
Hara berusaha memulihkan hatinya kembali.
'Aku akan fokus pada hubunganku dengan Maxell' Hara membatin. Maka itu, ia tidak ingin ada kesalahpahaman dengan kekasih bosnya. Hara akhirnya memberikan gaun itu untuk Tiara.
“Ini buat kamu.” Hara memberikan gaun pemberian Leon pada Tiara.
“OH .... Gila ini untukku ….?” Wajah Tiara bagai dapat jacpot ratusan juta, matanya membesar sebesar Jengkol dan mulutnya menganga.
"Mbak Hara! Ini gaun yang kita lihat-lihat di butik waktu itu yang harga bikin aku hampir pindah planet, kan?" Tanya Tiara.
“Iya untuk kamu saja,” ujar Hara.
“Oh, my god ini bangus bangat Mbak Hara, aku harus mengumpulkan berapa bulan gaji untuk bisa membeli gaun ini. Tidak salah aku punya temen model top dan baik-baik hati," ujar Tiara kegirangan
“Uda pakai saja nanti aku beli lagi untukku”
“Oh, terimakasih yang Hara yang baik hati, aku doakan banyak job iklannya lagi dan semakin tinggi kariernya,” ujar Tiara doanya panjang banget saat ia mendapat gaun mahal dari Hara. Gaun yang diberikan Leon untuknya. Hara berpikir, daripada ada masalah lebih baik berjaga. Akhirnya gaun pemberian Leon jadi milik Tiara.
Saat Hara bisa menenangkan hatinya dan menganggap Leon hanya atasan.
Di sisi lain, Leon tidak bersemangat dalam ruang rapat, ia hanya melamun sepanjang ia duduk ruang rapat , pikiran hanya pada Hara, niat ingin memperbaiki keadaan malah berubah jadi tambah rumit.
“Teruskan saja rapatnya dan laporkan hasilnya pada saya nanti,” ucap Leon meninggalkan ruang rapat dan kembali ke loby. Saat ia ingin menjelaskan semuanya pada Hara. Namun saat itu sudah mau pulang karena shiftnya sudah selesai.
Hara sedang berjalan menuju mobil Piter,
wajahnya terlihat ceria saat menghampiri Piter.
Kali ini sifatnya sedikit berbeda, tiba-tiba bersikap manja pada lelaki yang sudah ia anggapnya sebagai pamannya kandungnya.
“Om!” berlari dan merangkul pinggang Piter dengan erat.
“Eh…? Ada apa denganmu?” Piter menggaruk pelipis nya, lelaki berbadan Tegal itu bingung melihat Hara, padahal di depan loby hotel lagi banyak orang, kalau biasa Hara selalu menolak di perlakukan spesial sama kedua omnya, karena malu sama rekan kerjanya dan takut ada wartawan.
Tetapi, saat itu walau banyak rekan kerjanya yang berlalu lalang di sekitar hotel bahkan melihat Hara, ia cuek.
“Aku sayang Om Piter” ucap Hara, masih menengadahkan kepalanya di dada bidang lelaki yang sudah berkepala empat itu.
“Hara. Ada apa? apa ada masalah? ”
“Tidak, mulai saat ini aku akan percaya pada semua omongan Om Piter, dan omongan om Vikki dan bibi juga, karena keluargaku dan aku percaya kalian, "ujar Hara.
Saat melihat wajahnya. Piter tahu ada sesuatu yang menyakiti hatinya, kerena ia sudah mengenal Hara sejak dari kecil, Piter tahu kalau ia lagi kecewa saat itu
“Apa dia laki-laki atau perempuan?” Tanya Piter
“Laki –laki pembohong,” ucap Hara tanpa sadar.
“Eh, maksudku tidak ada apa-apa” Ia meralat kembali omongannya.
“Tidak apa-apa kalau dia lelaki pembohong hiraukan saja, walau om tidak tahu siapa orangnya. Tetapi om siap mendengar jika kamu ingin cerita”kata Piter mengusap punggung Hara.
“Kita pulang saja, iya Om” ucap Hara
__ADS_1
Dari atas ada Hilda yang menatap dengan tatapan sedih.
"Kenapa, kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti dia, apa aku tidak wanita juga," ucap Hilda menghela napas panjang. Ia iri pada Hara karena ia bisa memeluk Piter sesuka hatinya, Leon juga demikian, ia iri pada Piter karena Piter bisa memeluk Hara.
Dari tempat Lain ketiga anak buah Leon juga
"Piter, akan semakin menjauhkan Nona Hara dari Bos," ujar Ken.
“Kalau aku jadi Bos, aku akan menculik Non Hara dan menyekapnya kembali, untuk apa jadi orang baik kalau harus kehilangan orang yang kita cinta, mending jadi mafia sekalian” ujar Zidan dengan wajah santai.
Bram dan Ken saling melihat.
“Apa itu karena wanita yang di rumah sakit itu?’ Tanya Bram berbisik.
“Iya, namanya Clara dia mantan perawat di rumah Bos, dua tahun lalu dan tergila-gila pada Zidan. Namun, Zidan tidak menghiraukannya hingga akhirnya Clara di ambil orang lain,” bisik Ken menahan tawa.
“Menyesal pasti itu bang Zidan, makanya berkata seperti itu ,” ujar Bram ikut tertawa.
“Penyesalan selalu datang terlambat, "ujar Bram
" Kalau datang duluan itu namanya tukang kredit, "timpal Ken.
" Sama Tukang koperasi,"balas Bram juga.
Mereka berdua sama-sama tertawa.
" Ckkk ..... " Saat mereka berdua tertawa bercanda, Zidan si batu es, langsung kesal dan pergi.
**
Melihat sikap Hara yang tiba-tiba murung kedua lelaki itu duduk.
“Apa ada masalah di kerjaan?”Tanya Vikky menyodorkan piring berisi potongan buah untuk Hara.
“Om aku ingin ingatanku pulih,” ujar Hara . Vikky terdiam sejenak, ia menoleh Piter yang berjalan kearah mereka.
Piter sudah tahu apa yang terjadi, tidak butuh waktu lama baginya untuk mengorek informasi di hotel.
“Baiklah Nona muda …. kita lakukan pelan-pelan, ingat kata dokter kamu tidak bisa mengingat langsung semuanya, pelan- pelan saja mulai dari keluarga kamu. Ibu, ayah dan kedua adik kembarmu dan perusahaan ayahmu,” ujar Vikki.
“Bagaimana kalau kita sekalian liburan saja, kamu ada pemotretan untuk iklan sabun mandi di Bandung,” ujar Piter mengalihkan pembicaraan.
Hara tidak bersemangat.
“Kalau kamu ingin menolaknya tidak apa-apa”
“Baiklah kita akan liburan beberapa hari ini,” ujar Hara ia setuju.
*
Hara bersama keluarganya berangkat ke Bandung untuk pemotretan untuk sebuah iklan.
“Hara, bagaimana kalau kita fokus saja ke kariermu jadi model tidak usah kembali ke hotel itu lagi,” bujuk Piter ia tidak mau Hara terlibat dengan Bianca.
__ADS_1
“Hanya butuh beberapa bulan lagi untuk menyelesaikan kontraknya, habis itu aku tidak akan ke sana lagi, Om,” ujar Hara.
“Hara ….” Piter ragu untuk mengatakannya.
“Apa Om?”
“Bianca …. wanita itu kekasih pak Leon saat ini,” ujar Piter, ia tahu kalau Leon mencoba mendekati Hara di hotel.
“Aku tahu Om, jangan khawatir aku tidak akan mengecewakan kalian lagi. Hanya …. antara aku dan Pak Leon aku merasa ada yang aneh”
“Aneh bagaimana?”
“Saat bersamanya aku merasa dulu sangat dekat dengannya dan aku merasa sangat nyaman dan tenang. Aku tidak tahu apa yang terjadi”
“Hara, jangan coba memikirkan apa-apa, Lihat saat ini sudah ada wanita lain di hidupnya. Dia sudah melupakanmu,” ujar Vikky keceplosan .
“Maksudnya melupakanku bagaimana Om.” Hara menatap mereka bergantian.
“Maksud om Vikky …. Pak Leon baik sama kamu selama ini karena kasihan, mungkin kalau kekasihnya sudah datang dia pasti tidak menemuimu,” ujar Bi Ina, terpaksa berbohong.
“Oh … mungkin juga. Baiklah aku akan menjauh darinya dan akan fokus pada hubunganku dengan Maxell.
Di tempat lain.
Leon semakin kesal karena Hara tidak masuk kerja.
“Bos, Bianca ingin menemu Bos katanya”
Leon menatap Ken dengan tatapan marah.
“Ken, bisakah kamu menyingkirkan wanita gila ini dari hidupku selamanya. Aku tidak punya waktu hanya mengurusi wanita seperti dia, bahkan di masa lalu wanita-wanita manja seperti dia aku jual. Apa aku harus berubah jadi mafia jahat lagi agar dia tahu siapa aku!” Leon semakin kesal saat mendengar Bianca datang sementara Hara pergi.
“Bos jangan, telepon saja orang tuanya, bicara dengan mereka, agar mereka yang melarang Bianca,"ujar Ken
“Aku tidak menduga kalau Billy menjodohkanku dengan wanita psikopat seperti dia, seumur hidup baru kali ini aku menemukan perempuan yang tidak tahu malu seperti Bianca. Udah di tolak beberapa kali masih saja tetap datang sampai dia juga memaksa ibu, aku bisa gelap mata dan melenyapkannya nanti kalau dia seperti itu terus ,” ujar Leon memijit keningnya.
"Telepon Billy. Suruh diurus wanita gila ini," ujar Leon prestasi.
Saat Leon berusaha keras ingin memulihkan ingatan Hara dengan caranya, ternyata dedemit yang bernama Bianca datang menggangu.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)