
Leon tidak ada niat sedikitpun untuk Merendahkan Hara, apalagi wanita itu sudah menjadi istrinya, sering sekali pemikiran pintar bertabrakan dengan logika.
Saat ini Leon berada di posisi yang sangat sulit, Leon sudah berusaha menunjukkan pada Hara kalau bukan lelaki yang bejat seperti yang dulu.
Hara pasti salah paham padanya, tetapi bagi seorang Leon, di benci itu lebih baik dari pada ia kehilangan nyawa istrinya saat itu.
"Hara, aku tahu kamu marah, tetapi maaf kita harus melakukannya di sini," ujar Leon dengan rongga dada seperti ingin meledak, ini lebih parah dari dorongan pil obat perangsang.
Melihat tatapan orang - orang itu Leon benar-benar takut, ia takut Hara dirampas paksa darinya, ia memang ahli dalam berkelahi dan jago pegang senjata. Namun, melawan segitu banyaknya, Leon harus berpikir dua kali, karena ia hanya manusia biasa, bukan pemilik kekuatan dewa.
Wajah Hara Sangat terluka saat Leon menarik paksa pakaian Hara, kini, pakaian atasan sudah tergeletak di samping jok dan wajah Hara memerah menahan malu. Leon duduk di depan Hara.
"Leon .... Ba - baiklah aku mengakui aku istrimu, kita bisa melakukannya malam pengantin di hotel," ujar Hara dengan tatapan mata memelas
wajahnya masih ketakutan, Leon Tidak tega sebenarnya melakukan hal seperti pada Hara. Namun, ia lebih tidak tega lagi saat Hara diculik.
" Hara maaf,"ujar Leon menarik tangan Hara yang menutup bagian dada.
" Tolong jangan mempermalukan aku seperti ini Leon .... Bagaimana mungkin kamu melakukan ini Pada istrimu sendiri di tengah hutan,"ujar Hara memelas. Ia berpikir Leon melakukan semua itu karena marah padanya.
Leon nyaris menyerah melihat airmata Hara yang mengalir deras menyusuri pipi cantiknya ia terus saja menangis dan memohon kepadanya.
" Jangan lakukan ini padaku Leon, aku akan bertambah membenci nanti," Ujar Hara.
'Oh para leluhur tolong. Aku .... Tidak ingin menyakiti hatinya lagi' Leon memohon.
Ia menutup mata, tetapi tiba-tiba muncul wujud sang ayah dalam benaknya dan kata - katanya selalu terngiang dalam ingatannya:
Ayah Leon selalu berkata seperti ini;
Kamu harus mengambil keputusan dalam kondisi apapun baik dalam kondisi sulit sekalipun. Kata - kata itulah membuat Leon Bertindak cepat.
"Maaf Hara, aku harus melakukan bukan Karena aku Kurang ajar, tetapi ketahuilah aku melakukan demi menyelamatkan nyawa kita berdua," ujar Leon.
Leon menanggalkan rok yang dikenakan Hara menyingkapkannya dan melepaskan kain penghalang. Mata Hara melotot panik, ia tidak menduga Leon nekat melakukannya.
“Leon… hentikan, apa kamu akan melakukan sejauh ini? saya akan semakin membenci kamu, jika kamu melakukanya,” ucap Hara menatap dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Hara, kalau kita tidak menyelesaikan satu ritual pernikahan lagi, mereka akan menculikmu dan menjadikan tumbal Pada binatang penjaga hutan ini," ujar Leon. Ia melirik kanan kiri mereka berdua sudah dikepung musuh.
"Tapi aku bukan perawan lagi Leon .... aku sudah pernah hamil anakmu," ujar Hara memegang pinggang Leon dengan wajah ketakutan, saat ia melihat kanan - kiri benar saja tari - tarian magis telah mengelilingi mereka dengan tombak di tangannya.
Dengan yel ... yel" hu ... hu... ha... ha....!
Suara mereka Semakin riuh.
"Mereka tidak tahu kamu masih perawan atau bukan .... mereka hanya tahu kita belum Melakukan satu ritual pernikahan dan di suku kami, itu ritual paling penting karena menyangkut keturunan," ujar Leon lagi.
