
Setelah Kaila berhasil melarikan diri, Bimo menemui Leon.
“Maaf bos, saya tidak bisa menemukan Kaila,” ujar Bimo berbohong.
“Baiklah, biarkan mereka mencari, Kaila,” ujar Leon dengan tenang, walau sebenarnya ia ingin menghajar Bimo sampai babak belur. Tetapi Leon sadar, jika melakukan masalah yang lain akan muncul.
Leon bisa membaca gelagat dari Bimo, tetapi ia tidak ingin membuat masalah semakin panjang.
'Sudahlah nanti saja' Leon membatin.
Saat situasi menegang seperti ini tidak sengaja Leon bertemu dr, Shena.
“Pak Leon? Apa bapak sakit?’ tanya wanita berparas cantik itu menatap Leon yang terlihat masih panik.
“ Tidak Dok, pegawai saya dirawat di sini.”
“Apa Bu Hara baik-baik saja?” Shena melihat Leon semakin gugup dengan pertanyaan itu.
“Iya dia baik-baik saja.”
“Boleh saya bicara berdua dengan bapak?”
Napas Leon terjeda, ia tahu kalau Shena sudah mengetahui apa yang telah terjadi dengan keluarganya.
Karena masalah itu sampai saat ini masih topik hangat di berbagai media online.
“Baiklah.”
Leon meminta Bimo menunggunya di mobil dan kedua penjaga Kaila diminta mencari wanita itu lagi.
Shena membawa Leon untuk bicara di ruangannya, karena yang mereka bicarakan sangat rahasia, bahkan berbahaya untuk sang dokter karena apa yang diberikan pada Hara saat itu. Salah satu tindakan melanggar SOP Kedokteran, ia tidak mau ada yang mendengarnya dan membahayakan kariernya nantinya.
“Silahkan duduk dulu Pak Leon, ia membawa botol mineral untuk Leon, Lelaki berbadan kekar itu saat itu memang butuh yang segar-segar, karena saat ia tiba di kamar Kaila, ia merasa kerongkongannya sangat kering karena ia mengeluarkan suara keras untuk membentak Kaila.
“Ada apa Dok?” tanya Leon ia membuka botol dan meneguknya hampir setengah botol, panas di dalam rongga dadanya sedikit reda.
“Apa terjadi sesuatu antara bapak dan ibu?”
“Tidak, ada apa?”
“Seminggu yang lalu Bu Hara datang ke sini menemui ku, wajahnya pucat dan ia mual-mual.”
__ADS_1
Mata Leon menatap dengan serius. “ Maksud Dokter. Dia hamil?”
“Gini Pak Leon, saya sudah sangat lama menjadi dokter untuk Bu Hara, di sini juga karier saya di pertaruhkan, jadi saya meminta Pak Leon untuk jujur dengan saya agar tidak ada masalah.”
“Apa maksudnya Dok, saya tidak mengerti.” Leon terlihat bingung.
“Begini Pak, apa Pak Leon bertengkar dengan, BU Hara?”
“Iya kami sedang ada masalah besar tetapi tidak ada pertengkaran secara langsung hanya perang batin.”
“Terkadang perang batin itu yang sulit bagi seorang wanita Pak Leon, apa lagi tidak ada kejujuran, yakinlah hati wanita paling sakit saat di bohongin dari pada dipukul secara langsung.”
“Iya,” ujar Leon tetapi di dalam hatinya berteriak kesal.
“Bu Hara menurut perkiraan saya saat itu sedang hamil, tetapi ia tidak mau aku periksa dia hanya mual-mual dan merasa pusing, tetapi yang tidak aku mengerti kenapa dia ….”
“Ada apa, Dok?”
“Dia meminta obat penggugur kandungan.”
“Apa?”
“Dia, meminta yang bisa langsung berhasil saat diminum.”
“Maksudnya Hara menggugur kandungannya?”
“Iya, tadinya dia meminta untuk tidak memberitahu Pak Leon, tetapi saya tidak mau menutupi semuanya karena saya pikir ini tentang penyakit Bu Hara muncul lagi dan inilah yang ingin aku tanyakan pada Palk Leon.”
“Itu tidak mungkin, Hara tidak mungkin melakukan hal kejam seperti itu.” Leon menggeleng tidak percaya.
