
Hara menjadi direktur
Leon merebahkan tubuhnya di ranjang, sedangkan Hara masuk ke kamar mandi membersihkan wajah nya sebelum tidur, seperti kebiasaan. Hara setiap malam sebelum tidur ia akan melakukan perawatan wajah. Ia belakangan ini ingin selalu menjaga penampilannya tetap tampil cantik di hadapan suaminya.
Apa yang dialami Kikan dari suaminya membuat Hara semakin menjaga penampilannya, apa lagi saat itu usianya sudah kepala tiga.
Saat ia keluar dari kamar mandi, Leon sudah tertidur pulas, terlihat ia sangat lelah karena pekerjaannya hari itu, Leon dari pagi sampai malam, menjadi pesuruh di perusahaannya sendiri , ia di tugaskan membersihkan setiap sudut hotel dan restauran, anehnya, gedung sebesar itu, hanya beberapa orang saja pekerja yang bertugas yang melakukan bersih-bersih di restauran.
Bahkan mereka mengaku dalam sebulan hanya satu jatah mereka untuk libur, bahkan terkadang malah tidak ada karena mengantikan teman mereka yang lebih mementingkan.
‘Mereka semua hanya berani menindas orang-orang lemah , harusnya gedung sebesar ini, mempekerjakan banyak orang seperti yang sudah saya atur sebelumnya, tetapi kenapa hanya sedikit? Jika pekerja di sesuaikan dengan luas gedung, mereka tidak bekerja keras dan mati-matian seperti ini, gaji kecil pekerjaan berat, ini tidak manusiawi’ ujar Leon dalam hatinya, saat tadi siang, ia bertugas jadi pekerja menjadi petugas kebersihan bekerja dari pagi hingga jam tujuh malam.
Leon merasa badanya sangat lelah karena dipaksa berkerja keras hari itu.
“Kamu pasti sangat lelah hari ini,” ujar Hara saat ia keluar dari kamar mandi, ia duduk di bibir ranjang, menatap wajah Leon yang tertidur pulas, mengeluarkan dengkuran, karena kelelahan, hal yang tak pernah Leon lakukan sebelumnya. Leon tidak pernah mendengkur saat tidur, tetapi saat ini, ia melakukannya karena lelah.
Dalam satu minggu, Leon menjadi pegawai paling rendah, untuk menyelidiki semua pegawai dan karyawan yang busuk di perusahaannya.
Hara menarik selimut menyelimuti tubuh suaminya dan ia ikut membaringkan tubuhnya di samping Leon.
“Mimpi indah sayang," bisik Hara mendaratkan bibirnya di pipi Leon yang tertidur sangat pulas dengan irama halus dari bibirnya yang mengiring malam mereka.
**
Hari yang bersejarah itu akhirnya tiba.
Leon sengaja mengundang semua pegawainya pagi itu, yang bertepatan merayakan ulang tahun hotel miliknya juga, mengumpulkan dalam atu aula besar di hotel.
“Selamat pagi semuanya karena semuanya sudah berkumpul di sini, mari kita mulai acaranya,” ujar Hilda, ia sengaja di panggil Leon untuk memimpin acara hari ini.
“Pertama, saya akan membacakan beberapa orang dari hotel ini yang mendapat rekomendasi langsung dari pak Leon. Pertama saya panggilkan Burhan Sigit yang di angkat menjadi kepala kebersihan hotel, mengantikan pak Banu, selamat pak Burhan. Dia juga mendapatkan bonus tahunan dari Pak Leon sebesar lima belas juta atas kerja kerasnya dan kedisiplinan dan tangung jawabnya dalam bekerja,” ujar Hilda, semua terpelonggo karena selama ini dalam hotel tidak banyak orang yang mengenalnya, karena ia hanya bekerja-dan bekerja agar tetap bertahan.
__ADS_1
Burhan masih terplonggo belum yakin dengan apa yang ia dengar. Ia tidak dipecat sudah sangat bersyukur, diangkat jadi kepala bagian kebersihan hal yang mustahil baginya, karena ia hanya tamatan SMP tetapi Leon sudah mempertimbangkannya. Ia sudah bekerja bertahun-tahun di hotel tanpa upah yang benar.
“Sa-sa-saya Bu?” tanya Burhan berdiri dari kursi karyawan melihat kanan kiri, tatapan semua pegawai menatap lelaki jangkung itu dengan tatapan heran.
“Iya majulah ke depan sini pak Burhan, ini pilihan Pak Leon tidak bisa di ganggu gugat ujar Bu Hilda menegaskan pada semua orang.
“Ba-baik Bu,” ucapnya dengan tatapan mata berkaca-kaca dan kedua tangan saling meremas karena menahan grogi.
“Kedua kepada pak Dito, bagian parkir hotel.” Hilda memanggil lelaki yang bernama Dito, tetapi lelaki itu tidak ikut masuk ke ruangan aula, karena berpikir itu bukan bagiannya.
Karena selama ini juga ia bekerja hanya mendapat upah harian yang terkadang dipotong sama Banu jika ada komplain dari para pengunjung hotel.
Bimo membawa lelaki itu langsung ke depan.
“Pak Dito, sesuai rekomendasi Pak Leon, bapak diangkat jadi kepala bagian parkir hotel,” ujar Hilda.
Sama halnya dengan Burhan, ia juga terkejut dan tidak percaya, ia melihat Hilda dengan tatapan menerka-nerka apa yang ia dengar benar apa tidak.
“Pak Leon dan Ibu Hara yang memperhatikan kinerja bapak selama ini, dianggap bagus dan memberi pelayanan bagus untuk hotel, jadi bapak di rekomendasikan, diulang tahun hotel ini juga bapak memberikan bonus untuk bapak sebesar lima belas juta rupiah”
“Ketiga Bu Nengsi dan Farah, mereka berdua sudah bertahun-tahun bekerja di hotel sebagai pekerja mencuci mendapat upah harian, saat ini mereka berdua diangkat menjadi karyawan tetap hotel dan di berikan bonus sebesar sepuluh juta per orang”
Kedua wanita itu terlihat sujud syukur di lantai, saat mendengar nama meka mendapat bonus dari Leon, ada lima belas orang yang dapat rekomendasi dan ada lima belas orang juga yang di pecat dan di suruh bayar ganti rugi.
Saat itu juga Hilda membacakannya para koruptor dan para penipu dari jajaran pekerja hotel, restaurant dan pengelola mall, Leon sengaja mempermalukan mereka semua, sebagai efek jerah dan sebagai hukuman pada para pelaku kejahatan , hari yang menegangkan terjadi pada saat perayaan ulang tahun hotel tahun ini.
Bertabur hadiah dan bertabur pemecatan juga, ada lima polisi dan beberapa anak buah Bimo yang ikut berjaga di dalam aula, untuk mengamankan bila ada tiba-tiba yang ingin berbuat keributan karena pembacaan pemecatan itu.
“Baiklah, kini saatnya Bapak Leon sebagai direktur dan sekaligus pemilik hotel yang akan memberikan sepatah dua kata untuk kita semua,” ujar Hilda.
“Baiklah, saya tidak akan banyak bicara di sini, tetapi coba lihat di layar ini, lelaki ini adalah saya yang menyamar untuk melihat baik buruknya kinerja kalian semua, selama itulah saya mendapatkan dan melihat secara langsung bagaimana kinerja kalian semua,” ujar Leon.
Mata Burhan dan Banu menatap dengan kaget, ternyata orang yang bersama Burhan beberapa hari lalu adalah Leon, tiba-tiba Burhan merenguk kedua tangan menopang tubuhnya dilantai dan kepala menunduk.
__ADS_1
“Pak Leon maafkan saya, saya tidak tahu kalau itu Pak Leon,” ujar Burhan ketakutan.
Leon mendekat menariknya untuk berdiri, tidak di duga Leon tiba-tiba bersikap sangat baik, ia memegang kedua pundak Burhan dan ia berkata;
“Kamu lelaki yang sangat baik dan jujur kamu pantas dapat yang terbaik juga,” ujar Leon, menepuk-nepuk pundak Burhan. Air mata lelaki itu tumpah, tidak terbendung, ia tidak tahu kebaikan kecil yang ia berikan pada pegawai baru saat itu, membawa berkah besar untuknya.
“Terimakasih Pak,” ujar Dito mengusap sudut matanya, ia juga kaget ternyata lelaki yang duduk bersamanya, beberapa hari lalu, adalah bos besar mereka yang sengaja bertanya banyak hal padanya saat itu.
“Baiklah, bekerjalah sungguh-sungguh dan jujur yakinlah ada mata yang selalu mengawasi apa yang kalian kerjakan. Orang yang bekerja dengan hati dengan kejujuran dan kebaikan akan mendapat balasan yang baik juga. Hal satu lagi … saya tidak aka tahu semua itu, kalai saja ibu Hara tidak memintaku melakukannya. Jika kalian ingin berterimakasih …. berterima kasihlah pada Ibu Hara, dia malaikat tak bersayap yang membantu dan melihat ketidak adilan yang kalian dapatkan selama ini,” ujar Leon ia sangat memuji istrinya di hadapan semua karyawannya. Hingga semua mata tertuju pada sosok wanita cantik yang duduk tidak di depan .
Banu menunduk malu, ia akhirnya mendapat ganjaran dari perbuatan jahatnya, orang yang ia sepelekan dan ia rendahkan selama ini, jadi atasannya. Burhan jadi kepala bagian kebersihan hotel.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-Turun Ranjang( on going)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)