
Jika seorang suami cemburu pada istrinya, maka dalam aktivitas ranjang ia akan lebih agresif dan lebih panas, sebagai wujud pembuktian kalau ia lebih hebat dari lelaki manapun.
Hal itu sepertinya benar untuk leon, saat ia cemburu pada istrinya dalam permainan kali ini, ia lebih liar dan lebih hot.
‘Ada apa, dengan Leon kali ini? biasanya dia tidak mau melakukan yang seperti ini, tapi apa ini …? Ia seakan memberiku kejutan dengan kenikmatan ini, apa dia melakukannya karena dia ingin membuktikan kalau dia hebat?’
Hara membatin dan menikmati rasa nikmat di bagian tubuhnya yang diberikan Leon, kenikmatan yang tidak biasa, Hara sampai beberapa kami membuka dan menutup matanya, menikmati sentuhan yang diberikan suaminya.
“Leon apa yang kamu lakukan, apa harus …?” Suara Hara terjedah.
“Nikmati saja Hara, malam ini akan malam yang indah untukmu,’ ujar Leon di tengah aktivitasnya.
‘Baiklah akan melakukannya, tidak ada yang salah, kamu suamiku kenapa aku harus malu’ ucap Hara dalam hati ia menutup mata dan mencengkram ujung seprai ranjang.
“Ahhhh” Hara mengeluarkan suaranya, suara yang ditahan sejak tadi.
“Iya gitu donk sayang, keluarkan saja suaranya, kenapa harus ditahan, aku bukan orang asing, aku suami kenapa harus malu,” ucap Leo memamerkan senyum yang mempesona, dengan tubuh tubuh berotot dan sudah bermandikan keringat.
‘Baiklah, bodoh amat dengan rasa malu’ ucap Hara terhanyut dalam senyuman manis Leon.
Ia menarik leher Leon dan memungut bibir sensual, suaminya, ada rasa asin seperti keju di bibir suaminya
Hara menyapu semua rasa asin, bercampur rasa manis dari bibir itu, mengecapnya dengan nikmat.
Suasana makin panas, Leon melepaskan celananya menyingkir kain penghalang terakhir miliknya juga, kini tubuhnya mengkilap di bawah sorot lampu tidur di kamar mereka.
Memperlihat tubuh berotot dan dada bidang.
‘Ah, Leon kenapa tiba-tiba kamu sangat mempesona malam ini, apa karena aku terlalu banyak minum anggur tadi, kamu membuatku tiba-tiba merasa haus’ Hara membatin, mengigit bibir bawahnya dengan gaya manja dan membusung dadanya, mengeliat menantang.
Gerakan seperti itu Leon semakin tergoda, bahkan mampu membangunkan singa yang mati suri sekalipun, melihat gerakan tubuh istrinya, dada bidang berotot keras itu, terlihat naik turun siap menerkam.
Leon tidak menunggu lama, ia menurunkan tubuhnya dan mencengkram kedua bukit indah itu lagi, melakukannya dengan jari-jari mengitari kedua sisinya, sesekali menekannya dengan kuat, sampai-sampai Hara mengeluarkan desahan panjang, membuat Leon menggigitnya kembali.
__ADS_1
“Aku tidak akan membiarkanmu tidur malam ini. Jovita Hara,” ujar Leon, berbisik ke kuping Hara.
Antara jujur atau memang hanya menginginkannya Hara membalasnya;
“Lakukanlah sayang … ,” Hara membalas ke kuping Leon diiringi satu gigitan kecil di daun telinga suaminya.
Mendapat sentuhan dan ******* seperti itu, dari Hara, junior Leon semakin berdiri tegap.
Saat melihat itu, Hara mengarahkan tangannya dan memegang tongkat sang suami. Hara mengangkat kepalanya dan mengarahkan ke mulutnya, Leon tidak memintanya, Hara seakan membalas apa yang dilakukan Leon tadi padanya.
Hara menikmatinya bagai menikmati sebuah aceream.
“Aaaah …. Hara sayaaang,” suara Leon mengisi kamar mereka, saat Hara melakukanya,
Ia masih berdiri dan memegang kepala istrinya mengelus-elus ujung kepala Hara, sesekali ia mengumpulkan rambut Hara dan memegang rambut panjang itu.
“Aaa! Gilaaa”
Hara mengulumnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Merasakan itu Leon mengaum panjang lagi.
