Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
NasGor Bram


__ADS_3

Tengah malam Gina terbangun dari tidurnya Gina tiba tiba pengen sekali makan nasi goreng buatan Bram. Ntah kenapa hal itu bisa terjadi, Gina sangat ingin sekali. Gina berusaha memejamkan matanya, tetapi tetap tidak bisa. Dia masih teringat dengan nasi goreng.


"Sayang." panggil Gina kepada Aris yang masih tertidur.


"Sayang bangun sayang." kata Gina yang air matanya sudah mulai menetes.


Aris yang mendengar suara orang memanggilnya membuka matanya. Aris terlonjak kaget saat mendapati Gina yang sudah mulai menangis.


"Sayang kenapa nangis. Apa yang sakit sayang?" tanya Aris yang mulai panik melihat Gina menangis tanpa suara itu.


"Sayang, jawab sayang, ada apa?" tanya Aris kepada Gina yang ditanya hanya diam saja.


Aris menyabarkan hatinya, dia tidak mungkin memaksa Gina. Aris menyederkan kepala Gina ke dadanya. Aris mengusap kepala Gina dengan sayang.


"Sayang, coba katakan, ada apa? Kenapa kamu sampai menangis." kata Aris dengen lembut.


Gina mengakat kepalanya dari dada Aris. Dia menatap Aris dengan tatapan yang tanpa makna.


"Jangan marah ya." kata Gina.


"Kenapa harus marah?" jawab Aris.


"Janji nggak marah?" tanya Gina meyakinkan Aris.


"Janji sayang. Nggak akan marah. Aku takut cepat tua kalau keseringan marah." jawab Aris.


"Sayang, aku pengen nasi goreng." kata Gina sambil membelai pipi Aris.


Aris mengambil ponselnya, dia membuka aplikasi pemesanan makanan secara online. Gina yang melihat langsung terheran heran dengan tingkah Aris.


"Sayang apa hubungannya dengan ponsel sayang?" tanya Gina.


"Pesan nasi goreng" jawab Aris dengan nada biasa aja.


"Sayang, aku nggak mau nasi goreng online." kata Gina.


"Ha terus?" tanya Aris dengan heran dan meletakan ponselnya kembali.


"Jangan bilang mau nasi goreng buatan Maid." tanya Aris dengan menatap Gina.


"Bukan maid yang buat, tapi kak Bram yang buat." jawab Gina sambil menggenggam tangan Aris.


"Hahahahahahahahaha" Aris tertawa dengan kerasnya, membuat Gina menutup kupingnya.


"Sayang kenapa ketawa? Budek kupingku sayang." kata Gina sambil mencubit pinggang Aris.


"Kamu ada ada aja sayang. Nyuruh kak Bram masak nasi goreng. Kamu mau diracun?" tanya Aris kepada Gina.

__ADS_1


"Sayang, pokoknya kak Bram. Atau kamu mau blip lahir ngences aja terus. Nanti pas kita bawa blip jalan jalan, ada ibu ibu ngomong. Duk Pak Buk, waktu ngidam nggak dapat ya. Tu anaknya ngences." Gina memperagakan gaya berbicara ibuk ibuk tukang gosip.


"Pas sayang, ternyata kamu bakat juga jadi ibu ibu tukang gosip." kata Aris sambil menahan tawanya.


"Puas ye." jawab Gina.


"Ayok ke luar. Kita bangunkan koki malam ini. Kamu jangan lupa rekam kirim ke Sari ya." kata Aris yang berniat membuat malu Bram.


"Ngapain di rekam. Kita video call aja Sarinya. Lebih asik sayang." kata Gina yang memang sangat terkenal jahil dan memiliki ide ide gila tidak jelas itu.


"Hahahaha. Kamu memang ratu usil sayang." kata Aris sambil menjawil pipi Gina.


"Belajar dari kamu." jawab Gina.


Aris dan Gina ke luar dari kamarnya, mereka kemudian menuju kamar Bram yang terletak di sebelah kamar Aris. Kamar mereka dipisahkan oleh liring yang berfungsi sebagai tempat menonton televisi.


Tok tok tok tok.


Aris mengetuk pintu kamar Bram dengan sangat cepat seperti seseorang yang sedang terburu buru ada masalah yang menunggu. Bram yang tertidur nyenyak tidak mendengar bunyi pintu yang dipukul dengan cara memborbardir oleh Aris.


Tok tok tok tok tok


Aris mengetuk pintu kamae Bram kembali dengan sangat cepat. Bram yang mendengar pintu di gedor secara brutal langsung bangun dari tidurnya. Dia berdiri dengan tergesa gesa dari atas ranjang. Dia menuju pintu kamar dan membuka pintu kamarnya dengan sangat cepat. Saat pintu terbuka Bram langsung melihat Aris dan Gina berdiri di depan pintu kamar sambil tersenyum tanpa dosa.


