
Dari dulu Leon memang pekerja keras, karena kerja keras itulah mengantar namanya masuk dalam daftar salah satu konglomerat di Indonesia menurut majalah Forbes. Leon mengalihkan fungsikan semua bisnis gelapnya dari masa lalu, ia fokus di bidang perhotelan dan restauran, bahkan mencoba merambah ke tranportasi, salah satunya.
Bersama rekan- rekannya, mereka membeli kapal pesiar. Jadi Wardana Group jadi salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan dan restoran saat ini. Leon memiliki’ kaki’ dimana-mana dan semua cabang itu di pegang Zidan Ken, Toni.
Leon ingin bertobat, tidak ingin jadi mafia lagi, tidak ada lagi bisnis cafe, tempat penyedia layanan jasa enak-enak.
Semua ia lakukan untuk anak-anaknya nanti, ia ingin anak-anaknya mengenal seorang pebisnis bukan sebagai mafia.
Setelah mereka berangkat ke Bandung hari itu untuk pembukaan sebuah restauran. Ternyata Leon tidak pulang sampai dua hari karena dari Bandung mereka lanjut ke Surabaya.
Beberapa hari tidak bertemu Leon, akhirnya bumil cantik itu merasakan jenuh juga, hari itu ia turun ke bawah lelah menonton dan keliling taman, ia minta izin sama ibu Atin.
“Bu, aku naik ke atas iya, aku mau tiduran saja.”
“Apa kamu tidak mau membantu ibu membersihkan tanaman?” tanya Bu Atin berharap Hara mau, agar ia ada kegiatan.
Hara menggeleng malas, lalu naik keatas, seorang asisten rumah tangga mengikutinya dari belakang seperti dayang-dayang dalam film kerajaan.
“Tidak usah ikut mbak, aku mau tidur, kalau aku butuh bantuan nanti aku panggil.”
Wanita yang masih terlihat muda itu hanya diam dan ia mundur.
Hara ke kamar merebahkan tubuh dengan malas, ia bahkan tidak tahu harus ngapain, di balik rasa senang dan rasa bahagia ada juga rasa bosan.
“Aku bosan, aku harus ngapain,” teriak Hara dalam kamar.
“ Tunggu. Telepon Leon mungkin sekarang sudah di bolehkan keluar dari gerbang ini.” Hara meraih ponselnya dari atas nakas menekan nomor Leon.
Sementara di sisi lain Leon akhirnya kembali ke Jakarta.
Setelah pulang dari perjalanan bisnis, Mereka berempat masuk ke dalam ruangan Leon, tetapi ada hal yang membuat Leon kesal hari itu, karena ulah Kaila yang tidak masuk-masuk kerja berhari- hari akibat gagal menikah dengan Vikky paman Hara, jadi Leon harus cari sekretaris baru.
Leon marah-marah pada manager administrasi hotel karena sekretaris yang ia pilih tiba-tiba dipindahkan ke kantor cabang di Bandung, jadinya Leon tidak punya sekretaris.
“Siapa yang meminta dia dipindahkan?” tanya Leon menatap tajam pada lelaki bertubuh tinggi kurus itu.
“Maaf pak sebenarnya sudah ada calon sekretaris yang baru, saya juga sudah memberitahukan Bu Hilda beliau bilang tanya Pak Leon jadi-“
“Kamu sudah memintanya pergi sebelum kamu meminta izin padaku,” potong Leon dengan kesal. “Kalian semua tahu, saya tidak mau sembarangan memperkerjakan orang, apalagi seorang sekretaris.”
Dalam ruangan ada Bimo yang ikut berdiri dengan diam.
Melihat Leon berubah galak kalau urusan pekerjaan sudah hal biasa baginya. Pengawal baru Itu hanya bisa menunduk jika Leon marah.
__ADS_1
“Dengar! Saya tidak mau orang baru itu, bawa dia pergi, kalau Kaila belum datang dan Sania tidak ada, biarkan Bimo yang jadi sekretarisku.”
“A-a-a Boss … !?” Mata Bimo melotot panik.
“Saya tidak menerima bantahan,” ucap Leon bernada tegas, kalau sudah seperti ini hanya malaikat yang bisa melembutkan hatinya dan mengubah keputusannya.
Mata semua orang dalam ruangan itu hanya bisa menunduk takut, kalau Leon sudah marah semuanya tampak rata, bahkan Hilda hanya bisa diam. “Harusnya urusan kecil seperti ini tidak masuk pembahasan besar, tetapi kenapa kalian semua tidak memahami saya?”
Saat marah-marah dengan suara meninggi dan mata menatap tajam setajam silet.
Tiba-tiba ponsel berdering, ada panggilan masuk , saat itulah Hara menelepon.
“Halo sayang.”
Saat menerima telepon, Leon berubah jadi sangat lembut tidak ada yang tahu kalau ia habis marah besar.
“Itu pasti Jimatnya,” bisik Ken.
“Apa kamu sibuk?” tanya Hara dari ujung telepon.
“Oh, tidak, aku lagi santai, lagi kasih pengarahan pada mereka” ucap Leon menatap mereka semua.
Para lelaki dan wanita yang ada di ruangan Leon saling menatap satu sama lain.
“Tunggu sebentar iya.” Leon menutup layar ponselnya dengan telapak tangannya. “Kalian boleh keluar, Bimo ambil alih meja di luar.”
Mereka semua keluar dengan wajah kusut seperti kerupuk masuk angin melempem.
Bagaimana tidak, mereka sudah melakukan penerimaan lowongan sekretaris untuk Leon dan banyak sekali peminatnya. mereka sudah diseleksi dan hanya menyisakan tiga terbaik dari sekian puluh orang.
Tetapi belum juga melihat dan menilai, Leon sudah menolak.
“Lalu bagaimana?” tanya Hendrik manager admistrasi Hotel.
“Lah, suruh pulang!” timpal Hilda berjalan mendahului mereka.
“Bu Hilda, tolong , mana bisa seperti itu Bu, saya sudah terlanjur menyuruh mereka bertiga datang hari ini” ucap Henrik memohon.
“Aduh Bu, aku juga, jangan aku, aku bisa apa?” tanya Bimo dengan wajah memelas karena ia tidak pernah berpikir akan memegang komputer, maupun pulpen, ia hanya tahu pegang pisau dan pistol dan mengangkat barbel.
“Derita Lo,” ucap Hilda meninggalkan mereka semua dan ia berjalan masuk ke ruangannya.
Saat mereka semua keluar Leon mengangkat ponselnya kembali.
“Tadi, kenapa?”
__ADS_1
“Aku bosan, boleh aku keluar sebentar.”
“Tidak Hara, tidak boleh, apa kita harus membahas ini tiap hari sayang,” ucap Leon dengan suara lembut.
“Terus aku haru ngapain di rumah?”
“Lakukan semua yang kamu mau masak, nonton, salon, Urut, semuanya boleh.”
"Tapi kamu gak pulang dua hari, aku kedinginan tau."
"Hara, kalau kedinginan tinggal pakai selimut."
Mendengar itu Ken tertawa.
"Ah .... ah kamu mah ga peka," ujar Hara.
"Nanti kita bicarakan di rumah iya, aku pusing tidak ada sekretaris di kantor."
“Benar semuanya?” tanya Hara bernada jengkel, ia memikirkan ide yang konyol.
“Iya lalukan apa yang kamu suka di rumah yang penting tidak membahayakan dirimu dan anakku.”
“Baik, daa ….!”
Hara mematikan ponselnya dengan kesal, ia mendumal dan mengoceh sendiri, Leon hanya mengedikkan bahunya mendengar Hara marah.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)