Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Jadi mata-mata untuk si kembar


__ADS_3

Semakin besara anak semakin besar juga kekhawatiran yang dirasakan orang tua, itulah yang di rasakan Hara dan Leon saat ini, saat anak mereka beranjak remaja Hara tidak mau ke dua anak kembar itu salah langkah seperti Danis anak Zidan yang berubah jadi nakal saat saat Clara memusatkan meninggalkan rumah.


Bahkan saat itu, tidak ada usaha Zidan untuk meminta maaf dan mereka juga tidak tahu alasan Zidan Membiarkan Clara pergi, sifat seperti Zidan yang di tidak disukai Hara dari Okan diam dan tidak mu terus terang.


Saat  Hara tahu kalau anaknya tidak mau  berteman dan  ia ingin melihat sendiri, ia meminta izin pada kepala sekolah untuk melihat sendiri.


Hara mengawasi mereka berdua selama belajar dan istirahat.


'Aku berharap kamu tidak dibuli di sekolah, kalau ada seperti itu, ayahmu pasti marah besar'Hara membatin sembari mengawasi Okan saat istirahat.


Namun, Ia bangga melihat putrinya cantiknya, Chelia terlihat ceria dan banyak teman, tetapi ia prihatin dengan putra sulungnya  walau sudah di nasehati olehnya agar bermain dengan teman sebayanya, ia berjanji pada Hara akan melakukannya, tetapi saat Hara memata-matai, ia tidak melakukanya, hanya duduk dan membaca buku dan headset menempel di kupingnya , seakan-akan ia punya dunia sendiri, cool dan pendiam itulah yang terlihat dari Okan.


Hara menghela napas panjang melihat putranya, kali ini Okan, duduk sendirian membawa buku bacaan dan satu minum kotak di tangannya,   lalu ia duduk di bangku taman dan membaca bukunya dan menghiraukan orang-orang sekitarnya, ia bahkan tidak acuh saat seorang anak murid perempuan  menyapanya. Bu Guru Monika mencoba meminta seorang anak perempuan menyapa Okan anak  berparas cantik untuk mengajaknya ikut bergabung dalam satu kegiatan di sekolah.


Bu Monika memilih gadis cantik dan pintar dari kelas lain. Okan tetap saja tidak menghiraukan nya, ia cuek ia hanya menjawab sekadarnya  setiap pertanyaan anak perempuan itu padanya, tidak bisa diajak mengobrol baik-baik,  ia mengalah dan pamit pergi.


“Maaf bu guru, orangnya aneh,” ujar anak perempuan berkepang dua itu melapor pada Bu Monika dan Hara.


“Memangnya kenapa kamu gagal, apa dia diam?” tanya Bu Guru


“Dia tidak mau bicara banyak, bicara ia hanya menjawab begini; hmm, iya, tidak, padahal aku sudah capek bicara panjang lebar, sudah Bu ... Saya tidak mau bicara sama orang itu,” ujar anak perempuan itu lalu pergi.


“Iya begitulah dia akhir-akhir ini setelah hubungan renggang dengan  tiga teman akrabnya,” ujar Bu guru.


“Apa yang yang saya lakukan agar ia berubah bu Guru, saya tidak mau dia seperti itu, orang-orang yang tidak rasa peduli, orang seperti itu, gampang depresi,"ujar Hara.


“Baiklah saya akan membicarakan ini nanti dengan wali kelas , agar di beri bimbingan khusus, ada disediakan sekolah, biasanya mereka anak-anak dari korban broken home dan anak yang jadi korban buli, tetapi untuk kasus Okan nanti akan kami bicarakan lagi.”

__ADS_1


Setelah mengawasi anak-anaknya beberapa jam dan sudah mengobrol banyak dengan wali kelas Okan. Hara kembali ke kantor, tetapi sepanjang perjalanan pikirannya masih memikirkan tentang Okan.


'Apa yang terjadi di rumah tangga Zidan, Ken, Toni berpengaruh Sam anakku, bagaimana ini?'



