
Pertarungan sengit masih berlangsung buantara kubu Leon dan pemilik ilmu hitam yang mencoba menganggu keluarga Leon. Saat pembuka agama dari kubu Leon ingin mengembalikan ilmu hitam itu pada pemiliknya, ternyata dari sana juga di kembalikan dan asap hitam itu berputar-putar di atas rumah Leon yang mereka percaya, itu mencari tubuh Okan.
Okan untung cepat dibawa Leon dari rumah, dibawa pergi dari sana menggunakan pakaian Leon, seandainya Okan di bawa menggunakan pakaian lamanya kabut hitam itu akan menemukannya mengikutinya, karena menurut orang tua pemuka agama itu ia mengendalikan tubuh Okan.
Bu Atin tidak berhenti menyalahkan dupa pembakaran, di depan dua patung kayu yang mereka yakini sebagai patung tempat bersemayam roh-roh nenek moyang mereka yang bisa membantu saat ini, sedangkan Bimo mengawasi guru olah raga Okan yang ikut andil dalam aksi kejahatan itu, lelaki jahat itu masih tertidur pulas dibawah pengaruh obat tidur yang di berikan Leon.
Zidan, Ken, Toni ikut berdiri juga di luar ruangan sembayang, Toni terlihat semakin tidak terurus beberapa bulan ini, karena Kikan memilih pulang ke rumah keluarganya di Manado, sementara Juna memilih ikut mamanya.
Kini, kabut hitam itu masih berputar-putar di atap rumah Leon, orang tua itu melakukan cara yang lain.
“Masih ada pakaian Okan yang tersisah?” tanya orang tua itu dengan tatapan mata meyelidiki.
Bimo berlari ke jemuran, “ Ada yang baru dicuci, apa bisa Tuaq?”
“Boleh letakkan di tubuh lelaki itu dan dekatkan api dupan itu padanya, kita akan masukkan ke tubuh lelaki ini, lalu kita kunci agar dia tidak bisa keluar dari sana, untuk mencari Okan,” ujar orang tua itu mengarahkan pisau ke tubuhnya melukainya sedikit untuk memberinya tanda. Orang tua itu juga mengambil sedikit cairan merah dan mengarahkannya ke api pembakaran, sebagai cara untuk memanggil kabut hitam itu untuk masuk ke tubuh guru olahraga Okan.
“Jangan biarkan api itu mati.” pintahnya tegas.
“Baik Tuaq,” ucap Toni, ia masuk untuk memberi bantuan, ia menambah arang-arang ke dalam wadah berbentuk kendi yang biasa Leon dan Bu Atin pakai untuk melakukan ibadah ritual.
Bu Atin, juga ikut membantu dengan menyalahkan tungku api kedua dan menjaga agar tetap menyala, orang tua itu membaca mantra kedua, tidak lama kemudian mereka percaya kekuatan jahat itu, sudah masuk ke tubuh guru olah raga, dengan cepat lelaki tua itu menempelkan semacam kertas ke mulutnya menguncinya dengan matra, agar makluk itu tetap ditubuh sang guru dan tidak bisa keluar lagi.
Ada satu suku di hutan pedalaman Kalimantan yang terkenal dengan kekuatan mistisnya hingga saat ini.
Sang dukun yang berada jauh, berpikir ilmu hitam yang ia kirim untuk mengendalikan Okan, masuk ke tubuh Okan lagi, karena ia mencium bauh tubuh Okan dari pakaian dan sepatu yang diletakkan ditubuh guru olahraga.
__ADS_1
Dukun jahat, tidak tahu kalau kabut hitam itu memasuki tubuh yang salah.
Setelah menguncinya dalam tubuh guru olah raga ia akan diam di sana selamanya.
Leon tidak mau hal buruk terjadi lagi, ia meminta Toni, Ken,Zidan untuk, membawanya kembali ke tempat asalnya Hutan di mana sang pemilik kekuatan hitam itu berada,.
Bimo di bantu dua orang mengotong tubuh olah raga Okan, ke dalam helikopter, lalu mereka mengantarnya ke hutan Kalimantan, tempat dari mana ia berasal.
“Dan, ini tugas rahasia, makanya aku meminta tolong kalian bertiga”
“Siap Bos, kami akan mengantar dia pulang ke tempat asalnya,” ujar Toni.
