
Leon masih dirawat di rumah sakit.
“Apa sebenarnya telah terjadi, kenapa ia bisa terluka?”
Hara tidak boleh diperbolehkan keluar dari kamar, karena tidak bisa menelepon ZIdan dan Ken, Hara menelepon Haris, ia anak buah Leon dulu saat ini bekerja untuk Nana, ia asli Kalimantan dan satu suku dengan Leon, karena itu Leon membutuhkannya saat itu.
“Ha-halo Non Hara,” suara Haris terdengar gugup saat menerima telepon dari Hara.
“Kamu di mana?”
“Saya? Ada-“
“Kamu di rumah sakit mana?” tanya Hara
“Rumah sakit .... Santo"
“Tolong bilangin sama orang yang menjaga kamar ini, untuk memperbolehkan aku keluar”
“Tidak bisa, bahaya di luar, Justru bos berpesan agar Non Hara tidak keluar dari kamar dulu”
“Tapi saya yang ingin melihat Leon, kenapa dihalang-halangi”
“Tidak ada yang menghalangi Non, ini perintah Bos sendiri, ia takut musuh mengincar Non Hara membalas kekalahan saat perang”
“Ke-kekalahan? Perang? Apa maksudnya?”
“Tadi malam Bos bertarung dengan orang yang mengejar kalian kemarin, dia musuh Bos dari dulu, jadi tolong jangan keluar dulu Non”
Mendengar Leon terluka Hara semakin gelisah, Ken dan Zidan tidak bisa dihubungi juga"
**
Setelah beberapa jam setelah mendapat penganan dokter, Leon akhirnya bangun juga, ia layak di sebut manusia sembilan nyawa
__ADS_1
Para dokter di buat terpelongo dengan Leon, saat ia mendapat luka yang lumayan parah tetapi, ia bersikap seolah-olah itu hanya luka kecil.
“Apa Pak Leon punya ilmu, sonak?” tanya seorang dokter menatap Leon dengan tatapan serius, sonak sebuah ilmu sakti yang di miliki suku Leon.
“Oh saya tidak sehebat itu Dok, tidak semua orang yang bisa memilikinya, hanya … biasanya orang jahat susah untuk mati,” ucap Leon datar.
Dokter tertawa mendengar pengakuan Leon yang menyebut dirinya orang jahat,
“Tapi bapak walau selamat , tetap harus mengikuti anjuran dokter, bapak harus istirahat dulu,” ucap dokter.
“Baik Dok, untuk saat ini saya nurut saja karena saya juga merasa lelah” Leon menutup mata.
Tapi saat dokter keluar ia kembali sibuk dengan ponselnya, jari-jari tangan sibuk mengirim pesan pada Haris dan sibuk menelepon Zidan dan Ken, ia khawatir dengan Hara, ia takut saat ia berbaring di rumah sakit, para musuh dari hutan datang mengincarnya, ia memerintahkan Zidan dan Ken untuk mengantar Hara ke Jakarta.
Leon mengabari Bu Atin kalau ia sudah menikah dengan Hara, walau dengan cara pemaksaan, tapi baginya ia sudah berhak untuk wanita itu, Bu Atin sampai menangis karena bahagia, karena Hara akhirnya kembali untuk Leon, ia yakin kalau kali ini Leon akan lebih bahagia, karena yang dibutuhkan ada bersamanya.
Hara akhirnya di terbangkan ke Jakarta dengan pengawasan yang sangat ketat, Leon masih berada di rumah sakit di Kalimantan, Ia juga mengabari Piter kalau mereka sudah menikah, awalnya Piter sangat marah, tapi saat Leon menjelaskan alasannya pemaksaan pernikahan itu dan Leon meminta maaf pada Piter. lelaki itu akhirnya luluh
Saat tiba di rumah Leon, Hara disambut Bu Atin dengan sangat baik
“Selamat datang Non di Jakarta lagi,” ucap Bu atin
“Ibu! Hara kangen sama ibu,” ucap Hara merangkul tubuh wanita itu dengan rindu, doa wanita terkabul bisa Hara menjadi menantu.