“Haraaaa, aaah … sayang itu sangat … aaah!”
Leon menarik dirinya menidurkan Hara lagi, mencicipi bibirnya, ada bekas lelehan di ujung bibir Hara, Leon tidak perduli, ia menikmatinya dan terus mengecapnya dengan nikmat dan tangannya dengan liar menerobos lubang di bagian tubuh Hara, memasukkan satu jari-jarinya lalu mendorongnya masuk.
Hara semakin tidak terkendali saat ia melakukannya, permainan semakin panas, Leon mendorong dua jari-jarinya masuk ke lubang milik Hara.
“Aaah ….,” rasa nikmat itu sudah menjalari seluruh tubuh mereka berdua.
Leon ingin melakukan pertarungan terakhir, ia tidak ingin menindih tubuh Hara, bisa-bisa Hara kelelahan menahan beban tubuhnya,
Leon turun dari ranjang dan menyeret tubuh Hara ke bibir ranjang, lalu ia mengambil bantal, mengganjal panggul Hara,
__ADS_1
“Aku akan melakukanya sayang,” ucap Leon meminta izin.
Hara mengangguk dengan yakin, ia mengarahkan benda itu ke bagian inti Hara.
“Sayang, aku kembali seperti perawan, pelan-pelan iya,” Ucap Hara tertawa, saat seperti itu ia masih bercanda.
“Baiklah, aku akan pelan-pelan,” balas Leon dengan serius, ia menyeka keringat di dahinya.
“Lakukanlah tidak apa-apa aku hanya bercanda,” pinta Hara.
“Baiklah.” Leon mengunakan cairan milik Hara, sebagai pelumas, setela ia rasa cukup Leon mendorong kuat.
“Aaah!” Hara menutup mulutnya dengan kedua tangannya ia tidak ingin suaranya membangunkan seisi rumah mereka.
“Apa aku menyakiti?” tanya Leon panik, ia menghentikan tubuhnya.
“Aaah tidak, enak kok … ,” ucap Hara menikmati, rasa yang luar biasa, antara rasa sakit di padukan dengan rasa nikmat yang luar biasa yang menyerayap ke sekujur tubuhnya.
Melihat gerakan tubuh Hara, Leon tidak merasa takut lagi, ia mendorong dengan irama tempo lambat, menikmati hentakan, demi hentakan. Benda miliknya merasakan hal yang sangat nikmat.
Ia meraung kuat dengan gerakan tempo yang lebih cepat, Leon dan Hara sama-sama mengeluarkan suara yang saling bersahut-sahutan.
Hingga ia merasakan bendan milik Leon berdenyut hebat di liangnya dan cairan hangat tumpah di dalam perut Hara, membanjiri seprai.
Hara menemukan puncak kenikmatanya, ia merasa tubuh dan bagian intinya sakit tetapi nikmat ingin menambah lagi. Ia berpikir Leon sudah mencapai puncaknya, tetapi Hara salah. Leon seakan-akan menepati janjinya , ia meminta Hara berdiri di sisi ranjang dan Leon melakukannya lagi dari belakang.
Hara merasakan naik lagi untuk kedua kalinya, ia memegang kuat sisi ranjang, agar tubuhnya tetap seimbang, menahan dorongan tubuh Leon, kedua benda kenyal itu bergoyang indah mengikuti gerakan tubuh Leon.
Hara mengeluarkan suara dengan rengekan panjang terdengar manja.Leon semakin bersemangat, ia juga menangkap kedua buah cantik itu, memegangnya dan mencengkram lebih kuat. Hara merasakan rasa nikmat yang mendominasi tubuh mereka berdua sudah bermandikan keringat.
Pada ronde kedua ini, Leon Lah yang pertama menemukan puncaknya. Hara masih mengeluarkan panjang, Leon tidak ingin menikmati kepuasan sendirian, ia memompa dengan tempo yang lebih cepat lagi untuk membantu Hara menemukan puncaknya, hingga menit kemudian Hara juga mendapatkan kepuasan. Akhirnya mereka berdua mengerang bersama, setelah sama-sama puas, Leon menarik dirinya dan merentangkan tubuhnya di samping Hara. Hara juga melakukan hal yang sama ia merebahkan tubuhnya sama-sama terkulai lemas dan tertidur pulas.
Bersambung ….
__ADS_1
Maaf iya jika ada yang basah