“Jangan biarkan dia bangun sebelum sampai di sana,”pintah Leon.
“Baik Bos.” Zidan menerbangkan burung besi berwarna biru putih dan membawanya ke hutan pedalaman.
“Baik Bos”
Guru olahraga Okan, adalah anak sang dukun, mereka adalah orang-orang yang ingin membalaskan dendamnya pada Leon dan keluarganya, setelah keluarganya mati di bakar Leon beberapa puluhtahun lalu saat pertempuran antara perang suku di sana.
Tujuan mereka hampir berhasil, karena belakangan Okan hanya duduk diam melamun di taman sekolah, ia banyak melamun, sejak Danis, Jordan, Juna tidak bersekolah di sana lagi.
Hara beberapa kali mengangagalkan rencana mereka, tanpa tidak sengaja. Termasuk saat ia mengawasi dan mengintip apa yang di lakukan Okan di sekolah. Dukun ingin memaanfaatkan Okan dengan bersikap kasar pada semua guru dan tujuan mereka selanjutnya ingin menjadikan Okan sebagai seorang yang jahat dengan memerintahkan kekuatan di tubuh Okan ingin menghabisi kepala sekolah Okan, sayangnya selalu gagal , saat pulang sekolah saat Okan terlambat turun, Hara meminta Ana mengawasi Okan.
Belakangan rencana itu, selalu gagal, belum lagi supir pribadi kedua bocah itu ikut mengawasi setiap menit, di dalam rumah ia tidak dibiarkan sendiri. Hara memasukkan Okan ke berbagai les agar ia tidak punya waktu sendirian. Karena saat sendirianlah kekuatan jahat di tubuh Okan bekerja.
__ADS_1
Rencana jahat yang sudah direncanakan untuk Okan yakni;
Kalau Okan berhasil menyakiti dan melenyapkan kepala sekolah. Dengan begitu Okan akan di cap selamanya sebagai anak pembunuh yang jahat semua orang akan membencinya termasuk orang tuanya, dan keluarga dan teman-temannya akan mengucilkannya. Dengan begitu makin mudah untuk dukun memerintahkan Okan untuk melenyapkan keluarganya semuanya, tanpa ada kecurigaan.
Saat Okan akan diantar ke sebuah asrama, sang dukun senang, ia berpikir akan semakin bagus dengan begitu mereka dengan mudah mengusai jiwa Okan tanpa ada yang mengawasi lagi.
Karena sakit hati, kecewa, melamun jiwa yang muda dirasuki arwah jahat, dengan sakit hati Okan ia berpikir akan mengendalikan agar semakin jahat.
Beruntug Leon memergoki Okan malam itu, tidak terbayang , saat Okan sudah mereka pindahkan dan tinggal di asrama semuanya akan makin buruk.
*
Leon menunggu dengan gelisah, beberapa lama kemudian Ken meneleponya.
“Kami sudah sampai di sini Bos,” ujar Ken setelah beberaja jam setelah mengantarnya sampai di pinggi hutan.
“Ok, sebaiknya kamu tinggalkan saja dia, di sana saja, segera kembali, aku tidak mau, kamu tertangkap di sana , suara helicopter sangat sensitif dalam hutan, anak buah Toni yang akan membawanya ke dalam hutan, itu semua tanggung jawabnya sekarang sebagai putra penjaga”
“Baik Bos kami kembali”
Tidak lama kemudian, setelah semua dibakar dan tidak menyisahkan barang-barang Okan, sang pembuka agama itu membaca matra itu lagi untuk membangunkkan anak sang dukun yang tak lain guru olag raga Okan.
Akhirnya sang dukun sadar mahluk yang ia kirim salah memasuki tubuh, mahluk jahat itu memasuki tubuh anaknya sendiri. Sang dukun hanya dua pilihan meleyapkan anaknya, agar mahluk jahat itu lenyap atau membiarkan anaknya hidup dengan mahluk jahat di tubuhnya yang resikonya anak itu akan gila dan hilang kendali dan menyakiti orang sekitarnya.
Kejahatan yang ia lakukan, meyerangnya anaknya sendiri, ini namanya senjata makan tuan.
__ADS_1
Bersambung ….
Bantu like dan subcribe iya kakak.