Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Kado Ulang Tahun


__ADS_3

“Aku ingin memberikan kado”


“Tidak usah sayang,” ujar Leon.


“Bukalah ….”


“Nanti saja di kamar,” ujar Leon. Tidak enak melihat tatapan semua orang padanya.


“Buka donk,” ujar Hara lagi.


Lalu meletakkan box tersebut di atas meja, membukanya dengan satu tangan, tangan satunya memegang gelas wine. Tiba-tiba  ia terdiam matanya menatap serius ke dalam box.



Semua mata tertuju  kearah Leon, karena tidak ada yang tahu isi Box itu hanya Hara dan Bu Ina yang menyiapkannya. Lalu ia meletakkan gelas  wine di atas meja. Tiba-tiba Leon memegang kepalanya dengan wajah terkejut.


“Aaah ….!” Ujarnya panik ia menatap Hara dengan mata melotot.


“Benarkah ….?” Tanya Leon, menatap Hara seakan-akan tidak percaya.


“Iya," ujar Hara mengangguk.”


“Oh … Oh ….Iya ampun!” Ia mengangkat sepasang sepatu rajut mungil.


“Oh ….”Teriak Ken paling heboh," selamat ulang tahun Bos, selamat dapat kado indah, "ujarnya lagi.


“Ini benaran kan sayang ….!?” Teriak Leon kegirangan ia  memegang tulisan dalam kertas’ 'Hello Daddy’.


“Ibu ....! Hara hamil!” Leon menatap Bu Atin, wanita yang duduk di kursi roda itu mendekat karena penasaran. Ia juga sangat terharu melihat kegembiraan yang dirasakan Leon.


“Benarkah …! Oh Tuhan benarkah? ”ucap Leon berulang kali.


“Sial …. Aku menangis." Leon mengusap ujung matanya, ia tampak sangat emosional, bahkan ia beberapa kali mengucapkan kata ‘sial ‘ karena terkejut. Tangannya beberapa kali menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Leon bahkan tidak memperdulikan semua orang tersenyum melihat  reaksi  bahagia yang dirasakan olehnya.


Lalu ia mendekati Hara mengecup kening lalu mencium perut.


“Benarkah kamu hamil? Kamu tidak bohong kan? maksudku aku tidak bermimpi' kan?”


Hara mencubit lengan Leon. “Tidak, kamu tidak  bermimpi,” ujar Hara tertawa.


“Sayang, kamu beneran hamil, kan, bukan sakit ?”


“Um. Iya” Hara mengangguk untuk kesekian kalinya.


“Iya ampun, sebentar lagi aku mau jadi ayah …?”


“Iya,” Jawab  Hara lagi.

__ADS_1


“Ini kado paling spesial dalam hidupku. Oh Tuhan …. Aku sangat emosional bangat. "Leon mengusap air matanya lagi. Semua anak buahnya  ikut terharu melihat kebahagian Leon. Zidan memeluk Clara istrinya ia tinggal menunggu moment seperti itu  beberapa bulan lagi.



Karena benihnya Zidan masih dalam proses penggilingan adonan.


Zidan mencium kening Clara ia membayangkan nanti juga ia akan merasakan moment bahagia juga seperti Bosnya, apa lagi saat keluarga Clara akhirnya merestui pernikahan mereka berdua.


Meminta agar resepsinya akan di laksanakan di Bandung di keluarga Clara .


“Wah selamat Bos,” ujar Zidan.


“Terimakasih Dan” Ia memeluk Zidan dengan, bukan hanya Zidan  ia memeluk kelima anak buahnya yang memberinya  ucapan selamat.


“Selamat sebentar lagi jadi ayah ….!”Teriak Billy, mengangkat gelas. Lalu ia  mengusap-usap  perut istrinya yang sedang hamil anak kedua.


Semua orang tertawa melihat tingkah dokter Billy yang  memukul-mukul perut istrinya  bagai  memukul drum.


“Aku belum yakin, ini bagai mimpi," Leon lagi,  semuanya bagai mimpi untuknya.


