
Kota Hona, Jepang.
Piter, Jovita, Bi Ina tinggal di Kota itu untuk melakukan pengobatan pada Jovita, dokter Jakson memberikan tempat satu rumah tidak jauh dari rumah sang dokter. Rumah untuk mereka tinggalin selama pengobatan mata Jovita. Piter terpaksa bekerja untuk dr. Jason, hitung - hitung membantu pengobatan Jovita.
Dokter Senior itu tinggal dan menetap di Kota Hona bersama istrinya dan kedua anaknya, dua anaknya berprofesi sebagai tenaga kesehatan juga. Sedangkan istrinya seorang perancang busana.
Walau tinggal di negara itu tidak lantas membuat lelaki bertubuh tinggi itu lupa akan negaranya, ia juga punya rumah sakit swasta di Batam dan sering juga berpergian ke beberapa negara untuk melakukan pengobatan gratis bagi orang yang tidak mampu, Ia juga punya rasa sosial tinggi.
Piter tidak ingin mengganti sesuatu yang berharga dari Jovita, ketika beberapa dokter meminta Jovita agar matanya di ganti atau melakukan pencangkokan mata, tetapi bagi Piter sayang untuk diganti, kalau masih bisa diperbaiki, maka itu Piter memutuskan memakai pengobatan sistem Lasik seperti rencana awal.
Dr. Jason lelaki yang sudah terlihat beruban itu setuju, jadi ia tinggal meneruskan saja, walau prosesnya lama tetapi resikonya kecil. Dokter senior lebih fokus ke penyembuhan bagian kepala Hara dulu.
Hari ini, ada kegiatan bakti sosial yang dilakukan dokter Jakson dan istrinya yang di sponsori beberapa pengusahaan dan beberapa perancang busana yang ikut serta, dalam kegiatan tersebut.
"Hara. Tante ingin kamu salah satu model untuk rancanganku, tampil dengan Maxell," ujar wanita cantik istri sang dokter.
"Baik Tante"Hara tidak menolak.
Wanita itu seorang perancang busana. Dr. Jason memiliki seorang anak yang berprofesi sebagai dokter juga namanya dr. Maxell, awalnya Hara sangat takut dengan orang asing, bahkan ia menolak dijodohkan Piter dengan dr.Mathew . Tetapi belakangan ini sering bersama Maxell, akhirnya ia mulai mau menerima orang asing, saat ingin memulai pemotretan Maxell mengajak Hara mengobrol santai.
“Hara apa yang kamu takutkan dengan orang asing?” Tanya Maxell saat mereka berdua duduk.
“Saat menerima pengobatan, ada beberapa oknum dokter yang memanfaatkan kebutaan diriku”
“Maksudnya mereka melakukan pelecehan?” Tanya dr. Maxell
“Iya, aku mengartikannya seperti itu, aku memang buta dan lupa ingatan, bukan berarti bodoh kan. Aku tahu mana area yang boleh di sentuh dan mana yang tidak boleh,” ujar Hara wajahnya sedih.
“Lalu kenapa kamu tidak melaporkan ke Om Piter?” Tanya Maxell.
Hara hanya menggeleng.
“Om sudah terlalu banyak beban karena aku, aku tidak ingin menambah beban pikirannya,”ujar Hara.
Maxell menatap Hara dengan tatapan kasihan, awal bertemu dengan Hara beberapa bulan lalu, lelaki tampan itu tidak suka melihat Hara karena berpikir ia orang yang sombong karena tidak mau dibantu olehnya tetapi saat ini ia mengerti alasannya.
Dulu saat baru tiba di rumahnya, Hara tidak mau sama siapapun selain ama Bu Ina dan Piter, ia selalu menolak semua orang termasuk bantuannya. Tetapi kali ini, ia akhirnya paham kalau Hara bukanlah anak manja yang sombong seperti yang ia pikirkan.
“Hara” panggil Maxell
“Iya Dok”
“Jangan memanggilku seperti itu. Panggil saja aku Axell, aku hanya lebih tua satu tahun dari kamu”
“Baiklah aku panggil Kak Axell saja,” ujar Hara tersenyum kecil
__ADS_1
“Percayalah matamu akan sembuh, kita lakukan pengobatan pelan-pelan saja"
“Baiklah Kak, tetapi kenapa om selalu marah setiap kali kamu pulang?”
“Aku lebih suka jadi koki dari pada jadi dokter, jadi baru-baru ini aku bekerja sampingan jadi koki. Sttt … jangan bilang - bilang sama orang tuaku iya,” ujar Maxell
“Haaa ...? Kenapa bilang padaku aku tidak pintar menyimpan rahasia,”ujar Hara panik.
