Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Lamaran kerja ditolak


__ADS_3

Leon meminta Rudi  datang ke ruangannya, lelaki bertubuh gemuk itu kepala keamanan yang baru,  tadinya ia bertugas di Medan karena di  Jakarta pekerjaan dalam keadaan   genting, Leon memintanya menjadi kepala keamanan di rumahnya. Tetapi apa daya, bukan lebih aman,  malah membuat semakin hancur.


“Apa yang terjadi ? Kapan Jovita keluar dari rumah ini?”


“Dua hari yang lalu Pak”


“Siapa yang memberi ijin, Pak Rudi? Siapa?” Leon sangat marah.


“Saya sudah menelepon bapak dan mengirim pesan sama Bapak, tetapi saat itu  Bapak mabuk dan  … tidak menjawab”


“Lalu dia  pergi sama siapa?”


“Non Hara,  malam itu,  meminjam motor saya Pak”


“Malam-malam? Motor?” Tanya Leon dengan  mata melotot.


“Iya Pak,  Non Hara bilang dia sakit perut ,  terus … ia memohon- mohon padaku,  jadi saya tidak tahan melihatnya, dia kesakitan, jadi saya memberi Izin. Kasihan wanita secantik  dia kesakitan”


Melihat  gerakan tubuh Rudi, Leon bisa tahu,  kalau pria itu berbohong dan dia tidak suka, saat   Rudi menyanjung kecantikan Jovita.


‘Saya  sudah puluhan tahun jadi penjahat, bodoh! Jangan coba-coba membohongiku’ Leon berucap dalam hati dan menatap tajam, Lalu ia berkata;


“ Kamu saya pecat. Keluar dari rumah saya!”


Leon benar- benar sangat marah saat ia tahu kalau Jovita keluar dari rumah  menggunakan motor besar malam-malam.


Membayangkannya saja membuat tangannya gemetar, saat ia matian-matian  menjaga wanita itu, ternyata  Rudi membiarkannya pergi dengan alasan tidak tega melihat wajah cantik Jovita, saat memohon-mohon karena  kesakitan, membuatnya semakin marah, karena  Rudi tidak meminta anak buahnya untuk  mengawal Jovita, saat keluar malam itu.


Jika itu Iwan sudah pasti melakukannya dengan baik, saat ini Leon dan Toni menjaga bawahan lelaki gondrong itu dirumah sakit. Karena itulah ia meminta Rudi di over ke Jakarta.


Lelaki berambut ketinting itu keluar dari kamar Leon, ia dipecat karena ulah Jovita.



Leon mencengkram kuat sisi meja saat melihat cctv   di mana malam itu Jovita keluar dari rumah,  mengendarai motor ninja besar milik Rudi.


“Gila. Saya tidak pernah  merasa sebodoh ini.” Leon memukul meja dengan keras.


Rikko yang berdiri di belakang hanya bisa diam matanya menatap kaget, tidak percaya kalau Jovita nekat malam-malam mengendarai motor.

__ADS_1


“Bos apa yang kita lakukan sekarang?” Rikko masih menatap layar monitor.


“Awasi dia dua puluh empat jam, jangan biarkan dia keluar dari rumah ini,” ujar Leon geram.


“Apa yang  Non Hara  cari Bos?”


“Dia ingin mencari pelaku pembunuhan  keluarganya”


“Bukankah itu berbahaya Bos, dia sendiri  diincar para bajingan itu”


“Makanya saya bilang,  wanita  ini bodoh dan keras kepala,” ujar Leon .


Melihat  rekaman Leon tidak memperbolehkan Jovita bekerja di kantornya.


“Bilang padanya saya menolak lamaran kerjanya .... Untuk bekerja di kantorku. Gadis bodoh!”


Leon berpikir kalau Jovita akan datang lagi ke ruangannya, memaksa  untuk tetap diperbolehkan bekerja  karena Leon menolaknya bekerja, tetapi kali ini,  ia bersikap biasa, Leon tidak tahu, kalau Jovita sudah melewati hal yang sangat buruk beberapa hari ini.


Mungkin pengalaman  itu,  akan mengubah pola pikirnya juga, dan mungkin .... akan mengubah wanita cantik itu untuk   lebih berani.


                    *


Rikko mengabarinya kalau Leon menolak lamaran kerjanya, tetapi   Jovita hanya tersenyum  kecil. Namun, senyuman itu, terlihat aneh di mata Rikko.


‘Bagaimana kamu melakukannya Nona?’ Ia bertanya dalam hati.


