Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Tidak Akan Aku Biarkan Kamu Pergi


__ADS_3

Leon terpaksa membawa  Jovita Hara kembali ke panti, karena di sanalah dia akan aman.  Dibantu pengurus pantai, ia mengobati luka di tangannya dan di tangan Hara, wanita cantik nya.


“Maaf bu, saya membawa dia ke sini, saya terpaksa lewat belakang agar anak-anak tidak ada yang melihat,” ujar Leon.


“Apa yang terjadi Pak Leon.” Wajah wanita itu panik melihat luka  tangan Hara dan luka  di tangan Leon.


“Jangan khawatir kami  hanya sebentar di sini, ini musuh masa lalu”


“Apa Orang yang  sama yang terlibat dalam kebakaran itu?”


“Iya Bu”


“Oh, itu menakutkan ….” Wanita paruh baya itu ketakutan.


Bayangan dua tahun lalu saat Hara datang ke panti dengan  tubuh bermandikan darah membuat wanita itu ketakutan.


“Ibu jangan takut, ini hanya luka kecil,” ujar Hara.


“Ibu hanya mengingat saat  dia datang ke sini di bawa kuda putih, tubuh Hara penuh luka, dia terluka parah, aku pikir wanita cantik ini tidak akan hidup saat itu, luka di kepalanya sangat Parah.” Pengurus pantai itu menceritakan bagaimana Hara berjuang hidup menahan luka di kepalanya.


Leon menatap dalam wajah Hara saat mendengar  cerita  perjuangannya saat ia terluka.


“Terimakasih Bu, karena menyelamatkan mereka,” ujar Leon tulus.


“Itu sudah kewajiban kita untuk saling menolong Pak Leon, Mbak Hara wanita yang sangat baik, tetapi maaf apa dia mau pergi  jauh?”


Leon menatap pengawas Panti dengan serius.


“Memang kenapa Bu?”


“Ibu menemukan ini di makam putra kalian. Bukan kah ini  kalung yang selalu ia pakai Hara sejak dia kecelakaan, bahkan dari dulu dia tidak mau melepaskannya”


Wanita itu memberikan cincin yang ditinggalkan Hara di kuburan itu, Leon terdiam menggenggam cincin itu dengan kuat.


‘Jadi kamu datang ke sini bukan karena kangen padanya, tetapi kamu ingin pamit dan ingin meninggalkan kami berdua?’ Leon mendongakkan kepalanya karena air matanya  ingin tumpah.


Akhirnya Leon tahu kalau Hara ingin meninggalkannya selamanya.


 Tidak lama kemudian, Hara akhirnya sadar  dan terbangun, ia melihat kanan -kiri.


“Oh, kepalaku sakit, aku ada di mana?”


“Mbak  sudah bangun?”


“Ibu …?”


“Iya , kamu ada di panti saat ini, silahkan di minum Mbak”


“Bagaimana dengan teman saya Bu, apa dia baik-baik saja?”


‘Maxell di mana?” Hara ingin berdiri tetapi luka di lengannya sangat perih, wanita cantik itu meringis  menahan rasa sakit.

__ADS_1


“ Teman yang mana, Mbak Hara?”


Belum juga Hara menjawab, Leon  sudah berdiri di kamar tersebut, wanita itu meletakkan gelasnya dan meninggalkan Leon dan Hara waktu bicara berdua.


“Ibu  melihat anak-anak dulu Pak Leon”


“Baik Bu.” Leon masih  menatap Hara.


“Ah Pak Leon … !?” Wajah Hara  menatap Leon dengan tatapan sinis.


“Tapi …. Kenapa dia tiba-tiba muncul di sini, apa ini mimpi apa beneran?” Gumam Hara menoleh kanan- kiri hanya mereka berdua yang ada di tempat itu.


“Non Hara, bagaimana perasaanmu?”


Hara hanya diam bukan ia tidak mau jawab,  tetapi otaknya belum   bisa berpikir.


“Di mana dia?”


“Dia siapa?”


“Dimana Maxell? Apa yang kamu lakukan padanya!” teriak Hara marah, ia berpikir  semua yang terjadi pada  mereka adalah kerjaan Leon.


