Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Menculik Calon Pengantin


__ADS_3

Ancol.



Mentari sudah meninggalkan singgasananya, meninggalkan warna  jingga di langit Jakarta.


Jovita Hara masih enggan  bangun dari tempat duduknya, ia masih menikmati hembusan angin pantai.


“Selamat ulang Tahun ayah,” ujar Hara menatap pantai.


Kali ini ia tidak menangis wajahnya sangat tegar.


Saat malam tiba, Ia check-in kamar hotel yang menghadap pantai ancol melihat laut akan selalu membuatnya merasa sangat nyaman. Tetapi saat ingin ke kamar ia melihat sosok familiar bersama wanita lain.


'Selingkuh? Dasar'ujar Hara merasa kesal.


Sebenar ia memilih datang ke tempat itu bukan tanpa  alasan, hari itu, hari ulang tahun ayahnya, setiap kali almarhum ayahnya ulang tahun, selalu mengajak mereka   berlibur ke Ancol naik kapal, menikmati berbagai wahana. Hara ingin mengenang masa indah tersebut.


Tiba dalam kamar, Hara menghidupkan ponselnya dan mengirim gambar untuk Leon.


[Jangan khawatir aku ada di Ancol, hanya ingin menenangkan diri]


 Mendapat pesan dari Hara  Leon merasa  lututnya bergetar, saat ia membaca, ia bisa bernapas lega.


Leon langsung menelepon Hara.


“Hara, kamu baik-baik saja?”


“Iya aku baik-baik Leon …. Jangan khawatir, aku hanya  butuh waktu sendiri.”



“Hara … aku minta maaf.”


“Tidak apa-apa Leon, aku tidak menyalahkan mu. Aku hanya ingin mengoreksi diriku sendiri, beri aku waktu sendiri nanti aku akan pulang.”


“Tidak bisa kita melupakan masalah itu?”


“Leon, aku bilang aku akan melupakannya, aku janji aku akan pulang ke rumah aku hanya ingin  mengumpulkan lebih banyak keberanian untuk menghadapi Kak Zidan, Kak Bram dan yang lainnya, apa yang aku lakukan pagi itu sangat memalukan, aku minta maaf.”


“Baiklah aku akan memberimu waktu sendiri,” ujar Leon.


"Oh, satu lagi aku akan pulang, tapi tolong lakukan sesuatu untuk Clara, dia orang baik aku ingin di sama si brengsek ini." Hara mengirim foto pada Leon.


"Baiklah, aku bantu tapi berjanjilah setelah dari sana kamu pulang."


"Baik."


*


Leon memberitahukan Piter dan semu anak buahnya kalau Hara baik-baik saja.


semua anak buahnya Leon duduk bersama.


Zidan sudah beberapa hari terlihat sangat sedih.


“Zidan apa ada masalah?” Tanya untuk pertama kalinya ia mau   perduli hubungan percintaan anak buahnya.


“Tidak ada Bos, tidak  masalah.”


“Bagaimana dengan Clara?”


Mereka semua  menatap panik ke arah Leon, karena  ini pertama kalinya dia peduli urusan cinta orang lain karena Hara yang meminta.


“Dia ingin menikah dengan dokter itu, Bos.”


“Terus kamu mau menyerah, Dan?”


“Lalu apa yang ingin aku, lakukan Bos?”


“Culik bawa kabur.”


“HAAA?” Mata  mereka semua menatap terkejut.

__ADS_1


“Bukankah kamu lebih suka dengan gaya ala mafia?” tanya Leon lagi.


Ken tertawa. “Benar Bos, dulu kamu yang bilang untuk apa jadi orang baik, kalau tidak bisa mendapatkan orang dicintai,” ujar Ken.


Zidan bersemangat karena Bos dan rekan kerjanya mendukung.


“Aku bantu membawa kabur,” ujar Bram.


“Aku juga,” Ujar Vincen.


“Karena aku melihat calon  dokter itu  jalan beberapa kali dengan wanita lain. Bos juga lihat, Non Hara juga lihat makanya dia bilang kamu  harus berjuang.”


Leon mengangguk.


“Tapi Bos bagaimana kalau ada masalah dengan Bos?” Zidan ternyata selama ini tidak mau bertindak ia takut keluarga  Clara mengusik hidup Leon.


“Jangan pikirkan aku Dan, sekarang aku tanya kamu, kamu benar cinta sama Clara dan mau menikahinya?”


“Mau Bos.”


“Bagus, aku ingin memberi kalian berempat libur panjang, dengan syarat bantu Zidan mendapatkan wanita itu dan membawa jauh dan mengurus  mereka sampai menikah.”


“Tapi kenapa mendadak kami diliburkan semua Bos, apa kami melakukan kesalahan?”


“Tidak Bram, kalian juga butuh liburan, pekerjaan tidak ada yang terlalu mendesak, para penjahat-penjahat itu sudah tidak ada lagi. Walau sebenarnya aku tetap akan hati-hati. Tapi aku ingin kita semua liburan dan sekalian bantuin mendapatkan cinta Zidan.


“Baik Bos.” Ken paling semangat soal liburan karena bisa bertemu cewek-cewek cantik.


“Tapi jangan berperang sebelum persiapan.”


“Maksudnya Bos?” Zidan mendengarkan dengan baik.


"Hadapilah dengan gentelemen,  maksudku  cobalah dulu bicara baik-baik pada keluarganya, agar keluarga Clara tidak terlalu shock.”


“Bagaimana?”


“Aku tidak bisa bicara Bos, aku sudah pernah  mencoba.”


“Kamu punya alasan yang kuat, ini lihat Hara mengirim foto dokter itu dengan wanita lain di hotel yang sama dengan Hara. Dia kasihan denganmu dan Clara maka itu ia memintaku membantumu."


“Iya wanita yang sering aku lihat bersamanya,” ujar Bram.


“Ayo Dan, kasihan Clara  harus menikah dengan lelaki brengsek ini,” ujar Ken.


“Baiklah, aku tidak mau menemui keluarganya tetapi aku ingin membawa Clara kabur.”


“Ok. Kami bantu,” ujar Leon.


Maka apa jadinya kalau Bos mafia bekerja sama dengan anak buahnya berencana calon pengantin wanitanya’


Leon meminta bantuan dr. Billy untuk membawa Clara ke rumah Leon, nanti malam, dengan alasan Kikan lagi pulang kampung. Leon tidak main-main agar Clara tidak curiga, ia bahkan meminta Kikan perawat baru di rumahnya untuk libur.


Malam itu juga mereka semua bertindak, Pak Maman  mengantar Kikan pulang kampung, untung kampung Kikan dekat, disuruh pulang kampung tiba-tiba ia tidak kerepotan.


*


Clara datang bersama dr. Billy, wanita cantik itu tidak curiga  karena Bu Atin memang sakit belakangan ini, jadi, Leon meminta Billy datang dengan  menggunakan Bu Atin sebagai alasan.


Tiba di rumah.


Billy meminta Clara ikut dengan Bram dengan alasan, Bu Atin berada di Villa dipuncak,  si cantik Clara percaya begitu saja karena ada dalam helikopter ada Bram dan Ken. Dia tidak tahu kalau itu akan mengubah hidupnya selamanya.


Tetapi saat terbang helikopter bukannya ke puncak malah ke Bali ke rumah Ken yang di Bali.


Padahal rencananya hari itu, Clara terakhir kerja karena ia akan cuti untuk menikah. Pernikahannya beberapa hari lagi di Bandung.


Ia baru sadar setelah tiba di Bali.


“Kok ke sini,Ken?”


“Iya di sini.”


“Bukannya di Villa di bogor?”

__ADS_1


“Bukan , Masuklah.”


Saat ia masuk ke dalam rumah sudah ada Zidan.


“Zidan ….?” Ia kaget.


“Kamu marah?”


“Iya …. aku di bawa ke sini untuk apa? Mana ibunya Pak Leon.”


“Kami membawamu ke sini untuk menculikmu. Kamu marah?”


“Apa?” Clara bukannya marah atau menolak ia tersenyum. “Benarkah?”


“Iya, aku  dan teman-teman ingin menggagalkan pernikahanmu dengan pria brengsek itu. Maaf karena aku  baru bertindak. Aku mencintaimu Clara menikahlah denganku,” ujar Zidan menunjukkan sebuah cincin.



Clara terkejut,   ia memeluk Zidan dengan sangat senang.


“Aku juga mencintaimu Zidan, iya aku mau menikah denganmu,"ucap dengan yakin.


Tepuk tangan  terdengar dari pintu. Bram, Ken, Vincen  sebagai team perencana menculik calon pengantin wanita datang bergabung.


“Aku ingin menikah malam ini juga,” ujar Clara.


“Apaa?” Mereka semua kaget.


“Baru juga nikah sudah minta nikah,” ujar Bram.


“Ken, Reza lelaki yang sangat licik dia akan melakukan apa saja asalkan kemauannya terlaksana.  Besok pagi rencananya aku akan pulang ke Bandung, kalau malam ini aku tidak kelihatan di rumah sakit ia pasti akan meminta  orang-orangnya mencari dan ponselku ini ….”


“Berikan padaku,” Vincent mengotak atik ponsel milik  Clara dan mematikan penyadap di dalamnya.


“Baiklah mari kita menikah.”


“Aku  tidak butuh acara yang mewah hanya ijab kabul dan aku resmi jadi istrimu, aku tidak mau menikah dengan lelaki pembohong itu.”


“Ini sudah larut malam, bagaimana kalau besok pagi  saja?” Tanya Ken.


Clara menggeleng aku tidak akan tenang Ken.


Ken menelepon Leon.


“Baiklah, aku akan meminta Nana mengaturnya, kebetulan dia lagi cafe cabang Bali.”


“Baik Bos,” ujar Ken.


Mereka semua percaya kalau  Leon yang turun tangan semua pasti beres.


Setelah mengatur saksi dan wali untuk kedua belah pihak, malam itu tidak mungkin  mengadakan pernikahan. Maka paginya  di hotel Leon yang di Bali akhirnya Clara dan Zidan menikah.



Penculikan yang mereka lakukan berhasil, Zidan berhasil jadi pemenang berkat bantuan Leon yang memberikan ide gila menculik  calon pengantin wanita  dan menikahkannya dengan anak buahnya. Makannya para pengantin diluar sana,  kalau sudah  mendekati hari   pernikahan sebaiknya duduk manis di rumah saja, kalau tidak mau di culik  para mafia tampan Leon dan amak buahnya.


 Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2