
Setiap orang punya kelemahan sendiri, tidak ada manusia yang benar-benar kuat.
Danis menjani masa muda di dunia hitam mengubah dirinya jadi lelaki yang tidak mengenal rasa takut, kematian, air mata dan penghianatan sudah bagian perjalanan hidupnya. Tetapi apa ia benar-benar kuat tidak terkalahkan? Jawabannya tidak cinta bisa mengubah segalanya bahkan para pujangga menyebutkan cinta bisa menghancurkan gunung kokoh sekalipun.
Setelah berbicara dengan Leon, Beny masuk lagi ke ruang introgasi.
“Enaknya di apain ini Dan?” tanya anak buah Beny.
“Biarkan saja, tinggalkan kami berdua,” pintah Beny pada anak buahnya.
“Baik Dan!” Kedua lelaki berbadan tegap itu keluar dari ruang introgasi.
“Mau rokok ….?” Tanya Beny.
Ia kembali duduk di depan Danis.
“Tidak, katakan saja apa yang dikatakan laki-laki itu padamu,” ujarnya, Danis orang yang zenius sama seperti Zidan, ia bahkan tahu kalau Leon dan ayahnya melihatnya dari ruangan lain.
“Hidupmu sangat di sayangkan,” ujar Beny.
“Hidupku urusanku pak polisi,” balas Danis.
“Dulu ayahmu dan rekan-rekannya bersusah payah keluar dari dunia gelap itu, pukulan berat mereka rasakan, saat mereka bertiga kehilangan dua rekan kerja. Rikko dan Iwan ”
“Mafia tidak punya perasaan Pak Polisi,” balas Danis dengan angkuh.
“Mafia juga manusia, mereka hebat karena berani keluar dari sana dan mereka hanya menyendang mantan mafia”
“Aku tidak ingin mereka di bahas aku hanya ingin keluar dari ruang sialan ini,” ujar Danis marah.
“Dulu kamu anak yang baik, Jordan, Okan, Chelia, Thiani, Juna kalian dulu anak anak yang membanggakan,” ujar Beny.
Mendengar nama Chelia raut wajah Danis langsung berubah.
‘Aku mendapatkanmu’ Beny membatin.
“Aku tidak mengenal mereka,” ujar Danis membuang wajahnya.
“Kamu tidak mengenal si cantik Chelia? Padahal saat aku ke rumah sakit di mana kamu bekerja aku melihat kalian berdua makan acerean di kantin rumah sakit, bercan-”
“Jangan bawa-bawa dia, ini tidak ada hubungannya dengannya!” bentak Danis.
“Jelas ada, dia sekarang berhubungan dengan anakku. Kamu mau lihat fotonya, ini lihat lah."Beny Polisi yang pintar, ia memprokasi pertahanan Danis. Ia menunjukkan foto Harvis dan Chelia.
__ADS_1
Wajahnya Danis langsung berubah, ia diam dan tangannya terkepal kuat di bawah meja introgasi.
“Aku dengar dia sangat mencintaimu sangat tulus, bahkan dia sudah menyukaimu saat kalian masih kecil dia percaya padamu, ternyata kamu hanya mempermainkannya dan memaanfaatkannya untuk membalas Leon"
“Hentikan” Danis ingin berdiri, tetapi Beny menahanya dan memborgol tangannya di kursi.
“Kenapa kamu jahat sekali, dia gadis yang cantik dan baik,” ujar Beny ia memprokasi Danis lagi.
“Hentikan aku bilang!” Teriaknya marah.
“Kamu tahu, karena dia kecewa sama kamu akhirnya anak saya mendekatinya, Leon dan Okan sudah memberi lampu hijau hanya ibu Hara yang belum, aku dengar …. Jordan juga suka sama Chelia, menurutmu antara Harves dan Jordan siapa yang menang ya?”
“Kamu tahu apa tentang hidupku, kamu hanya melihat hitam dan putih dalam hidupku! Kamu tidak tahu apa yang sudah aku alami selama ini! Kamu tidak tahu apa yang sudah mereka perbuat pada ibuku!” Danis akhirnya tidak terkendali ia teriak dan marah dalam ruangan itu.
