
Walau Hara bilang masih kuat, tetapi Leon tidak ingi hal buruk pada Hara dan calon anaknya.
"Kita pulang saja." Leon berdiri
“Tapi bagaimana anak-anak? "
" Mereka sudah besar Bu, pasti akan mengerti "
" Bagaimana perasaanmu Kan? "
“Aku, sangat senang Ayah, terimakasih, ini seperti petualangan untukku karena Om Markus mengajakku ikut menyelam ke dalam laut, itu sangat seru,” ucap Okan.
“Oh baiklah,” ucap Leon melihat Okan sangat senang, ia mengurungkan niatnya untuk mengajak mereka pulang.
Kapal mereka bersandar di tepi pantai, tidak jauh dari Pantai seribu di mana ada sebuah penginapan.
Karena sangat kawatir dengan keadaan Hara, Leon turun
“Apa kamu masih kuat, jangan memaksa Bu, jangan membahayakan dirimu dan dia,” ujar Leon.
"Sakit kepala sudah berkurang sih, aku istirahat di penginapan saja, besok pagi kita pulang biarkan anak-anak meneruskan bakar-bakar ikanya, mereka pasti senang,” ujar Hara.
Leon menuruti apa yang dikatakan Hara, ia memilih penginapan di pinggir pantai, bakar ikan dan membuat api unggun juga.
*
Tetapi pikiran Leon tidak tenang saat Hara mengeluh sakit kepala.
'Bagaimana kalau penyakit lama itu muncul lagi?' Leon berdiri
Ia tidak mau ada hal buruk pada Hara, Leon meminta Bimo menjemputnya naik helicopter.
“Abang sama Adek di sini saja, ada Om Markus yang temanin, Ayah mau ngantar Ibu pulang ke rumah, Ibu tiba-tiba sakit,” ujar Leon meminta pegertian kedua anaknya.
“Ibu sakit?” Okan terkejut.
“Tidak apa-apa Bang, hanya mabuk”
“Tidak, Aku ikut pulang sama ayah dan Ibu saja.” Chelia ikut pulang.
Mereka bertiga pulang.
“Adek juga pulang saja deh, kalau Ibu sakit,” ujar Celia juga.
__ADS_1
“Kalian berdua yakin tidak kecewa?” tanya Leon menatap mereka berdua bergantian.
“Iya,”jawab keduanya serempak.
“Ok, baiklah, kita semua pulang,” pinta Leon pada anak buahnya.
Karena Hara mengalami mabuk parah akhirnya, liburan tidak dilanjutkan dan memilih pulang ke rumah. Leon membawa Hara ke rumah sakit
Untungnya Hara tidak mengalami hal yang buruk, menurut dr, Shena, hanya pusing bawaan hamil. Leon merasa sangat legah.
*
Setelah beberapa bulan kemudian, kehamilan kali ini sangat membuat Leon kerepotan, ia merasa di kerjai, tetapi ia tidak ingin marah.
“Ayah, aku mau makan rujak tumbuk,” ujar Hara saat lelaki bertubuh besar itu tertidur pulas.
“Bu, ini masih jam tiga pagi, mana ada yang jual rujak jam segini sih,” ujar Leon mengucek-ucek matanya.
“Siapa suruh untuk beli, di kulkas ada bahanya Ayah potong –potong bawa kesini, sambalnya kecap saja,” ujar Hara .
“Tidakkah itu berlebihan, ini baru jam tiga pagi Bu." Leon terduduk baru setengah nyawah terkumpul.
“Aku juga tidak bisa tidur, pikirannya ke situ terus." Hara duduk.
Masih dengan mata setengah terbuka Leon berjalan ke kabinet dapur, membuka kulkas dan mengeluarkan buah-buahhan yang diminta Hara.
“Minta buah-buahan asam begini , jam tiga pagi, Hara mengidam aneh,” ujar Leon memotong buah.
“Ayah, mau ngapain?” Okan sudah berdiri di dekat meja makan.
“ Ibu minta buah asam, pagi-pagi,” ujar Leon masih berkutat mengupas buah manga yang mengkal.
“Biar aku bantuin” Okan membawa wadah untuk mencuci buah yang sudah di kupas Leon. Untuk beberapa menit Leon hanya terdiam, ia kaget dengan sikap Okan, kalau biasanya anak lelaki berwajah tampan itu jarang bangun pagi, malah terkadang di bangunkan saja susahnya minta ampun, ternyata kali ini, ia bersedia membantu ayahnya untuk menyajikan rujak untuk ibu tercinta, demi sang adik.
“Abang tidak apa-apa? Maksud ayah kenapa ikut terbangun?” tanya Leon menghentikan aktivitasnya matanya menatap putranya.
“Tadi aku mau ambil air minum, jadi aku turun ambil minum, lihat Ayah di sini, tidak apa-apa.” Okan mencuci buah itu di wastapel, saat melihat ada suara krasak-krusuk di dapur, asisten rumah tangganya terbangun melihat majikannya dan tuan muda itu lagi berkutat memotong buah.
“Bapak, mau ngapain?” tanya Bu Nim dan siti mendekat.
“Oh, syukurlah bibi bangun, saya tidak tahu Bibi, bagaimana untuk menumbuk ini, Ibu minta rujak”
Wanita paruh baya itu hanya tersenyum kecil, lalu ia mengambil alih semua pekerjaan yang di pegang Leon dan Okan.
__ADS_1
“Kenapa Bapak tidak membangunkan saya Pak? Kan, kamar saya dekat,” ucap wanita paruh baya itu dengan nada sopan, ia juga melakukannya dengan cepat tangannya sudah sangat terlatih untuk memotong-motong buah itu dengan cepat.
“Saya tidak ingin menganggu Bibi” Leon membasuh tangannya dan menunggu rujak pesanan Hara diolah oleh ke dua wanita yang terlihat sudah ahli itu.
“Bapak sama Okan, apa saya buatkan susu hangat?” tanya Siti saat kedua lelaki itu duduk, hanya menonton mereka.
“Tidak usah Bi, nanti aku tidak bisa tidur, aku masih ingin tidur” Okan berdiri , ia ingin tidur lagi saat sudah ada yang mengerjakan rujak pesanan ibunya.
“Saya juga tidak usa Bi, sama tidak bisa tidur juga”
Leon membawa rujak tumbuk itu ke dalam kamar, tetapi saat Leon masuk ke kamar ternyata Hara sudah tertidur pulas.
“Bu, ini rujaknya katanya ingin makan” Leon menggoyang tubuh Hara dengan pelan.
“Besok saja Ayah, aku ngatuk”
“Haaa! Tapi aku sudah ca … ah sudahlah baiklah tidur lagi saja,” ujar Loen, hal seperti itu sudah biasa untuknya belakangan ini, ia maklum dengan perasaan Hara yang suka berubah-ubah.
Sejak kehamilan Hara yang ketiga kali ini, Leon bagai di kerjai, baru kemarin Hara meminta ingin di masakkin nasi goreng cumi, ia sudah capek-capek masak, malah Hara meminta nasi goreng teri, sebelumnya juga ia ingin makan bubur Leon sudah mutar-mutar cari kesana kemari malam itu. Sudah dapat ia hanya makan dua suap.
Jadi pagi ini juga sudah hal biasanya baginya, ia tidak marah walau ia berpikir ke hamilan kali membuatnya kerepotan. Hara banyak minta ini –itu dan gampang menangis dan ia juga sensitip, ia mudah marah, ia tidak mau kejadian saat hamil si kembar terjadi pada Hara.
Jadi apapun yang ia minta kali ini, selalu ia turuti, Leon sangat senang dengan kehamilan Hara kali ini, karena ada kedua kembar itu yang membantu mengawasi dan menjaga Ibu mereka. Maka itu ia yakin ia akan bisa melaksanakan tugasnya menjaga Hara.
Bersambung …
Akak yang baik , jangan lupa tetap dukung karya ini kasih like vote dam komentar. Kalau bisa bantu share di facebook kalian iya kakak agar makin banyak lagi yang membaca Jangan lupa baca juga karyaku yang lain.
Terimakasihnya untuk semuanya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (tamat
__ADS_1