Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Jatah Ranjang ll


__ADS_3

Jika seorang suami cemburu pada istrinya,  maka dalam aktivitas ranjang ia akan  lebih agresif dan lebih panas, sebagai wujud pembuktian kalau ia lebih hebat  dari lelaki manapun.


Hal itu   sepertinya benar untuk leon, saat ia cemburu pada istrinya dalam permainan  kali ini, ia lebih liar dan lebih  hot.


‘Ada apa, dengan Leon kali ini? biasanya dia tidak  mau melakukan yang seperti ini, tapi apa ini …? Ia seakan memberiku kejutan dengan kenikmatan ini, apa dia melakukannya karena dia ingin membuktikan kalau dia hebat?’


Hara membatin dan menikmati rasa nikmat di bagian tubuhnya yang diberikan Leon, kenikmatan yang tidak biasa, Hara sampai beberapa kami membuka dan menutup matanya,  menikmati sentuhan yang diberikan suaminya.


“Leon apa yang kamu lakukan, apa  harus …?”  Suara Hara terjedah.


“Nikmati saja Hara, malam ini akan malam yang indah untukmu,’ ujar Leon di tengah aktivitasnya.


‘Baiklah  akan melakukannya, tidak ada yang salah, kamu suamiku kenapa aku harus malu’ ucap Hara  dalam hati ia menutup mata dan mencengkram ujung seprai ranjang.


“Ahhhh” Hara mengeluarkan suaranya, suara yang ditahan sejak tadi.


“Iya gitu donk sayang, keluarkan saja suaranya, kenapa harus ditahan, aku bukan orang asing,  aku suami kenapa harus malu,” ucap Leo memamerkan senyum yang mempesona,  dengan tubuh tubuh berotot dan sudah bermandikan keringat.


‘Baiklah, bodoh amat dengan rasa malu’ ucap Hara terhanyut dalam senyuman manis Leon.


Ia menarik leher Leon dan memungut bibir sensual, suaminya,  ada  rasa asin seperti  keju di bibir suaminya


Hara menyapu semua rasa asin,  bercampur rasa manis dari bibir itu, mengecapnya dengan nikmat.


Suasana makin panas, Leon melepaskan  celananya  menyingkir kain penghalang terakhir miliknya juga, kini tubuhnya mengkilap di bawah sorot  lampu tidur di kamar mereka.


Memperlihat tubuh  berotot dan dada bidang.


‘Ah, Leon kenapa tiba-tiba kamu sangat mempesona malam ini, apa karena aku terlalu banyak minum anggur tadi, kamu membuatku tiba-tiba merasa haus’ Hara membatin, mengigit bibir bawahnya dengan gaya manja  dan membusung  dadanya, mengeliat menantang.


Gerakan seperti itu Leon semakin  tergoda,  bahkan mampu membangunkan singa yang mati suri sekalipun, melihat gerakan tubuh istrinya, dada bidang berotot keras itu, terlihat naik turun siap menerkam.


Leon tidak menunggu lama, ia menurunkan tubuhnya dan mencengkram  kedua bukit indah itu lagi, melakukannya dengan jari-jari mengitari  kedua sisinya, sesekali menekannya dengan kuat,  sampai-sampai Hara mengeluarkan  desahan panjang,  membuat Leon menggigitnya kembali.

__ADS_1


“Aku tidak akan membiarkanmu tidur malam ini. Jovita Hara,” ujar Leon,  berbisik ke kuping Hara.


Antara jujur atau memang hanya menginginkannya Hara membalasnya;


“Lakukanlah sayang … ,” Hara membalas ke kuping Leon diiringi satu gigitan kecil di daun telinga suaminya.


Mendapat sentuhan dan ******* seperti itu, dari Hara,  junior Leon semakin berdiri tegap.


Saat melihat itu, Hara mengarahkan  tangannya dan  memegang tongkat sang suami. Hara mengangkat kepalanya dan mengarahkan ke mulutnya, Leon tidak memintanya, Hara seakan membalas apa yang dilakukan Leon tadi padanya.


Hara menikmatinya bagai menikmati sebuah aceream.


“Aaaah …. Hara sayaaang,” suara Leon mengisi kamar mereka,  saat Hara melakukanya,


Ia masih berdiri dan memegang kepala istrinya mengelus-elus ujung kepala Hara,  sesekali ia mengumpulkan rambut Hara  dan memegang rambut  panjang itu.


“Aaa! Gilaaa”


Hara mengulumnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


Merasakan itu Leon mengaum panjang lagi.


“Haraaaa, aaah … sayang itu sangat … aaah!”


Leon menarik dirinya menidurkan Hara lagi,  mencicipi bibirnya,  ada bekas lelehan di ujung bibir Hara, Leon tidak perduli,  ia menikmatinya dan terus mengecapnya dengan nikmat dan tangannya dengan liar menerobos lubang  di bagian tubuh Hara,  memasukkan satu jari-jarinya lalu mendorongnya masuk.


Hara semakin tidak terkendali saat ia melakukannya, permainan semakin panas, Leon mendorong dua jari-jarinya masuk ke lubang milik Hara.


“Aaah  ….,” rasa  nikmat itu sudah menjalari seluruh tubuh mereka berdua.


Leon ingin  melakukan pertarungan terakhir, ia tidak ingin menindih tubuh Hara, bisa-bisa Hara kelelahan menahan beban tubuhnya,


Leon turun dari ranjang  dan menyeret  tubuh Hara ke bibir ranjang,  lalu ia mengambil  bantal,  mengganjal  panggul Hara,

__ADS_1


“Aku akan melakukanya sayang,” ucap Leon meminta izin.


Hara mengangguk dengan yakin,  ia mengarahkan benda itu ke bagian inti Hara.


“Sayang, aku kembali seperti perawan, pelan-pelan iya,”  Ucap  Hara tertawa, saat seperti itu ia masih  bercanda.


“Baiklah, aku akan pelan-pelan,” balas Leon dengan serius, ia menyeka keringat di dahinya.


“Lakukanlah tidak apa-apa aku hanya bercanda,” pinta Hara.


“Baiklah.”  Leon mengunakan cairan milik Hara, sebagai pelumas,  setela ia rasa cukup Leon mendorong kuat.


“Aaah!”  Hara menutup mulutnya dengan kedua tangannya ia tidak ingin  suaranya membangunkan seisi rumah mereka.


“Apa aku menyakiti?” tanya Leon panik, ia menghentikan tubuhnya.


“Aaah tidak, enak kok … ,” ucap Hara menikmati, rasa yang luar biasa, antara rasa sakit di padukan dengan rasa nikmat yang luar biasa yang menyerayap ke sekujur tubuhnya.


Melihat  gerakan tubuh Hara, Leon tidak merasa takut lagi, ia mendorong dengan irama tempo lambat,  menikmati hentakan, demi hentakan.  Benda miliknya merasakan hal yang sangat nikmat.


Ia meraung kuat dengan gerakan tempo yang lebih cepat, Leon  dan Hara sama-sama mengeluarkan suara yang saling bersahut-sahutan.


Hingga ia merasakan bendan milik Leon berdenyut hebat di liangnya dan  cairan hangat tumpah di dalam perut Hara, membanjiri  seprai.


Hara menemukan puncak kenikmatanya, ia merasa tubuh dan  bagian intinya sakit tetapi nikmat ingin menambah lagi. Ia berpikir Leon sudah mencapai puncaknya, tetapi Hara salah. Leon seakan-akan menepati janjinya , ia meminta Hara   berdiri di sisi ranjang dan  Leon melakukannya  lagi dari belakang.


Hara merasakan naik lagi untuk kedua kalinya, ia memegang kuat sisi ranjang,  agar tubuhnya tetap seimbang, menahan  dorongan tubuh Leon,  kedua   benda kenyal itu bergoyang indah mengikuti  gerakan tubuh Leon.


Hara mengeluarkan suara  dengan rengekan panjang terdengar manja.Leon semakin bersemangat,  ia juga menangkap kedua buah  cantik itu, memegangnya  dan mencengkram  lebih kuat.  Hara merasakan  rasa nikmat yang mendominasi tubuh mereka berdua sudah  bermandikan keringat.


 Pada ronde kedua ini,  Leon Lah yang pertama menemukan puncaknya.  Hara masih mengeluarkan panjang, Leon tidak ingin   menikmati kepuasan sendirian,  ia memompa  dengan tempo yang lebih cepat lagi untuk membantu Hara menemukan puncaknya,  hingga menit kemudian Hara juga mendapatkan kepuasan. Akhirnya mereka berdua mengerang bersama,  setelah sama-sama puas, Leon menarik dirinya dan merentangkan tubuhnya di samping Hara. Hara juga melakukan hal yang sama ia merebahkan tubuhnya sama-sama terkulai lemas dan tertidur pulas.


Bersambung ….

__ADS_1


Maaf iya jika ada yang basah


__ADS_2