Leon tidak ingin hal buruk terjadi pada Hara, walau sudah di Jakarta dan tidak mungkin musuh mengejarnya sampai Ke Jakarta, tapi untuk Leon ia selalu waspada, ia mengarahkan orang-orang terbaiknya untuk melakukan penjagaan di rumah, Leon juga selalu memantau lewat ponsel keadaan rumah, walau sebenarnya ialah yang perlu di khawatirkan, karena masih berada di daerah musuh, tapi baginya nyawanya tidak akan apa-apa yang terpenting Hara aman.
Sementara Toni, setelah berhasil mengawal Hara kembali Ke Jakarta, Toni akhirnya pergi lagi, ia menolak kerja kembali pada Leon, Ia datang karena Hara.
Hara dan Bu Atin tidak di perbolehkan keluar dari rumah selama Leon tidak ada di rumah, tapi selama ada Hara dengannya, sebulan tidak keluar rumah tidak mengapa untuknya, karena wanita paruh baya itu sudah punya teman berbagi cerita dan teman untuk ngobrol, mereka berdua sudah layaknya anak dan ibu, Hara yang kehilangan sosok ibu menganggap Bu Atin sebagai seorang Ibu. Jadi hubungan Bu Atin dengan Hara sudah terjalin baik saat pertama sekali ia bertemu dengan wanita itu di hutan pada saat statusnya sebagai asisten rumah tangga untuk Leon.
Tapi saat ini status wanita itu bukan lagi asisten rumah tangga di rumah Leon, tapi sudah jadi Ibu angkat Leon, itu artinya Hara memanggilnya dengan ibu Mertua.
Di rumah Leon Hara dan Bu Atin baru selesai makan, sesuai pesan Leon wanita itu tidak mengungkit apapun tentang apa yang terjadi, mereka hanya banyak bercerita waktu di Panti saat ia masih buta.
__ADS_1
“Aku tidur sama Ibu saja, iya,” ucap Hara saat malam tiba.
“Baiklah, ayo,” ucap Bu Atin, ia pikir kalau Hara masih ingin melepas rindu dengannya.
Ia sudah mempersiapkan Kamar khusus untuk Hara, Kamar Pilihan Leon sangat luas, kamarnya yang ia desain khusus seperti selera Hara, punya bathtub yang luas, dan punya satu set meja rias dan di dinding kamar itu dihiasi lukisan-lukisan yang mahal seperti kesukaan Hara.
Leon seolah- olah tahu kalau Hara suatu saat akan jadi miliknya dan akan menempati kamar yang sudah ia persiapkan itu, Leon selama ini punya kamar sendiri, ia tidak menempati kamar itu, ia akan menggunakannya kalau Hara sudah jadi istrinya dan akan tinggal di rumah itu, tapi saat ini Hara sudah datang kerumahnya dan sudah menjadi istrinya, tapi sayang, mereka berdua harus terpisah untuk sementara waktu.
Ini hari ketiga Leon berada di rumah sakit, hari ini ia akan terbang ke Jakarta, ia akan mendapat perawatan di Jakarta karena tidur di rumah sakit di Kalimantan, ia tidak bisa merasakan ketenangan, ia di hantui mimpi buruk tentang musuh yang mengincar dirinya, setiap kali ia menutup mata, ia merasa ada seseorang yang memegang tombak berdiri tepat di sampingnya.
Jadi dengan ada tanda-tanda seperti itu ia menyakini kalau musuh sudah mengetahui keberadaanya, kalau saja, ia tidak keluar dari sana, ia yakin orang-orang itu akan datang kerumah sakit untuk menangkapnya, masih mending kalau hanya di tangkap biasanya kepalanya bahkan di pisahkan dari tubuhnya dan kepalanya akan di persembahkan di pohon kramat atau Pohon suci itu.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1