Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Kejutan Ulang Tahun


__ADS_3

Tepat jam tujuh malam, saat Leon masih duduk dalam mobiln,  ponselnya berdering ada panggilan masuk.


“Halo  Hara.”


“Leon, kamu uda di mana? Aku sudah di rumah iya,  aku menunggumu di sini.”


Leon menghela napas panjang.


‘Aku berharap Hara tidak punya rencana yang membuatku cemas’


“Leon,  kamu masih di sana?” tanya Hara diujung telepon membangunkan Leon dari lamunan panjangnya.


“Hara …  aku sayang padamu.”


Hara terdiam ‘ Ada ada dengan Leon?’ Ia tersenyum.


“ Oh … Aku juga sayang padamu, Tapi kamu tidak apa-apa? pulanglah mari kita makan malam bersama,” ucap Hara menyengitkan alisnya, karena mendengar kata-kata sayang dari Leon secara tiba-tiba.


“Baiklah, kamu  ingin aku bawakan apa?” Tanya Leon.



“Tidak ada yang ulang tahun kan kamu Bos … aku hanya ingin kamu di sini.”


“Baiklah aku akan datang.” Leon menutup  telepon.


Saat menyadari  di ulang tahunnya kali ini, menyadari angka usianya tidak lagi muda, tiba-tiba ia merasa sangat sedih.


‘Aku yakin Hara saat melihat Hilda , rasa iri itu pasti ada’


 Leon menatap dengan tatapan kosong kearah jalanan,  melamun dan  tidak bersemangat itulah yang ia rasakan saat ini. Berusaha kuat,  tetapi antara otak dan hatinya  tidak bisa berjalan seiring, saat ia  berkata harus kuat  menghadapi semua kenyataan .


 Akan tetapi hatinya menolak untuk bersikap tenang,  ia merasa tidak adil untuk Hara. Leon  meminggirkan mobilnya, ia turun dan mengeluarkan satu bungkus rokok dari dalam dasbor mobilnya,  menyandarkan tubuhnya  di depan mobilnya lalu menyalahkan sebatang rokok.


Mulai menghembuskan gumpalan asap yang melayang di udara lalu menghilang,  gemerlapnya jalanan ibu kota tetapi hatinya semakin kosong, kehadiran seorang anak dalam rumah tangga, sangat mempengaruhi, Leon punya segalanya. Tetapi kesalahan masa lalu menumbuhkan ketakutan dalam dirinya. Ia takut  tidak punya keturunan lalu Hara meninggalkannya , lalu hidupnya akan  mati sia-sia seperti Bokoy.


Setelah menghabiskan beberapa batang, barulah ia melanjutkan perjalanan  pulang ke rumah.


Saat ia  tiba di rumah,  Leon masih berdiam dalam mobil menenangkan  hatinya terlebih dulu, sekitar lima menit barulah ia turun,  membawa buket  bunga  untuk sang istri. Ia mencoba mengerakkan ujung bibirnya membentuk lengkungan sebuah senyuman terukir. Mencobanya beberapa kali,  ia melakukan latihan untuk ia pertunjukkan untuk Hara.


Menarik nafas perlahan dan menghembuskan ke udara sebagai ritual kecil sebelum  bertemu. Leon memasuki rumah, keadaan rumah itu terlihat sepi tidak ada  yang begitu sepesial, Leon memasuki ruang tengah.


“Hara … !Ibu …!” Leon  memanggil ke dua wanita itu, tetapi tidak ada sahutan.


Berjalan menyusuri ruangan berlantai marmer itu langkahnya bergema menyentuh lantai,  suara panggilannya memantul menyentuh dinding dan hanya terdengar olehnya sendiri.


“Ibu…!” Leon memangil kedua kalinya dan tiba-tiba  dari arah kamar  Hara datang membawa lilin diatas kue, menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.


“Hai, selamat ulang tahun sayang,” ucap Hara tersenyum manis menyodorkan  lilin yang menyala untuk Leon,  cahaya lilin kecil itu seakan-akan  menertawakan  Leon yang sangat kaku dan canggung.


“Apa ini …. Seperti perayaan anak kecil,” protes Leon  enggan meniup lilin.