                                **


Mobil online yang tumpangi tiba di mall di samping hotel.


Ia berjalan santai , dari hotel ia langsung menuju mall. Tetapi bukan untuk belanja, ia ingin bersih-bersih pada karyawan Leon dan kali ini targetnya mall,  sesekali membalas ramah sapaan  pegawai hotel, sejak kedatangan Hara sebagai sekretaris Leon,  ia membuat perubahan besar, ia mengubah semua jajaran yang bekerja di perusahaan, Leon juga memecat orang yang tidak kompeten dalam bekerja.


Maka di hotel dan di restaurant,  Hara sosok yang disegani oleh semua pegawai, karena dianggap tegas dan berani , ia tidak segan memecat orang yang  ia anggap  tidak bagus kinerjanya.


Saa ini Hara yang lebih menakutkan dibanding Leon, bos lelaki itu jarang turun langsung ke lapangan untuk melihat sendiri  para karyawannya tetapi sejak Hara putuskan bekerja dengan Leon ia mengawasi semuanya baik pengelolaan mall.


Setelah kembali dari sekolah tadi, ia langsung menuju kantor pemasaran mall Leon tidak tahu kalau Hara ada di sana,


“Selamat siang,” ucap Hara datang dengan tiba-tiba saat para karyawan lagi bersantai dan duduk bergurau.


“A-a- Ibu Hara? Selamat siang,” sahut Pak Darmo tergagap saat istri dari pemilik gedung datang ke kantornya dengan mendadak.


Hara langsung masuk tanpa basa-basi, ia duduk di sofa di ruangan tamu, ia berlagak sebagai seorang calon penyewa toko.


“Saya ingin membuka satu toko di gedung ini, apa masih ada yang kosong?” tanya Hara langsung ke intinya.


“A-a-ada Bu, lelaki itu masih kelagagapan menghadapi  Hara, ia seperti maling yang  merasa didatangi seorang polisi.

__ADS_1


“Ada  Bu ini tokonya ujar seorang perempuan muda bagian team pemasaran, ia tidak tahu kalau Hara adalah istri pemilik bangunan mall. Padahal Pak Darmo sudah memberi kode kalau ia yang akan mengani Hara,  tetapi wanita muda itu sepertinya kurang paham tentang kode yang diberikan ia membawa  brosur untuk Hara ia menjelaskan sistim pemasaran yang biasa ia lakukan sesuai yang diperintahkan atasannya.


Hara tidak menunjukkan kalau ia datang untuk menyelidiki,  tetapi ia datang sebagai pembeli.


Wanita mudah itu menyalami Hara seperti biasa , sementara pegawai yang lain terlihat menegang  melihat kedatangan Hara bahkan  ada tiga orang yang membatalkan makan siangnya karena kedatangan Hara.


“Baiklah siapa nammu?” tanya Hara menatap hangat pada wanita mudah itu.


“Saya Kikel, Bu.”


“OK baiklah sudah berapa lama bekerja di sini?” tanya Hara.


“Sudah lima bulan, Bu.”


“Ok, sudah tahu banyak tentang pemasaran, iya?”


“Sudah, Bu,” ujarnya kemudian dengan jujur dan polos, ia tidak tahu kejujurannya adalah penghancur pada  semua rekan kerjanya terutama kepala bagian pemasaran.


Saat itu juga Hara menguliti  semuanya  melalui seorang wanita yang  bernama Kakia, Hara berdalih ia  bertanya banyak karena ingin mengambil satu toko.


Setelah hampir dua jam dijelaskan dengan secara rinci Hara akhirnya paham kenapa para penyewa toko banyak yang tidak memperpanjang sewa toko di bangunan mall Ternyata para jajaran memberikan sewa  toko yang mahal melebihi yang di anjurkan Leon sebagai pemilik bangunan.


Mampukah Hara melakukan bersih-bersih seperti yang dilakukan suaminya  dalam hotel apakah Hara melakukan lebih baik dari Leon suam nya.


Akankah Hara mampu melakukanya tanpa suaminya?


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2