Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Berdamai dengan Keadaan


__ADS_3

Setelah melakukan wawancara dan Bokoy menuruti apa yang di katakan Billy. Kini giliran  dokter  muda itu yang akan menelepon Leon.


“Pak Leon, bapak sudah mendengar semuanya, kan?”


“Sudah”


“Aku yang melakukannya”


“Lalu?” Tanya Leon .


“Aku berjanji mempertemukan mu dengannya”


“Dokter, ngapain lakukan itu? Kamu ngapain ikut-ikutan ke Bali juga”


“Pak Leon aku  dapat tugas di rumah sakit di Bali dan pasienku dia. Ayo temui dia,” bujuk dokter Billy.


“Suruh dia mati,” ujar Leon lewat telepon.


“Pak Leon dia hanya ingin bicara pada bapak, dia sudah sekarat, tidak akan selamat lagi,” ujar sang dokter di ujung telepon.


“Tidak akan  biarkan  sekarat seperti itu,” ujar Leon.


“Pak Leon, lelaki tua itu sudah mengakui semua kesalahannya, tolong biarkan dia mati, sebelum kamu datang dia tidak akan mati,” ujar Billy.


 Leon akhirnya berdamai dengan dirinya sendiri, setelah Bokoy  mengakui semua kesalahannya.


Leon memutuskan menemui lelaki tua itu, walau rasanya tidak mudah untuk memaafkan, tapi Leon berpikir ia juga banyak kesalahan dalam hidup, tidak jauh berbeda dengannya. Leon memutuskan mendatangi rumah sakit di mana Bokoy dirawat.


Walaupun sangat dendam dan marah pada lelaki itu, tapi saat melihatnya sekarat tidak membuatnya senang, justru ada kemarahan dalam dirinya, karena ia belum sempat bicara pada Bokoy, ia belum mengungkapkan kemarahannya pada lelaki itu, kini saat napas di ujung raga, tidak akan ada arti lagi untuk mengungkap kemarahan, walaupun ia berteriak memaki mengungkapkan kemarahan yang ada dalam hati, kalau mata dan hatinya tidak lagi melihat, apa artinya mengungkapkan kemarahan, jika hati dan matanya sudah merapat hanya menunggu panggilan, apa artinya berucap. Tetapi alam seakan mendengar keinginan Leon, Bokoy masih bicara dengannya, sebelum ajal menjemput.


“Sepertinya dia belum ikhlas untuk meninggalkan dunia ini  sebelum bertemu denganmu,” ucap dokter Billy pada Leon.


“Itu karena dia tidak rela kehilangan hartanya, dia pasti tidak rela,” timpal Leon.


 Leon meminta petugas rumah sakit untuk menyembunyikan Bokoy, jika dia tidak melakukanya, Leon yakin  beberapa anak buahnya dan pengacara akan mencarinya untuk menghabisinya, menurut petugas rumah sakit yang Leon minta untuk mengawasi Bokoy, ada lima orang yang datang yang mengaku pengacara ingin bertemu dengan Bokoy.


Tapi Leon sudah berpesan pada petugas rumah sakit untuk mengawasi orang tua itu.


Pengacara Bokoy dan anak buahnya, ingin mencarinya, kemana ia sembunyikan semua hartanya. kenapa  hanya pada Leon diberikan?


‘ Jika berbuat baik yang baik juga akan kita dapatkan, begitu yang didapatkan Bokoy, karena ia selalu mendapatkan keinginannya dengan cara yang licik, tidak jarang ia merampas hak orang lain dengan semena-mena. Hukum Karma pasti masih ada dan itu terjadi padanya hari ini.

__ADS_1


Besok harinya.


Leon duduk di samping ranjang lelaki tua itu, tidak di duga, seakan ia tahu Leon datang, saat Leon duduk,  ia membuka matanya dan menatap Leon dengan mata sendu.


“Terimakasih” ucapnya dengan suara parau.


“Jangan ucapan kata itu untukku, pergilah ke neraka, dari pada kamu merasakan penderitaan itu, sebenarnya banyak yang ingin aku katakan padamu, tapi saat melihat keadaanmu seperti ini, aku tidak ingin meneruskannya lagi, tapi aku ingin ucapkan sedikit padamu , aku sangat membencimu atas apa yang kamu lakukan pada keluargaku di masa lalu, kini juga , kamu melakukanya, aku sudah sempat sangat senang karena aku akan menjadi seorang Ayah, tapi kamu tanpa perasaan melakukanya dengan sadis,” ucap Leon dengan suara bergetar.


Tapi saat ia menyinggung Hara. Bokoy menggeleng lemah, air matanya mengalir deras.