“Tidak apa-apa, kamu hanya perlu diam jika mereka bertanya padaku,” ujar Maxell menahan tawa melihat ekspresi panik dari Hara
Hara mengangguk setuju .
Maka Jovita melakukan pemotretan dengan dengan pakaian hamil dan melakukan kegiatan orang hamil yang di pandu dokter. Tujuannya untuk membuat panduan bagi ibu hamil untuk menjaga kehamilan di semester awal dan bagaimana pasangan membantu seorang ibu muda saat mengalami babyblues.
Jadi Hara dan Maxell berperan sebagai pasangan suami istri.
Di tengah pemotretan tiba- tiba datang salju pertama
"Non salju pertama," bisik Bu Ina.
Wanita itu membantu Hara berjalan keluar,
Butiran salju mulai berjatuhan dari langit di kota Hona Jepang, di mana Jovita tinggal saat ini.
Hara tersenyum dan mengangguk.
Jovita terlihat sangat cantik dengan dress hamil yang di padukan jaket dan syal dan sepatu boot. Melihat itu Piter merasa sangat sedih mengingat saat Hara, saat hamil dulu, Hara juga dulu sempat mengalami babyblues seperti yang ia perankan saat ini
Jovita terlihat seperti ibu muda yang sedang hamil, akhirnya pemotretan di lakukan di saat salju mulai turun.
‘ Apa Non Hara seperti hamil saat dua tahun lalu?’ Tanya Bi Ina juga dalam hati, karena dua tahun yang lalu, ia tahu Hara hamil.
“Non, kamu tahu, kamu sangat cantik memakai pakaian hamil itu,” ujar Bi Ina.
“Benarkah, aku ingin sekali bisa melihat Bi, aku akan melakukan apapun agar aku cepat pulih, walau hamil ini membuat bagian perutku gatal,” kata jovita menepuk-nepuk perut karet yang ia pakai
Saat merentangkan tangannya untuk merasakan salju turun, Dokter Maxell datang menghampiri Jovita, ia membawa satu genggam salju yang letakkan di tangan Jovita.
“Wao! Dingin." Tawa gembira akhirnya terdengar dari bibir Jovita, sudah dua tahun lebih ia tidak pernah tertawa sebahagia itu
“Itu salju yang aku tampung di telapak tanganku, sudah aku doakan, semuanya untuk kamu,”ujar Lelaki berwajah tampan tersebut.
“Terimakasih Kak Maxell,” ucap Jovita mengulurkan tangan.
__ADS_1
“Ayo, aku akan membawamu di mana kita mendapatkan tumpukan salju yang banyak, tapi hati-hati dengan kehamilanmu nanti kamu bisa keguguran,” ucapnya bercanda mengelus perut Jovita.
Disambut tawa dari Jovita.
Melihat kegembiraan Hara, Piter terharu, ia melihat dari jauh.Ternyata dr. Jason melihat Piter, melihat betapa tulusnya hati mantan pengawalnya untuk anak majikannya.
"Pak bagaimana kalau kita jodohkan mereka Maxell dan Hara?" Tanya dr. Jason di ikuti anggukan istrinya mereka mendatangi Piter yang sedang duduk sendirian.
" A-apa Nona muda kami buta, Dok," jawab Piter tidak banyak berharap.
"Justru itu ... Maxell akan menjaganya, aku yakin anak nakal ini akan menjaga Hara dengan baik, jarang sekali dia perhatian seperti itu sama perempuan," ujar dr. Jakson
" Bagaimana kalau Maxell menolak Dok?
" Aku bapaknya tahu sifatnya aslinya, dia tidak akan peduli seperti itu pada Hara, kalau dia tidak jatuh cinta pada Hara," ujar Jakson, mata mereka menatap Hara dan Maxell yang tertawa bahagia.
"Baiklah," ujar Piter.
Tidak lama kemudian dr. Jakson memanggil putra sulungnya mendekat.
" Axell Mami sama Papi ingin menjodohkan kamu dengan Hara apa kamu mau?" Maxell menatap mereka bergantian.
"Tapi apa Hara mau? sepertinya dia sangat tertutup," balas Maxell.
" Dulu dia tidak seperti itu sebelum kecelakaan dia anak yang baik ramah dan ceria," ujar Piter mengusap matanya yang berkaca- kaca.
" Ok, baiklah aku mau," ujar Maxell
Ternyata setelah dibicarakan Piter baik- baik dengan Hara, ia juga mau. Hara sebenarnya tidak suka perjodohan, tetapi ia tidak ingin menolak Piter dua kali. Maka saat di jodohkan dengan Maxell Hara akhirnya mau.
Bersambung ….
KAKAK TERSAYAN JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing