Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Saling terbuka


__ADS_3

Hara  hanya diam.


“Aku tidak memberitahukamu tentang semua rencanaku agar kamu tidak terbebani,” ucap Leon


“Harusnya Pak Leon  memberitahukan, karena aku  berhak untuk tahu, aku bukan anak kecil”


“Hara aku hanya ingin kamu fokus untuk kesehatanmu, dokter bilang kamu tidak boleh banyak pikiran , aku tidak ingin  kamu banyak beban pikiran,” balas Leon.


Keduanya tidak saling dimengerti. Leon akan bertindak sendiri, jika itu dia anggap benar, tidak perlu tanya kanan-kiri, sementara Hara inginnya dikasih tahu dan minta pendapatnya.


“Pak Leon  dalam satu hubungan itu dibutuhkan satu komunikasi dan sebuah obrolan dan kesepakatan begitulah seharusnya”


“Hara, harusnya kamu mengerti apa yang aku lakukan. Aku tidak pintar berkata-kata manis, aku hanya melakukan yang menurutku baik, karena semua kebaikan itu  bagus untuk orang lain, kan?”


“Baik untuk kamu,  belum tentu baik untukku Pak Leon, kalau kamu dari awal bicara  baik-baik padaku,  kalau bukti itu ingin kamu gunakan, aku juga tidak akan keluar dari rumah dengan melewati selokan busuk itu dengan keadaan hamil .”


Air mata Hara  menetes deras ,  ia memikirkan bagaimana ia  berjuang keluar dari rumah Leon.


“Kamu tahu Hara,  aku tidak pintar bicara-”


“Aku juga tidak pintar membaca niat orang lain  Pak Leon, mana aku tahu kalau kamu   melakukan itu untuk melindungiku. Terlalu banyak air mata, penderitaan ,penghianatan yang aku alami, membuatku susah membedakan mana yang tulus membantu dan mana hanya ingin memanfaatkan,” ujar Hara.


Leon hanya diam, ia hanya bisa melihat Hara, tatapan matanya memindai dari wajah,  lalu melihat luka-luka  lecet di siku tangan dan kaki Hara. Leon sangat takut, ia tidak berusaha membujuk Hara atau berkata  basa-basi,  sementara bumil cantik ini, inginnya di bujuk dan diajak  mengobrol tentang luka di tangannya atau bagaimana keadaanya. Namun, Leon tidak melakukannya walau ia sudah melihat tangan  Hara lecet. Bukannya, tidak mau tetapi Leon tidak tahu cara memulainya, ia hanya menyimpan dalam hati.


“Setelah semua masalah ini selesai, kita akan menikah,” ucap Leon.


“Pak Leon … aku-”


“Berhenti menolakku, aku sudah bilang. Ayah anak itu aku, aku yang akan menikahimu dan berhak atas anakku, Piter hanya penjagamu,ingat itu” Leon menatapnya tegas.


‘Ah, susah memang kalau berhadapan kanebo kering.


“Kalau aku  bilang keberatan menikah denganmu. Apa yang bapak lakukan?”


‘Sebenci itukah kamu padaku sekarang?’ Leon menatap  Hara .


“Aku akan memaksamu,” kata Leon wajahnya datar.


“Aku mau menikah denganmu dengan syarat kamu harus bisa menangkap Bokoy? Apa kamu bisa? Kalau tidak, jangan pernah harap bisa memiliki kami, karena sampai kapanpun orang yang menghabisi keluargaku tidak aku maafkan,” ucap Hara sorot matanya terlukis, ada dendam yang belum terlampiaskan.


“Kenapa? kamu tidak akan mampu kan?” tanya  Hara menatap Leon.

__ADS_1


“Tanpa kamu minta aku akan menghabisinya Nona Hara, tapi masalahnya aku tidak mau gegabah, dia musuh yang sulit, karena itu, harus mempersiapkan diri, aku kehilangan orang tuaku karenanya, dia musuh yang seharusnya aku lenyapkan,  tapi aku tidak  mau melakukan kesalahan, bersabarlah . Aku tidak mau menyerang dia,  seperti yang kamu lakukan bersama Piter. Kalian melawannya tanpa persiapan yang  matang”


“Apa kamu menertawakan  dan mengejek kami?”


“Tidak Non Hara, aku mau bilang …. Aku butuh persiapan. Tetapi kalau dia sampai menyakitimu  seperti saat ini, akan.aku bawa bom ke rumahnya dan aku ledakkan di sana ,”ujar Leon.


Jovita diam, melihat Leon marah, hatinya yang tadinya keras  berangsur pulih, ia baru kali ini melihat wajah yang keras itu tiba-tiba terlihat sangat sedih.


