Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Mendapatkanmu dengan caraku


__ADS_3

Setelah  membiarkan dirinya terluka Leon  masih duduk santai di kursi, saat Hara ketakutan  masih menekan luka di dadanya Leon. Namun  lelaki bertampang dingin itu hanya menatap wajah Hara yang panik bibirnya tersenyum  misterius saat Hara terlihat panik.



“Tolong  tekan di Pak Leon aku akan panggilkan  bantuan.” Hara mengambil tangan Leon untuk menekan luka, tetapi Leon menekan tangan Hara di dadanya.


“Apa kamu takut aku mati, Hara”?


“Tentu saja Pak Leon, kamu membuatku ketakutan, berikan ponselmu aku akan menelepon Kak Rikko.” Leon menggeleng, menolak memberikan ponsel miliknya.


“Kalau kamu  takut aku mati,.mari kita menikah”


“Pak Leon kamu terluka parah kamu kesakitan kenapa malah memikirkan yang tidak penting sih, lukamu yang lebih penting,” ucap Hara, ia tidak menghiraukan ucapan  Leon yang mengajaknya menikah karena ia sangat panik.


“Tidak ada yang lebih penting di hidupku selain kamu dan dia, Hara”


“Dengar pak Leon wardana,” ucap Jovita Hara, matanya menutup dan menarik napas panjang,  rasa sesak dan panik, karena melihat cairan merah membuatnya tidak bisa membuka mata karena luka Leon mengerikan.


“ Kamu memaksaku membuat pilihan sulit, tapi bisakah kamu mengobati lukamu, perutku mulai diguncang merasa mual karena melihat lukamu.”


“Baiklah, asal kamu tempati janjimu, kalau tida-“


“Sudah jangan membuat penekanan seperti padaku, aku sudah biasa, mendengar hal seperti, kalau aku menyakitinya, kamu mau bilang aku juga akan dilenyapkan, begitu kan?”


“Tidak, aku memaksamu melahirkan anak untukku sepuluh orang,” kata Leon membisikkan kekuping Jovita, desiran napas hangat dari hidung Leon membuat bulu kuduk Jovita Hara berdiri, ia bergelidik masih dengan mata tertutup.


Mendengar kata-kata melahirkan sepuluh anak untuk Leon, ia membuka mata, tiba-tiba.


“Kamu pikir aku kambing apa, melahirkan sepuluh anak …!”


“Kalau  kamu ingin menyakitinya aku akan.” Leon  menarik dagu Hara yang duduk  tepat di depannya, mendaratkan bibirnya di bibir mungil wanita cantik itu.



“Leon apa yang kamu lakukan lukamu urus ….” Mata Hara melotot dengan serangan Leon yang tiba-tiba.


“Diamlah Hara kamu membuatku bertambah sakit,” ucap Leon menahan tangan  Hara di lukanya dan ia menikmati bibir Hara.


“Leon luka-”


“Hara …. diamlah biarkan aku menikmati  bibirmu untuk mengurangi rasa sakit ini,” ujar Leon licik , ia semakin menekan tangan Hara di dadanya agar wanita cantik itu menuruti kemauannya.


Benar saja Hara diam dan menurut.


“Leon kamu membuatku takut dengan lukamu”


“Tutup saja matamu dengan begitu kamu tidak  takut lagi”

__ADS_1


“Tolong ayo kita obati lukamu,” ujar Hara membujuk Leon masih menutup mata.


“Apa kamu  mau menikah denganku?”


“Pak Leon-”


“Jangan panggilkan aku dengan sebutan Pak, aku tidak suka mendengarnya,” potong Leon.


“Untuk menikah  berikan aku waktu  …. baiklah aku tidak akan menyakitinya, tapi tolong  ayo kita obati”


“Baiklah tepati janjimu dan aku akan menunggumu,” ujar Leon ia berdiri.


“Aku akan mengobati Pak Leon”


Leon tersenyum licik, akhirnya, ia bisa mengalahkan wanita keras pala itu walau harus menggunakan tubuhnya.


“Baiklah aku keluar, agar kamu buka mata dan menghabiskan jus itu lagi” Leon menatapnya dengan tatapan kemenangan.


Leon keluar dari kamar Jovita Hara, memegang dadanya yang terluka dan menenteng pisau miliknya, Iwan kebetulan melintas, terkejut melihat pemandangan mengerikan itu, dengan panik, ia berlari mendekat.