__ADS_1


“Tiup lilinnya, tiup lilin sekarang juga,”Piter  datang juga dari atas bersama Hilda dan lampu dinyalakan semuanya suasana seketika berubah, sebuah perayaan pesta ulang tahun sudah di persiapkan  istimewa untuk  Leon. Bahkan  Zidan dan Clara dan Ken, Bram, Vincint bahkan Toni ada di sana.



Leon sangat terkejut atas  kehadiran semua anak buahnya.


“Ton ….” Tiba-tiba ia memeluk Toni.


“Bos ….” Selamat ulang tahun,” ujar Mereka semua.


Tenyata Hara  bekerja sama  dengan semua anak buahnya untuk mengerjai Leon , Hara  meminta pulang ke rumah Piter agar Leon merasa sedih dan merasa sendirian. Ia masih  terlihat bingung karena ia melihat tawa bahagia dari Jovita Hara.


‘Apa ini? apa Hara tidak sakit?’ Leon masih menatap  wajah istrinya.


“Ini untukmu  Hara.”


“Oh … Terimakasih sayang.”


“Oh ….” Teriak mereka semua.


Melihat istri tertawa bahagia dan  kehadiran Toni di sana, Leon merasa  ulang tahun spesial.


Hara terlihat sangat cantik dengan gaun  bagian pundak terbuka,  memperlihatkan bagian lehernya yang jenjang,  gaun berwarna merah yang ia pakai, sedikit seksi tetapi di hari spesial itu Leon tidak marah, justru ia memuji kecantikan istrinya.


‘Kamu sangat cantik Hara,  kamu sangat cantik malam ini’ Leon berucap dalam hati.


“Kenapa hanya diam saja,  ayo  bergembira  ini, kan, ulang tahunmu harusnya ikut bergembira, ayooo  tersenyum,” ucap Hara mencolek cream berwarna putih dan menggoreskannya  ke wajah Leon.


“Aku ingin tampil cantik hanya untuk kamu Leon, aku ingin tampil memukau malam ini untuk kamu,” ucap Hara mengajaknya ke Taman ternyata ada pesta di taman, Hara  mengundang  orang terdekat.


“Nyanyi …Nyanyi!” Teriak Billy.


“Nona Hara nyanyi ….!” Teriak Ken.


Sebuah panggung  di halaman  pemain musik dari hotel Leon  yang jadi pengisi acara .


“Baiklah.” Hara  berjalan menuju panggung.


“Untuk suamiku; You never fail in showing your love and I thank  you for everything that you have done. Happy birthday and God bless,” ucap Hara dengan mata berkaca-kaca.


Tepuk tangan menyambut kata-kata manis yang di berikan.


Hara menyanyikan lagu romantis.


Cinta pertama dan terakhir by. Sherina


Leon hanya bisa tersenyum saat  Hara menyanyikan lagu romantis untuknya,


Lalu lagu kedua berbahasa Inggris


 Thousand years By,Chistina Perri.

__ADS_1



Hara menarik tangan Leon dan mengajak ke panggung, kali ini ia tidak menolak.  Kejutan Hara dan anak buahnya berhasil untuk Leon, tiada kado yang lebih indah dari sebuah kebersamaan kali ini.


“Selamat ulang lahir Leon aku cinta padamu,” ujar Hara, mata Leon berkaca- kaca.


“Kamu tidak sakit?” Tanya Leon lagi.


“Tidak, aku tidak sakit”ujar Hara tertawa.


“Hara aku ingin memberikan sesuatu untukmu,” ucap Leon menghentikan tubuh Hara yang sedang berdansa.


“Apa itu?”


“Aku ingin memberikan yang terbaik untuk istriku.”


Lalu ia mendekati meja  di dalam ruangan tamu itu mengambil  bag kecil  di dalam kotak  berisi berlian.


“Lah… yang ulang tahun itu kamu Leon,  kenapa jadi aku yang mendapat hadiah?” tanya Hara  tertawa ngakak.


Tidak menghiraukan protes Hara,  Leon membuka kotak kayu berukir mewah,  mengeluarkan kalung  berwarna putih menyala dengan  gantungan love kecil.


"Apa kamu ingin kado dariku?" Tanya Hara


Leon menggeleng "Kamu kado terindah dalam hidupku," ucap Leon mengecup kening istrinya.


"Aku ingin memberikan kado untukmu .... Bukalah!" ujar Hara ia memberikan kotak kado.


Apakah kadonya?


 Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2