
"Hay tuan muda yang tampan. Jangan ngambek gitu, tuan muda kalau ngambek sudah tidak terlihat ganteng lagi" ujar Bree berusaha membujuk Argha supaya tidak marah lagi kepada dirinya. Bree tahu dia akan susah membujuk Tuan Muda itu. Tetapi Bree akan terus berusaha sampai Argha mau berbicara lagi kepada dirinya.
"Maafkan aku ya. Aku tadi harus ke salon dulu. Aku nggak mau riasan aku biasa saja, saat aku datang ke acara pesta ulang tahun pernikahan mertua aku" ujar Bree berkata kepada Argha. Bree benar benar harus berusaha membujuk Argha supaya tidak marah lagi kepada dirinya. Bree tidak mau Argha menjadi marah marah terus kepada dia.
Argha sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Bree. Argha tetap diam seribu bahasa. Bree sampai nggak habis pikir mau gimana lagi membujuk Argha supaya mau berbicara lagi kepada dirinya.
Argha tiba tiba berdiri dari posisi duduknya. Dia melangkah panjang panjang ke atas panggung yang sekarang ada Aris berdiri di sana sambil emmegang mic. Hal itu membuat Bree kaget. Bree sudah mendapatkan kesimpulan kalau Argha benar benar marah dan sudah membenci dirinya untuk saat ini. Bree menyesal kenapa dia tadi harus ke salon. Kalau dia hanya berhias di mansion tentu dia tidak akan terlambat lama seperti sekarang ini.
"Daddy minggir" ujar Argha dengan nada dingin sedingin kutub utara meminta Aris untuk beranjak dari mic tersebut.
Aris menuruti apa yang dikatakan oleh Argha kepada dirinya. Aris bergeser ke samping. Aris memberikan mic tersebut kepada Argha.
"Terima kasih kepada Daddy yang sudah mau mengalah dengan putranya yang sedikit keras kepala ini." ujar Argha mengucapkan terimakasih kepada Aris yang sudah mau mengalah dan memberikan mic kepada Argha.
"Terimakasih juga kepada semua undangan yang sudah berkenan hadir pada acara ulang tahun pernikahan Daddy dan Nana." lanjut Argha yang menyampaikan rasa terimakasih nya kepada semua tamu undangan yang sudah datang dalam pesta tersebut.
"Daddy, Nana. Argha sabotase sebentar ya acara pesta Daddy dan Nana. Bodoh ya Nana?" ujar Argha meminta izin kepada Ghina untuk mengambil alih acara itu sebentar saja.
Ghina dan Aris mengangguk mempersilahkan Argha untuk mengambil alih acara itu terlebih dahulu. Ghina dan Aris serta anggota keluarga dan juga para tamu undangan penasaran kenapa Tuan Muda Argha Aris Wijaya Soepomo langsung tampil ke panggung setelah di dekati oleh seorang wanita cantik yang tidak pernah hadir dalam pertemuan maupun jamuan makan malam para pebisnis negara I.
"Baiklah terimakasih Nana. Argha nggak akan lama lama kok Nana. Sebentar aja." ujar Argha mengucapkan terimakasih kepada Ghina dan Aris yang memberikan izin kepada dirinya untuk menyabotase acara itu.
__ADS_1
"Papi Bayu, Mami mira maafkan Argha kalau Argha lancang ya. Tapi ini murni dari dalam hati Argha." ujar Argha meminta maaf kepada Bayu dan Mira. Bayu dan Mira pandang pandangan mereka berdua tidak mengerti kenapa Argha meminta maaf juga kepada mereka berdua. Tidak hanya kepada Ghina dan Aris.
Aris yang sudah kembali ke kursinya menatap ke arah Ghina. Ghina mengangkat bahunya menyatakan kalau dia tidak tahu apa maksud Argha meminta maaf kepada Bayu dan Mira.
"Bree, sini" ujar Argha meminta Bree untuk naik ke atas panggung.
Bree yang nggak tau apa yang akan dilakukan oleh Argha langsung dengan percaya dirinya yang tinggi naik ke atas panggung. Argha sudah menunggu Bree di sana dengan senyumannya yang merekah. Ini adalah senyum kebahagiaan sekaligus senyum penuh cinta yang diberikan oleh Argha kepada wanita yang sedang berjalan ke arahnya itu.
Bree berdiri di depan Argha. Argha kemudian berlutut menggunakan satu lututnya. Dia kemudian mengeluarkan sebuah cincin dari dalam saku jasnya. Cincin berlian yang sangat cantik. Cincin yang berwarna sama dengan mata cantik Bree.