"Aku takut Leon ...." ujar Hara menangis karena takut.
"Dengar Hara apapun yang mereka lakukan nanti jangan lihat, tutup matamu. Apa kamu. mengerti?"
"Tapi tunggu kita bisa bicarakan dulu"
Tapi Leon tidak punya waktu untuk menjelaskan pada Hara, ini pilihan yang tepat untuk saat ini ....Ia melepaskan semua kain bawahan Hara, niatnya memperlihatkan semua tubuh istrinya agar para manusia pedalaman itu tahu mereka sudah melaksanakan ritual pengantin mereka, jika. pakaiannya dibuka setengah menurut mereka itu belum sah, kalau belum melepaskan pakaian seluruh , walaupun sudah melakukan hubungan suami istri, karena mereka tidak pernah sekolah, Leon tahu benar semua itu.
Maka itu Leon melepas pakaian Hara semuanya di depan para musuh, membuat wanita cantik itu marah dan benci. Leon tidak punya waktu untuk menenangkan Hara.
Dalam adat mereka, tidak boleh mengganggu pengembangbiakan baik itu hewan maupun manusia.
"Bagaimana mungkin kita melakukan ditonton banyak orang," ujar Hara masih menolak.
Saat suasana semakin genting, Leon tidak memperdulikan penolakan Hara lagi.
"Kamu boleh membenci dan membunuh nanti setelah ini," ujar Leon dan dia benar-benar melakukan malam pengantinnya saat itu juga.
Ini namanya malam pengantin anti mainstream ala bos mafia. Dilakukan di dalam hutan diantara kepungan musuh pula, Leon memang pejantan tangguh.
Para musuh yang mengejar mereka perlahan mundur melihat Leon benar-benar melakukan di depan mata mereka, nyali Leon layak diacungkan dua jempol.
Musuh itu menatap dengan kecewa, mereka hanya diam lalu pergi, menggangu orang yang sedang melakukan hubungan badan dalam pengertian orang itu di sebut pengembangbiakan. Baik itu musuh, maupun binatang sekalipun tidak boleh diganggu , karena hal itu melanggar adat tradisi mereka.
“Maafkan aku” ucap Leon menatapnya dengan tatapan bersalah, ia memeluk tubuh Hara dan menyatukan tubuh mereka berdua.
“Aaah ... Kamu menyakitiku Leon! " Teriak Hara
__ADS_1
Tangisannya bahkan membuat burung-burung di atas pohon ikut beterbangan mendengar teriakan Hara.
" Maaf lain kali aku akan melakukannya dengan hati - hati," bisik Leon ia merasa sangat bersalah.
" Tidak ada kata lain untukmu, "ujar Hara. kesal.
Leon diam, ia hanya memeluk tubuh polos Hara, ia juga tidak ingin melakukan hal yang memalukan seperti itu, tetapi sudah takdir lahir di suku yang masih menganut keyakinan spiritual seperti itu.
Angin yang bertiup tadi, tiba-tiba sepi dan suara-suara burung ikut jadi hening, isyarat kalau wanita asing yang mereka incar sudah menyelesaikan ritual pengantin baru.
Leon menghentakkan tubuhnya beberapa kali untuk menyelesaikan puncak aktivitasnya, Hara masih meringis kesakitan karena Leon. melakukan dengan begitu buru-buru , sebenarnya ia juga tidak tega dan tidak ingin melakukan dengan cara seperti ini.
Hara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia benar-benar terluka dengan pemaksaan yang di lakukan Leon, tapi ia tidak memberi waktu untuk Leon menjelaskan dan memang tidak ada waktu untuk menjelaskannya.
Leon juga bahkan tidak menikmatinya, ia hanya ingin mereka berdua selamat, ini hanya keadaan terpaksa. Leon menyudahi permainannya, ia bangkit dari tubuh Hara yang ia tindih di jok depan mobil, Leon mengenakan pakainya kembali.
“Ini pakai lagi” Leon memberikan pakaian Hara yang ia tarik paksa tadi.
'''Malam pengantin apaan seperti ini' ujar Hara masih sesenggukan karena ia menangis.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)