
Hara dan Leon masih di tempat pemakaman orang tua Leon
“Ayo kita keluar dari sini sebelum kamu pingsan karena takut,” ucap Leon membawanya dari area pemakaman.
Hutan yang di tumbuhi pohon-pohon yang tinggi dan rimbun, patung ukiran kayu di setiap pojok menambah kesan mistis dari tempat itu, belum lagi tempat pemakaman jauh dari pemukiman.
Meninggalkan pemakaman kedua orangtua Leon, tapi ia melajukan mobilnya ke arah hutan lagi.
“Kok kesini lagi, bukanya kita ke hotel?” tanya Hara, ia semakin bergelidig saat Leon melewati jalan yang tidak pernah ia lupakan, jalan menuju rumah persembunyian Leon di pedalaman, rumah bawah tanah yang pernah ia tempati bersama Leon.
“Apa yang ingin kamu lakukan lagi di sana?” tanya Hara dengan wajah pucat.
“Hara aku hanya mengambil barang penting dari sana”
“Saya tidak mau, saya takut kembali lagi ke tempat itu, saya merasakan ada sesuatu bahaya yang mengincar kita,” bisik Hara matanya menatap ke samping.
“Dengar Hara … aku tahu kamu takut, tapi tidak apa-apa kamu boleh tutup mata dan tidur” ucap Leon mengawasi kanan-kiri ternyata sejak masuk ke pemakaman orang tuanya, ia merasakan ada orang yang mengawasi mereka, karena itu ia mengarahkan mobilnya kearah hutan, kalau ia sendiri Leon tidak akan pernah merasa takut, karena pertarungan antara suku lain sudah hal biasa baginya, tapi saat ini ada Hara istrinya yang harus ia jaga.
‘Harusnya aku mendengar nasihat ketua adat tadi , agar tidak keluar rumah sebelum acara malam pertama’ Leon semakin gusar.
Karena tujuan mereka mengincar Hara, karena mereka tahu Leon belum melakukan ritual malam pengantin. Mereka berpikir Leon belum menyentuh Hara setelah pernikahan.
Dalam suku Leon, perang antar suku sering sekali melakukan cara tidak manusiawi untuk mengalahkan musuh , salah satunya menculik pengantin sebelum malam pengantin.
Membuat aib bagi musuhnya, maka itu akan berbahaya bagi Leon juga nantinya, ia akan di hukum oleh ketua adat setempat, karena tidak bisa menjaga kehormatan istrinya, itu rencana mereka untuk menyingkirkan Leon atau Naga, putra penjaga dalam bahasa adat mereka.
‘Apa Bunox mengerjaiku … jelas-jelas dia tahu kalau Hara sudah pernah hamil, ia sengaja ingin menjebak’
Leon melajukan kendaraanya semakin cepat, tapi bayangan orang melompati pohon masih terus mengikuti mobil Leon.
Hara belum menyadari kalau mereka berdua di incar musuh, Leon tadinya tidak memberitahunya kalau mereka berdua sedang di incar, tidak ingin Hara ketakutan.
Ternyata tidak hanya dari kalangan mafia musuh dalam selimut ada. Untuk hal ini Juga ada, padahal Leon sudah sangat menjaga Hara sejak dari mereka tiba, bahkan ia juga meminta Haris dan empat orang temannya suku asli, untuk mengawasi Hara selama pernikahan berlangsung, tapi ia tidak menyadari kalau ia masuk jebakan musuh setelah pernikahan selesai.
Padahal ketua adat setempat sudah melarang Leon untuk tidak keluar dari kampung sebelum kewajibannya terlaksana, karena dalam area kampung mereka berdua masih bisa dilindungi dengan pagar spiritual, tetapi kalau sudah jauh tidak bisa di lindungi.
__ADS_1
Leon melihat Hara ketakutan melihat orang penduduk sekitar, itu alasan Leon membawa Hara keluar dari kampungnya, sebelum melakukan ritual hubungan suami istri.
