
Kedua bayi kembar itu lahir lewat operasi cesar.
Leon begitu terharu saat dokter membawanya ke ruangan bayi. Mata itu terlihat berkaca-kaca melihat boks bayi.
Seorang bayi mungil berpakaian warna pink sedang tertidur pulas, sementara boks di sebelahnya, bayi lelaki dengan wajah masih merah. Dalam setiap boks, tertulis nama masing-masing.
Kedua bayi Kembar itu di beri nama Chelia Putri Wardana dan Okan Putra Wardana.
"Siapa namanya Pak?" Tanya dr Shena, wanita cantik itulah dokter yang jadi dokter yang menjaga Hara dari hamil.
"Putriku namanya Celia dan Jagoanku namanya Okan."
"Wao ...nama yang bagus."
"Terimakasih Dok karena sudah merawat istri saya dari sejak kehamilan semester pertama, Ibu dokter yang sangat baik," ucap Leon memuji dokter cantik tersebut.
"Aku tidak diucapkan terima kasih," canda dr Billy yang tiba-tiba datang dari pintu.
"Tidak, karena kamu dokterku, bukan dokter Hara," ujar Leon.
Tidak lama kemudian bu Atin dan Bu Ina masuk, tiba-tiba Bu Ina menangis pilu.
"Ibu, cucumu sudah lahir mereka kembar. Pak, Jovita Hara, Putri kesayangan Bapak, sudah melahirkan, tetapi dia belum sadarkan diri, tolong bangunkan dia Nyonya, agar dia bisa melihat anak-anaknya," ujar Bi Ina menangis, ia memanggil orang tua Hara yang sudah meninggal.
"Bibi, sudah jangan menangis lagi, Hara akan bangun, jangan khawatir," ucap Piter menenangkan hati Bu Ina, sementara ia juga merasa terharu bercampur bahagia.
Lelaki bertubuh tegap itu menangis dengan diam, pundak bergetar saat berdiri di dalam boks bayi.
'Aku sudah menjaga Hara dengan baik Bu, Pak, tenanglah kalian di sana' bisik Piter.
Tiba-tiba, Toni datang dari belakang.
"Jangan khawatir Pak, Hara akan baik-baik saja," ucapnya menguatkan Piter.
"Aku tidak pernah menduga gadis kecil yang selalu aku jaga bersamamu dulu, kini, sudah melahirkan anak-anaknya."
"Pak Piter telah berhasil menjaga dari kecil, Ibunya Hara dan Bapaknya pasti sangat berterima kasih pada Bapak," ujar Toni.
"Iya tugasku menjaga Hara, sudah selesai, kini tugas Leon," ujar Piter. "Lalu kamu. Kapan akan menikahi Kikan Ton? aku rasa mereka akan lebih bahagia jika kamu sudah menikah."
"Secepatnya Pak, aku menunggu Hara melahirkan, mungkin setelah semuanya sudah pulih dan Hara sadar dan pulih, kami akan membicarakan tentang pernikahan, untuk saat ini, aku belum ingin membicarakannya Pak."
Tidak lama kemudian, dokter Shena mendekati Leon lalu bertanya.
"Apa Pak Leon ingin menggendong?"
"Apa boleh?" Tanya Leon mencuci tangan.
"Tentu Pak, karena bapak ayah mereka."
Shena mengangkat si cantik Chelia dari boks.
__ADS_1
"Tapi, aku, tidak tahu dok, bagaimana cara menggendong." Leon sangat grogi.
"Tidak apa-apa, asal jangan dijatuhkan, kalau seperti ini mengendong nya, dr Shena mengajari Leon bagaimana cara untuk menggendong bayi. Tidak lama kemudian, setelah diajari akhirnya Leon berani, walau tangannya harus gemetar.
Ia menggendong putri cantiknya, tiba-tiba saja air dari dalam sudut matanya mengalir deras, moment yang sangat mengharukan untuk Leon, di satu sisi ia sangat senang karena ia bisa menggendong dan melihat bayi kembarnya.
Tetapi di sisi lain, ia merasa sangat sedih, karena Hara masih belum sadarkan diri.
'Ibu, ayah cucumu sudah lahir, tapi ibu mereka masih belum sadar. Tolong jaga dia Bu' bisik Leon, mata itu, masih menumpahkan air ia menangis tanpa suara.
Ia tidak bisa mengusap karena kedua tangannya mengendong tubuh mungil putri kecilnya.
"Putri kecilku .... ini ayahmu," ujar Leon mencium pipi Chelia.
Sementara di sebelah, Bu Ina dan Bu Atin tertawa saat bahagia saat baby Okan menguap lebar, saat mendengar ada suara tertawa ia terbangun dan menangis kuat.
"Iya ampun mungilnya, cucuku," BI Ina menggendong Okan dari dalam boks.
Ia menangis kencang, suara tangisan mengemas dalam ruangan tersebut, mendengar kembaran menangis, Chelia ikut menangis.
Leon panik, "Dok, ini kenapa menangis," ujarnya menatap dr. Shena.
Billy tertawa, bukan hanya menangis kencang Chelia juga menghadiahkan kencing untuk ayahnya.
"Eeee.... pipis," ujar Leon memundurkan sedikit tubuhnya.
Akibat ulah Baby Chelia celana bahan yang di pakai Leon, basah, tepat di bagian tongkatnya.
Dengan cepat Toni, menekan tombol panggil, mereka semua tidak ada yang berani menganti popok.
Shena datang bersama seorang perawat.
" Kenapa dia menangis terus Dok? "Tanya Leon
" Kalau dia lapar dan pipis, bayi akan menangis, Pak Leon."
"Lalu bagaimana agar mereka agar diam?" Tanya Leon wajahnya tidak tega saat kedua bayi merah tersebut menangis saling bersahutan - sahutan.
"Mereka mungkin haus dan lapar," ujar Bu Ina.
Sementara di satu ranjang Hara masih tertidur, ia masih belum sadar, beberapa alat bantu kehidupan menempel di mulut di kepala bahkan di tangannya.
Saat dalam penanganan operasi, karena takut dan panik tekanan darah Hara tiba-tiba naik, setelah berhasil mengeluarkan bayi dari perutnya, team dokter sepakat melanjut operasi di kepala Hara.
Operasi untuk membuang cairan yang di kepala Hara, luka lama saat kecelakaan beberapa tahun lalu, kecelakaan saat rumah Leon kebakaran.
Leon keluar dari ruangan bayi, ia duduk di depan ruangan operasi, menunggu keajaiban untuk sang istri yang berjuang hidup.
'Kamu harus kuat sayang, kami bertiga sangat membutuhkanmu'bisik Leon dalam hati.
Saat duduk, Toni ikut duduk di samping Leon.
__ADS_1
"Jangan khawatir Bos, dia wanita yang kuat," ujar Toni.
"Iya, aku berharap seperti itu Ton."
"Apa Bos ingat saat kami belajar kuda saat kecil dulu, dia jatuh dari kuda, kami semua sudah panik, tapi dia bangun dan tertawa."
"Iya aku akan mengingatnya, kalian berdua sangat suka main kuda, aku hanya jadi penonton saat itu," ujar Leon.
"Bos, yakin lah dia pasti berjuang untuk sembuh, karena ada anak-anak untuk dia lihat," ujar Toni.
"Dia pasti sangat senang, karena kedua bayinya tampan dan cantik," ujar Leon dengan suara bergetar.
Tidak lama kemudian Zidan Ken datang juga.
"Bos, mereka sangat lucu," ucap Ken, ia baru keluar dari kamar bayi.
Leon hanya mengangguk bahagia, kehadiran ketiga anak buah menambah semangat untuk Leon.
Setelah beberapa jam menunggu, dokter keluar dari ruangan operasi.
Leon langsung berdiri.
"Jangan khawatir Pak, operasinya berhasil," ujar dokter.
Leon menghela napas lengah.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
Bersambung ….
Kasihbintang dan bantu review juga, beri komentar dan masukkanya iya, baca juga ceritaku yang lain.
__ADS_1