“Kamu marah pada Leon, tapi apa pantas kamu memaanfaatkan Chelia? Wanita yang sangat mencintaimu, kenapa kamu tidak bisa memisahkan antara dendam dan cinta,” ujar Beny lagi, polisi tersebut semakin memojokkannya.
“Kamu tahu apa tentang hidupku?”
“Aku tahu … kamu ingin membalaskan dendam kematian ibumu pada Leon dan Zidan ayahmu, mereka tidak membunuh ibumu lalu …. untuk apa kamu dendam?”
Danis diam setelah semua rencananya terbongkar.
‘Berengsek kamu Juna, kenapa kamu memberitahukan semuanya’ Ia membatin kesal.
“Apa yang akan dipikirkan Chelia kalau dia tahu kamu masuk penjara karena kejahatan.
“Aku tidak akan mengatakan apa-apa jangan berharap,” ujar Danis.
“Baiklah … pilihan ada di tanganmu, Juna telah mengatakan semuanya, kami hanya perlu menagkapnya. Apa kamu mau mengatakan sesuatu sama Chelia?” Beny menatapnya lagi.
Danis diam, tatapan matanya sangat tajam setiap kali Beny menyebut nama Chelia Tangannya di borgol dan di bawa ke sel yang terpisah. Beny sengaja memisahkan Juna dan Danis, agar mereka semakin penasaran satu sama lain. Danis berpikir Juna mendapat kelonggaran karena ia mengaku pada polisi.
*
Polisi berhasil meringkus Juna dan Danis, sementara Thiani menghilang.
“Kita harus mendapatkan Thiani, sebelum penjahat itu tahu semua ini, aku yakin dia dalam bahaya,” ujar Leon.
“Pak Leon benar …. jika penangkapan keduanya terdengar olehnya, dia pasti akan melenyapkan Thiani agar informasi tentangnya tidak terungkap,” ujar Beny.
“Lakukan pejagaan yang ketat untuk Danis dan Juna,” ujar Leon.
Belajar dari pengalaman masa lalu, Leon tahu apa yanga akan dilakukan penjahat itu.
“Mungkin ditiap penjara dia menempatkannya orang-orangnya,” ujar Leon.
__ADS_1
Tidak banyak pertanyaan Beny memerintahkan bawahannya untuk menjaga ruangan Danis dan Juna, karena ia yakin penjahat itu, akan meminta seseorang untuk menghabisi keduanya di penjara jika tahu mereka tertangkap, begitulah dunia Mafia bekerja, Leon dan ketiga mantan anak buahnya paham akan hal itu.
Leon menempati janji pada Beny akan menangkap penjahat yang di beri julukan Rajawali itu, Noa sudah memantau tempat itu selama beberapa jam sebelumnya dan benar bos penjahat itu ada di dalam bar. Namun, saat Leon datang dan ketiga rekannya Thiani membocorkan kedatangan mereka.
Penjahat itu kabur bersama anak buahnya, Noa mengejarnya tetapi saat di parkiran tanpa terduga ia menembak pengawal Chelia tersebut di bagian lengan.
Berungtung Thiani dapat di tangkap anak buah Beny, ia ingin melarikan diri menyusul bosnya.
“Kalian tidak akan bisa menangkapnya!” Teriak Thiani marah.
Ken mengalihkan wajahnya dari putrinya, ia sangat malu melihat pakaian minim yang diapakai Thiani, dua tonjolan itu begitu berdesakan seolah-olah ingin keluar dari pembungkusnya celana hospat itu sangat pendek, lebih cocok di sebut kolor dari pada celana.
Leon melepaskan jaket miliknya dan memakaikannya pada Thiani, kini kedua tangan gadis berkulit esotis itu diborgol dan diabawa ke kantor polisi.
“Apa yang akan kalian lakukan?” Tanya Thiani brontak.
Ken, meninggalkan Thiani wajahnya sangat sedih.
“Kami harus menyelamatkanmu nona manis, sebelum penjahat itu melenyapkanmu,” ujar Beny, ia manahan amarahnya terhadap Thiani.
Mereka semua sangat kesal karena kerja keras mereka sia-sia, penjahat melarikan karena ulah Thiani.
Thiani lebih memilih menyelamatkan bos penjahat dari pada ayahnya. Apakah Leon dan ketiga rekannya bisa menangkap bos penjahat tersebut?
“Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-Turun Ranjang( on going)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)
__ADS_1