                           *


“Baiklah, aku mau tidur dulu.” Hara berjalan ke kamar.


“ Hara!”Panggil Leon saat Hara berjalan ke arah kamar.


“Iya,” wanita cantik itu  menoleh.


“Terimakasih”


Kedua alis Hara menyengit tanda bingung,  tidak biasanya Leon mengucapkan terimakasih padanya.


“Untuk apa?”


“Karena kamu menjaga dia untukku,” kata Leon.


“Mari kita tidur, aku sudah sangat mengantuk.”Hara tidak ingin mendengar kata-kata terimakasih dari Leon.


“Apa aku  boleh tidur bersamamu, Nona Hara?”


“Tapi aku belum jadi istrimu Pak Leon, Bapak tidur di sofa saja  dan aku di kamar. Itu akan lebih, kita sama-sama enak,” ucap Hara menunggu reaksi lanjutan dari Leon tetapi  seperti biasa, ia tidak akan ada usaha untuk membujuk.


“Baiklah kalau kamu keberatan.” Leon tidak memaksa.


Ia merebahkan tubuhnya di sofa dan Hara masuk ke kamar lalu tidur di ranjang.  Setelah sekitar dua puluh menit lagi,  ia keluar membawa selimut dan menyelimuti tubuh Leon. Leon menutup mata,  ia sudah mulai tidur.


Ternyata Hara masih duduk  meja kayu di samping tubuh Leon.


“Kamu mungkin  berpikir aku egois,  kan?” Tanya Hara mengusap air matanya lagi.


“Aku juga ingin menikah denganmu Leon .... Tetapi aku takut aku salah memilih, aku takut kamu tidak mencintaiku, aku takut kalau kamu masih membela Bokoy. Kenapa kamu tidak berusaha lebih keras lagi untuk menyakinkanku, kalau hanya kamu yang pantas jadi suamiku. Kenapa kamu begitu kaku  dan dingin, tidak bisa kamu memperlakukanku  sedikit berbeda ….  Memberiku kepercayaan.” Hara menangis sesenggukan di samping Leon yang tertidur.


Hara berpikir, Leon tidak mendengarnya, ia tidak tahu, tangan Leon juga mengepal kuat, menahan perasaanya, ia terguncang saat mendengar keluhan hati Hara.

__ADS_1


Hara juga cinta pada Leon, tetapi ia ragu karena leon selalu kaku dan  tidak mau berterus terang padanya, terlalu banyak rahasia Leon yang  di simpan sendiri, membuat Hara takut setelah menikah tidak bahagia. Ia ingin mencari sosok seperti ayahnya baik dan perhatian sama ibunya,


 tetapi,  ia tidak menemukan itu sedikitpun dari Leon. Ia menemukan semua itu di dalam Toni,


sementara ia mengandung anak Leon.


Hara bimbang dengan perasaanya Sendiri.


Saat ia ingin berdiri, Leon memegang tangan Hara, ia  menyingkirkan lengannya yang menutup matanya, ternyata ia juga menangis.


Tetapi sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Leon turun dari sofa dan tiba-tiba berlutut di kaki Hara.


“Maafkan  kesalahanku di masa lalu Hara,  kesalahan di masa lalulah yang membuatku takut bicara banyak padamu, takut memintamu ini dan itu. Banyak yang ingin aku katakan padamu, tetapi aku kadang berpikir tidak layak karena telah banyak menyakiti perasaanmu banyak melakukan dosa padamu. Hara maafkan aku,” ujar Leon  berlutut di kaki Hara.


Ini momen yang sangat menguras air mata untuk keduanya, di mana Hara  Leon saling mengungkapkan perasaan masing -masing. Hara juga duduk dan tiba- tiba memeluk leher Leon.


“Aku mencintaimu Leon …. aku sangat mencintai , aku hanya takut kamu tidak bisa  mencitaiku. Aku juga sudah melupakan masa lalu. Kita hanyalah korban dari orang jahat itu. Tolong jaga aku Leon, aku takut hidup sendirian, aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini” Hara Memeluk Leon  dengan tangisan.


“Aku juga hanya memiliki kalian berdua di dunia Hara .... Aku sangat mencintaimu. Aku berjanji akan menjaga  kalian berdua,” ucap Leon.


Mereka berdua saling berpelukan Leon menangis tanpa suara, memeluk  tubuh Hara di dadanya, hati mereka dua saling mencintai, hanya  saja tidak ada keterbukaan dari Leon membuat Hara ragu akan perasaanya , tetapi saat ini, akhirnya ia berani  mengungkapkan isi hatinya.


Leon mampu membuang egonya kali ini, Ia rela berlutut di depan wanita cantik itu, semua itu ia lakukan demi anak dalam rahim Hara.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2