
Dua minggu kemudian masih di bulan yang sama, ada satu masalah di perusahaan Leon di Jakarta, yang memaksanya, harus kembali ke Jakarta.
“Mereka meminta bos yang datang sendiri ke sini,” ujar Rikko yang saat itu baru pulang dari bulan madu.
“Baiklah, saya akan datang dengan Ken, suruh mereka menunggu,” ujar Leon.
Leon pamit pada Hara, kalau ia ingin ke Jakarta karena ada masalah di kantor.
“Hati-hati iya, kami berdua menunggumu,” ucap Hara tersenyum manis pada Leon.
“Baiklah tunggu, aku datang dan kita akan menikah nanti,”balas Leon “Aku pergi sementara dan akan kembali padamu.”
“Baiklah, kami akan menunggu, jaga dirimu baik-baik ."
Hara terlihat tenang ia hanya tersenyum.
Leon yang terlihat berat meninggalkannya, ia meraih tubuh Hara dan memeluknya erat.
“Baiklah, kamu boleh melakukan berbagai persiapan untuk pernikahan kita nanti, ada Bibi yang membantumu, tapi tunggu, Leon memberikan plastik putih.
“Jangan lupa meminum vitaminnya,” ucap lagi Leon sangat perhatian untuk bayi. Bi Atin hanya tersenyum dengan sikap perhatian Leon.
Ia bisa melihat, Leon sangat berubah banyak saat ini. Berubah setelah Hara mengandung anaknya, ia bisa melihat Leon ingin memberikan segalanya pada Hara.
“Baiklah, aku akan meminumnya, “Kamu harus pulang untuk kami,” ucapnya kemudian. Hara meraih tangan lelaki itu, meletakkannya di atas perutnya.
Leon tersenyum, ia mengusap perut Hara, memeluk tubuhnya dengan erat.” Jangan khawatir semua akan baik -baik saja,"ujar Leon.
**
“Iwan, siapkan Helikopter kita akan kembali ke Jakarta malam ini,” pinta Leon, melalui sambungan telepon.
“Baik Bos,” jawab Iwan di ujung telepon
“Suruh Toni naik ke ruangan saya."
__ADS_1
Lelaki berkulit putih itu sudah berdiri di depan Leon. Tatapan matanya selalu terlihat tulus, hingga Leon tidak bisa membaca makna dari tatapannya.
“Aku sebenarnya belum bisa mempercayaimu, tapi bolehkan kamu katakan dengan singkat padaku, apa alasanmu menolak pergi?"
“Ingin membantu di sini saja Bos,” jawab Toni
“Apa kamu tahu, saat ini nyawaku dan Hara dalam bahaya?"
“Aku tahu Bos, pergilah biarkan aku yang menjaganya di sini,” ucap Toni menawarkan dirinya untuk menjaga Hara.
Mata Leon langsung berubah, Ia menatap Toni penuh penyelidikan.
“Dengar, kalau terjadi sesuatu padanya, walau tangannya tergores, aku akan mematahkan kedua tanganmu” ucap Leon dengan tatapan tegas.
“Aku akan mengingatnya,.Bos.”
"Dengar Ton, dia calon istriku."
"Baiklah"
"Apa saya bisa menitipkan tunanganku dan calon anakku padamu ? Kamu tidak akan berkhianat lagi?"Tanya Leon menatap Toni dengan sangat tajam.
“Baiklah, aku mengizinkannya,” ucap Leon, walau hatinya berontak tidak setuju, tapi ia tidak banyak pilihan, dengan berat hati, ia akhirnya menugaskan Toni untuk menjaga harta yang berharga untuknya saat ini, Jovita dan calon anaknya paling utama untuk Leon.
“Baik Bos, kembalilah dengan selamat, hati-hati pada lelaki tua itu, aku kasih tahu sedikit kelemahan lelaki itu, ia paling tidak suka, jika wanita yang ia inginkan diambil orang, ia akan marah, ia tidak takut sedikitpun kehilangan hartanya, tapi ia takut di tinggalkan wanita-wanita yang menemaninya siang malam , ia sangat takut dan membenci keheningan,” kata Toni.
