatalkan perceraian ini. Saya akan keluarkan kartu yang akan membuat kamu bertekuk lutut kembali kepada Saya. Kamu tunggu saja." ujar Mami sambil tersenyum devil.
Mami sudah merancang sebuah pembalasan yang setimpal untuk Tuan Soepomo atas semua penderitaan dan penghinaan yang selama ini didapatkan oleh Mami.
Mami keluar dari rumah, Mami melihat mobil yang dikemudikan Asisten Hendri dan juga pengawal pergi dari rumahnya.
Mami langsung kembali ke dalam rumah. Dia tidak mau menunda nunda lagi. Dia harus menjalankan rencana B nya.
Mami menghubungi Nana. Dia harus bekerja sama dengan Nana untuk menjalankan aksinya kali ini. Dengan bantuan Nana, Papi tidak akan curiga dengan gerak gerik Mami.
Setelah janjian dengan Nana disuatu cafe di mall terkenal ibu kota. Mami memesan taksi online. Dia menunggu taksi tersebut di teras rumah. Setelah taksi pesanannya datang. Mami langsung masuk dan meminta supir taksi melajukan taksinya dengan kencang.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya Mami sampai juga di mall tempat dia dan Nana janjian. Dia langsung menuju cafe yang dijadikan tempat mereka janjian.
Ternyata saat Mami sampai di depan pintu cafe, terlihat Nana sudah menunggunya. Nana juga sudah memesan minuman dan makanan untuk menemani obrolan sore mereka kali ini.
Mami langsung berjalan menuju Nana. Dia sudah tidak sabar ingin menceritakan rencananya kepada Nana.
"Ada apa Nyonya, sepertinya ada sesuatu yang penting yang akan Nyonya ceritakan kepada Saya." tanya Nana kepada Mami.
"Saya butuh bantuan Nyonya kali ini. Saya ingin Nyonya membantu saya tidak lagi setengah setengah seperti biasanya?" ujar Mami.
"Sebelumnya saya minta maaf Nyonya. Saya sudah tidak bisa membantu Nyonya lagi. Saya benar benar tidak bisa." ujar Nana sambil menunduk.
"Kenapa?" tanya Mami yang memang tidak tau apa apa tentang Nana semenjak dia diasingkan dari keluarga Soepomo.
"Saya sudah tidak lagi di rumah keluarga Wijaya. Ayah Afdhal sudah mengusir saya, karena saya ikut dalam mengusir Gina dan Argha dari negara ini." papar Nana kepada Mami
"Sekarang saja saya tinggal dikontrakan kecil dengan uang belanja tiga juta sebulan. Saya sudah tidak Nyonya Wijaya yang kaya lagi." ujar Nana dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
"Maka dari itu Nyonya. Semua ini adalah akibat ulah Tuan Soepomo. Dia pasti yang menghasut Tuan Wijaya untuk mengusir Anda. Jadi semua ini harus kita balas." ujar Mami mengompori Nana.
"Tidak lagi Nyonya. Saya sudah tidak mau lagi. Saya pengen hidup tenang. Saya tidak mau diceraikan oleh suami saya. Bagi saya sekarang yang terpenting adalah saya bisa makan dan bisa tidur dengan nyaman. Cukup itu saya." ujar Nana.
"Jadi anda tidak mau membantu saya?" tanya Mami dengan menatap tajam Nana.
"Tidak Nyonya. Saya akan menjalani hukuman saya ini sekarang. Saya tidak mau lagi berbuat jahat. Sudah cukup yang saya lakukan terhadap anak dan cucu saya." jawab Nana dengan sangat yakin.
"Saya menyesal telah melakukan hal itu kepada darah daging saya sendiri. Jadi maafkan saya Nyonya, saya tidak bisa ikut serta dalam rencana Nyonya kali ini." ujar Nana dengan sangat yakin.
"Baiklah kalau begitu tidak apa apa. Kalau saya berhasil dengan tindakan saya kali ini, jangan harap saya akan membantu anda kedepannya." ujar Mami.
"Tidak masalah Nyonya, saya akan menghadapi masalah saya sendirian. Saya sangat bersyukur tidak dicerai suami saya. Mana tau dengan saya berubah menjadi saya yang dulu lagi mereka semua mau menerima saya kembali di tengah tengah mereka." jawab Nana kepada Mami
"Saya berharap Nyonya juga tidak membalaskan dendam yang ada. Menurut saya ini semua adalah kesalahan kita berdua. Jadi sudah layak kita menerima hukuman dari perbuatan kita. Untuk apalagi kita menambah pusing masalah yang ada dengan masalah yang baru. Semua itu tidak akan ada habisnya Nyonya." Nana berusaha memberikan nasehat kepada Mami.
