Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Melawan Pelakor di Persidangan


__ADS_3

Akhirnya saat yang ditunggu pun tiba, Hara dan Leon datang ke persidangan, sidang akhirnya di mulai, Kaila membawa tujuh pengacara membantunya, sementara Leon hanya  dua orang pengacara yang biasa mendampinginya.


Kedua pengacara kedua belah pihak berjalan menuju meja para hakim, memberi laporan kalau klien mereka  sudah siap.


Akhirnya sidang dimulai,  kali ini pembacaan tuntutan pada Leon.


Sebagai berikut;


• Menuntut Leon menjadikan anaknya Winda Kaila Wardana sebagai anaknya,  menjadikan Winda sebagai salah satu pewaris harta milik Leon.


Mendengar nama anaknya Hara ingin tertawa terbahak-bahak di ruangan sidang tersebut, tetapi ia menahan  diri, ia takut dianggap tidak menghormati persidangan  nantinya, jadi ia memilih mendengarkan dengan baik.


‘Winda Kaila Wardana, astaga tidak tahu malu bangat ternyata wanita ini, entah benih siapa  itu aku tidak tahu, tetapi pede bangat dia menempatkan  nama belakang Wardana’ Hara membatin.  Tuntutan kedua.


• Leon akan menikahi Kaila sebagai  ibu dari anak


• Leon  akan   bertanggung jawab untuk masa depan Kaila binti Sudarmo, Ibu dari anaknya.


•  Meminta  rumah  satu unit di Bogor dan  bidang usaha di Kelapa Gading untuk menunjang kehidupan Kaila.


• Leon di tuntut  meminta maaf padanya  dan keluarganya.


Saat tuntutan itu dibacakan Leon tampak tidak perduli, ia malah sibuk menatap ponselnya, sementara mendengar tuntutan itu Hara tertawa kecil,


Setelah tuntutan selesai di bacakan.


“Baiklah sebelum  membacakan keputusan terakhir, izinkan  istri dari klien saya sebagai saksi terakhir,  untuk membacakan nota pembelaan terakhir Yang Mulia!” ujar pengacara Leon, kalau Kaila  memiliki delapan pengacara Leon cukup   dua pengacara itupun pengacara kantor dan pengacara keluarga, mereka berdua  tidak pernah ganti sudah  puluhan tahun.


Mendengar permintaan pengacara  Leon.  Sang Hakim tampak berbisik-bisik  mereka   berunding dengan jaksa.


“Baiklah silahkan.”


 Hara berdiri  ia terlihat sangat tenang dan  tampilannya sangat cantik dan berkelas. Setahun menghilang ternyata Hara  tidak lupa melakukan perawatan diri hingga  bagian dadanya terlihat  lebih berisi  panggul juga, tetapi pinggangnya  lebih kecil.


Saat Leon melihat ke depan  ia baru sadar kalau Hara  tampil lebih cantik dari biasanya.


‘Apa Hara melakukan operasi? Aku baru menyadari kalau  bagian dadanya itu berisi’  Leon salah fokus.

__ADS_1


Setelah melakukan sumpah Hara berdiri sebagai saksi untuk sang suami.



“Terimakasih yang mulia karena diberi kesempatan sebagai saksi untuk  suami saya. Saya Jovi Hara istri dari Leon Wardana, banyak  berspekulasi selama  ini,  saya melarikan diri,  semua itu tidak benar. Saya pergi untuk memberikan waktu pada seseorang untuk menunjukkan  wujud aslinya. Saya ingin mengatakan ….  Saya membantah semua tuntutan yang diberikan Kaila pada suami saya.


Saya berdiri di sini dan datang kesini, sekaligus  ingin membersihkan  nama naik suami  saya dari segala tuduhan keji yang dilontarkan Saudara Kaila,” ujar Hara dengan nada tegas  bercampur marah.


Semua mata menatap tajam pada Hara, ia datang membawa  bukti yang kongkrit.


“Pada  Saudara wartawan  yang ada di sini,  kalian  boleh merekam dan mendengarkan ini.


Pertama;  Saudara Kaila mengatakan ia berselingkuh dengan suami saya itu satu tuduhan yang rendah,  itu tidak benar,  pada saat kecelakaan itu justru Kaila lah yang menyodorkan dirinya pada suami saya.”


“Ha … ? apa maksudnya.”  suara  seperti lalar memenuhi ruangan persidangan.


“Apa  saksi punya bukti?” tanya hakim menatap Kaila.


“Iya Yang Mulia! Saya punya buktinya.”  Kaila pucat dan ia mulai  gelisah. “  Izinkan  saya menjabarkan  yang terjadi  Yang Mulia.”