“Itu juga yang aku pikirkan Pak, Bu Hara bukan orang yang tega seperti orang lain, karena itulah saya sampai bertanya sama bapak, saya takut semua itu gara-gara penyakitnya , apa dia memperlihatkan gejala yang berbeda belakangan ini?”
“Tidak, sejak dia sudah dinyatakan sembuh dia tidak pernah mengeluh sakit lagi.”
“Dok aku pulang dulu,” ujar Leon berdiri tetapi mendapat kabar Hara hamil lalau mengugurkan kandungannya membuat Leon hampir saja terjatuh, ia berjalan sempoyongan, pikirannya berantakan.
‘Kenapa Hara melakukan itu, kenapa ia tega mengugurkan kandungannya, itu tidak mungkin ini pasti kesalahan’ Leon membatin.
Ia turun dari ruangan dr, Shena bahkan ia melupakan Kaila ia hanya berjalan tanpa tujuan dan terduduk lemas di taman.
“Apa Hara marah padaku karena aku tidak jujur padanya, apa dia tahu dari Kaila kalau kami melakukanya dan ia membenciku? Oh, jangan seperti ini, Maaf karena aku takut kamu marah padaku, aku tidak punya keberanian berkata jujur , tetapi aku akan semakin gila Hara … kalau benar kamu melakukan itu.”
__ADS_1
Duduk di taman di samping rumah sakit dengan kepala memakai jaket hody yang menutupi kepala dan sebagian wajahnya membuat Leon tampak aneh dan di jauhi orang-orang ada ada di sekitar, berpikir Leon seorang penjahat karena memakai penutup kepala dan kaca mata hitam.
Merasa ada yang salah karena terlalu lama menunggu Bimo mencari ke seluruh ruangan rumah sakit.
Akhirnya menemukan bosnya duduk di taman rumah sakit.
“Bos. Apa terjadi sesuatu? Kenapa di sini?”
“Saya tidak apa apa,” ujar Leon tatapan matanya tidak bersahabat.
Bimo duduk di samping bosnya, ia jadi pendengar yang baik untuk Leon.
“Saya tidak mengatakan pada Hara karena saya takut dia marah, tetapi sekarang semuanya diluar kendaliku, harusnya aku jujur padanya. Apa kamu tahu yang terjadi yang sebenarnya hari itu, Bim?” tanya Leon.
Ia ingin lihat reaksi dari Bimo,
Bimo diam karena sebenarnya apa yang terjadi ia sudah mengetahuinya dari Kaila, tetapi yang ia dengar Leon yang memaksa melakukannya, karena itulah ia melepaskan Kaila.
. “Aku melakukanya dengan Kaila,” ujar Bimo, lalu ia menatap pengawalnya dengan diam.
“Aku tahu Bos.”
“Kamu tahu dari mana?” Leon menatapnya dengan serius.
Menurut pemikiran saya, karena hasil pemeriksaan dari rumah sakit obat yang diberikan pada Bos, mengandung efek yang keras, dengan kata lain, kalau Bos tidak melakukan dengan Kaila hanya ada dua kemungkinan Pak Leon meninggal saat itu juga atau bapak akan mengalami kelumpuhan di mulai dari hidung mimisan .
Tetapi saat kami menemukan Pak Leon keduanya tidak ada, tetapi ada hal yang menuju kesana, karena buru-buru Kaila memakai pakaian tidak rapi.
“Tidak usah berbelit-belit Bimo, Kaila pasti membalikkan Fakta dia pasti bilang aku memaksa melakukannya.”
“Iya Bos, dia bilang kalian melakukannya.”
“Itu tidak benar Bimo, dia mengarang cerita, aku memilih mati dari pada melakukannya pada Kaila, kamu mengerti?”
“Lalu ….? Apa yang terjadi Bos?”
“Saat aku pingsan dia melakukannya padaku.”
“Apa ….?” Bimo kaget, ia tidak menduga kalau Kaila melakukan hal gila seperti itu. Ia merasa tertipu dan melepaskan Kaila karena merasa kasihan, sekarang ia yang merasa menyesal, setelah tahu kebenarannya.
Bersambung ……
__ADS_1