Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Gue masih anak kecil?


__ADS_3

Leon  mengedigkan kedua alisnya tanda kemenangan , ia mengecup ujung kepala Hara dan memeluk erat,  tangan Leon mengusap perut Hara. Wanita cantik itu tidak menolak.


“Pak Leon!


“Jangan panggil aku dengan sebutan Bos, Pak. Nona Hara! Kamu berbeda dari mereka semua”


“Lalu ….? Aku apa?” Tanya Hara.


“Kamu ratuku.” Hara tertawa saat Leon menyebutnya Ratu.


“Kalau aku ratu berarti kamu raja?”


“Iya”


“Maka itu  Hara-”


“Pak Leon aku baru ingat,” potong Hara dengan cepat, ia tahu, Leon ingin mengajaknya menikah.


Leon menarik napas panjang.


‘Baiklah kamu masih ingin menolakku, baiklah untuk saat ini, aku masih bisa bertahan dari penolakan darimu, tapi jika kamu terus menolakku jangan salahku membawamu paksa ke hadapan ketua adat kami, untuk memaksamu menikah’ apa yang jadi milikku akan tetap jadi milikku’ ucap Leon dalam hati.


“Pak Leon apa kamu mendengar ….?”


“Hmmm apa?” tanya Leon


“Boleh tidak Kak Rikko libur satu hari?”


“Untuk apa?”


“Untuk melamar kekasihnya”


“Hara, kenapa kamu mengurusi percintaan anak buahku, urusan cintaku padamu kamu abaikan," ujar Leon datar.


“Aku tidak mengabaikanmu Pak Leon hanya sudah berpaling karena kamu  pernah menolaknya”


“Hara perasaanku dulu dan saat itu berbeda”


“Baik perasaanku juga seperti Pak leon, pada saat kamu membenciku dulu, aku sangat mencintai, bahkan sangat mencitaimu Pak Leon”


“Lalu sekarang?” Wajah Leon  terlihat memelas.


“Ini bukan tentang kita pak leon. Ini tentang Kak Rikko,” ujar Hara, lagi-lagi mengabaikan pertanyaan leon.


“Baiklah Hara lakukan apapun. Asal kamu ingat satu hal … aku tidak mudah melepaskan apa yang harus jadi  milikku. Diamlah dan temani aku tidur,” ujar Leon.

__ADS_1


Ia semakin memeluk erat tubuh Hara , seolah-olah ia ingin menegaskan kalau wanita cantik yang mengandung darah dagingnya itu hanya miliknya.


“Tutup matamu  Hara, bukannya kamu tadi habis makan banyak?”


“Iya, kamu benar, perut kenyang membuatku ingin tidur,” ujar Hara, setelah dipaksa tidur sama Leon.


 Bumil itu akhirnya tertidur, ia tidur membelakangi Leon, tangan Leon  merangkul tubuhnya dari belakang masih menggenggam tangan Hara dengan erat, meletakkan bibirnya di atas ke pala bumil cantik itu.


“Ah, akhirnya kamu tidur juga.”Leon  semakin merapatkan tubuh ke tubuh Hara,  kini tangan itu tidak lagi menggenggam tangan Hara, tetapi tangan Leon menyusup masuk ke blues yang di pakai Hara, mengusap perut rata Hara.


“Dimana dia?” Tanya Leon.


Ia  berpikir perut Hara langsung menonjol karena ia hamil, Leon tidak tahu, hamil semester pertama dan kedua  belum kelihatan hamil, wajar perut Hara masih rata.


“Apa dia masih ada? Aku akan menjaga kalian berdua, percayalah, jangan takut,” ucap Leon berbisik lembut.


Hara tertidur  pulas layaknya wanita hamil muda,  saat perut kenyang pembawaanya akan mengantuk,  rencana ingin pergi jadi terlupakan, saat Jovita Hara tertidur Leon baru merasakan perih dan sakit di bagian lukanya, karena ia menekan tadi.


Dengan sangat hati-hati, ia bangun dari tempat tidur mengobati lukanya sendiri.


Tok … Tok …!


Ketukan terdengar dari pintu, dengan cepat, membuka pintu, ia takut suara itu membangunkan Hara. Bi Atin,   berdiri cemas  melihat  Leon.


“Apa yang terjadi? Katanya ka-“


Bi Atin, menurut,  Mereka bicara di luar kamar Leon.


“Apa yang terjadi? Bagaimana kamu bisa terluka ? Apa  non Hara juga  terluka?” Tanya wanita paru baya itu dengan panik.


“Tidak Bi, hanya aku.”


“Aduh aku sangat takut, saat melihatmu tadi ditolong Iwan, aku pikir dia yang melakukanya. Tapi kamu harus menikahinya, agar kamu bisa melindunginya  Leon,” bisik wanita itu tegas.


“Aku tahu Bi, masalahnya ia menolakku terus menerus, tapi tenang saja, dia tidak akan melakukannya, dia sudah janji akan menjaganya”


“Leon, wanita hamil itu, punya sikap yang suka labil, hari ini bilang a dan besok b. Lalu sebentar tertawa tiba-tiba sebentar lagi, ia sudah menangis, itu namanya perubahan hormon atau bawaan orok,  apalagi aku lihat Non Hara masih mudah,  kesehatan tubuhnya saja  kadang dia  tidak perhatiannya, apa lagi tentang anak di rahimnya, kadang dia  tanpa sadar mau tidur telungkup kalau aku datang kekamarnya.  Kehamilan non Hara  membuat jantungku terkadang  merasa tidak tenang, jadi bujuk dia agar mau menikah, kalau Kamu  tidak mau kehilangan anakmu, dia masih  muda,  belum siap untuk  hamil, ia tidak punya seorang ibu yang memberitahunya bagaimana seorang wanita hamil, dia tidak punya teman untuk temannya berbagi cerita. Leon ingat, di rumahnya dia perlakukan keluarga bak seorang putri, jangan kasarin dia lagi"


“Baik Bi, akan aku pikirkan.” ucap Leon, wajahnya langsung lemas, membujuk Jovita menikah, hal yang paling susah ,sudah dua  kali Leon mengajak Hara menikah tetapi selalu di gantung dan di acuhkan.


Ia  masuk kembali ke kamar, meraih buku,  hari  ini, ia baca buku ‘Panduan untuk Ibu hamil’ Leon membaca buku, ia juga tidak tahu bagaimana caranya menghadapi wanita hamil.


Ia duduk menatap serius  ke buku yang ia baca, Leon menarik kursi  dan duduk di samping ranjang, di samping Hara.


Tiba-tiba Hara membalikkan tubuhnya dan tidur terlentang, napasnya teratur dan wajahnya terlihat sangat tenang dan cantik, Leon menatapnya ingin rasanya menyentuh pipi itu dan ******* bibir kecil milik wanita cantik itu.

__ADS_1


Leon menatap begitu dalam wajah Hara yang sedang tidur, tapi tiba-tiba- Hara tidur dengan gelisah, awalnya tangannya meraba ranjang, mencari sesuatu seperti bantal guling, ia tidak menemukannya, Leon meletakkan bantal guling di bawah kakinya, ia mulai gelisah, apa yang dikatakan Bi Atin, benar adanya. Tidak sadar lagi hamil, mungkin karena sudah biasa tidur telungkup, tiba-tiba Hara membalikkan badannya dan tidur telungkup.


“Oh astaga!”


Mata Leon menatap kaget. ‘Apa yang dia lakukan ? apa ia ingin membunuh anakku?’  Dengan cepat Leon mengendong Hara dan mendudukkan tubuhnya.


Beberapa menit kemudian.


“Apa yang kamu lakukan?” Hara menatap dengan tatapan tidak suka karena ia merasa tidurnya terganggu.


“Dasar,  Anak kecil, apa kamu tidak kasihan padanya saat kamu tidur telungkup seperti itu.”


“Anak kecil?”Dengan  mata masih merah, ia melotot tidak terima dikatai anak kecil.


“Sudah tahu anak kecil, kenapa kamu hamili!” Sekarang Leon yang kena skatmat. Leon diam  dia yang mati kutu. Tiba-tiba suasana hening untuk beberapa saat.


“Baiklah, aku ingin menjagamu, mari kita menikah, aku akan mengajarimu banyak hal,” pungkas Leon menatapnya dengan serius.


“Soriii, gue masih anak kecil , belum ngerti menikah” Ucap  Hara, ia berdiri.


“Mau kemana? aku belum selesai bicara. Nona Hara,” ujar Leon.


“Mau main boneka sama main masak-masakan, maklum masih anak kecil,” ucap Jovita merasa jengkel


‘Hadeh, aku salah ngomong lagi’  gumam Leon menggaruk kepalanya.


 “Aku hanya ingin menjaganya, tinggal jawab. Iya ‘ayo menikah’ apa salahnya” kata Leon bicara sendiri.


Jovita meninggalkan kamar Leon.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2