Suara pintu mendenyit, terlihat dua Dokter yang akan memeriksa berdiri menunggu Leon mengungkapkan apa yang di dalam hatinya.


Ia menatap Leon dengan tatapan yang terlihat sangat sedih. Menyadari semua orang menghianatinya,  ia akhirnya sadar apa yang dirasakan Leon.


“Maaf,  Maafkan aku” ucapnya dengan pelan.


“Tidak mudah memaafkan mu pak tua, tapi aku mencobanya, agar kamu cepat meninggalkan dunia ini.” Jawab Leon  ketus.


Ken Zidan dan semua dokter yang melihatnya hanya bisa diam.


“Aku menyerahkan semuanya padamu Naga, semua yang aku miliki, Tolong Dokter Vidiokan aku” Ucap Bokoy dengan suara yang amat pelan,  ia mewasiatkan seluruh hartanya untuk Leon di depan Leon sendiri.


" Aku tidak butuh hartamu! Aku punya Harta. Pergilah ke neraka! " Ujar Leon dengan suara tinggi.


"Dia wanita yang aku cintai dan kamu ingin membunuhnya,, dia mengandung anakku , karena itulah aku melakukan itu padamu dan saat ini kamu telah menghancurkan semua impianku.


Aku tidak menginginkan sedikitpun hartamu, aku juga punya, aku tidak membutuhkan semua itu, apa artinya harta?”ucap Leon dengan  sangat marah.


“Aku menyerahkan semua padamu, kamu juga boleh menyumbangkannya ke Panti asuhan Sumber Harapan yang ada di Kalimantan, aku pernah tinggal di sana, kalau kamu merasa kesepian, kamu boleh menginap di sana untuk menenangkan pikiranmu, ini ponselku dan password,  namamu dan Kode penyimpanan harta milikku di Bank ada di sana pinnya tanggal lahirmu, aku serahkan semua padamu. Naga ...


terima kasih karena kamu mau menemaniku di hari terakhirku, tolong tidurkan aku di rumah yang sudah aku bangun untukku.


 Naga…maafkan aku atas segala yang aku lakukan, aku sudah bisa pergi dengan tenang setelah aku memberikan semuanya padamu” Bokoy menarik napas panjang dan menutup matanya untuk selamanya. Leon tidak melihatnya, ia membelakangi. Hanya Zidan dan Ken, Billy yang melihat lelaki tua itu menghembuskan napas terakhirnya.


**


Leon menuruti permintaan lelaki tua itu, setelah mengurus izin pemakaman, ia menyerahkannya pada petugas pemakaman umum setempat untuk menguburkan, tidak ada kelurga tidak ada tangisan, hanya petugas pemakaman yang mengantarnya ke pemakaman dan membaringkannya di rumah terakhirnya, yang sudah lama ia persiapkan untuknya. Sebuah tempat pemakaman yang mewah sebagai rumah terakhirnya.


Leon, Ken, Zidan hanya melihatnya dari jauh, setelah di makamkan Leon pulang kembali ke hotel di Bali dan ia merebahkan tubuhnya.


‘ Pada akhirnya semuanya menghilang’ Leon membatin.

__ADS_1


Setelah beberapa hari kemudian, melihat Leon masih terpuruk walau Bokoy sudah mati.  Ken dan Zidan dan Billy berencana mengajak Leon liburan agar ia bisa melupakan semua kesedihannya.


" Bos, ayo kita liburan," ujar Ken.


Leon hanya menggeleng.


" Pergilah liburan, ini pakai saja sepuasnya," ujar Leon memberikan kartu miliknya.


“Pak Leon ayo kita  liburan  mendaki gunung, surfing, semua  kita lakukan kita rame-rema, ada Zidan, Ken, Santo, Kinan juga ikut,” bujuk  dokter Billy. Awalnya Leon menolak melihat wajah Ken dan Zidan yang mengharapkan dirinya liburan .Leon akhirnya setuju. Leon ingin bangkit dan melanjutkan hidup.


“Baiklah ayo kita keliling dunia,” ujar Leon.


“Aku ikut!” Kinan dan Santo baru tiba di Bali.  Mereka semua akan melakukan liburan saat duduk bersantai, tiba-tiba Kinan terlihat sangat gelisah.


“Ada apa?” Tanya Ken menarik Kinan ke tempat jauh.


Hasil forensik para korban  kebakaran sudah sudah keluar"


“Lalu?” Ken panik.


“Tidak ada nama mereka ….Non Hara dan-"


“Itu artinya mereka masih hidup?” Tanya Ken matanya melotot gembira. “Nanti saja bahas setelah Bos liburan,” ujar Ken tidak ingin merusak suasana  hati  Leon.


Mereka liburan dengan waktu yang lama.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2