Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Surprise Valentine's Ningt


__ADS_3

 Setelah mendapat kejutan di ulang tahun dari Hara, dunia Leon seakan-akan berubah. Ia memamerkan senyuman sepanjang acara. Ia menyapa semua orang dengan senyuman bahagia.


“Selamat iya, Hara.” Hilda  mengelus perut rata Hara.


“Tante Hilda perut  sudah  gede amat,” ujar Hara mengelus perut buncit Hilda.


Kehamilan Hilda sudah kelihatan dan  tubuhnya juga bertambah gemuk saat ia hamil, kedua bumil cantik itu saling tertawa dan Clara juga ikut bergabung.


“Mbak injak jempol kakiku,” ujar Clara.


“Untuk apa?” Tanya Hara dan Hilda bersamaan.


“Kata orang tua dulu  jika orang hamil menginjak ibu jari kaki  wanita yang baru menikah , dia pasti cepat hamil,” ujar Clara ia melepaskan sepatu hells miliknya.


“Buka saja dua-duanya sepatunya  biar kami berdua menginjaknya,” ujar Hilda.


Clara menurut, ia melepaskan  kedua sepatunya.


“Biar hamil anak kembar empat,” timpal Hara tertawa.


“Benar …. Biar Zidan sama  kelimpungan,” ujar Hilda ikut tertawa.



“Ee …. Jangan sampai empatlah!” ujar Clara menolak  anak kembar empat, Ia memundurkan tubuhnya . Tapi Hilda  dan Clara menahan tubuh Clara dan buru-buru melepaskan sepatu mereka, lalu dengan cepat menginjak  jempol kaki Clara.


Tawa lepas dari ketiga wanita cantik itu mengundang perhatian  suami-suami mereka.


“Rebutan apa mereka bertiga?” Tanya Piter  mendudukkan tubuhnya dan melihat ulah Hara dan Hilda yang memaksa ibu jarinya ke kaki Clara.


“Sah …. anaknya kembar empat!” ujar Hilda dan Hara sembari tertawa lepas.


“Tidak  …ah. Aku tidak mau kembar empat. Batal …!” Ujar Clara membatalkan permintaannya. “Mbak Hara  balikin injak lagi  aku tarik permintaanku aku tidak mau empatlah. Ayo injak lagi aku minta satu saja,” ujarnya memintanya diinjak lagi. Hara dan Hilda menolak menginjak kaki Clara.


“Vicks …. Empat!” Teriak Hara tertawa ngakak lalu ia  dan melakukan tos dengan Hilda.


Zidan, Piter, Leon sama-sama menatap bingung dengan ulah istri-istri mereka. Hilda dan Hara sama-sama ngakak sementara Clara merentangkan kedua telapak tangannya.


“Ya Allah ….  Hamba tidak mau empat. Cukup satu saja,” ujar Clara berdoa.


“Mereka melakukan apa?” Tanya Leon pada Piter.


“Mereka mendoakan  Clara  hamil kembar empat,” ujar Piter.


“Haaa! empat?” Ken tertawa.

__ADS_1


“Tidak terbayang  bagaimana repotnya itu,” ujar Piter. “ZIdan aku kasih tahu iya; Kalau bisa Clara jangan cepat-cepat hamil dulu nikmati suasana pengantin baru,” ujar Piter menyodorkan gelas wine untuk Leon dan  Zidan. Kini giliran  calon bapak muda tampan yang bergosip.


“Kenapa Bang?” Tanya Zidan  menatap Piter dengan raut wajah serius.



Piter.


“Wanita hamil itu …. manjanya minta ampun, kamu harus siap untuk jadi babu dia siang dan malam,” ujar Piter menggeleng.


“Memang separah apa, Bang?” Tanya Bram ikut penasaran.


“Permintaan yang aneh- aneh ngidamnya ekstrim ….,” ujar Piter dengan wajah serius.


“Misalnya ….?” Vincent dan Toni  menatap dengan wajah serius juga.


“Saat aku menjemput Hilda pulang kerja,  dia katanya ngidam …. ingin memegang kepala Botak. Kebayang donk kemana paniknya menemukan kepala botak . Nah …. saat  mobil kami di perapatan ada preman berkepala botak …. Hilda ingin  pegang kepala itu orang … coba kalian bayangkan.”


Mereka semua tertawa ngakak mendengar  cerita mengidam ekstrim ala Hilda.


“Lalu bagaimana, Bang?” Vincent makin penasaran.


"Aku bicara  baik-baik, sama itu orang, untungnya sama-sama satu suku denganku. Aku jelasin sama orangnya dan aku beri uang gocappan, baru dia mau,” ujar Piter.


“Mending hanya di pegang .... Ini dicium kepala botaknya,” ujar Piter.


Mereka semua ngakak, Leon hanya jadi pendengar, tetapi ia hanya tersenyum menikmati cerita  Piter , sesekali matanya melirik Hara . Ken dan Bram  sampai tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita kocak Piter.


“Kehamilan semester kedua ada lagi” Piter melanjutkan ceritanya.


“Apa itu?” Ken sangat bersemangat


“Dia ingin masuk mobil polisi  dan sirenenya dinyalakan. Kalian pikirkan coba. Padahal aku sangat  membenci polisi, karena aku selalu langganan tilang polisi. Tetapi aku harus meminta tolong pada mereka untuk Hilda masuk ke sana. Untungnya  dia tidak mengidam tidur dipenjara, kalau itu sampai terjadi saat itu … sudahlah lebih baik aku ditabrak becak sekalian,” ujar Piter tertawa.


Mereka semua kembali tertawa, mengosip ala suami-suami tampan ini, sepertinya lebih seru dari ibu - ibu kompleks perumahan. Tiba-tiba Leon memberi ide.


“Bagaimana kalau kita kasih kejutan untuk wanita-wanita hebat ini? mereka layak mendapatkannya. Sebenarnya aku sudah menyiapkan untuk Hara tetapi Hilda dan Clara  juga harus ikut,” ujar Leon berbisik pada Zidan dan Piter .


“Aku  tadi pagi  sudah memberi coklat sih untuk Hilda, kalau tidak dikasih, bisa ngamuk dia,” ujar Piter.


“Sebenarnya, juga, aku sudah kasih Clara. Tapi dikasih  hadiah Valentin  lagi pasti akan senang. Wanita mana yang  menolak hadiah coklat,” ujar Zidan, ia setuju.


“Kasih Coklat untuk Hara belum, aku takut memberikannya untuknya, aku pikir dia beneran sakit,  kan.  Jadi aku hanya kasih kalung dan bunga Tadi” ujar Leon.


“Oh … Bos ulang tahun tepat di hari Valentin Day …. aku lupa hari ini. Hari kasih sayang .... ,” ujar Bram.

__ADS_1


“Makanya jangan Jomblo,” cletuk Ken bercanda.



“OK, berhubung Hara tidak sakit, jadi aku ingin dia kasih hadiah coklat, rencananya begini ….” Leon  bicara pelan.


“Ok siap,” ujar Toni , saat Leon meminta tolong padanya dan Ken.


Leon menelepon toko yang menjual hadiah Valentin dan memesan bingkisan hadiah Valentin untuk ia bagi-bagikan di hari spesialnya. Karena mantan Bos mafia itu bertepatan lahir di Hari kasih sayang yakni 14 Februari.


Saat  mereka  semua pindah kembali ke taman  depan menikmati lagu-lagu romantis dari penyanyi muda berbakat  yang biasa   mengisi hiburan di hotel leon.


Tiba-tiba mobil  box  tertutup melaju pelan-pelan sampai ke samping panggung. Lalu saat pintu terbuka balon balon keluar  dari dalam mobil. Tepuk tangan terdengar riuh tidak cukup sampai di situ . Tiba-tiba Leon, Piter, Zidan datang membawa  hadiah istimewa boneka dalam  keranjang dihiasi bolon dan ada tulisan dalam setiap hadiah.



Ketiga wanita cantik itu histeris mendapat hadiah romantis dari para suami.


Mereka  bertiga memeluk suami masing-masing. Jika Zidan dan Piter hanya  memeluk dan mengecup kening istrinya. Namun Leon berbeda sedikit ia meminta mick. Lalu ia berkata pada Hara


“Tujuanku bukanlah  untuk menjalani hidup, tujuanku adalah menyelesaikan hidup kita bersama dan selamanya. Semoga kamu menikmati hari kasih sayang ini. Selamat Hari Valentin, istriku tercinta,” ujar Leon mengecup kening Hara.



Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2