Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Bintang kecil yang kembali bersinar


__ADS_3

Kisah perjuangan karier Hara.


Setelah matanya sembuh, Piter  berencana tidak akan membawa Hara kembali  ke tanah air.


Keluarga  dr. Jakson masih memberi mereka  rumah untuk mereka tinggali, tetapi Piter tipikal orang yang tidak enak sama orang, dan ia  tidak mau meminta bantuan orang lain, kalau belum benar-benar  mendesak. Piter tipe orang bekerja keras juga.


 Ia ingin Hara benar- benar memulai hidup baru di negara Sakura tersebut, dengan harapan dia hidup bahagia dengan Maxell. Tetapi Piter tidak mau berharap sepenuhnya pada hubungan Maxell dan menggantungkan masa depan Jovita Hara pada Maxell ,  karena itu ia berjuang untuk membangun karier untuk Hara.


Semua  ia lakukan demi Hara, awalnya ia tidak mengetahui pengorbanan lelaki baik tersebut, ,  tetapi saat Maxell mengajaknya,  Hara menemani nya ke sebuah Mall di kota Nagoya, ia melihat Piter  bekerja mengangkut barang dari toko dan dipindahkan  ke sebuah mobil dan ia merangkap sebagai sopir juga. Hara terdiam melihat om yang ia sayangi sedang bekerja membanting tulang.


“Apa yang dilakukan om di situ, bukankah om bilang dia membantu temanya buka restoran?”


“Memang itu Om Piter?” Tanya Maxell ikut berdiri.


“Iya, aku mengenal pakaian yang dipakai, kemarin bibi yang  menyusun pakaian itu ke dalam tas dan topi yang dia pakai, itu topi yang aku beli saat itu”


“Oh, iya kamu benar.” sahut Maxell


Maxell dan Hara mencoba mencari tahu dan ternyata semua itu ia lakukan demi dirinya, pengorbanan lelaki itu, melebihi pengorbanan seorang ayah untuk putrinya.


Dalam perjalanan pulang dari kota Nagoya, sepanjang jalan di dalam kereta, Hara hanya menangis, ia tidak tega melihat Piter  berkorban demi dirinya.



“Hara, tolong jangan menangis lagi, aku mohon,” bisik Maxell memeluk pundak Hara.


“Bagaimana aku tidak tahu, kalau omku  berkorban sejauh itu untukku”


“Hara  aku juga tidak tahu, aku minta maaf,” ujar Maxell ikut  merasa  bersalah.


“Kak Axell, apa kamu membantuku?”


Wajah lelaki tampan itu menoleh  kearah Hara, ia takut tidak bisa membantu seperti yang diinginkan sang pujaan hati.


“Apa yang bisa aku bantu?”


“Ayo kita temui produser yang memperkejakan om Piter “

__ADS_1


“Baiklah, kita akan menemuinya tanpa di ketahui om, kalau dia mengetahuinya dia akan merasa malu”


“Baik”


Mereka berdua  menemui  produser yang berjanji yang akan mengorbitkan Hara jadi seorang penyanyi, ternyata ia tidak ada niat menjadikan Hara sebagai penyanyi, ia hanya ingin memanfaatkan Piter sebagai supir selama sebulan karena supir pribadinya pulang.


Sedih, karena omnya dimanfaatkan itulah yang dirasakan Hara saat mendengar penjelasan lelaki bermata sipit tersebut. Ingin marah, tetapi,  tidak bisa karena mereka  hanyalah pendatang ke negara tersebut. Ingin memaki juga seakan-akan tidak mampu untuk berkata yang terjadi hanyalah airmata yang  membanjiri wajah cantiknya . Ia tidak ingin orang-orang  terdekatnya   menderita karenanya.


Hara hanya diam saat itu, bahkan diam pada Maxell sang kekasih yang  tidak tahu apa-apa, akhirnya Maxell meminta bantuan sang Ibu  untuk membantu Hara memulai karirnya sebagai penyanyi.


Awalnya Hara hanya mengisi acara-cara kecil di perkumpulan orang-orang Indonesia yang tinggal di Jepang dan mengisi acara amal dan kegiatan kerohanian. Tidak diduga setelah beberapa bulan memulai tangga, tangga pertama  ia naiki, hingga akhirnya  saat ini,  Hara  sudah mulai  dipuncak kariernya sebagai seorang foto model dan bintang iklan, walau karier penyanyinya tidak begitu  melejit . Semua berkat dukungan orang tua Maxell dan Piter.



Maxell sangat mencintai  bahkan ia mengakui kalau ia cinta mati pada wanita cantik  tersebut, karena Hara walau sudah  menjadi seorang model terkenal dan seorang artis, tetapi ia tidak  malu untuk ikut dalam kegiatan- kegiatan sosial yang di lakukan dr, Jakson. Bahkan Hara  idola di salah satu pantai Jompo di Kota Hona, ia tidak sungkan  dan tidak merasa jijik saat berinteraksi dengan anak-anak  yang kotor dan orang-orang jompo. Itulah sebabnya Alice ibunda Maxell selalu mengajaknya di perkumpulan  teman arisan, selalu membanggakan Hara sebagai calon menantu.


