
Setelah mendapat kejutan di ulang tahun dari Hara, dunia Leon seakan-akan berubah. Ia memamerkan senyuman sepanjang acara. Ia menyapa semua orang dengan senyuman bahagia.
“Selamat iya, Hara.” Hilda mengelus perut rata Hara.
“Tante Hilda perut sudah gede amat,” ujar Hara mengelus perut buncit Hilda.
Kehamilan Hilda sudah kelihatan dan tubuhnya juga bertambah gemuk saat ia hamil, kedua bumil cantik itu saling tertawa dan Clara juga ikut bergabung.
“Mbak injak jempol kakiku,” ujar Clara.
“Untuk apa?” Tanya Hara dan Hilda bersamaan.
“Kata orang tua dulu jika orang hamil menginjak ibu jari kaki wanita yang baru menikah , dia pasti cepat hamil,” ujar Clara ia melepaskan sepatu hells miliknya.
“Buka saja dua-duanya sepatunya biar kami berdua menginjaknya,” ujar Hilda.
Clara menurut, ia melepaskan kedua sepatunya.
“Biar hamil anak kembar empat,” timpal Hara tertawa.
“Benar …. Biar Zidan sama kelimpungan,” ujar Hilda ikut tertawa.
“Ee …. Jangan sampai empatlah!” ujar Clara menolak anak kembar empat, Ia memundurkan tubuhnya . Tapi Hilda dan Clara menahan tubuh Clara dan buru-buru melepaskan sepatu mereka, lalu dengan cepat menginjak jempol kaki Clara.
Tawa lepas dari ketiga wanita cantik itu mengundang perhatian suami-suami mereka.
“Rebutan apa mereka bertiga?” Tanya Piter mendudukkan tubuhnya dan melihat ulah Hara dan Hilda yang memaksa ibu jarinya ke kaki Clara.
“Sah …. anaknya kembar empat!” ujar Hilda dan Hara sembari tertawa lepas.
“Tidak …ah. Aku tidak mau kembar empat. Batal …!” Ujar Clara membatalkan permintaannya. “Mbak Hara balikin injak lagi aku tarik permintaanku aku tidak mau empatlah. Ayo injak lagi aku minta satu saja,” ujarnya memintanya diinjak lagi. Hara dan Hilda menolak menginjak kaki Clara.
“Vicks …. Empat!” Teriak Hara tertawa ngakak lalu ia dan melakukan tos dengan Hilda.
Zidan, Piter, Leon sama-sama menatap bingung dengan ulah istri-istri mereka. Hilda dan Hara sama-sama ngakak sementara Clara merentangkan kedua telapak tangannya.
“Ya Allah …. Hamba tidak mau empat. Cukup satu saja,” ujar Clara berdoa.
“Mereka melakukan apa?” Tanya Leon pada Piter.
“Mereka mendoakan Clara hamil kembar empat,” ujar Piter.
“Haaa! empat?” Ken tertawa.
__ADS_1
“Tidak terbayang bagaimana repotnya itu,” ujar Piter. “ZIdan aku kasih tahu iya; Kalau bisa Clara jangan cepat-cepat hamil dulu nikmati suasana pengantin baru,” ujar Piter menyodorkan gelas wine untuk Leon dan Zidan. Kini giliran calon bapak muda tampan yang bergosip.
“Kenapa Bang?” Tanya Zidan menatap Piter dengan raut wajah serius.
Piter.
“Wanita hamil itu …. manjanya minta ampun, kamu harus siap untuk jadi babu dia siang dan malam,” ujar Piter menggeleng.
“Memang separah apa, Bang?” Tanya Bram ikut penasaran.
“Permintaan yang aneh- aneh ngidamnya ekstrim ….,” ujar Piter dengan wajah serius.
“Misalnya ….?” Vincent dan Toni menatap dengan wajah serius juga.
“Saat aku menjemput Hilda pulang kerja, dia katanya ngidam …. ingin memegang kepala Botak. Kebayang donk kemana paniknya menemukan kepala botak . Nah …. saat mobil kami di perapatan ada preman berkepala botak …. Hilda ingin pegang kepala itu orang … coba kalian bayangkan.”
Mereka semua tertawa ngakak mendengar cerita mengidam ekstrim ala Hilda.
“Lalu bagaimana, Bang?” Vincent makin penasaran.
"Aku bicara baik-baik, sama itu orang, untungnya sama-sama satu suku denganku. Aku jelasin sama orangnya dan aku beri uang gocappan, baru dia mau,” ujar Piter.
“Mending hanya di pegang .... Ini dicium kepala botaknya,” ujar Piter.
Mereka semua ngakak, Leon hanya jadi pendengar, tetapi ia hanya tersenyum menikmati cerita Piter , sesekali matanya melirik Hara . Ken dan Bram sampai tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita kocak Piter.
“Kehamilan semester kedua ada lagi” Piter melanjutkan ceritanya.
“Apa itu?” Ken sangat bersemangat
“Dia ingin masuk mobil polisi dan sirenenya dinyalakan. Kalian pikirkan coba. Padahal aku sangat membenci polisi, karena aku selalu langganan tilang polisi. Tetapi aku harus meminta tolong pada mereka untuk Hilda masuk ke sana. Untungnya dia tidak mengidam tidur dipenjara, kalau itu sampai terjadi saat itu … sudahlah lebih baik aku ditabrak becak sekalian,” ujar Piter tertawa.
Mereka semua kembali tertawa, mengosip ala suami-suami tampan ini, sepertinya lebih seru dari ibu - ibu kompleks perumahan. Tiba-tiba Leon memberi ide.
“Bagaimana kalau kita kasih kejutan untuk wanita-wanita hebat ini? mereka layak mendapatkannya. Sebenarnya aku sudah menyiapkan untuk Hara tetapi Hilda dan Clara juga harus ikut,” ujar Leon berbisik pada Zidan dan Piter .
“Aku tadi pagi sudah memberi coklat sih untuk Hilda, kalau tidak dikasih, bisa ngamuk dia,” ujar Piter.
“Sebenarnya, juga, aku sudah kasih Clara. Tapi dikasih hadiah Valentin lagi pasti akan senang. Wanita mana yang menolak hadiah coklat,” ujar Zidan, ia setuju.
“Kasih Coklat untuk Hara belum, aku takut memberikannya untuknya, aku pikir dia beneran sakit, kan. Jadi aku hanya kasih kalung dan bunga Tadi” ujar Leon.
“Oh … Bos ulang tahun tepat di hari Valentin Day …. aku lupa hari ini. Hari kasih sayang .... ,” ujar Bram.
__ADS_1
“Makanya jangan Jomblo,” cletuk Ken bercanda.
“OK, berhubung Hara tidak sakit, jadi aku ingin dia kasih hadiah coklat, rencananya begini ….” Leon bicara pelan.
“Ok siap,” ujar Toni , saat Leon meminta tolong padanya dan Ken.
Leon menelepon toko yang menjual hadiah Valentin dan memesan bingkisan hadiah Valentin untuk ia bagi-bagikan di hari spesialnya. Karena mantan Bos mafia itu bertepatan lahir di Hari kasih sayang yakni 14 Februari.
Saat mereka semua pindah kembali ke taman depan menikmati lagu-lagu romantis dari penyanyi muda berbakat yang biasa mengisi hiburan di hotel leon.
Tiba-tiba mobil box tertutup melaju pelan-pelan sampai ke samping panggung. Lalu saat pintu terbuka balon balon keluar dari dalam mobil. Tepuk tangan terdengar riuh tidak cukup sampai di situ . Tiba-tiba Leon, Piter, Zidan datang membawa hadiah istimewa boneka dalam keranjang dihiasi bolon dan ada tulisan dalam setiap hadiah.
Ketiga wanita cantik itu histeris mendapat hadiah romantis dari para suami.
Mereka bertiga memeluk suami masing-masing. Jika Zidan dan Piter hanya memeluk dan mengecup kening istrinya. Namun Leon berbeda sedikit ia meminta mick. Lalu ia berkata pada Hara
“Tujuanku bukanlah untuk menjalani hidup, tujuanku adalah menyelesaikan hidup kita bersama dan selamanya. Semoga kamu menikmati hari kasih sayang ini. Selamat Hari Valentin, istriku tercinta,” ujar Leon mengecup kening Hara.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1