
Malam itu Leon memilih membawa perasaan sakit itu dalam minuman, ia menghabiskan alkohol begitu banyak, berharap rasa sakit yang dirasakan hilang.
“Saya sangat membenci kalian semua. Dengar gadis bodoh …! seandainya lelaki itu, ayahmu. Tidak memintaku menjagamu, di saat-saat terakhirnya, saya tidak akan mati-matian menyelamatkanmu.
Saya masih sangat membenci lelaki itu sangat … Sangat!”
Praaang ....!
Botol yang ketiga yang di lempar Leon.
“Kamu tidak pantas menitipkan putrimu padaku, setelah apa yang kamu lakukan pada kakak perempuanku! Saya sangat marah bahkan, saat di ujung napas mu. Saking bencinya aku melakukan hal yang sama pada putrimu. Kamu tahu itu! Ha …!”
Leon menggila .... ia berjalan sempoyongan di kamarnya, dengan tangan memukul udara seolah-olah ia melihat sosok yang ia benci.
Ada lagi rahasia Leon satu lagi;
Flashback
Malam itu, saat keluarga Jovita di habisi, setelah ia menyekap mulut Jovita dan menyembunyikannya di belakang rumah. Leon kembali lagi ke rumah ingin memperjelas siapa yang membunuh lelaki yang ia benci itu.
Saat ia masuk ke dalam kamar itu jiwa iblis Leon masih keluar, walau malam itu Iwan sudah sekarat, ia masih menatapnya dengan tatapan kemarahan , ia masih mengambil gambar kedua orang tua Jovita yang sekarat dengan camera ponselnya.
Saat Leon datang, Iwan membuka, ia masih bertahan hidup seolah-olah ia tidak rela meninggalkan putrinya, karena saat itu Jovita belum pulang karena lembur.
Saat itu Leon mengecek nadi ibu Jovita, wanita malang itu sudah tidak bernyawa lagi, maka saat Leon memeriksa ayah Jovita lelaki itu masih hidup dan tiba-tiba menggenggam telapak tangan Leon.
“Tolong selamatkan nyawa
pu-pu-putriku,” ucapnya dengan napas terdengal-sengal.
“Apa kamu masih pantas menitipkan putrimu padaku, setelah apa yang kamu lakukan pada keluargaku!” bentak Leon saat itu.
“Bintang.Bintang,”ujarnya .
Leon tidak perduli dengan kata- kata petunjuk, kata bintang yang diucapkan ayah Jovita, kala itu, ia menarik telapak tangannya lagi.
“Jaga putriku,” ucapnya dan pergi. Iwan ayah Jovita, menghembuskan napas terakhirnya di tangan Leon.
Itulah membuat Leon sangat marah dan melampiaskan kemarahannya pada Jovita saat di hutan saat itu.
flash on.
Saat ini,
Leon masih berteriak marah dan bicara pada tembok.
“Lihat, lihat sekarang . Kamu dan putrimu, sama-sama menyakiti perasaanku,” ucapnya menunjuk tembok. “Saya sangat membenci putri sama seperti membencimu!” Teriaknya lagi.
Rikko yang melihat keadaan Bosnya ia tidak tahan, ia memangil dokter. Lalu Rikko dan Iwan menahannya lalu dokter memberinya suntikan dan tertidur sampai siang.
Di sisi lain.
Saat Leon menderita karena sakit hati, maka kebalikannya untuk Damian dan Jovita.
Mereka berdua menikmati keindahan pantai mengendarai motor menjelajahi beberapa pantai di Jogja.
“Hara!”
“Iya”
“Terimakasih karena membuat hariku sangat bahagia saat ini. Boleh aku mengambil gambar mu?”
“Tapi jangan di santet iya,” ujar Jovita.
__ADS_1
Mengundang tawa dari Damian.
“Aku yang berterimakasih sama Kak Damian membuatku sangat bahagia saat ini”
“Aku tidak marah lagi,” ucap Damian tersenyum.
“Benarkah? maksudnya, tidak dendam lagi pada Leon?”
“Iya”
“Oh bagus dong,” ucap Jovita tertawa.
“Itu karena kamu”
“Kok aku …?”
“Kan, kamu yang bilang tidak boleh menyimpan dendam, mungkin dia juga senang kalau aku melepaskan dendam ku,” ucap Damian menatap awan.
“Apa kamu begitu mencintainya?”
“Iya,” jawab Damian.
“Ah kalian berdua … kenapa mencintai wanita yang sama, padahal Tuhan menciptakan banyak stok wanita di dunia ini,” ujar Jovita.
“Cinta tidak akan perduli pada siapa dia berlabuh Hara,” ujar Damian.
“Iya tapi Kak Damian mencintai wanita orang lain, bos mu, itu kan salah”
”Iya semua itu tidak akan terjadi kalau Leon memberinya cinta, dia tidak tahu bagaimana mencintai wanita, dia hanya tahunya memberi materi dan kemewahan, dan dia menganggap itu cinta, wanita itu selalu dibuat menangis dan sedih, setiap kali ia sedih akan curhat padaku.
Lama-kelamaan cinta tumbuh seiring berjalanya waktu. Aku meminta untuk pergi bersama , tetapi dia bilang kasihan pada Leon. Harusnya aku tidak menerima hatinya , mungkin dia masih hidup sampai saat ini… Ah,” sudahlah.” Damian terlihat begitu sedih saat menyinggung tentang wanita itu.
“Apakah dia sangat cantik?” tanya Jovita dengan polosnya.
Damian hanya mengangguk dan mengeluarkan dompetnya memperlihatkan seorang wanita cantik berkulit putih dan berambut panjang, penampilannya sopan dan tatapan matanya sangat hangat.
“Mungkin dia reinkarnasi mu,” ujar Damian bercanda, Jovita tertawa lepas mendengarnya
“Hara … Kamu harus memberikan cinta padanya,” ujar Damian.
Akhirnya ia mendukung Hara dengan Leon, ia sadar, ia juga merasa bersalah.
“Kak Damian mendukungku dengan Leon. Tidak dendam lagi?” Tanya Jovita dengan tawa yang lebar.
‘Kan Kamu yang bilang tidak boleh dendam lagi”
“Jadi kak Damian menolak cintaku?” Tanya Jovita ia menggoda Damian.
“Aku tidak mau mencintai wanita lain lagi”
“Wah … berarti dua orang yang menolak cintaku dong,” ujar Jovita tertawa terbahak-bahak” Leon juga menolak cintaku,” ujarnya lagi dengan tawa yang begitu lepas.
Mendengar gadis secantik ini di tolak Leon, Damian ikut tertawa
“Baiklah, karena Kak Damian menolak pesonaku dan cintaku, bagaimana kalau Kak Damian jadikan aku, adik perempuanmu saja”
“Oh, bagus itu.OK” Damian tertawa bahagia .” Ini jadi kado ulang tahun yang terindah untukku,” ucapnya tersenyum kecil
“Kak Damian ulang tahun hari ini?”
“IYa”
“Bohong mana KTPnya .” Damian mengeluarkan kartu identitasnya dari dompetnya karena Jovita tidak percaya.
“Oh, iya ampun benar!” Teriak Jovita.
__ADS_1
Ia melihat kanan -kiri di tepi pantai, lalu ia berlari ke tukang siomai.
Meminjam lilin yang ia nyalakan utuk mengusir lalar dari dagangannya lalu membeli kue Donat.
Menyalakannya dan membawa ke hadapan Damian.
“Eh, apa yang kamu lakukan?” Damian menunduk malu. “Hara kita bukan anak kecil”
“He, kata siapa hanya anak kecil yang boleh merayakan ulang tahun, Ayo tiup!”
“Hara aku tidak pernah melakukan ini,”ujar Damian ia menunduk malu.
“Biar pernah Ka Damian. Ayo tiup, bikin permohonan dulu,” pinta Jovita.
Tidak bisa menolak Damian menurut, ia menutup matanya dan membuat permohonan. Lalu meniup lilin dengan tawa haru, ia mengusap ujung matanya yang ber air.
“Kakak doanya apa sih kok panjang,” ujar Jovita menggoda.
“Aku meminta bintang pada Tuhan,” ujarnya tertawa.
Ini pertama kalinya untuk pria berbadan kekar itu meniup lilin untuk merayakan ulang tahu. Lahir dan besar di keluarga miskin di pelosok desa, di pulau Indonesia Timur, ia tidak pernah merayakan namanya ulang tahun, makan saja sudah
sangat bersyukur untuk mereka.
“Ini pertama kalinya?”
“Iya pertama kalinya. Terimakasih Hara ... karena kamu, aku bisa meniup lilin ulang tahun pertamaku, benar kata Piter. Kamu itu bagai seorang malaikat tanpa sayap,”ucapnya tersenyum.
Jovita merasa sedih mendengar hal itu, berbeda dengannya yang hampir tiap tahun selalu dirayain meriah oleh kedua orang tuanya.
“Foto dulu kuenya, mana tahu ini lilin ulang tahuku yang terakhir,” ujar Damian tertawa terkekeh, Jovita hanya memberinya hal kecil itu saja sudah membuatnya sangat bahagia, bahagianya sederhana saja.
“Kalau begitu ayo kita rayakan ulang tahun Kak Damian dengan bahagia. Dimulai dari membeli kue tart dan kita makan”
Jovita mengubah hidup Damian satu hari itu, ia selalu terlihat sangat bahagia saat Jovita mentraktirnya membeli kue ulang tahun sungguhan, sederhana dengan uang saku Jovita yang hanya tersisa sedikit.
Habis makan cake, mereka berdua berkeliling ke berbagai tempat dan mengabaikan di camera ponsel dan Damian membuat setiap momennya di status IG nya untuk pertama kalinya.
Saat mereka bersenang-senang dan menghabiskan waktu sampai malam. Saat mereka berhenti di sebuah warung sebelum pulang dari wisata perkebunan Teh itu.
Damian baru menyadari kalau ada empat orang mengikuti mereka berdua. Seketika wajah Damian langsung panik yang ia takutkan hanya keselamatan Hara
‘Hara dalam bahaya’ ucapnya mengirim pesan pada Leon,
[Saya salah, saya meminta maaf. Kamu benar .... Saya tidak akan bisa menyelamatkan Jovita , saat ini kami di perkebunan teh, mau pulang. Namun empat orang lelaki mengawasi kami. Tolong jemput Hara] Damian memilih memaafkan Leon demi Jovita.
Apakah Jovita dan Damian selamat dari orang-orang yang mengintai mereka?
JANGAN LUPA!!! … VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR AUTOR SEMANGAT
, Makasih, kakak semua”
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)