Dalam ruangan sidang  kali  ini, suasana menjadi semakin   mencekam saat Hara membantah semua tuntutan Kaila. Ia datang dengan persiapan  yang sangat lengkap.


“  Izinkan  saya menjabarkan  yang terjadi  Yang Mulia,  agar masyarakat bisa menilai siapa yang salah  dan siapa yang pantas dipersalahkan.” Ujar Hara.


“Jadi obat yang diberikan pelaku  Bianca ,   adalah  obat perangsang yang dicampur dengan  narkoba dengan  dosis tinggi, jadi,  Kaila menyodorkan dirinya secara paksa, padahal suami saya sudah menolak,  lebih memilih pingsan  dari pada menghianatiku dengan menyentuh wanita lain, tetapi yang tejadi  ….  Kaila menariknya  ke kamar , di sana suami saya menolak . Pak Hakim bisa melihat rekamannya.” Hara meminta di putar rekaman  yang sudah si edit sama Hara, dalam rekaman itu Leon tidak melakukan apa-apa pada Kaila, justru yang terlihat Kaila yang memaksa Leon melakukannya.


“Pakai saja tubuhku Pak Leon, lakukan saja padaku ,” ujar Kaila dalam rekaman tersebut.


Wajah semua orang sangat tegang, bahkan Leon tidak tahu apa yang direncanakan Hara dalam persidangan itu, ia hanya percaya pada istrinya, makanya saat ada bukti rekaman tersebut ia juga panik, menatap Hara dengan tatapan mata melotot.


“Tidak apa-apa tenang saja,” ujar Hara dengan kode anggukan.


Lalu mata mereka  beralih lagi ke layar di persidangan.


“Lebih  baik aku mati Kaila dari pada aku  mengkhianati istriku,” balas Leon, dengan wajah tersiksa, ia meringkuk kesakitan saat itu.


Kaila menarik  leher Leon dan memaksanya melakukan padanya, dalam rekaman itu, terlihat Leon mendorong tubuh Kaila dan menolaknya, lalu berlanjut ke rekaman selanjutnya, Leon meringkuk di lantai tetapi Kaila masih saja memaksanya dan tiba-tiba Leon membuat tubuhnya pingsan rekaman berhenti di situ. Leon dan Kaila sama-sama terkejut karena di sana tidak ada adegan di mana  Kaila melakukan kuda-kudaan. Hara menyelamatkan harga diri Leon, ia mau mengatakan pada semua orang Kalau Leon tidak melakukannya. Kini ia memojokkan Kaila apa ia akan mengakui perbuatannya atau ia akan  menyerah?

__ADS_1


Kaila melongo, ia tidak tahu kalau Hara memasang camera di rungan tersebut, karena sebelum melakukannya saat itu,  Kaila sudah  mematikan cctv di ruangan Leon, ia tidak tahu kalau ada camera yang lain yang merekam aksi gilanya. Kini, ia  terjebak dalam jebakan sendiri.


 “Saudara bisa menyimpulkan sendiri,  itu hubungan  suka  … sama suka apa bukan?  Pak Hakim juga bisa menilai suami saya. Dia, memilih membahayakan dirinya sendiri dari pada melakukan pada saudara Kaila, karena ibu mertua saya sudah menjadikan mereka sebagai kakak beradik, Suami saya berpikir bagaimana mungkin melakukan pada adik perempuannya jadi dia memilih cara yang berbahaya ,” ujar Hara.


Bimo yang ikut hadir dalam ruangan sidang dibuat terpolongo dengan kecerdasan otak Hara.


‘Gila ... Nona hara memberi serangan yang mematikan pada Kaila’ ucapnya membatin.


Semua orang saling berbisik  orang-orang bahkan artis tidak laku yang membela Kaila di buat mati kutu, bahkan pengacara  Kaila  tiba-tiba merasa bodoh, karena selama itu, Kaila tidak pernah jujur pada mereka.


Suasana semakin memanas dalam ruangan,  tadinya, Kaila merasa tenang karena dari sidang  sebelum-sebelumnya Leon tidak ada perlawanan  dan  cenderung diam. Mendapat banyak dukungan dan banyak simpati. Terlebih lagi  tidak ada   perlawanan dari pihak Leon menjadikan  Kaila saat itu sudah yakin akan menang.


Tetapi,  di sidang terakhir kedatangan Hara dan Leon membuat nyalinya tiba-tiba  ciut. Apa ini artinya ia akan KO di ronde terakhir?


Bersambung ..


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tipsnya semoga rezekinya semakin bertambah untuk kakak semua.


ILove All.


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menika dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2