Jovita Hara  sudah mulai menikmati hidup dengan bahagia, Ibu Maxell seorang perancang  busana  yang berkarya di Jepang,  ia menjadikan Jovita Hara salah satu model dalam rancangannya. Tidak diduga setelah beberapa kali tampil dalam beberapa show, ia ditawari juga jadi bintang iklan sebuah produk perawatan kulit dari Amerika.


Piter dan Maxell yang menjadikan Hara seorang model , bintang iklan dan penyanyi. Piter gagal menjadikannya penyanyi terkenal. Namun ia tidak menyerah ia mengganti jadi model Bahkan rela menjadi petugas kebersihan sebuah studio asal Hara  bisa mendapat job pertamanya jadi bintang iklan dan itu berhasil.



“Hara, aku sangat mencintaimu,” ujar Maxell saat mereka  berada di sebuah taman bunga.


“Kenapa?” Tanya Hara memetik beberapa bunga.


“Karena kamu wanita yang luar biasa,” ujar Maxell.


“Apa Kak Maxell ingin menggombal?” Tanya Hara tertawa, ia mengoda Maxell, setiap pujian yang diberikan Maxell ditanggapi Hara dengan santai, ia tidak pernah merasa terbang saat di puji, tetapi hanya membalasnya dengan senyuman hangat.


“Hara aku serius, dulu aku berpikir tidak akan ada yang mau menjalin hubungan serius lagi"


“Haaa? Emang kenapa Kak Maxell ada penyakit lain?” Tanya Hara dengan ekspresi wajah yang serius.


“Karena kehidupan yang kami yang jalanin, begini ….”


“Begini apa?” Tanya Hara bingung.

__ADS_1


“Orang tuaku selalu membawa kami ke tempat-tempat seperti ini, acara sosial terkadang ;pantai jompo, panti asuhan, rumah sakit kangker anak, rumah sakit korban bencana. Orang tuaku  banyak menghabiskan banyak waktu mereka untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti yang kita lakukan  saat ini,” ujar Maxell.


“Justru aku mengangumi Om sama  Tante Kak, mereka orang-orang hebat, kelak kalau  kita  menikah nanti, kita juga akan mengajarkan anak-anak kita tentang sikap peduli antar sesama dan sikap tolong menolong. Aku tidak tahu … aku merasa akrap dengan acara-acara seperti ini, mungkin dulu orang tuaku sering melakukan hal seperti ini"


“Mungkin, aku yakin itu,” balas Maxell tatapan matanya melihat dalam pada Hara dan tersenyum hangat setiap kali Hara cerita. Maxell benar- benar sayang padanya.


“Aku yakin setiap anak pasti akan mengikuti  kegiatan mulia  ini dari orang tua mereka,"ujar Hara.


“Tidak semua anak suka kehidupan orang tua mereka seperti itu Hara, aku memutuskan hubungan dengan seorang wanita yang  aku pikir sejalan dengan pikiranku. Orang tuanya  melakukan banyak kegiatan sosial dan paling aktif bahkan memiliki yayasan dan  aku awalnya jatuh cinta padanya karena dia sering ikut dalam kegiatan seperti ini, tetapi setelah aku menjalani hubungan beberapa lama dengannya, dia tidak seperti yang aku pikirkan, dia ikut acara sosial hanyalah sebuah topeng, dia hanya ingin terlihat baik di mata orang dan dapat pujian dari orang lain, nyatanya semuanya di lakukan dengan terpaksa dia munafik,” ucap maxell mengenang mantan kekasih.


“Siapa? penasaran aku dengan kisah cinta kakak.” Tanya Hara menggoda Maxell


“Bianca,” ucapnya keceplosan.


“Siapa …?”


“Ah, lupakan saja gak penting,” ujar Maxell  berdiri.


“Kak Axell mau buah, biar aku ambilkan.” Hara ikut berdiri.


“Boleh”


Hara berdiri ke meja  menu makanan dan bertemu seseorang yang menatapnya  dengan wajah kaget.


Hara bertemu Ken  saat ia  mau mengambil bah-buahan.


Sayangnya Hara tidak mengenal mereka.


Apa  Leon akan  bertemu Hara? Apa jadinya keduanya  bertemu.  Hara  bisa melihat, tetapi tidak bisa mengenal Leon.


Bersambung


Jangan lupa vote dan like iya.


Terimakasi untuk Kakak @Leksi Anastasi yang selalu memberiku banyak tips berupa koin membuatku bertambah semangat .


Semoga kakak beserta keluarga sehat selalu dan rezeki kakak semakin ditambahkan I Love sekebun.

__ADS_1


__ADS_2