Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Mendapat lawan yang Sepadan


__ADS_3

Piter tidak henti-hentinya mengerjai Leon,  Ia meminta dr. Jakson agar tidak memberitahukan kepulangan Hara ke Indonesia dan meminta Hilda agar tidak memberitahukan tentang Hara yang sudah mulai bekerja di hotel.


Leon tahunya Hara masih di Jepang mendapat job pemotretan di salah satu Mall, itulah kabar yang  sengaja di buat Piter.


“Nah, kalian  tunggu saja di sana sampai kalian jamuran,” ujar Piter, ia memasukkan  nama Hara di sana. Ken dan Zidan menunggu sampai beberapa lama di sana dan terakhir  mereka mendapat kabar Hara terbang ke China untuk urusan pekerjaan , mereka tidak tahu kalau Hara sudah mulai bekerja di hotel Leon.


Dua minggu kemudian.


Leon memutuskan pulang duluan ke Indonesia dan zidan dan Ken masih mengikuti jejak Hara di tersebut. Namun, saat Leon  masuk kerja pagi itu ia melotot tidak percaya.


“Apa ini?” Ia  melihat  Hara.


 “Apa ada masalah pak Leon? Itu mbak Hara di pekerjaan barunya, dia bagus Pak, bertanggung jawab.” ujar Hilda.


“Kapan dia tiba?”


“Sudah dua minggu Pak”


“Apa!? sudah dua minggu,? tetapi ibu tidak memberitahukan saya?’


“Apa? Tapi bapak tidak pernah  mengurusi  urusan karyawan Pak.”


“Ibu Hilda, ini Hotel saya, milik saya, saya berhak siapa yang bekerja dan siapa tidak boleh bekerja di perusahaan saya.”


“Maafkan  Pak, tapi tolong membaca ini juga.


“Apa ini?”Leon menyengitkan  alisnya ketika membacanya kontrak Hara yang baru “Ibu Hilda bisa di jelaskan ini? Ibu seorang pelajar, sekolah tinggi, tentu tahu bagaimana membuat sebuah surat kontrak kerja yang tidak merugikan perusahaan sendiri, apa ini?”


“Maafkan saya pak Leon, saya tahu salah, saya merasa  terjebak saat itu, Lelaki itu .... "


“Apa maksudnya?”


“Pamannya yang melakukannya, saat  itu, saya sedang sakit kepala ia membawa surat kontrak yang sudah di revisi ulang , bodoh saya saat itu., tidak membaca ulang  isi kontraknya”


‘Oh jadi ini kerjaan Piter,  pantas, aku tidak perlu heran dengan hal itu, dia lelaki yang mampu melakukan segalanya, baiklah mari kita lihat apa yang kamu rencanakan selanjutnya’ Leon membatin.


“Baiklah, saya mengerti, kumpulkan semua pegawai Hotel, saya ingin memimpin apel pagi  ini”


“Baik-baik Pak” ucap Hilda  panik.


Selama ia bekerja di Hotel ini , baru kali ini Leon ingin memimpin apel pagi.


“Aduh, apa yang akan terjadi nanti, pasti aku dapat masalah besar." Hilda menghubungi bawahannya bagian Human Resources manager untuk mengumpulkan semua pegawai di halaman depan Hotel.

__ADS_1


Maka pemandangan pagi ini sangat berbeda di halaman ICHIRO Hotel, karena pegawai Hotel tampak berbaris di halaman dengan seragam yang berbeda-beda dari semua jabatan.


Leon terlihat maju kedepan, kali ini matanya mengawasi satu persatu pegawai Hotel, tapi tiba-tiba semangat ingin berkoar-koar itu,  menghilang, karena Hara tidak tampak dalam barisan.


Piter  ternyata  merevisi ulang isi surat  kontrak  perjanjian kerja di hotel Leon, dalam kontrak pertama Hara  di kontrak dua tahun dan  pekerjaannya sebagai penyanyi di malam hari. Piter mengganti  pekerjaannya  menjadi hanya seorang pegawai biasa di hotel Leon dan pekerjaannya di siang hari bukan malam hari lagi. Piter  terpaksa  melakukan itu karena Hara juga sudah sempat menandatangi surat kontrak dengan sebuah perusahaan rekaman di Jepang, jadi ia tidak mau ada masalah nantinya karena itulah ia berbuat  sedikit  licik dan memanfaatkan kedekatannya dengan Hilda.


