Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Jangan Pernah Mencintaiku


__ADS_3

Mendengar Hara menemu Kaila, Leon semakin gugup.


Leon berdiri, ia memegang batang lehernya.


’ Ini tidak mungkin, pasti ada yang salah. Oh Sial …  jangan-jangan Kaila sudah memberitahukannya ….’


"Ada apa Bos? apa ada yang salah?" Bimo heran melihat sikap Leon yang tiba-tiba pucat seperti orang kebingungan.


"Saya harus menemui Kaila.”


"Saya sudah mengaturnya Bos.”


Leon memutuskan  bertemu Kaila. Ia berpikir perubahan sikap Hara ada hubungannya dengan Kaila, Leon sangat khawatir kalau wanita itu sudah memberitahukan  semuanya pada Hara.


Leon ingin persidangan berjalan lancar tanpa ada kendala,  maka itu.  ia belum boleh menunjukkan batang hidungnya pada siapapun, untuk saat ini ia dan Kaila  masih di beritakan di rumah sakit.


Karena dalam  pembacaan tuntutan pengacara Leon nanti di persidangan.  Leon dinyatakan masih  berbaring di rumah sakit dengan begitulah ia bisa menjerat Bianca.


Leon terpaksa datang dengan sembunyi-sembunyi, melakukan penyamaran. Akhirnya tiba di rumah sakit di mana  Kaila dirawat, sebuah rumah sakit swasta, saat ia tiba Kaila tampak terkejut, ia sedang bersantai di ranjang rumah sakit , karena bosan ia  bermain game di ponselnya dan tidur bersantai di ranjang rumah sakit,  ia tidur-tiduran telungkup dan memainkan ponselnya,  kedua kakinya diangkat ke atas    tampak bergoyang kanan- kiri mengikuti irama permainan di ponselnya.


“Pa-Pak Leon?” Kaila  mendudukkan tubuhnya kembali  tidak lupa ia juga menarik selimut rumah sakit untuk menutupi  betis kakinya.


Leon hanya menatap dengan tatapan datar, ia berpikir kalau Kaila berubah   sejak hari itu.


Kaila makin berani menelepon Leon,   ia  berpikir kalau Leon menganggapnya sebagai penyelamat.


Padahal Kaila salah,  justru Leon semakin merasa jijik dengan wanita di depannya.


“Iya, saya datang ingin  bicara berdua dengan,  kamu.”

__ADS_1


“Iya Pak.” Kaila tampak gugup, ia gugup karena Leon menatapnya dengan tajam dan sinis.


Leon  mengunakan setelah santai,  koas shirt dan celana jeans , pakaian yang sangat pas di tubuhnya, seakan-akan pakaian  itu hanya dikhususkan untuk tubuhnya,  otot keras mengembul di balik kaos yang dipakai.


Tanpa sadar Kaila  menatap wajah dan tubuh Leon, mengingatkannya akan hari di mana ia merasakan milik bosnya,  masih melekat di ingatannya bagaimana seksinya tubuh bosnya, Kaila menunduk tersipu saat Leon berbatuk kecil  menyadarkan otak   kotornya.


‘Demi apapun, aku menginginkannya lagi Bos, di waktu dan tempat yang berbeda  dan suasana yang berbeda’ Kaila membatin.


Lalu Leon meminta kedua orang penjaga Kaila untuk meninggalkan mereka berdua dalam kamar baik Bimo dan yang lainnya  menjauh meninggalkan Kaila dan Leon memberi mereka berdua waktu untuk mengobrol. Karena Leon tidak ingin ada orang lain mengetahui rahasianya dengan kaila.


Saat semua orang disuruh pergi,  Kaila terlihat semakin gugup,  sepertinya, kejadian  hari itu,  sudah meninggalkan bekas di hati Kaila.  Ia berpikir Leon  ingin   berterimakasih padanya.


Benar apa yang dikatakan Hara,  manusia  sangat mudah berubah pikiran,  tidak perduli ia sudah menjadi adek ataupun  sudah milik orang lain seperti yang sudah diketahui.  Kaila  sudah punya kekasih dan rencana akan melangsungkan pernikahan mereka tahun ini.  Akan tetapi layaknya seorang manusia kalau ada yang lebih tinggi kenapa harus pilih yang lebih kecil kalau ada yang lebih besar, ibarat, kalau ada yang  tujuh puluh persen,  kenapa harus pilih yang tiga puluh persen.


 Kaila tidak memakai  hijab lagi, kain yang selalu menutupi kepalanya beberapa tahun belakangan ini.


Padahal banyak yang sangat mendukungnya dan banyak yang memujinya,  karena ia tampak jadi wanita yang sangat berbeda lebih sopan sabar dan tentunya lebih cantik dari sebelumnya .


Satu kecurigaan besar dari Hara, ia tau kalau Kaila telah berubah lagi,  ia punya rencana  lain di balik kejadian ini.


               *


“Pak leon ingin bicara apa?” tanya Kaila dengan wajah takut-takut, ia berdiri tidak jauh dari tempat Leon berdiri.


Leon masih menatapnya,  ia melihat Kaila tampak sangat berbeda,   bahkan banyak yang berubah dalam tubuhnya, kukunya dipakaikan kutek.


‘Ada apa dengan orang ini,  apa benar iya  telah berubah juga?’ Leon  bermonolog dengan tatapan mata menyelidiki.


“Kamu harus bicara jujur denganku Kai, kita sudah sangat lama  saling mengenal dan aku sudah menganggap mu seperti adek sendiri.”

__ADS_1


“Iya Pak.”


“Apa  kamu meminum obat yang aku berikan padamu?”


Kaila menunduk , tidak menjawab. Leon memberikan obat pencegah kehamilan padanya,  ia menitipkan pada Bimo dan sepucuk surat isinya menyuruh Kaila mencegah kehamilan agar tidak meninggalkan kecurigaan.


Meminta kedua penjaga itu untuk mengawasinya,  tetapi Kaila tidak meminumnya,  ia membuangnya di tempat sampah di dalam toilet,  ia tidak  tahu kalau Leon sudah memasang camera di setiap pojok,  baik di dalam kamar mandi. “Kai, kenapa tidak menjawab?” Leon menatapnya dengan tatapan semakin tegas.


Lalu Kaila menggeleng samar, “Saya tidak meminumnya Pak.”


“Kenapa?” Leon berdiri dengan wajah  geram,  “Apa yang kamu rencanakan, apa kamu ingin berencana menghancurkan rumah tanggaku?”


“Tidak Pak, aku hanya ingin hamil anak dari bapak, sebenarnya  sudah sangat lama menginginkan itu, tetapi perasaanku selama ini aku simpan dan aku menyembunyikannya, selama  aku menjadi sekretaris bapak, aku sudah lama suka sama bapak.”


“Kai, kamu sadar tidak  kalau kamu mengkhianati Hara dan Ibu, mereka berdua sudah  menganggap mu seperti keluarga sendiri, mereka sayang padamu, tetapi apa yang kamu lakukan?”


“Aku tahu Pak, tapi apa salah  kalau aku mencintai bapak? Aku mencintai bapak  tidak ingin memiliki.”


“Tentu salah.   Jangan lakukan itu sebelum ada hal buruk menimpamu, ada apa dengan semua wanita ini? Kenapa kalian  begitu  menginginkan ku,  apa karena aku kaya? Apa karena aku tampan? Kai, jangan lakukan kesalahan itu,  lelaki itu  juga baik dengan kamu. Jangan mencintaiku, jangan pernah memikirkan hal itu …! Karena aku tidak akan mencintai orang lain selain, istriku.”


“Aku tidak akan mengatakan pada Bu Hara,  Pak.”


“Kamu gila’ iya! saya sudah bilang.  Jangan  melakukan hal itu, kamu paham!”


Leon sangat marah, karena Kaila mengungkap perasaannya pada Leon, ia mengajak Leon menjalin hubungan dengannya di belakang Hara, Kaila mengajak Leon untuk selingkuh diam-diam di belakang Hara.


"Kamu benar-benar membuatku kecewa Kaila, aku pikir kamu sudah berubah, ternyata kamu hanya manusia Hina yang mengajakku hal gila."


Leon menggeleng, ia sadar kalau, ada iblis betina yang harus ia singkirkan lagi agar hidupnya tenang dan hubungannya dengan Hara kembali baik, tetapi jika Kaila masih seperti itu, pasti akan terancam jika Kaila seperti itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2