
Waktu terus berputar,
Empat tahun kemudian kini kedua baby kembar itu sudah tumbuh sehat, lincah sudah bisa dengan lancar bicara dan sudah banyak mengerti. Hara juga sudah pulih, ia sudah tidak menggunakan kursi roda lagi jika bepergian, sudah bisa memberi perhatian layaknya seorang ibu untuk kedua buah hatinya mereka. Namun, Hara tetap dalam pengawasan seorang perawat, Hara belum di perbolehkan melakukan apapun termasuk untuk pergi sendiri, masih tetap dalam tahap pengawasan dokter juga, Leon benar-benar membuat aturan ketat untuk kesehatan istrinya.
Si cantik Chelia, tumbuh menjadi anak perempuan yang sangat cantik memborong semua wajah ibunya, mata indah dan bulu mata yang lentik . Okan tumbuh menjadi lelaki yang tampan juga.
Kedua anak kembar itu seakan mewakili sikap kedua orang tuanya, Si Cantik Chelia, ia anak yang ceria aktif bahkan cerewet dan keras kepala, ia seperti Hara, Okan sangat kalem tenang tetapi saat marah susah untuk membujuk.
Hari itu ada drama lagi di rumah.
“Ibu, abang Okan tidak mau makan esklim vanilla, dia mau seperti punya Celi” Ia berlari kearah Hara, saat Okan mengejar gadis cilik berambut panjang tersebut.
“Loh, tadi katanya dede, mau rasa coklat ‘kan? Kenapa berubah?” tanya Hara berjongkok di depan anak yang bak boneka hidup tersebut.
“Tidak jadi, aku tidak esklim itu lagi, Bu,” ujarnya dengan bibir cemberut, Saat mereka berlarian dengan sigap kedua suster mereka ikut membujuk.
Dari arah belakang, bocah lelaki itu datang mendekati adek kembaranya dengan tangis yang tertahan, ia meminta Es cream yang jadi pilihannya, tetapi diambil paksa sama Chelia.
“Berikan! itu punya Okan, manik-manik berwarna indah itu, menatap adiknya dengan tatapan marah, tetapi ia tidak akan mau memukul sang adik ia lebih baik menangis.
Ia lelaki yang keras jika sudah marah, ia menatap tajam pada kedua orang tuanya, karena Leon dan Hara tidak membelanya , lalu ia duduk membelakangi kedua orang tuanya dengan pundak naik turun. Suster Ana berusaha membujuknya dengan segala cara. Namun itu tidak berhasil, sementara Chelia si gadis ceria perebut milik abangnya tidak merasa bersalah, ia dengan gayanya santai menjilat Ace eream sampai habis milik abangnya.
“Oh sayang, sini kemari sama Ibu, nanti kita akan beli lagi yang banyak,” bujuk Hara pada si tampan okan.
Ia masih diam saat Hara mendekat, ternyata bocah lelaki berwajah oriental itu menangis tanpa suara. Hara memeluknya melihat ia menangis tanpa suara hatinya meleleh. “OH kamu menangis, oh sayang” Hara ingin mengendong. Namun Leon langsung mencegahnya, Hara terkadang secara refleks ingin mengendong anak –anak Tetapi Leon tidak ingin Hara melakukan itu.
Walau sudah bertahun-tahun lamanya .Namun bapak dua anak itu masih merasakan ketakutan jika mengingat Hara saat dulu, koma.
“Sini sama ayah, masa anak laki-laki menangis, mengalah sama perempuan itu hal biasa, jagoan,” ucap Leon mengendong anak sulungnya dan membawanya ke balkon.
“Itu yang kedua Ayah, Celi sudah mengambil punyaku tadi dia tukang palak,” ujar Okan terisak-isak.
__ADS_1
“Oh Benarkah, kamu anak yang baik, jagoan” Puji Leon menepuk-nepuk pundaknya.
Padahal tadi, baru saja Leon meletakkan tas kantor dan duduk bersama istrinya , tetapi kedua kembar itu datang berebut aceream.
“Celi, sini ibu mau bicara ….” Gadis cilik itu mendekat dengan sikap ragu-ragu, mata bulat berwarna coklat mengerjap-erjap melihat kearah ibunya.