" Saya pulang ke Jakarta untuk mengurus bisnis, bukan bertemu dengannya," ujar Leon.
Leon tidak menghiraukan apa yang di katakan Toni, ia berpikir kalau lelaki itu, membohonginya, rasa cemburu pada seseorang sangat berbahaya, sama seperti Leon yang merasa cemburu pada Toni. Ia berpikir kalau Toni masih mencintai Hara dan begitu juga sebaliknya, maka itu ia selalu merasa tidak suka pada Toni, apa yang di katakan Toni, ia tidak pernah ia dengarkan.
Karena itulah ia tidak pernah percaya pada apa yang di katakan Toni, walau itu sebuah kebenaran, rasa cemburu leon menutup hatinya.
“Kamu tidak perlu memberitahukannya, aku tidak akan mempercayainya, aku tidak yakin, bagaimana kalau itu semua jebakan? Kamu masih menyuruh melakukanya?”
“Kalau Bos tidak menerimanya tidak apa-apa, aku hanya memberikan saran saja,” ucap Toni wajahnya tenang.
“Baiklah, kamu boleh pergi,” ucap Leon sorot matanya masih terlihat tegas.
__ADS_1
“Baik Bos," jawab Toni dengan patuh.
Leon berjalan menuju helikopter, Iwan sudah menunggunya di dalam Helikopter, suara mesin helikopter menderu memecah keheningan malam, baling-baling besi itu membelah dinginnya udara malam di Kalimantan, perlahan terbang meninggalkan mansion milik Leon.
Tidak jauh dari mansion Leon, ada rumah besar yang dijadikan tempat hiburan malam dan menyajikan semua kenikmatan duniawi, di rumah mewah berlantai tiga itu, dulu Leon jadikan tempat mengumpulkan pundi-pundi kekayaanya, ia jadikan club malam yang tiap malam selalu ramai, bukan hanya clup malam, ia juga menyediakan wanita-wanita cantik.
Seorang wanita yang bernama Nana anak buah Leon yang mengendalikan saat itu, ia menjadikan tempat itu, tempat yang menghasilkan uang banyak untuk Leon, ia memiliki wanita-wanita cantik dalam daftar , mulai dari harga yang sangat murah sampai tarif fantastis.
Harga yang mahal untu pejabat yang datang jauh-jauh dari Jakarta.
Dulu Bokoy hampir tiap minggu memesan dua wanita sekaligus untuk menemaninya, Leon juga memakai mereka, tentu saja, ia memilih kelas atas atau di sebut red Rose dan black Rose wanita-wanita yang menyandang nama itu, berarti mereka milik Leon dan sudah pasti wanita –wanita cantik.
Tapi belakangan ini, Leon berubah karena Hara, ia tidak mengurus bisnisnya itu lagi, semuanya di berikan pada Nana
Belakangan Leon fokus di bisnis proyek, dan pengiriman barang dan tempat hiburan malam, bisnis esek- esek itu untuk Nana.
Apa yang membuat Leon berubah 180 derajat, tentunya cinta yang ia temukan dalam Jovita, bahkan Leon sudah punya rencana besar, kalau sudah menikah dengan Hara. Ia ingin pindah bisnis ke perhotelan dan restaurant.
Baik keberangkatannya kali ini, ingin bertemu dengan orang yang akan menjual sebuah hotel padanya, Sebuah hotel mewah yang berada di di daerah Jakarta Selatan . Leon ingin memberi kejutan untuk Hara dan setelah mereka menikah akan pindah sepenuhnya ke Jakarta. Tetapi orang yang menjual hotel tersebut ingin bertemu langsung dengan Leon. Leon tidak keberatan dengan permintaan itu, ia juga menginginkannya.
Apa Leon berhasil melakukan kesepakatan membeli hotel, untuk hadiah Hara nanti?
Bersambung
KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA, AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing