
Tepat jam tujuh malam, saat Leon masih duduk dalam mobiln, ponselnya berdering ada panggilan masuk.
“Halo Hara.”
“Leon, kamu uda di mana? Aku sudah di rumah iya, aku menunggumu di sini.”
Leon menghela napas panjang.
‘Aku berharap Hara tidak punya rencana yang membuatku cemas’
“Leon, kamu masih di sana?” tanya Hara diujung telepon membangunkan Leon dari lamunan panjangnya.
“Hara … aku sayang padamu.”
Hara terdiam ‘ Ada ada dengan Leon?’ Ia tersenyum.
“ Oh … Aku juga sayang padamu, Tapi kamu tidak apa-apa? pulanglah mari kita makan malam bersama,” ucap Hara menyengitkan alisnya, karena mendengar kata-kata sayang dari Leon secara tiba-tiba.
“Baiklah, kamu ingin aku bawakan apa?” Tanya Leon.
“Tidak ada yang ulang tahun kan kamu Bos … aku hanya ingin kamu di sini.”
“Baiklah aku akan datang.” Leon menutup telepon.
Saat menyadari di ulang tahunnya kali ini, menyadari angka usianya tidak lagi muda, tiba-tiba ia merasa sangat sedih.
‘Aku yakin Hara saat melihat Hilda , rasa iri itu pasti ada’
Leon menatap dengan tatapan kosong kearah jalanan, melamun dan tidak bersemangat itulah yang ia rasakan saat ini. Berusaha kuat, tetapi antara otak dan hatinya tidak bisa berjalan seiring, saat ia berkata harus kuat menghadapi semua kenyataan .
Akan tetapi hatinya menolak untuk bersikap tenang, ia merasa tidak adil untuk Hara. Leon meminggirkan mobilnya, ia turun dan mengeluarkan satu bungkus rokok dari dalam dasbor mobilnya, menyandarkan tubuhnya di depan mobilnya lalu menyalahkan sebatang rokok.
Mulai menghembuskan gumpalan asap yang melayang di udara lalu menghilang, gemerlapnya jalanan ibu kota tetapi hatinya semakin kosong, kehadiran seorang anak dalam rumah tangga, sangat mempengaruhi, Leon punya segalanya. Tetapi kesalahan masa lalu menumbuhkan ketakutan dalam dirinya. Ia takut tidak punya keturunan lalu Hara meninggalkannya , lalu hidupnya akan mati sia-sia seperti Bokoy.
Setelah menghabiskan beberapa batang, barulah ia melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.
Saat ia tiba di rumah, Leon masih berdiam dalam mobil menenangkan hatinya terlebih dulu, sekitar lima menit barulah ia turun, membawa buket bunga untuk sang istri. Ia mencoba mengerakkan ujung bibirnya membentuk lengkungan sebuah senyuman terukir. Mencobanya beberapa kali, ia melakukan latihan untuk ia pertunjukkan untuk Hara.
Menarik nafas perlahan dan menghembuskan ke udara sebagai ritual kecil sebelum bertemu. Leon memasuki rumah, keadaan rumah itu terlihat sepi tidak ada yang begitu sepesial, Leon memasuki ruang tengah.
“Hara … !Ibu …!” Leon memanggil ke dua wanita itu, tetapi tidak ada sahutan.
Berjalan menyusuri ruangan berlantai marmer itu langkahnya bergema menyentuh lantai, suara panggilannya memantul menyentuh dinding dan hanya terdengar olehnya sendiri.
“Ibu…!” Leon memangil kedua kalinya dan tiba-tiba dari arah kamar Hara datang membawa lilin diatas kue, menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.
“Hai, selamat ulang tahun sayang,” ucap Hara tersenyum manis menyodorkan lilin yang menyala untuk Leon, cahaya lilin kecil itu seakan-akan menertawakan Leon yang sangat kaku dan canggung.
“Apa ini …. Seperti perayaan anak kecil,” protes Leon enggan meniup lilin.
__ADS_1
“Tiup lilinnya, tiup lilin sekarang juga,”Piter datang juga dari atas bersama Hilda dan lampu dinyalakan semuanya suasana seketika berubah, sebuah perayaan pesta ulang tahun sudah di persiapkan istimewa untuk Leon. Bahkan Zidan dan Clara dan Ken, Bram, Vincint bahkan Toni ada di sana.
Leon sangat terkejut atas kehadiran semua anak buahnya.
“Ton ….” Tiba-tiba ia memeluk Toni.
“Bos ….” Selamat ulang tahun,” ujar Mereka semua.
Tenyata Hara bekerja sama dengan semua anak buahnya untuk mengerjai Leon , Hara meminta pulang ke rumah Piter agar Leon merasa sedih dan merasa sendirian. Ia masih terlihat bingung karena ia melihat tawa bahagia dari Jovita Hara.
‘Apa ini? apa Hara tidak sakit?’ Leon masih menatap wajah istrinya.
“Ini untukmu Hara.”
“Oh … Terimakasih sayang.”
“Oh ….” Teriak mereka semua.
Melihat istri tertawa bahagia dan kehadiran Toni di sana, Leon merasa ulang tahun spesial.
Hara terlihat sangat cantik dengan gaun bagian pundak terbuka, memperlihatkan bagian lehernya yang jenjang, gaun berwarna merah yang ia pakai, sedikit seksi tetapi di hari spesial itu Leon tidak marah, justru ia memuji kecantikan istrinya.
‘Kamu sangat cantik Hara, kamu sangat cantik malam ini’ Leon berucap dalam hati.
“Kenapa hanya diam saja, ayo bergembira ini, kan, ulang tahunmu harusnya ikut bergembira, ayooo tersenyum,” ucap Hara mencolek cream berwarna putih dan menggoreskannya ke wajah Leon.
“Aku ingin tampil cantik hanya untuk kamu Leon, aku ingin tampil memukau malam ini untuk kamu,” ucap Hara mengajaknya ke Taman ternyata ada pesta di taman, Hara mengundang orang terdekat.
“Nyanyi …Nyanyi!” Teriak Billy.
“Nona Hara nyanyi ….!” Teriak Ken.
Sebuah panggung di halaman pemain musik dari hotel Leon yang jadi pengisi acara .
“Baiklah.” Hara berjalan menuju panggung.
“Untuk suamiku; You never fail in showing your love and I thank you for everything that you have done. Happy birthday and God bless,” ucap Hara dengan mata berkaca-kaca.
Tepuk tangan menyambut kata-kata manis yang di berikan.
Hara menyanyikan lagu romantis.
Cinta pertama dan terakhir by. Sherina
Leon hanya bisa tersenyum saat Hara menyanyikan lagu romantis untuknya,
Lalu lagu kedua berbahasa Inggris
Thousand years By,Chistina Perri.
__ADS_1
Hara menarik tangan Leon dan mengajak ke panggung, kali ini ia tidak menolak. Kejutan Hara dan anak buahnya berhasil untuk Leon, tiada kado yang lebih indah dari sebuah kebersamaan kali ini.
“Selamat ulang lahir Leon aku cinta padamu,” ujar Hara, mata Leon berkaca- kaca.
“Kamu tidak sakit?” Tanya Leon lagi.
“Tidak, aku tidak sakit”ujar Hara tertawa.
“Hara aku ingin memberikan sesuatu untukmu,” ucap Leon menghentikan tubuh Hara yang sedang berdansa.
“Apa itu?”
“Aku ingin memberikan yang terbaik untuk istriku.”
Lalu ia mendekati meja di dalam ruangan tamu itu mengambil bag kecil di dalam kotak berisi berlian.
“Lah… yang ulang tahun itu kamu Leon, kenapa jadi aku yang mendapat hadiah?” tanya Hara tertawa ngakak.
Tidak menghiraukan protes Hara, Leon membuka kotak kayu berukir mewah, mengeluarkan kalung berwarna putih menyala dengan gantungan love kecil.
"Apa kamu ingin kado dariku?" Tanya Hara
Leon menggeleng "Kamu kado terindah dalam hidupku," ucap Leon mengecup kening istrinya.
"Aku ingin memberikan kado untukmu .... Bukalah!" ujar Hara ia memberikan kotak kado.
Apakah kadonya?
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1