“Bos apa yang terjadi?” Tanya Iwan panik, wajahnya terlihat takut, melihat cairan yang berwarna merah mengotori pakaian Leon.



“Bantu aku naik kekamarku, jangan sampai Bi Atin melihat kekacauan ini,” pinta Leon, berjalan dibantu Iwan  kekamarnya.


“Tidak usah panggil dokter. Wan, ambil kotak saja,” ucap Leon, berusaha duduk, terbiasa terluka dan sudah biasa mengobati luka sendiri, jadi Leon tidak perlu memanggil seorang dokter untuk mengobati lukanya.


Leon orang yang sangat nekat, saat ia putus asa menghadapi penolakan yang di lakukan Jovita Hara, ia mencari jalan, walau ia harus menahan rasa sakit karena luka tusuk yang ia lakukan sendiri, ia tahu Jovita Hara tidak melakukanya, ia yang menekan tangan wanita itu, memaksanya melukainya dirinya. Ia harus melakukan itu sebelum ia kehilangan sesuatu yang ia impikan.


Karena saat ia  melihat foto  anak itu, Leon merangkai banyak mimpi dalam hidupnya, bahkan ia ingin selalu dekat dengan jovita Hara, agar ia bisa menjaga keduanya.


Ia mendongakkan kepalanya menatap Iwan yang melihatnya dengan gelisah, ada ketakutan terlihat di raut wajah sang anak buah.


“Ada apa Iwan?” Leon menatap dengan serius.“Bagaimana degan non Hara Bos? Apa terluka?”


“Oh… tidak, ia tidak terluka , hanya saya yang terluka, saya memaksanya melukaiku”


“Haa!” Iwan menatap dengan tatapan bingung.


“Kamu pasti bingung mendengar apa yang saya lakukan, jangankan kamu, aku saja bingung,” ucap Leon, melanjutkan mengobati lukanya di dadanya.


“Apa ada yang saya harus lakukan. Bos?” Tanya Iwan,


“Iya, awasi non Hara dengan baik, aku ingin ia baik-baik saja Wan dengan anak yang di kandungnya.” Pungkas Leon.


Membuat Iwan mengangguk yakin,  mendengar menjaga  Hara yang  hamil, itu satu tanggung jawab yang sangat  besar, belum lagi ada orang yang mencoba mencelakainya dan menginginkan kematiannya.

__ADS_1


 Leon juga  ingin anak itu tetap hidup, padahal sudah bertahun-tahun bekerja pada Leon , ia juga tahu, kalau bos Leon biasanya tidak suka wanita mengandung anaknya. Masih jelas diingatannya di Kalimantan tahun yang lalu, ia menghabisi seorang wanita yang mengaku mengandung anak dari Leon, tapi siapa sangka Leon menghabisinya tanpa ada perasaan sedikitpun.


“Baik Bos, tapi bagaimana dengan orang-orang yang  mengincar non Hara”


“Ya itu tugas kamu dan saya untuk menjaganya”


“Baik Bos “


Leon merebahkan tubuhnya di ranjang, akhirnya rasa sakit itu terasa juga, tadinya di kamar Hara,  ia terlihat gagah seakan tidak merasakan rasa sakit, tapi saat ini ia meringis kesakitan.


*


Iwan dan menceritakan semuanya pada ketiga rekannya.


“Apa Bos senekat itu?” Ken terkejut.


“Bos tidak punya pilihan,” balas Zidan lelaki  tampan itu duduk santai. Ia memikirkan cara untuk membantu sang Bos mendapatkan hati Hara.


“Kita harus bantu Bos mendapatkan hati Non Hara,” ujar Zidan.


“Kemarin memasak sudah gagal”


“Banyak jalan menuju Roma banyak cara lain untuk kita lakukan untuk menyatukan  bos, membantu mereka menikah, melihat luka parah yang dialami bos tadi jujur aku sangat kasihan. Akhirnya bos  bertekuk lutut di depan seorang wanita,” ujar Iwan.


“Itu karena Non Hara mengandung anaknya,” timpal Zidan.


“Bukan hanya karena dia  mengandung anaknya Zidan karena  ada cinta juga.” Ken membela Hara.



Mereka berempat berkerja keras mencari tahu, cara agar bisa menyatukan Hara dan Leon, mereka lelaki tampan bauk hati yang mengerti perasaan  sang bos. Berhasilkan ke empat lelaki tampan itu menikahkan sang bos dengan Jovita Hara?”


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2