“Celia, sudah menghabiskannya, Bu,” ujarnya kemudian menunjukkan kedua telapak tangannya memperlihatkan batang steak aceream yang sudah bersih.
“Baiklah. Ibu tau, tapi kalau dede Celia sudah minta rasa Vanilla, harusnya itu yang jadi milikmu, kamu tidak boleh mengambil milik abang,” ucap Hara menasehati putri cantiknya.
“Tapi Bu … Celia tiba-tiba tidak suka.” Ujarnya menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kanan kiri seperti ranting pohon tertiup angin.
“Dengar sayang, jika kamu sudah memilih sesuatu, maka kamu haru bertanggung jawab pada pilihanmu, tidak itu enak atau enak harus tetap dimakan karena kamu yang memilih itu kan? Satu hal lagi …. Jangan pernah mengambil milik orang lain”
“Tapi itu, kan, milik Abang Okan, bukan orang lain Bu,”jawab Chelia. Leon tertawa mendengar jawaban-jawaban mengemaskan dari putrinya.
Leon tidak pernah marah ataupun kesal untuk mereka berdua walau ia lelah dari kantor. Sampai di rumah, ia berubah, ia ‘selalu punya prinsip urusan kantor biarlah urusan kantor semarah apapun dia di kantor saat pulang , di depan gerbang , ia akan membuang semua beban itu.
Kedua anak kembar itu akan selalu menyebabkan keramaian di rumah, karena mereka berdua sering sekali berebut mainan, sebenarnya bukan berebut, tetapi Chelia yang sering mencari gara-gara saat Okan bermain mobil-mobilan, ia sering iseng mengambil dan membawanya lari.
Malam sudah tiba dan lampu-lamu jalan sudah mulai menyala dan berkedip seperti bintang saat di lihat dari jauh, leon duduk di balkon kamar.
“Apa kamu lelah, diam terus dari tadi,” Hara memeluk Leon dari belakang.
“Iya, ada banyak pekerjaan di kantor yang menguras tenaga,” ujar Leon membalikkan tubuhnya menatap Hara.
Wanita cantik itu sudah benar-benar sembuh, ia sudah tampil cantik kembali, Hara mengerjai rambutnya panjangnya membuat tampil cantik bak anak abg.
“Hara, melihatmu seperti ini membuatku merasa sangat bersyukur untuk para leluhur dan pada Tuhan, karena tidak pernah terbayang aku bisa melihatmu sehat dan kembali tampil cantik seperti ini . Hara kamu seperti anak gadis umur dua puluh tahunan,” ujar Leon menggoda ia juga menyentuh hidung mangir milik Hara.
“Eh, sepertinya ada maunya ne ….” Hara tertawa terkekeh.
Mereka berdua hanya bisa berduaan saat sudah mau tidur seperti itu, karena setiap hari kalau ada Leon di rumah mereka Chelia akan mengikuti ayahnya kemanapun pergi.
__ADS_1
“Iya, aku mau minta adek lagi,” ucap Leon langsung ke intinya.
“Apa? gak ah, aku sudah bilang aku tidak mau hamil lagi, sakit tahu, nanti di kasih kembar lagi.”
“Sayang, satu lagi biar rame bujuk Leon.”
“Gak! Aku tidak mau punya anak lagi, maka itu aku tidak mau membuka spiral yang aku pakai, tetapi aku tetap mau memberikan ini untukmu ….” Hara merangkul leher Leon meraih bibirnya dan menikmati bibir tebal itu dengan lembut mendapat hal yang paling manis dari Hara. Leon tidak ingin menyia-nyiakan , ia membalasnya dan menuntun Hara keatas ranjang. Tetapi baru juga ingin melakukan olahraga raga ranjang.
Tiba-tiba pintu terbuka, Hara mendorong tubuh Leon dari atas tubuhnya.
"Ayah, dede mau tidur sama ayah, abang Okan sudah bobo, aku tidak bisa bobo," ujar Chelia naik ke ranjang dan memeluk leher Leon.
"Ah gagal lagi dah," keluh Leon.
Hara tertawa ngakak melihat ekspresi Leon, pahala sudah sempat naik ke atas ubun-ubun.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)