Rikko memikirkan bagaimana Jovita memasuki kantor Leon, dan masuk ke ruangan Leon tanpa  terekam  semua cctv yang ada di kantor baru Leon. Padahal Leon sudah memasang alat keamanan yang sangat bagus di kantor baru tersebut. Namun, Jovita bisa lolos.


“Tidak apa-apa Kak, baiklah saya akan kembali ke kamar dulu.” Jovita   meninggalkan  Rikko yang masih memandanginya dari belakang.


“Non Hara, hal buruk apapun  yang kamu  alami, aku, berharap kamu jangan berubah, tetaplah jadi orang baik dan pribadi yang  ceria,” ucap Rikko pelan. Ia memikirkan siapa pembunuh Beny, mantan tunangan Jovita.


Jovita duduk  di sisi ranjang menyandarkan kepalanya , bayangan malam itu terlintas lagi di benak, setelah dua hari berlalu baru  hari ini, ia  berani keluar dari kamar.


Flasback.


Dua hari yang lalu, saat Leon  lagi pergi ke luar kota urusan bisnis lebih tepatnya ingin  menghindari Jovita. Awalnya Jovita benar-benar marah,  niat ia ingin  melarikan diri, tetapi saat  ingin keluar ia melihat ada ponsel yang lagi ci charger di ruang tamu, ponsel milik anak buah Leon yang sedang tidur siang.


Jovita mengambil ponselnya iseng-iseng menelepon Piter, ternyata nomor aktif dan lagi berada  di Jakarta utara, tidak jauh  dari rumah Leon, ia meminta tetap di rumah Leon.

__ADS_1


Piter  meminta Jovita mengambil kunci  bekas kantor ayahnya,  karena berniat  ingin mengambil  data penting milik sang ayah dari saba. Maka niat melarikan urung dilakukan.


Jovita melakukan misi baru, yakni mengambil kunci kantor, bagaimanapun caranya.  Ternyata kunci  kantor itu di pegang Rudi kepala keamanan  di rumah Leon,  ia datang ke pos dan mengajak lelaki itu mengobrol panjang lebar,  Jovita baru menggodanya sebentar Rudi langsung kelepak-klepak.


Ini satu bukti,  kalau wanita itu, mahluk ciptaan Tuhan yang paling cerdik, walau Rudi ketakutan karena ia tahu wanita cantik itu milik sang Bos, bahkan semua bawahan Leon sudah mengingatkannya. Namun, saat di sodorkan yang indah seperti itu, napsu mengalahkan semuanya. Ia mau, bahkan bersedia menghapus isi rekaman cctv  yang merekam Jovita. Wanita itu keluar meminjam motor Rudi.



 Saat bertemu Piter di tempat tersembunyi. Piter kaget karena Jovita mengendari motor ninja.


“Hara, biar om yang melakukannya, kamu pulang saja,” ujar Piter.


“Om, saya yang tahu tentang bangunan itu.  Saya punya jalan rahasia menuju kantor, ayah”


Tidak ingin  berdebat dengan Hara Piter akhirnya mengalah walau ia sangat khawatir. Namun, ia mengendarai motor menuju kantor. Saat tiba Piter di menunggu di luar  mengawasi Jovita masuk   melalui ruang rahasia di belakang kantor, sebelum masuk keruangan, ia terlebih dulu mematikan cctv di semua bangunan.


Bahkan Leon tidak tahu kalau bangunan itu punya ruang khusus sebagai ruang kendali. Itu ruangan favorit sang ayah dulu, di mana dalam ruangan itu,  ayahnya bisa melihat semua  karyawan yang sedang bekerja.


 Anehnya ruangan rahasia itu karya Jovita untuk sang ayah,  seolah-olah takdir sudah menuliskan semua yang terjadi dalam hidupnya,  saat ia masuk, ia melihat foto ayahnya merangkul pundaknya tertawa lebar.


Jovita mengingat momen  saat itu, di mana ia memenangkan sebuah tender proyek besar.


“Ayah. Aku rindu.” Jovita menangis memeluk foto ayahnya, tiba-tiba matanya  tertuju pada  foto Beny bersamanya.


“Brengsek …!Aku akan membunuhmu penghianat,  kamu yang menyebabkan aku yatim piatu,” ucap Jovita tiba-tiba berubah seperti iblis yang sedang marah.


Bersambung ….


jANGAN LUPA!!! …  VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA  AGAR AUTOR SEMANGAT


, Makasih, kakak semua”


DAN


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2