Saat Hara ingin memejamkan mata dan menyadarkan kepala, ia tidak sengaja melihat keluar jendela, ada beberapa seperti hewan melompati pohon, mengimbangi laju kendaraan Leon, saat ia perhatikan dengan jelas bukan monyet melainkan suku lain yang mengejar mereka berdua, ia melirik ke sisi lain, ternyata dua sisi mereka di kejar.
“Ki-kita dikejar, Leon!”Teriak Hara panik.
“Tutup matamu jangan lihat,” ucap Leon, fokus dengan setir mobilnya.
“Apa kamu sudah tahu dari tadi, kalau kita sedang di kejar?” tanya Hara makin gugup.
“Iya”
“Siapa, mereka apa yang mereka inginkan?”
“Kamu .... Apa Kamu ingat waktu aku membawa kamu ke hutan ini, saat beberapa orang yang mengincar kita berdua dan aku menghabisi ketua mereka, itu orang yang sama mereka mengincar kita berdua lagi," ucap Leon.
Hara semakin gemetaran, ingatannya pada beberapa tahun lalu di mana pertama kali Leon membawanya ke hutan itu, ia masih mengingat dengan jelas bagaimana Leon menghabisi beberapa orang di hutan tanpa jejak.
“Ke-kenapa sih hidupmu tidak pernah damai,” ujar Hara ia hampir menangis memegang kuat pegangan mobil tersebut.
“Hara tenanglah tutup matamu, ingat jangan tatap mata mereka,” ujar Leon memperingatkan.
“Hara ….! Sudah gak usah bawel, tutup matamu,” ujar Leon.
“Aku takut Leon! Kita harus apa?” suara Hara semakin bergetar, karena yang mengejar mereka semakin banyak Leon membanting setirnya ke arah kiri, kearah sungai, Hara masih ingat sungai yang luas,
Hara berpikir mereka akan menyebrang ke rumah Leon, menyebrang mengunakan kapal seperti biasa, karena Leon punya penyimpanan kapal motor di pinggir sungai, tapi dugaannya salah.
“Buka bajumu,” pinta Leon dengan sikap buru-buru ia juga sudah melepaskan pakainya.
“Kamu gila apa …? kamu masih memikirkan hal yang seperti itu di saat seperti ini?” Teriak Hara marah
Tapi Leon tidak perduli penolakan Hara dengan kasar ia menarik pakai Hara hinga semua lepas bahkan pembungkus dadanya ikut terlepas.
“Leon! Apa yang kamu lakukan, kamu gila kenapa sih kamu suka sekali memaksa!" Teriak Hara mencoba menutupi bagian dadanya dengan telapak tangan, Hara menahan tangisan tangannya menutup tubuhnya.
__ADS_1
“Hara aku harus melakukannya demi-“
Pakkkk…
Hara menamparnya, apa yang di lakukan Leon baginya itu semua penghinaan, mendapat tamparan dari Hara tidak lantas membuat leon berhenti bahkan dengan lebih berani ia melakukanya, ia menempelkan bibirnya di bibir dengan paksa, lalu berpindah ke leher dan dada.
“Leon, apa kamu pikir aku perempuan apaan?”
Leon tidak menghiraukannya, ia melakukan aksinya bahkan ia membuka jendela mobilnya agar musuhnya melihat apa yang mereka lakukan, walau Hara melakukan penolakan bahkan shock melihat sikap Leon.
Hara berpikir Leon keterlaluan ... karena melakukan pemaksaan, walau itu haknya, karena saat ini statusnya sudah sebagai istri dari Leon, tetapi melakukannya dengan sikap memaksa bagi Hara itu sikap hina.
“Aku melakukan ini demi keselamatanmu Hara”
“Keselamatan kepalamu…! Apa kamu tidak bisa menahan diri hingga malam tiba, apa hanya ini yang kamu inginkan dariku? Apa kamu ingin melakukan hal bejat lagi denganku di depan musuhmu"
“Hara dengarkan aku.” Wajah Leon sangat memerah, ia juga terpaksa melakukan hal yang tidak senonoh pada wanita yang sudah menjadi istrinya demi menyelamatkan Hara.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)