“Apa kamu  harus berteriak padaku seperti itu?” Tanya Leon.


“Saya tidak ingin kamu Pak Leon,  saya hanya  ingin tahu kabar Maxell,” ujar Hara.


Leon diam, jelas sekali itu melukai hatinya, saat  ia  bertarung nyawa menyelamatkan Hara, tetapi wanita itu malah mencari pria lain.


“Aku tidak ingin hidup di sekelilingmu, hidup denganmu penuh dengan bahaya, terluka dan melukai . Jadi, aku memutuskan pergi dan ingin menjalani hidup sendiri.” ujar Hara marah.


Leon masih diam, ia hany menatap Hara dengan begitu dalam, melihat tatapan  tenang yang diperlihatkan Leon mengundang kemarahan Hara .


“Jika saat  itu kamu mencoba melupakan masa lalu,  maka aku pun berhak melakukannya,” ujar Hara lagi.


Leon membiarkan  Hara marah- marah


“Saat aku kehilangan bayi yang aku kandung, sebagai Ibu sayalah yang paling terluka dan paling kehilangan, mengandung hampir lima bulan, hanya saya yang tahu bagaimana hubungan kami, jangan  pernah kamu pikir saya menolaknya, saya sangat menyayanginya dan berharap punya keluarga di dunia ini, tapi saat aku kehilangan anak.  Kamu juga menendangku dari hidupmu, aku sudah ingat semuanya dengan jelas saat aku tiba kemarin di tempat ini,  sekarang,  bagaimana kamu  sangat membenciku,  saat kamu tahu kalau ia tidak selamat, tapi apa itu adil untukku?” tanya Hara menatap Leon dengan tatapan  tajam.


“Hara, kenapa hidup kita  berputar-putar di sini saja,  tidak bisa kita melupakan masalah buruk  itu dan kita kembali awal yang baru”


“Tidak, maafkan saya pak Leon, saya memilih pergi, jalani hidupmu dan menjauh, melupakan, itu akan lebih baik untuk kita”


“Hara,  aku sudah pernah melakukanya tapi tidak berhasil, aku menderita dan hampir mati, bahkan saat ini kita juga hampir ma-”


“Itu kan pak Leon,  tapi tidak untuk  saya,” potong Hara.


“Apa kamu ingin melupakan semuanya dan kamu ingin pergi?” Mata Leon menatap dengan sinis.


“Iya”


Leon berdiri dan  menyeret Hara ke  kuburan kecil itu.

__ADS_1


“Sekarang katakan padanya kalau kamu ingin melupakannya,” ucap Leon Manahan amarah, tapi berusaha sekuat mungkin agar tidak emosi agar Hara tidak malah membencinya ,tapi …  matanya melihat cincin yang di letakkan Hara di sana,  “Kamu ingin mengembalikan cincin yang aku berikan padaku melalui anakku?”


“Iya”


“Dengar  Hara, aku tidak akan mau melepaskan kamu lagi, aku tidak ingin menyiksa diri lagi”


“Itu dulu,  dulu kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, tapi sekarang tidak, saya tidak mau masuk ke masa lalu yang menyakitkan itu”


“Oh, begitu!”


Leon menarik tangan Hara, ia membawanya ke dalam  mobil yang  tadi.



“Kamu membawaku kemana lagi?” teriak Hara ia mengigit lengan  Leon agar  di lepaskan,  tapi membiarkan Hara meluapkan emosinya dan kemarahannya, Leon membiarkan tangannya  terluka karena di gigit Hara, Hara bersikap Bar-bar berteriak  dan mengigit Leon beberapa kali, tapi lelaki itu memilih diam.


“Kita mau kemana sekarang?”


“Menikah,” jawab Leon


“Haaa? Kamu ingin memaksaku lagi?”


“Iya”


"Kamu tidak bisa Melakukan itu padaku, kita Bukan hidup di jaman batu lagi Pak Leon Wardana...! Di mana segala sesuatu itu bisa Didapatkan dengan paksa. Kita negara hukum!"



"Maka aku akan melakukan hukum rimba untuk menikahimu, ini tanahku dan di sini Wilayahku," ujar Leon


Mulut terdiam melihat raut Wajah serius dari Leon


 Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2