Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Lelaki Pemaksa


__ADS_3

Leon menggunakan kekuasaannya untuk bicara dengan Hara.


“Mbak Hara sana, bos menunggumu,’ ujar Nina.


‘Hadeh …  ini orang  gak ada berubah- berubahnya dari tahun ke tahun’ ujar  Hara mendesis kesal. Ia menarik napas panjang dan berjalan ke lantai  menuju ruangan Leon.


Tetapi saat melihat meja Kaila ia berubah pikiran.


“Selamat pagi mbak Kaila, ini Mbak tolong bilangin pak Leon ada dokumen dari ibu Nina, saya titip di sini saja iya mbak,” ucap Hara ingin pergi.


“Tunggu! kamu bawa ke sini dokumenya” suara Leon  tegas, ia berdiri dengan tatapan tajam menatap Hara.


“Saya ingin-”


“Ibu Jovita Hara, saya bos di sini! Setiap pegawai wajib patuh pada atasan ya itu saya,” ujar Leon.


Kaila berdiri ketakutan


“Mbak Hara, tolong ke sana saja, saya takut Pak Leon mengamuk,” bisik Kaila


“Saya bukan pegawai tetap di hotel ini Pak, saya hanya pegawai kontrak dan kontrak saya sebentar lagi akan habis”


“Pegawai kontrak atau pegawai tetap, statusnya sama. Sama-sama bekerja,” ujar Leon.


“Ayo Mbak bawa saja ke sana …. Pak Leon itu kalau lagi marah sangat seram,” bisik Kaila dengan wajah memohon. Ia dan  Bram sudah kenyang jadi pelampiasan kemarahan Leon beberapa hari ini, dan barusan Kailan dapat tatapan tajam  dari sang Bos, karena ia tidak bisa ikut menemani Bram ke undangan Pratama Group karena ia lagi sakit perut.


“Baiklah.” Hara mengalah


Dengan  malas Hara menyeret  langkah kakinya masuk ke ruangan Leon,  “ Ini Pak dokumennya” Hara meletakkan di atas meja kerja dan ia mundur berdiri didekat pintu,


“Hara bagaimana lukamu?”


“Sudah baikan Pak”


Leon berjalan ke depan Hara menghalanginya ke luar.


“Ayo kita bicara sebentar”


“Apa yang perlu dibicarakan? tidak ada”


“Hara  …. Aku sangat merindukanmu,” ujar Leon ingin memeluk Hara.


Wanita cantik itu mundur beberapa langkah menolak sentuhan Leon.


“Maaf Pak …. saya sedang kerja”


“Hara tidak kamu memikirkan ku, tidak kamu merindukanku?”


“Katakan saja pak kalau ada yang penting, tapi kalau tidak ada,  saya mau kembali  bekerja, tidak masuk beberapa hari,  pekerjaan saya jadi menumpuk,” ujar Hara tidak mau membahas hal pribadi dengan Leon. Hara bahkan mengalihkan wajahnya ke arah lain.


“Hara, aku minta maaf  …. sungguh aku tidak tahu saat itu kamu masih hidup”

__ADS_1


Hara masih diam, ia seolah-olah  sangat keberatan membahas semua kenangan yang menyakitkan itu.


“Hara, bisakah  kita kembali seperti dulu? Maksudku lupakan masalah lalu.” Wajah Leon memelas.


‘Lelaki egois …. mana mungkin aku bisa melupakan masa lalu , jika terus bersamamu Bagaimana mungkin aku melupakan rasa sakit saat aku buta, bagaimana mungkin aku melupakan saat kamu menolak saat aku terpuruk. Maaf Tuan Naga …. aku tidak bisa’ Hara membatin.


“Boleh aku meminta satu hal juga dari Bapak?”


“Iya katakan saja,” ucap leon penasaran dengan isi permintaan Hara.


“Begini pak, bisakah bapak menjauhiku atau memperlakukanku seperti karyawan yang lain? Saya tidak ingin karyawan yang lain menilaiku dengan salah, aku tidak ingin  dituduh menggoda pemilik Hotel ini”


Leon diam, jelas  ia sakit hati mendengar itu dari Hara, ia tidak tahu beberapa  hari ini, leon terlihat seperti orang gila karena memikirkannya,


Tidak tahu berapa botol minuman yang ia habiskan untuk  memikirkan dirinya, bahkan pagi ini,  kakinya terluka saat ia melompat bahagia dari ranjang saat mendengar Hara datang, tapi apa yang  di dengar hari saat itu membuatnya mengepal tangannya dengan kuta.


“Apa Piter yang memintamu melakukannya?”


“Ini tidak ada hubungannya dengan mereka, ini real karena permintaanku, aku hanya ingin bekerja dengan tenang tanpa ada kabar menyebutku wanita yang suka menggoda laki orang, maupun pacar orang lain”


“Maaf, aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak menahan diri lagi, selama ini aku sudah berubah menjadi baik dan aku tidak mau melakukan itu lagi ….”