Ia menatap istrinya dengan mata berkaca-kaca. Hara mengangguk. “Ya, sayangku aku hamil,” ujar Hara mengusap wajah Leon dengan punggung tangannya.


Ia melepaskan pelukannya, lalu tangannya memegang dadanya sendiri, membuang  napas -napas  pendek dari mulutnya.


 “Leon kenapa kamu terlihat bingung? Harusnya bahagia,” ucap Bu Atin.


“Apa kamu pikir aku akan mati?” tanya Hara menatap Leon.


"Tidaklah justru aku takut. Hara,  apa kamu beberapa hari ini sengaja mengerjai?”


“Aku juga sebenarnya tidak tahu hamil, tetapi aku juga sudah merasa ada yang  aneh, aku mudah lelah, marah, mudah sedih, saat di rumah sakit tiba-tiba bisa melihat makhluk lain . Tetapi aku takut memeriksa ke dokter bersamamu, aku takut kamu  kecewa lagi dan paling tidak tahan melihat wajah kecewa kamu. Walau kamu bilang tidak apa-apa. Tetapi, aku tahu kamu sangat sedih.”


“Maafkan aku sayang aku tidak tahu kamu hamil," ujar Leon .


“Tapi kenapa kamu tidak bilang padaku Hara, kenapa kamu biarkan aku menderita sendirian beberapa hari ini, aku sedih,  aku pikir kamu sakit keras, aku  pikir luka di kepala kamu bertambah parah,” ucap Leon.


“Maaf, aku hanya ingin memberimu kado terindah di ulang tahun kamu, makannya aku telepon kak Ken,  mereka bilang akan  pulang ke Indonesia. Lalu kamu menyusun rencana ini. Tetapi tentang yang tahu aku hamil hanya aku dan Bibi Ina”


“Benarkah? tidak ada yang tahu?” Wajah Leon tersenyum bahagia. Ia sangat bahagia karena ia orang pertama yang  beritahukan tentang kehamilannya, sebenarnya kedua pertama Bu Ina.


Leon tidak bisa menyembunyikan kegembiraan,  saat mendengar Hara hamil, Hara menjelaskan sakit kepala yang ia alami,  bukan karena cidera kepala, semua itu karena faktor bawaan dari kehamilannya.


Hara meminta maaf karena membuat Leon sempat frustasi sebab mengira kalau ia sakit parah,  Leon masih  diam pengakuan Hara membuatnya akhirnya bisa bernapas legah.


“Sayang,  baik-baik iya di perut ibu,” ujar Leon.


Hara ikut bahagia melihat kegembiraan yang di rasakan Leon.


“Apa apa kamu mau  kado kedua?” Tanya Hara lagi.

__ADS_1


Kali ini Leon mengangguk setuju, wajahnya penasaran  ingin melihat kado kedua Hara memberikan kotak kedua.


“Bukalah,” ujar Hara.


Leon sangat bersemangat ia membuka dan matanya melotot untuk kedua kalinya dalam bok ada dua pakaian dengan tulisan ‘Twins’



“HAAA ….!”


“Mereka ada dua,” bisik Hara dengan wajah sumringah.


“Oh … anakku kembar!”Teriak Leon lagi memamerkan pakaian kedua yang di berikan Hara pakaian yang bertuliskan player1 dan Player 2 , wajahnya  benar- benar sangat bahagia, bahkan, ini wujud lain dari  pribadi Leon.



“Oh, keren Pak …  sekali dikasih langsung dua.” Billy memuji.


“Iya …  tidak sabar sebentar lagi aku akan jadi bapak seperti kamu,” ujar Leon masih sumringah.


Mereka semua bertepuk tangan untuk Leon.  Leon.


“Sekarang Ibu mengerti kenapa kamu  suka makan yang  asam asam kemarin,” ujar Bu Atin.


“Iya benar Bu”


“Ibu berharap kamu yang mengidam mengantikan istrimu,” ujar Bu Atin tertawa bahagia.


 Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2