Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Setia Mendampingi


__ADS_3

Dua bulan setelah Hilda melahirkan putra mereka, Piter benar-benar berubah, kedatangan anggota baru di keluarga mereka menambah kebahagiaan dalam rumah tangganya, Piter semakin sayang dengan Hilda, karena ia menyaksikan bagaimana perjuangan istrinya saat melahirkan.


Melihat Kebahagiaan mereka Leon bertambah bersemangat. Masa sulit sudah mereka berdua jalani, tetapi semua hal sulit akan terasa ringan saat membayangkan dua anak kembarnya akan menemani Leon nanti. Ia tidak lagi  mengurusi pekerjaan selama dua bulan terakhir, menyerahkan semuanya pada orang –orang bawahannya, Zidan, Ken, Toni yang  bergerak mengawasi menggantikannya.


Leon juga sedikit merasa lega di hotel,  karena Kaila akhirnya kembali bekerja setelah beberapa bulan berkelana  ke berbagai negara. Ia dan Viky memutuskan berpisah baik-baik walau banyak duka yang membekas dalam hatinya.


Viky tidak ingin menjadikan wanita cantik itu menjadi istrinya,  setelah mempertimbangkan banyak hal,  Kaila juga umurnya masih muda,  ia berpikir wanita itu masih labil. Hal itulah  salah satu alasan Viky,  akhirnya membatalkan rencana pernikahan mereka.


Sejak kepulangan Kaila, ia kembali pada dirinya sendiri fokus kerja dan orang yang bertanggung jawab,


Hari ini atas permintaan Hara, Leon mengundangnya makan malam di rumah, saat tiba, wajahnya terlihat sungkan pada Hara, karena  biar bagaimanapun Viky paman kandung dari istri Bosnya.


“Tidak apa-apa Kaila, jangan bersikap sungkan seperti itu, padaku.”


“Maaf Bu, saya merasa malu,” ucap Kaila menunduk.


“Untuk apa malu, jodoh seseorang siapa yang tahu,” ucap Hara bijaksana dan dewasa.


“Itu karena saya membohongi keluarga Ibu Hara,  saya merasa malu.”


“ Tidak apa-apa, aku berharap kalian berdua mendapat jodoh masing-masing dan tidak ada dendam dalam hati.


Tetapi apa aku boleh tahu kemana kamu selama ini,” tanya Hara penasaran. “Apa benar kamu bertemu dengan om viky saat di Prancis?”


“Iya,niatnya melarikan diri dari dia dan dia melarikan diri dari saya, tetapi kami bertemu di Prancis. Saat itu, rasanya memang aneh.”


“Terus apa yang terjadi selanjutnya ?” tanya Hara penasaran, karena menurut penuturan Viky saat itu, lelaki itulah yang  pergi meninggalkannya.


“Viky meninggalkanku, tidak memberiku kesempatan kedua untuk menjelaskan, dia menganggap sebagai orang yang berbahaya,” ucap Kaila, ia berkata jujur.


“Maafkan om Viky iya Kai, karena memutuskan sepihak hubungan kalian, beri dia waktu untuk berpikir.”

__ADS_1


“Aku sudah  melupakan semuanya kok Bu Hara,  tidak  marah lagi,  lebih memilih memperbaiki diri ke depannya untuk lebih baik,” ucap Kaila sendu.


Saat makan malam di rumah Leon,  Kaila terlihat lebih terbuka, Leon tidak ingin wanita mudah berbakat itu kehilangan pegangan hidup, karena tidak ada orang tua yang memperhatikannya.


Setelah selesai makan, Hara mengajaknya untuk duduk di ruang tamu.


“Aku dengar, kamu kehilangan mobilmu saat kamu berpetualang ke beberapa negara, aku iri sama kamu,” ucap Hara bercanda.


“Jangan khawatir, nanti kalau kamu sudah melahirkan kita akan keliling dunia” Leon menimpali dengan gaya santai.


“Janji ... ?” tanya Hara menatap Leon dengan raut wajah serius.


“Aku Janji, "ujar Leon.


“Benar iya, janji itu harus dipatuhi dan janji itu adalah utang,” ucap wanita   hamil itu dengan nada bergurau.


Kaila hanya tersenyum malu-malu,  ia   bisa melihat sikap Leon sangat berbeda saat di rumah dan di kantor. Saat  di kantor, ia bagai killer dan di rumah, ia seperti suami yang bucin.