Leon berdiri depan Hara.


Mengarahkan tangannya meraih jepitan rambut Hara, jepitan model hairnet itu terlepas Leon  meremasnya dan membuangnya.


Alhasil rambut panjang indah itu terlepas dan terjuntai ke bawah.


“A-apa  yang bapak lakukan?”


“Aku siapa? aku hanya seorang pegawai di hotel ini”


Leon menyeret tangan Hara, membawanya  ke ruangan pribadinya menunjukkan foto dan segala mainan bayi yang mereka beli dulu.


“Kamu lihat ini … kalau bukan  musibah sialan itu aku  dan putraku sudah bermain bersama saat ini.” ujar Leon marah. “Kamu pikir hanya  kamu yang terluka, aku juga terluka Hara, aku juga menderita, setiap melihat anak seumuran dia aku akan merasa sangat sedih aku juga menderita selama ini”


“Kamu tidak pantas mengatakan  itu Pak Leon, karena  beberapa hari yang lalu seorang wanita yang mengaku calon istrimu hampir membunuhku”


“Hara, dia bukan calon istriku, dia orang gila”


“Pak Leon aku seorang wanita … aku merasakan apa yang dirasakan wanita itu, aku juga akan  menikah deg-”


“Aku tidak perduli dengan apa yang kamu pikirkan. Leon mendekat secara tiba-tiba tangannya memegang dagu Hara dan menyambar bibirnya, saat Hara semakin berontak ia menahan kedua tangannya.


“Aku sangat merindukanmu,” ujar Leon, menikmati bibir mungil itu secara paksa. Ia tidak perduli dengan penolakan yang di lakukan Hara.


Hara mencoba mundur, ia sangat membenci Leon, bahkan air matanya tumpah, tetapi Leon yang sanga emosi memaksanya, Ia menekan tubuh Hara ke tembok.


“Jangan pernah menyebut lelaki lain di hadapanku Hara, jika kamu melakukannya aku akan membunuh lelaki mudah itu saat datang nanti ke Jakarta”


“Kamu tidak berhak apa-apa lagi tentang hidupku!”

__ADS_1


“Aku berhak”


“Lalu bagaimana dengan wanita yang menggilaimu?”


“Aku tidak perduli dengan  wanita gila itu, aku bahkan bisa melenyapkan ratusan bahkan ribuan sekalipun asal aku bisa bersamamu”


“Aku tidak ingin kamu melakukan apa-apa untukku, aku hanya ingin menjalani hidupku dengan tenang”


“AKu yang akan memberi ketenangan itu,” ujar Leon memaksa.


“Hara, kamu itu milikku  dan sudah di ditakdirkan jadi milikku, kamu tahu aku sudah mencoba melupakanmu mencoba dengan wanita lain,  tapi tidak ada yang  mampu mengubah hati ini … hanya kamu yang bisa membuatku semangat untuk hidup”


“Saya sudah punya calon suami Pak Leon …. Itu bukan salah, kalau saja saat kamu datang membawaku bersamamu aku tidak akan berpindah hati. Tetapi kamu yang membiarkan aku pergi, maka jangan salahkan aku, bila aku pergi ….”


“Aku tidak  bisa memutar waktu  kembali ke masa lalu, tetapi aku akan memperbaiki di waktu saat ini,”ujar Leon,  masih memeluk tubuh Hara dari belakang tidak membiarkannya pergi.


“Lepaskan aku Pak Leon, ada Om Piter ada dibawah, jika tahu aku  ke ruangan ia akan marah nanti dan aku tidak ingin terjadi keributan lagi, aku hanya ingin menyelesaikan  kontrak kerjaku dengan tenang di hotel ini”


Hilda mengabari kalau Piter sudah keluar dari ruangannya. Leon melepaskan pelukannya.


Hara  mencari  jepitan rambutnya ia tidak mungkin keluar dari ruangan Leon dengan rambut terurai yang ada akan jadi bahan gosip lagi, Leon duduk di ujung meja kerja menatap Hara dengan tatapan misterius.


“Kemari lah,” ujarnya kemudian ia membuka laci meja kerjanya mengambil  karet.


“Saya hanya ingi  mencari ikat rambut”


“Aku sudah membuangnya, kemari lah.” Leon menunjukkan ikat rambut. Dengan wajah yang masih marah Hara  merentangkan telapak tangannya tetapi Leon meraihnya mencium telapak tangan Hara, menarik tubuh itu lebih dekat lalu dengan cepat ia membalikkan tubuh Hara dan mengikat rambut panjang.


“Sudah," ucap Leon mendaratkan bibirnya di leher, tubuh Hara tiba-tiba menegak karena bergelidik.


Saat Ia pergi lagi-lagi Leon memeluk tubuhnya dari belakang.


“Aku mencintaimu Hara,” ucapnya lagi.


Hara  tidak memperdulikannya, ia berjalan meninggalkan ruangan Leon dengan wajah marah.


Bersambung


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2