"Bree maukah kamu menerima lamaran aku untuk menjadikan kamu sebagai tunangan aku yang secara resmi dan syah di depan semua anggota keluarga kita?" ujar Argha melamar Bree di depan semua anggota keluarganya, di depan keluarga Bree dan di depan semua kolega bisnis Soepomo Grub, GA Grub dan Wijaya grub.
"Maaf aku tidak bisa merangkai kata kata yang romantis Bree. Tapi satu hal yang pasti aku akan selalu menjadikan kamu sebagai prioritas dalam hidup aku" lanjut Argha mencurahkan semua isi hatinya kepada Bree. Bree terdiam mendengar semua ungkapan isi hati Argha. Bree tidak menyangka Argha akan melakukan hal ini di acara pesta Daddy dan Nana.
"Hay Tuan muda, kenapa anda melamar wanita yang nggak tau asal usul keluarganya itu. Mending dengan saya. Jelas, kami dari keluarga terpandang di negara ini" ujar Seorang wanita cantik yang tiba tiba berdiri dan mengatakan kalau Bree bukan dari keluarga terpandang.
Bayu yang mendengar anaknya di hina di depan matanya langsung berdiri. Dia di dampingi oleh Bram dan Aris. Mereka bertiga menuju meja tersebut.
"Siapa wanita muda ini Tuan Alek?" ujar Bayu saat bertemu dengan kolega bisnisnua. Bayu memiliki saham di perusahaan Alek sebanyak empat puluh persen. Serta saham Mira lima belas persen. Jadi total punya Bayu dan Mira adalah lima puluh lima persen. Lebih banyak dibandingkan dengan Tuan Alek sendiri yang hanya empat puluh lima persen.
"Dia adalah anak saya Tuan Bayu. Dia benar benar mencintai Tuan Muda Argha. Tetapi Tuan Muda Argha lebih memilih wanita itu. Wanita yang tidak tau siapa keluarganya" ujar Tuan Alek kembali menghina Bree di depan Bayu.
__ADS_1
"Oh anda mau tau siapa nama orang tuanya Tuan Alek baiklah." ujar Bayu dengan nada tajam dan dingin.
Bayu memberikan kode kepada Bram. Bram kemudian berjalan ke panggung dan berbisik kepada Bree. Bree sendiri yang akan membalas hinaan dari wanita yang mengatakan kalau dia tidak dari keluarga terhormat.
"Baiklah Argha Aris Wijaya Soepomo" ujar Bree membaca dengan lengkap nama panjang Argha. Bree sangat jarang mau menyebutkan nama lengkap Argha. Menurut Bree nama lengkap Argha terlalu panjang dan membuat Bree menjadi susah untuk menyebutkan nama Argha.
"Saya Bree Bayu Atmajaya menerima lamaran kamu untuk menjadi tunangan kamu, mendampingi kamu dari kejaran wanita wanita yang hanya menginginkan status saja." ucap Bree dengan menyebutkan nama panjangnya dan juga nama keluarga sekaligus.
Wanita tadi dan juga Tuan alek tidak menyangka kalau Bree adalah anak dari Bayu Atmajaya rekan bisnisnya dan juga pemegang saham terbesar di perusahaan Tuan Alek.
"Aku mencintaimu sayang. Aku menerima lamaran ini" ujar Bree kepada Argha.
Argha meraih tangan Bree, dia kemudian memasangkan cincin tersebut ke jari manis Bree. Argha mengecup pelan jari jari itu. Sekarang Bree sudah sah menjadi miliknya.
Semua anggota keluarga dan juga tamu undangan bertepuk tangan melihat lamaran yang sebenarnya tidak romantis. Tetapi karena Argha yang berdiri di sana itu sudah cukup membuat lamaran itu sama dengan romantis.
Argha kemudian membantu Bree untuk turun dari atas panggung. Ghina dan Mira langsung memeluk mereka berdua. Mereka tidak menyangka dari sahabat menjadi besan karena Argha yang langsung mengungkapkan rasa cintanya dan melamar Bree menjadi tunangannya.
Aris dan Bayu berpelukan. Mereka berdua juga akan menjadi besan setelah Argha secara resmi menikah dengan Bree.
Acara yang sebenarnya adalah acara ulang tahun perkawinan Aris dan Ghina berubah menjadi acara lamaran Argha terhadap Bree. Argha melakukan hal itu supaya orang orang tidak berharap kepada dirinya untuk bisa melamar salah satu dari anak pengusaha yang selalu disodorkan oleh ibu mereka kepada Nana
__ADS_1
Argha dan Bree tersenyum penuh kebahagiaan. Mereka berdua tidak menyangka akan langsung mengumumkan hubungan mereka ke masyarakat luas dengan status sebagai tunangan, bukan sebagai kekasih lagi