"Jadi hentikanlah Nyonya." lanjut Nana.
"Maaf Nyonya keputusan saya sudah bulat saya akan tetap balas dendam." ujar Mami dengan kilatan kemarahan di matanya.
"Saya akan buat perhitungan dengan mereka." lanjut Mami.
"Jangan Mami, sudah hentikan saja semuanya. Kita tidak usah melanjutkan hal ini lagi. Kita sudah menderita dengan status seperti ini. Jangan kita tambah lagi." Nana masih berusaha membatalkan niat Mami untuk balas dendam.
"Anda mungkin masih bisa berharap untuk kembali ke tengah keluarga Wijaya. Sedangkan saya? Saya sudah tidak ada peluang lagi untuk kembali ke keluarga wijaya. Semua peluang sudah tertutup." ujar Mami menceritakan kepada Nana.
"Maksud Nyonya?" tanya Nana yang penasaran.
"Ya. Saya sudah menerima dokumen perceraian dari Tuan Soepomo. Saya tidak terima akan hal itu." ujar Mami.
"Dia tidak memikirkan bagaimana saya mengasuh Aris yang bukan anak kandung saya. Bagaimana saya berjuang mengembalikan kepercayaan diri Tuan Soepomo sepeninggal istrinya." ujar Mami kepada Nana.
__ADS_1
Nana yang mendengar kalau Aris bukan anak kandung Mami hanya bisa terperangah saja. Dia sama sekali tidak tau akan hal itu. Serta bisa dipastikan Gina tidak tau akan kebenaran ini.
"Tapi apa sekarang? Sekarang saya dibuang seperti ini. Apa itu adil namanya?" lanjut Mami.
"Saya juga sudah meminta pintu maaf. Saya juga sudah mengatakan saya akan berubah. Tapi apa surat itu tetap ada."
"Sekarang walaupun Nyonya tidak mau bekerjasama dengan saya. Saya akan tetap melakukan hal tersebut. Terlepas dari Nyonya mau atau tidak" ujar Mami kemudian.
Nana terdiam dan berpikir. Nana sedikit goyah untuk kembali bekerja sama dengan Mami. Tapi akal sehat Nana masih berjalan bagus. Nana tidak ingin Ayah menjadi tau kalau dia masih bekerjasama dengan Mami.
Nana sekarang dalam masa percobaan hukuman. Kalau Nana lulus maka dalam sebulan kedepan Nana akan kembali ke rumah utama. Karena hal itulah Nana tidak mau bekerjasama dengan Mami lagi. Nana lebih memilih kembali kekeluarganya dari pada bekerjasama dengan Mami.
"Jadi Anda tetap dengan keputusan Anda Nyonya? Keputusan tetap tidak akan ikut bekerja sama dengan saya?" tanya Mami kembali kepada Nana.
Mami masih berharap Nana akan kembali goyah dengan isi hatinya.
"Tetap tidak Nyonya. Saya tidak akan lagi mengambil resiko dalam hidup saya. Saya ingin kembali kedalam keluarga Saya. Jadi saya menolak kerjasama dengan Anda." jawab Nana dengan teguh pendirian.
"Kalau sudah tidak ada lagi yang akan kita bahas. Saya permisi pulang dulu Nyonya." ujar Nana pamit kepada Mami.
Mami membalas dengan anggukan kepala saja. Nana kemudian berjalan keluar cafe. Dia akan kembali kekontrakannya. Dia akan menjalankan hukumannya dengan ikhlas dan berjanji tidak akan membuat masalah lagi. Nana benar benar sudah menyesal.
"Sekarang siapa lagi yang akan diajak kerjasama. Saya tidak mungkin berjalan sendirian. Mau menyewa orang lain Saya tidak punya uang untuk membayarnya." ujar Mami bergumam sendirian.
Mami kemudian berpikir keras. Dia mengetuk ngetuk meja cafe dengan berirama. Akhinya setelah berpikir Mami memutuskan untuk bekerja sendirian.
"Oke sudah diputuskan aku akan bekerja sendirian." ujar Mami.
Mami kemudian berjalan meninggalkan cafe. Dia kembali kekontrakannya. Dia sudah memutuskan besok akan langsung eksekusi rencananya kali ini.
Dia ingin melihat Tuan Soepomo dan Aris Soepomo memohon mohon kepada dirinya. Nah disitulah nanti Mami akan meminta semua harta kekayaan Soepomo dan Jaya grub diserahkan semua kepada dirinya. Mami benar benar sudah berubah hanya karena harta.
__ADS_1