"Gue kira ada apa. Ternyata loe berdua yang gedor pintu kamar gue." kata Bram dengan muka memelas.


"Ada apa? Mau beli apa? Makanan online kan bisa di pesan." kata Bram.


"Gina bukan mau makanan online Bram." kata Aris.


"Terus?" tanya Bram yang menaruh curiga kepada sepasang suami istri yang berada di depan dirinya.


Aris dan Gina pandang pandangan.


"Gina mau loe masakin dia nasi goreng." kata Aris dengan lempengnya.


"Hah? Gue masak nasi goreng? Nggak salah Gin?" tanya Bram kepada Gina dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Bener kak. Aku mau makan nasi goreng buatan kakak. Aku mau nasi goreng bakso, pakai ayam goreng yang di geprek kak." kata Gina menerangkan nasi gorenf apa yang diinginkannya.


"Tapi" kata Bram yang ragu dengan kemampuan memasaknya.


"Bram." kata Aris dengan tegas.


"Ya udah. Ayok ke bawah." jawab Bram yang tidak bisa menolak lagi.


Bram tidak ingin ada keributan gara gara kasus nasi goreng ayam geprek.

__ADS_1


Bram kemudian menuju dapur bersih. Aris dan Gina duduk di mini bar mereka menyaksikan Bram yang sibuk dengan semua bumbu nasi goreng.


Bram membuka aplikasi untuk nonton video dari ponsel pintarnya. Dia mengambil semua bahan yang sesuai dengan yang disiapkan oleh chef dalam video. Aris tersenyum senyum melihat tingkah Bram dalam menyiapkan bumbu. Semua bumbu di letakan di piring berbeda. Persis seperti yang ada di video tersebut.


Gina mengeluarkan ponselnya. Dia melakukan video call dengan Sari. Ternyata setelah tiga kali menghubungi Sari tidak diangkat oleh Sari. Gina memutuskan untuk merekam semua kegiatan Bram yang nantinya akan dikirimkannya kepada Sari.


Bram mulai membuka semua bumbu. Bram mengambil ulekan, dia mengulek bumbu sepetrti yang dilakukan oleh chef. Gina dan Aris melongo melihat Bram yang mengulek semua bumbu memakai ulekan.


"Aduh susah ternyata. Nyesel gue. Mending pake blender tadi lagi." kata Bram sambil menatap bumbu yang belum halus.


Bram melanjutkan ulekannya. Butuh waktu setengah jam baru bumbu halus sempurna. Bram mulai menumis dan mengaduk nasi goreng tersebut. Semua dilakukan Bram berdasarkan video yang di tontonnya. Selesai mengolah nasi goreng, Bram menggoreng ayam yang sudah diungkep oleh maid.


"Akhirnya selesai juga." kata Bram sambil menaruh nasi goreng ke atas piring dan menggeprek ayam.


Bram berjalan ke mini bar. Dia meletakan sepiring nasi goreng hangat beserta ayam goreng geprek di depan Gina.


"Silahkan makan Nyonya Muda" kata Bram sambil bergaya seperti seorang maid.


"Terimakasih maid Bram." jawab Gina.


Gina kemudian menatap nasi goreng di depannya. Dia tidak menyentuh nasi goreng itu sama sekali. Aris dan Bram menatap Gina dengan heran.


"Kenapa sayang? Kamu ragu memakannya?" tanya Aris sambil tersenyum mengejek Bram.


"Nggak ada timunnya." kata Gina sambil cemberut.


"Ada. Bentar" kata Bram kembali ke dapur dan mengambil timun yang sudah di bukanya.


"Kakak, itu timun atau kacang panjang? Kurus amat." tanya Gina yang melihat timun yang akan dimakannya kurus kering seperti kacang panjang.


"Bukanya ketebelan Gin. Tapi rasanya tetap rasa timun. Belum jadi wortel." jawab Bram.


Gina memasukkan ke dalam mulutnya nasi goreng buatan Bram. Gina melahap dengan sangat lahap semua nasi goreng.


"Enak sayang?" tanya Aris.


"Enak sayang." jawab Gina sambil memasukkan suapan terakhirnya ke dalam mulut.


Aris yang tidak percaya dengan Gina langsung ke fapur bersama Bram. Aris dan Bram mencoba nasi goreng yang masih di dalam kuali. Baru saja mereka memasukan nasi goreng ke dalam mulutnya. Aris dan Bram langsung mencari toilet.


"Enak dari hongkong." kata Aris.


"Asin gini dibilabg enak. Gina lidahnya sedang terkontaminasi virus." lanjut Bram.


"Sepertinya orang hamil memiliki kelainan indra pengecap Bram." kata Aris.


"Heeh. Heran gue" jawab Bram yang setuju dengan pendapat Aris.

__ADS_1


__ADS_2