Maka sejak seminggu terakhir Hara bekerja di hotel Leon, bukan sebagai penyanyi, melainkan sebagai pegawai biasanya. Tetapi tidak  mengapa baginya,  karena dengan begitulah, ia tidak mendapat masalah kontrak kerja yang lain. Tetapi ia masih tetap mendapat job pemotretan sebagai model,  jadi   bekerja di  hotel Leon ... hanya ingin menuntaskan kontrak kerja saja.


Pagi itu Piter  kembali mengingatkan Hara karena ia tahu Leon sudah kembali ke hotel.


“Hara, Om ingin memberitahukan sesuatu yang penting untukmu,” ujar Piter.


“Apa om?"


“Begini … orang yang kamu temui di Jepang saat itu ….”


“Siapa?”


“Pak Wardana.” Hara menatap Piter serius saat  mendengar nama tersebut.


“Kenapa Om?”


“Dia adalah pemilik hotel tempatmu bekerja”


“Hara dia jahat,” ujar Bu Ina ikut meracuni otak Hara.


“Apa yang dia lakukan?” Tanya Hara serius,


“Dia kasar dan suka mempermainkan wanita ….” Vikki ikut-ikutan menjelekkan Leon.


“Lalu apa yang aku lakukan kalau bertemu dengannya?” Tanya Hara tiba-tiba merasa takut.


“Pura-pura jangan mengenalnya,” ucap Bu Ina memberikan ide bodoh.


“Tapi kami sudah pernah bertemu di Jepang Bi”


“Bilang saja kamu lupa lagi ,” ujar Bi Ina “Kalau kamu bertemu dengannya lebih baik menghindar,” ucapnya lagi dengan wajah serius seolah-olah Leon itu  orang yang sangat menakutkan.


“Baik Bi”


Dengan polosnya Hara mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan semua keluarganya, ia percaya saja, karena ketiga orang terdekatnya yang mengatakan demikian.


                      *

__ADS_1


 Maka pagi itu saat bertemu Leon, Hara melakukan apa yang dikatakan  keluarganya.


Leon berjalan bersemangat saat melihat Hara pagi  itu.


‘Akhirnya kita bertemu Hara’ ucap Leon dalam hati, ia berjalan menuju Hara. Tetapi yang terjadi,  Hara pura-pura tidak mengenalnya seperti yang dinasehati Bu  Ina padanya .


“Tunggu!” Leon membalikkan tubuhnya menatap Jovita.


“Apa Kamu tidak mengenalku?” Tanya Leon dengan alis diangkat.


“Tidak, apa itu penting, pak?” Balas Hara.


“Ha …?” Alis Leon menyengit melihat perubahan sikap Hara yang berbeda saat mereka bertemu di Jepang saat itu.


“Oh, tidak pergilah” ucap Leon dengan wajah bingung.


Saat Leon menoleh kebelakang lagi, Jovita berjalan dengan santai, tanpa beban,  Leon ingin berteriak  untuk melampiaskan perasaanya.


“Aku bisa gila kalau seperti ini, kenapa aku jadi menderita sendirian, aku tidak yakin kalau Jovita tidak mengenalku, aku tahu Piter ingin membalas dendam denganku, tidak, tidak .... Aku biarkan kamu berbuat sesuka hatimu, Piter”  Leon melihat punggung Jovita yang menghilang di balik kamar Hotel


“Tenangkan hatimu Leon, kamu kuat kamu harus berjuang lebih gigih lagi” Ia berucap sendiri Leon masuk ke ruangannya, tapi  merasa perutnya kram karena menahan emosi, tiba-tiba merasa mual.


“Apa aku harus menangis  atau tertawa untuk saat ini?" Ucap Leon melonggarkan dasinya, ia sangat  senang bertemu Hara, tetapi wanita cantik itu masih lupa ingatan. Namun yang membuatnya semakin sedih, Hara menghindarinya.


Leon dan Anak buahnya,  mendapat lawan yang seimbang soal taktik dan strategi , secara Piter mantan tentara khusus.  Jika Zidan punya seribu taktik,  maka  Piter juga punya seribu jurus menghindar dan membelot,  membuat musuh pusing  tujuh keliling. Hanya saja, jika ia terus meladeni permainan Leon dan anak buahnya yang  ada.


  Hara yang jadi korbannya. Permintaan Piter sebenarnya simpel;  Hanya ingin Leon melupakan Hara. Namun, bagi  Leon  perasaanya pada Hara tidak sesimpel yang dinginkan Piter,  ia ingin berjuang sekali lagi.


Bersambung.


KAKAK TERSAYANG JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2