“Oh iya benar, ibu dan aku  yang ingin  mengadakan makan malam di sini karena,  kemarin kamu ulang tahun, anggap saja untuk perayaan ulang tahun kamu. Iya,” ucap Hara.


Tiba-tiba Kaila merasa sangat terharu , kemarin saat di kantor ia bekerja sedih,  karena tidak ada yang memberikannya ucapan selamat ulang tahun.


Kaila tidak punya keluarga yang akan menyambutnya dan memasak masakan spesial untuknya,  keluarganya tidak ada perduli padanya sejak ia masih kecil.


Hilda menelepon Hara dan  menceritakan tentang Kaila, maka itu ia punya inisiatif untuk mengajaknya makan malam dan memberinya hadiah. Ibu Atin yang mendengar kisah wanita cantik itu ikut iba.


Ia juga menganjurkan untuk mengajak Kaila makan malam di rumah Leon, bahkan ia juga  bersedia menjadi ibu angkat untuk Kaila.


“Terimakasih Bu Hara, Bu, Pak Leon. Dengan saya diajak makan malam di sini, saya sudah sangat terharu karena selama hidupku,  belum pernah makan malam bersama keluarga,  biasa merayakannya di bar dengan teman-teman yang mengajakku untuk rusak.


Tetapi saat ini,  diajak makan malam dan punya ibu angkat,  sangat senang dan bahagia. Saya berjanji  akan memperbaiki hidupku yang rusak,” ucap Kaila  berjanji,  ia juga mengusap buliran bening yang menyusuri pipinya.

__ADS_1


Leon tidak banyak bicara,  ia  hanya membiarkan Hara dan ibunya yang   bicara.Karena ia tahu Kaila pernah menaruh rasa suka padanya.


Leon hanya menyibukkan dirinya mengecek ponselnya, memeriksa email  masuk, tetapi ia tidak pernah jauh dari Hara,  Leon  bagai tongkat buat Hara yang selalu menopang wanita bunting itu untuk menjalani hari-harinya selama kehamilannya.


“Tidak apa-apa Nak, aku bersedia jadi ibumu, kamu bisa curhat dan meminta tolong pada ibu,  jika kamu butuhkan, dari dulu saya ngin punya seorang putri, ibu sudah punya putra,” wanita itu menatap Leon dan saya juga sudah punya menantu, aku juga ingin putri seperti kamu,” ucap Bu Atin dengan tulus.


“Jadi … jangan pernah menganggap kamu tidak punya siapa-siapa di dunia ini.  Masih banyak orang yang menyayangi kamu,  pelihara hidupmu karena masa depanmu masih panjang,  jangan kamu rusak masa mudamu karena rasa kecewamu pada kedua orang tuamu,” ucap Bu Atin membuat wanita cantik itu semakin bersedih.


'Aku berharap kamu benar-benar berubah Kaila' ucap Leon dalam hati.


Untuk keluar dari dunia  gelap itu, memang tidak mudah, karena sudah terlalu banyak noda yang sudah melekat. Sama seperti Kaila saat ia ingin  tobat,   bahkan punya keinginan memakai hijab,  tidak ada yang percaya bahkan banyak yang meledek dan menyepelekannya.


Tetapi Bu Atin dan Hara  mendukung, karena  manusia akan selalu di beri kesempatan untuk menemukan jalan pulang, asal,  ia benar-benar mau berubah lebih baik.


“Ini untuk kamu Kai,” ucap Hara memberikan  kerudung dan perlengkapan  sholat untuk Kaila.


“Apa saya boleh mengenakannya ke kantor?” tanya Kaila menatap Leon lirih.


“Tentu, pakai saja,” ucap Leon dengan wajah datar.


“Pakailah Kai. Pakaian tertutup akan melindungi mu dari mata-mata orang jahat, kamu sendiri yang harus menjaga dan melindungi tubuhmu, Nak,” ucap Bu Atin.


Kaila sangat terharu dan memeluk Bu Atin dengan tangisan.


“Ini juga ada untuk kamu” Hara menyerahkan kunci mobil, persis seperti mobil Kaila yang ia jual  untuk pelariannya beberapa bulan lalu.


Matanya berkaca-kaca,  ia tidak  berpikir akan mendapat perhatian sebesar itu dari istri dan ibu bosnya.


Dengan kembalinya Kaila di kantor, Leon akan lebih fokus untuk menunggu persalinan istrinya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2